
Malam hari ketika makan malam bersama dengan bang Rama sekeluarga. Rizal ingin mengajak papa dan mamanya untuk pulang ke rumah. Namun tidak mendapat sambutan baik dari sang Abang.
"Jangan dulu Zal, tunggu Rena di terima kembali sama mama. belakangan ini Rena setiap hari sudah menemui mama, namun masih belum mau menerima."
Acara makan malam berakhir dan beralih ke acara kumpul bareng. Rena memangku putri kecinya kadang melirik Cinta yg memangku Queen. Queen yg nampak bahagia duduk di pangkuan Cinta, membuat Rena merasa cemburu.
"Queen, sama bunda sini. kasian mama capek." Rayu Rena setelah memberikan putrinya pada Rama.
"Gak pa pa, bentar lagi Queen juga tidur Ren." Jawab Cinta sambil mecium pelipis Queen.
"Iya, biar gue yg nidurin Queen di dalem Cin." Rena sedikit meninggikan nada suaranya.
"Kasi aja sayang, kita nanti buat sendiri." Bisik Rizal.
Cinta memberikan Queen pada Rena. Rena langsung mengajaknya ke dalam.
__ADS_1
"Ya sudah lah bang, gue pamit pulang. Kliene sama Levin juga harus tidur besok sekolah." Terang Rizal.
Di rumah Cinta menangis entah karena apa. Rizal melihat cinta menangis lalu menggenggam tangan cinta.
"Dari pada menangis, mending sayang wudhu, Setelah itu sholat biar hatinya tenang. Tempat mengadu yg paling tepat hanya Allah semata sayang." Ucapan Rizal membuat cinta makin terharu.
"Mas, maafin Cinta ya. Cinta masih belum bisa menjadi istri yg baik buat mas." Cinta meletakkan kepalanya di pundak Rizal yg berjongkok di hadapannya.
"Siapa yg menuntutmu menjadi baik sih yang. Mas mau kamu mendapatkan yg terbaik, bukan menyuruhmu menjadi yg terbaik. Mas aja masih punya banyak kekurangan yang." Rizal mencium pipi Cinta.
"Kenapa gak boleh yang? Dulu kamu ngasih mas nikah lagi." Tanya Rizal.
"Karena nanti di surga Cinta gak mau berbagi suami mas. Mas tau di dunia hanya sementara sedangkan di surga kehidupan abadi. Di dunia saja cinta gak kuat di madu mas biar di kata cuma kehidupan fana. Apa lagi di akhirat, di surga yg lamanya tak terhingga. bisa mati lagi aku mas nahan sakit hati." Kata Cinta membuat Rizal tak habis pikir.
"Cinta, kamu lupa kali di surga itu ada 70 bidadari yg akan mendampingi mas dengan menggunakan baju yg terbuat dari kain sutra 70 lapis?" Mencoba mengingatkan Cinta.
__ADS_1
"Hmmm makin berat lagi saingan ku mas. Gak sanggup untuk bertahan Cinta kalo harus bersaingan dengan bidadari mas." Expresi cinta berubah sedih.
"Tenang saja sayang. kamu pemegang kunci surga mas. kalo misalnya kamu gak sanggup ya mas gak bisa masuk surga."
"Kalo gitu kuncinya Cinta umpetin aja, terus Mas cinta kekep di kamar Sampek mas bosen."
"Di kira mas itu pisang di kekeb biar mateng."
"Bodo ah, katanya juga kalo di surga gak bisa tua. Ganteng terus dong kamu mas." ocehan Cinta membuat Rizal gemes.
"Gue gak nyangka Lo yang, kalo kamu bilang mas ganteng. Selama ini mas aja yg terus bilang kamu cantik." Rizal menoel dagu Cinta
"Eh ya gak jadi wes, balikin kata kata Cinta yg bilang mas ganteng."
"Gimana caranya?"
__ADS_1