
Jadi dia Arinda, calon menantu yang di sayangi oma Ayu. Ternyata di sangat cantik, kata gadis itu dalam hati. Gadis itu adalah Tasya sahabat Daniel saat kuliah, oma Ayu sengaja mengontak dia untuk meminta bantuan Tasya.
Oma Ayu juga mengirim foto Arinda pada Tasya agar dia bisa menjalankan misinya dengan baik lancar.
“selamat datang nona, ada yang bisa saya bantu?” tanya resepsionis pertama pada Arinda,
“bisa saya bertemu dengan tuan Ansel?” tanya Arinda. Sementara itu Tasya menghampiri meja resepsionis langsung di sambut oleh resepsionis kedua.
“selamat datang nona, ada yang bisa saya bantu?’ tanya resepsionis kedua pada Tasya.
“ apa tuan Daniel ada di ruangannya?” tanya Tasya sambil membuka kaca mata hitamnya. Arinda sempat melirik ke arah gadis di sampingnya,
Cantik sekali
kata Arinda dalam hati mengagumi sosok gadis di sampingnya.
“maaf nona, tuan Ansel dan tuan Daniel sedang keluar.. “ saat resepsionis menjelaskan kedua atasan mereka tidak di tempat , mobil mewah Daniel memasuki pelataran perusahaan Arebeon. Daniel turun dari mobil begitu juga Ansel.
“ah... itu tuan Daniel dan tuan Ansel baru kembali” kata resepsionis kedua. Arinda membalikkan tubuhnya melihat Daniel yang sedang berbicara serius dengan pegawai yang lain, Ansel tampak mengiringi di belakang Daniel.
Saat tengah asyik berbicara, pandangan Daniel teralihkan pada Gadis yang selalu di lihatnya di mana-mana. Dia berhenti dan berdiri menatap dari kejauhan Arinda yang berdiri di belakang Tasya.
Arinda.... Aku sangat merindukanmu kata Daniel dalam hati ingin rasanya dia menghampiri dan memeluk Arinda. Tapi, dia teringat dengan perkataan Arinda yang membuatnya kembali merasa kesal, namun rasa kesal itu menguap begitu saja saat dirinya menatap wajah cantik Arinda.
Daniel tersenyum saat melihat ke arah Tasya, membuat Arinda menjadi salah paham dan langsung memalingkan wajahnya. Tasya tersenyum lalu menghampiri Daniel, Ansel menghampiri Arinda setelah mendapat pesan dari resepsionis jika Arinda ingin bertemu dengannya.
Mata Daniel menatap tajam membuat Ansel bergidik ngeri,
Aduuh nona Arinda membuatku dalam masalah saat ini kata Ansel.
Tasya langsung memeluk Daniel dan mencium pipi Daniel tepat didepan Arinda. Daniel yang mendapat ciuman itu terkejut dan menatap tajam ke arah Tasya yang langsung berbisik di telinga Daniel.
“tenang, jangan marah. Ikuti saja permainan ini dan lihat reaksi perempuan yang kamu cintai” kata Tasya.
Kali ini langit tampak begitu hitam dengan kilatan guntur yang saling bersautan. Aura kegelapan kali ini terpancar dari Arinda hal itu dapat di rasakan oleh Ansel yang ada di hadapan Arinda saat ini.
Ansel sempat bergidik ngeri saat melihat bayangan iblis di sekitar Arinda, hal itu tidak luput dari pandangan Daniel. Tasya kembali berbisik di telinga Daniel,
__ADS_1
“sekarang kamu sudah tahu kan jawaban jika kekasih hatimu masih mencintaimu” kata Tasya. Arinda terlihat sangat kesal dan marah, dia terlihat sangat cemburu.
“no...nona Arinda, anda mencari saya?” tanya Ansel sedikit takut, kilatan api cemburu tampak di mata Arinda. Dia lalu memberikan paperbag di tangannya dengan kasar pada Ansel.
“ini punya tuanmu, kembalikan pada dia” kata Arinda dengan kasar, dia langsung pergi dari sana dengan menatap marah pada Daniel. Dia Berjalan melewati pintu lobi perusahaan Arebeon, Arinda langsung menaiki mobil taksi yang kebetulan menurunkan penumpang di perusahaan Arebeon.
Daniel ingin menjelaskan pada Arinda jika Tasya adalah temannya langsung di halangi.
“kamu ingin rencana yang di buat oma gagal total” kata Tasya membuat kedua Alis Daniel bertaut
“jika kamu ingin penjelasan ini semua, kita sekarang ke ruanganmu. Aku akan menjelaskan semuanya, tapi kamu jangan marah oke” kata Tasya.
“kalian kembali saja bekerja dan ikuti saja prosedur yang kita miliki” peinta Daniel pada karyawan lain. Ansel masih termangu di tempatnya berdiri, merasa heran dengan sikap Arinda yang terlihat sangat marah.
“mau berdiri sampai kapan di sana?” kata Tasya pada Ansel.
“oh maaf nona Tasya, saya sedikit terkejut dengan apa yang terjadi barusan. O ya tuan Daniel, ini tadi di berikan oleh nona Arinda untuk anda” kata Ansel sambil menyerahkan paper bag pada Daniel. Dia membuka paperbag menatap Jas yang ada di dalam tas itu.
Saat itu di kediaman Arsenio, Amanda tampak bingung saat oma mengatakan akan menceritakan rencananya pada Daniel.
“ kenapa Daniel harus tahu oma, bukannya akan semakin rumit jika Daniel tidak akan setuju dengan ide oma ini” tanya Amanda, membuat Cantika, Aileen dan Maya mengangguk setuju.
Di ruangan Daniel duduk di meja kerjanya, dia menatap lekat Tasya meminta penjelasan tentagn apa yang di lakukan serta rencana oma. Tasya dengan santai duduk di depan Daniel lalu menceritakan apa rencana oma Ayu padanya, Daniel tersenyum senang dengan rencana oma Ayu karena dia bisa melihat sendiri bagaimana cemburunya Arinda,
“dari yang ku lihat tadi dia sangat cemburu saat aku dekat denganmu, bisa aku simpulkan kalo Arinda masih mencintaimu” kata Tasya, tersungging senyum senang di bibir Daniel.
Tasya yang sudah sangat mengenal Daniel tidak menyangka jika sahabatnya yang terkenal dingin terhadap perempuan akan menjadi bucin pada Arinda. Gadis Cantik di temuinya tadi di lobi perusahaan Arebeon.
“jadi kapan kamu datang Dari JP?”
“tadi pagi demi oma Ayu aku jauh-jauh datang dari JP hanya untuk membantumu. Dua hari yang lalu aku mendapat telepon dari oma Ayu dan beliau menceritakan semuanya padaku,” jelas Tasya.
tok... tok... tok...
Ansel mengetuk pintu ruangan Daniel dengan membawa tablet miliknya. dia lalu membuka pintu setelah terdengar perintah masuk dari Daniel.
“tuan muda maaf saya mengganggu” kata Ansel yang langsung duduk di hadapan Daniel di samping Tasya.
__ADS_1
“sudah dapat?” tanya Daniel dingin,
“sudah tuan, maid itu memang sangat aneh. Tanpa sepengetahuan orang rumah dia masuk ke kamar anda dan...” Ansel ragu menyampaikan informasi yang di dapatnya.
“dan?” kini Tasya ikut penasaran dengan apa yang di bicarakan Daniel dan Ansel.
“sebaiknya tuan lihat sendiri saja” kata Ansel menyerahkan tablet miliknya pada Daniel.
Tasya melihat ke arah Ansel dengan mengodekan kepalanya pada Ansel untuk mengetahui apa yang terjadi di Mansion Arsenio. ansel mengodekan dengan kepala untuknya bersabar,
“breng**k, suruh orang untuk menukar ranjang ku dan membakar kemeja yang di pakai oleh dia sekarang juga” perintah Daniel tablet Ansel di lemparnya secara kasar ke atas meja kerjanya.
Tasya penasaran dengan apa yang di lihat Daniel di tablet milik Ansel hingga membuatnya geram. Dia meraih tablet di atas meja lalu memutar video dimana memperlihatkan seorang maid perempuan lancang masuk ke dalam kamarnya.
Tasya melihat maid perempuan itu tidur-tiduran di ranjang Daniel dengan memakai salah satu kemeja milik Daniel.
“ gila nih maid, berani banget acak-acak kamar punya raja iblis. Apa dia belum pernah di siksa sama Raja iblis jadi dia begitu nekat seperti itu” kata Tasya.
Daniel menatap tajam ke arah Tasya memanggilnya dengan julukan Raja iblis. Tasya dengan segera mengangkat dua jari menandakan tanda peace.
Cantika dan Maya masih menemani oma Ayu, Aileen dan Amanda di halaman belakang kediaman Arsenio.
“oma, Cantika setuju-setuju saja dengan rencana oma. Tapi aku khawatir bagaimana jika nantinya Tasya sendiri benar-benar jatuh cinta pada tuan Daniel oma” tanya Cantika sedikit khawatir jika kelak .
“kamu tidak usah khawatir karena Tasya itu tidak pernah menyukai Daniel. Dulu Oma pernah mencoba menjodohkan mereka tapi tidak berhasil. Mereka murni bersahabat dan tidak ada perasaan selain persahabatan di antara mereka” jelas oma Ayu, dia mengenal Tasya dan bagaimana sikapnya pada Daniel
************
tetap terus dukung Author
dengan cara like, vote dan tipnya.....😊😊😊
jangan lupa juga kasih rate nya ya.... plisss
🙏🏻🙏🏻🙏🏻
( Π_Π )
__ADS_1
makasih..... tetap semangat 🤗🤗🤗🤗