Terjebak Cinta CEO Dingin

Terjebak Cinta CEO Dingin
Ep. 100


__ADS_3

“Apa yang kamu takutkan Rin?”


“perbedaan kami sangat jauh mbak, seperti langit dan bumi. Tuan Daniel orang terpandang dengan reputasi yang baik, Arin nggak mau gara-gara masa lalu Arin yang dulu membuat nama baik keluarga Arsenio hancur” kata Arinda tampak sedih.


“Rin, kamu kan terbukti tidak melakukan apa yang di tuduhkan orang-orang dia masa lalu mu. Lalu apa yang kamu takutkan”


“memang Arin terbukti tidak melakukan hal itu mbak, tapi bukti itu tidaklah cukup menutup mulut semua orang yang sudah mencap Arin seperti itu. Karena hal itu pula Arin meninggalkan mama dan Ifan merantau ke kota J ini untuk melindungi mereka dari hujatan masyarakat”


“sungguh kejam orang yang menfitnah kamu Rin”


“Arin nggak bisa bertindak apa-apa mbak. Karena mereka juga orang tua sahabat Arin, sahabat Arin sudah sangat baik dan menemani Arin saat ke susahan. Demi menjaga nama baik mereka Arin terpaksa menutup kasus itu, tapi fitnahan dan hujatan semua orang tetap ada”


Cantika sangat bersimpati pada Arinda yang harus menderita meninggalkan keluarganya untuk melindungi mereka.


“Mereka orang berpengaruh mbak. Di sana uang yang lebih banyak berbicara tanpa melihat apa itu benar atau salah” kata Arinda lagi, sebulir air bening menetes.


“Jadi hal itu yang membuat kamu ragu untuk bersama tuan Daniel”


“Sebenarnya tidak hanya itu mbak, Arin... Arin masih ragu dengan perasaan yang Arin miliki, apakah Arin mampu bersanding dengan keluarga ternama seperti keluarga Arsenio”


“apakah ada orang lain di hati mu, Rin?” tanya Cantika


Arinda tersenyum pada Cantika,


“mbak, Arin ini jomblo dari lahir. Nggak ada pikiran Arin untuk menjalin kasih dengan siapapun, sejak papa Arin meninggal, Arin menjadi tulang punggung keluarga. Jadi pikiran Arin hanya untuk biaya pengobatan mama dan sekolahnya Ifan mbak”


Cantika sedikit malu saat mendengar cerita Arinda, disaat dia seumuran Arinda dia masih bergantung dengan orang tuanya.


“mbak jadi malu sama kamu Rin. Di usia kamu sudah berjuang mencari nafkah untuk keluarga”


“mbak kenapa malu, Arin menjadi tulang punggung keluarga juga terpaksa karena keadaan mbak. Nggak usah malu mbak, jika papa Arin masih hidup mungkin Arin masih manja dan bergantung pada keluarga”


“Ya udah, kamu shalat dulu gih, Ntar keburu abis shalat subuhnya. Mbak mo bikin sarapan dulu buat kita” kata Cantika melangkah keluar dari kamar Arinda menuju dapur untuk membuat sarapan.


Arinda masih duduk di tempat tidur menatap jas milik Daniel


Maafkan aku Daniel karena belum bisa menerimamu...kata Arinda dalam hati.


Setelah bersiap-siap, Arinda dan Cantika berangkat ke Pearl Stars. Arinda harus turun di tengah jalan untuk mengatur persiapan akad nikah Amanda dan Darren tidak akan lama lagi.


Cantika memarkirkan mobilnya di parkiran Pearl Stars, di saat bersamaan mobil Maya datang dan parkir tepat di sebelah mobil Cantika.


“pagiiiii Ciiin” sapa Maya tampak senang.


“Pagi May, kenapa kamu seneng banget kelihatannya” tanya cantika sambil mengunci mobilnya dengan remote kunci.


“Hari ini akika seneng dan excited buat acara makan malam romatis Arinda. Tadi pagi akika tele tele ama Davira, buat nentuin lokasi makan malam romantis buat Arinda dan Daniel”

__ADS_1


“ May” Cantika memanggil Maya, tampak keraguan di wajahnya.


“Ada apa si Tika, kok lu keliatan bingung gitu?” tanya Maya pada Cantika sambil berjalan menuju kantor.


“Kamu kan udah tau Alasan apa yang buat Arinda ragu terima Tuan Daniel”


“iya Akika tau, kan diana yang ngasih tau Akika”


Cantika dan Maya memasuki ruang kerja milik Cantika,


“Apa menurut kamu...”


“Aduuuh Tika akika ngerti kalo ye juga kuatir sama kayak Arinda. Tapi ini saatnya buat diana merasakan bahagia. Akika yakin keluarga Arsenio bakalan ngelindungi dan ngejagain dia”


“ tapi...”


“Nggak usah ragu deh Tika, ye mau liat diana bahagiakan. Nah ini kesempatannya”


“ terserah kamu deh May, trus rencananya mo ngadain makan malam di mana?”


“ Kata Davira sih, di restonya Arvin. Kebetulan juga pertemuan dengan client Daniel dari Jepang juga di sana”


“Oke deh, ntar aku suruh beberapa anak-anak menghias tempat di sana biar kesannya semakin romantis”


“Ya udah, akika juga mau nyiapin baju buat Arinda ntar malam. O ya ntar tante Aileen, Davira dan Amanda mo kesini mau lihat bahan buat baju akad nikah dan seragamannya. Sekalian mau menjalankan rencana makan malam nanti”


“oke, ntar kalo udah datang aku panggil kamu” kata Cantika.


Menjelang siang Aileen, Davira dan Amanda datang ke Pearl Stars mereka langsung ke meja resepsionis menanyakan ruangan Maya.


“Selamat siang Nyonya dan nona-nona. Ada yang bisa saya bantu?” tanya Tina resepsionis Pearl Stars.


“Selamat siang mbak, kak Mayanya Ada?” tanya Davira


“Maaf, jika boleh saya tahu dengan mbak siapa?” tanya Tina


“bilang saja kalo Davira mencari kak May” kata Davira.


“ Baiklah, mohon di tunggu sebentar ya mbak” kata Tina langsung menghubungi ruangan Maya.


Tuuut.... Tuut...


“hola hallo, Maya speaking”


“kak Maya ada yang nyariin nama nya nona Davira”


“udah dateng ya, akika capcus kesandro”

__ADS_1


“oke kak Maya” Tina mengakhiri sambungan teleponnya.


“nona Davira silahkan tunggu sebentar lagi kak Maya akan ke sini” kata Tina.


“Baiklah makasih ya mbak” kata Davira.


Davira, Aileen dan Amanda duduk di sofa loby yang minimalis dan nyaman.


“Mom, kantornya asyik ya. Trus dari tadi Vira liat karyawannya sopan-sopan semua, pantesan aja jadi Wo&Eo yang booming banget” Kata Davira, Aileen juga merasa sangat nyaman dan nggak bosan berada di loby kantor Pearl Stars.


“iya Vira, kak Amanda kalo kerja di sini bakalan betah deh” kata Amanda, di angguki setuju oleh Davira.


Maya turun dari lantai dua ke loby kantor Pearl Stars,


“Halooo tante Aileen, sori dori stoberry tante musti nungguin akika lama. Abisnya ada kerjaan yang nggak bisa di tinggal” kata Maya,


“ Nggak apa-apa Maya, tante dan anak-anak juga baru datang kok” kata Aileen.


Saat Maya dan Aileen berbicara, Arinda baru datang ke Pearl Stars.


“Siang mbak Arin” sapa satpam Pearl Stars


“Siang juga pak Usep”


“kusut amat kelihatannya mbak”


“ Iya nih pak Usep, baru abis cek catering ama properti buat Akad nikahnya client. Arin masuk dulu ya pak Usep” kata Arinda, pak Usep membantu membukakan pintu untuk Arinda.


“mom, kak Arin mom” kata Davira yang melihat Arinda baru datang. Aileen yang akan menyapa terhenti saat Arinda menerima telepon


“Assalamualikum, hm ya gimana” kata Arinda tidak menyadari ada Aileen, Davira, Amanda dan Maya.


“Apaaa. Ya ya ya aku segera ke sana” Arinda kembali keluar dan mencegat taksi menuju entah kemana.


“sori dori stoberry ya tante, Arin kalo sudah sibuk ya gitu tan nggak perhatiin di sekitarnya. Apalagi sekarang lagi banyak kerjaan” kata Maya


“tante nggak apa-apa May. tapi tante malah kuatir ama Arin, takutnya dia kecapekan. Apalagi ini sudah hampir habis jam makan siang” Kata Aileen cemas dengan calon menantunya.


************


tetap terus dukung Author


dengan cara like, vote dan tipnya.....😊😊😊


jangan lupa juga kasih rate nya ya.... plisss


🙏🏻🙏🏻🙏🏻

__ADS_1


( Π_Π )


makasih..... tetap semangat 🤗🤗🤗🤗


__ADS_2