
Pagi cerah di langit kota J, sebuah mobil jazz dengan warna biru tua terparkir sempurna di parkiran Pearl Stars. Pria maskulin dengan make up cetil turun dari mobil dengan membawa beberapa map yang berisi dengan rancangan baju model terbaru.
Langkah Maya terhenti saat mobil mercedes maybach di iringi mobil hitam di belakang memasuki pelataran kantor Pearl Stars, salah satu body guard turun membukakan pintu mobil untuk Arinda.
“sayang jangan lupa minum susu dan vitaminnya” Daniel mengecup pipi dan kening Arinda setelah dia mencium punggung tangan suaminya.
“hm hmm kamu akan pulang cepat hari ini?” Arinda menatap Daniel.
“ sepertinya tidak sayang, tapi aku akan mengusahakannya” Daniel membelai lembut pipi Arinda,
Tok...tok...tok...
Terdengar ketukan dari pintu mobil yang terbuka,
“isss lambreta ni pere. Hellooo Ariin, mawar kapan di dalam mobil, udah jamuran akika nungguin. jangan pecongan terus bikin akika kepanasan,” Maya melayangkan protes menanti Arin yang belum turun dari mobil.
Arinda tersenyum menatap ke arah Daniel lalu mencium pipi suaminya.
“hati-hati ya sayang” Arinda lalu turun dari mobil di sambut oleh Maya yang senantiasa menantinya. Daniel menurunkan sejenak kaca mobilnya,
“titi DJ ya my Idol, jangan terlalu rindu ama akika ya” Maya memberi stempel cium untuk Daniel yang di balas dengan tatapan tajam darinya.
“jalan” perintah Daniel pada Sakti meninggalkan Maya yang masih memberi stempel cium untuknya, Arinda hanya menggeleng-gelengkan kepalanya melihat Maya senang menggoda suaminya.
Maya dan Arinda masuk ke dalam kantor Pearl Stars, mata Maya memperhatikan dengan seksama perubahan fisik Arinda yang berbeda,
“ciiin, akika perhatiin ye akhir-akhir ini semakin chubby aja. Ye pasti sering makan junk food lagi ya” Tuduh Maya,
“enggak lah May, yang ada tu idola lu bikin gue makan-makanan sehat mulu. Ampe bosan gue, jadi kangen gue makan pizza yang sering kita makan” tidak terasa mulut Arinda mulai berair teringat dengan kenikmatan pizza yang sering di santapnya.
Mereka sekarang berada di ruangan Arinda, mata Maya mulai melihat Arinda dari kepala hingga kakinya.
Beneran deh, ni pere ada yang berbeda Maya masih memperhatikan sahabatnya sampai dia tidak menyadari kehadiran Cantika yang duduk di sampingnya.
Cantika menatap heran Maya yang di ajak berbicara namun tidak di gubrisnya sama sekali,
“May leo datang tuh” Cantika menyebut nama Leo kekasih Maya.
“ha.. mana... mana... mana” Maya menatap ke luar ruangan dan ke sekeliling ruangan Arinda.
“dalam mimpi lu May” Arinda tertawa melihat Maya yang di kerjai Cantika.
“isss jahara deh, suka kali ya ngerjain akika. Eh kapan ye datang? Tiba-tiba udah muncul di sini aja?” Maya cemberut menatap Cantika yang duduk di sampingnya.
__ADS_1
“ya ampuuuun May udah dari tadi lagi aku di sini may. kamu aneh banget May, dari tadi aku ajakin ngomong kamu malah nggak respon. Apa masih kurang liburan 5 hari kita di PS?” Cantika mengingatkan mereka yang baru kembali dari PS.
“kurang sih, soalna babang leo nggak bisa ikut akika ke sini” maya cemberut, kembali menatap Arinda yang tersenyum sambil meminum susu hamil kemasan.
“eh eh eh sebentar, itu kan susu buat Hamidah” Maya menatap susu di tangan Arinda, Cantika ikut menatap ke arah susu kemasan itu.
“kok kamu tahu itu susu hamil, May?” Cantika heran, dia mengira kalau yang di minum Arinda hanya susu biasa.
“ kebetulan salah sastra penjahit akika lagi hamidah, nah diana suka minangan susu persis pere sastra ini” jelas Maya. Cantika menatap Arinda menunggu jawaban darinya.
Arinda tersenyum penuh maksud lalu mengelus-elus perut datarnya memberi kode jika sebentar lagi Cantika dan Maya akan menjadi tante.
(author bingung kalo Maya bakalan jadi tante atau om buat anaknya Arin🤔🤔🤔?)
“benaran Riiin?” Cantika menghampiri Arinda yang menganggukkan kepalanya. Maya menatap bingung Cantika yang baru mengetahui kabar kehamilan Arinda,
“loh... kenapa lu malah nanya Tika? Bukannya setiap ada hal baru lu udah tahu, secara bekingan lu orang paling dekat dengan my idol” Maya menatap Cantika yang langsung cemberut.
“gi mana mau dapet kabar baik, kalo dia sendiri sedang sibuk sangat” keluh Cantika,
“selamat ya Riiin, mbak senang karena sebentar lagi ada bocil yang manggil mbak tante” Cantika memeluk Arinda,
“aaaaa.... akika juga senang banget, nggak sabar nungguin bocil manggil akika Mami” Maya senang langsung memeluk Arinda dan Maya seperti teletabies.
Tok... tok... tok...
“Maaf mbak Arin ganggu” sapa Tina yang melongokkan kepalanya dari balik pintu.
“Kenapa Tina?” Tanya Cantika, mereka serempak melepaskan pelukan.
“itu mbak, ada yang nyariin mbak Arin” ujar Tina,
“suruh masuk aja Tina” Arinda akan beranjak dari tempat duduknya langsung di cegah oleh Maya.
“kenapa sih May, kok lu malah larang gue nyambut tamu yang bakalan ketemu?” Arinda menatap bingung Maya.
“lu udah hamidah, harus bisa jaga kondisi tubuh lu. Jadi lu tinta boleh ampe capek, sekarang tugas lu hanya duduk manis di sindang” Maya menyambut tamu yang ingin bertemu dengan Arinda.
“lu malah sepemikiran ama laki gue May”
“ya iyalah, namanya juga kita sehati. Jadi pemikiran kita sama (membuka pintu ruangan Arinda) Aldo, Tasya, kirain baik!! Ayo masuk” Maya mempersilahkan Aldo dan Tasya masuk ke ruangan Arinda.
Mereka berdua di sambut hangat oleh Arinda dan Cantika,
__ADS_1
“hi do, pa kabar lu? Tasya apa kabar?” sapa Arinda,
“baik Rin, lu pa kabar? Nggak nyangka gue laki lu masih posesif aja” Aldo menyapa Arinda lalu duduk di sofa setelah Cantika mempersilahkan duduk.
“maksud lu?” Arinda kebingungan dengan ucapan Aldo,
“tadi sewaktu kami di bawah, kami ketemu dengan 10 orang berpakaian formal. Awalnya kami pikir sultan mana yang datang, ternyata salah satu dari mereka aku pernah liat di mansion Arsenio. Iseng aku tanya mereka siapa, ternyata mereka body guard yang di utus Dan untuk jaga kamu” jelas Tasya.
“haah” Arinda termangu mendengar penjelasan Tasya, dia pun berdiri dari kursinya dan terkejut saat 10 body guard sudah berdiri di depan pintunya.
“nona muda” serentak mereka memberi salam pada Arinda, membuat beberapa pegawai Pearl Stars terkejut melihat mereka. Cantika dan Maya ikut terkejut dengan body guard yang di utus Daniel untuk menjaga Arinda.
“gilingan, sastra pere yang lagi hamidah di jaga ama 10 body guard...sultan mah bebas” Maya terpana dengan apa yang di lihatnya, begitu juga dengan Cantika.
Arinda segera menghubungi Daniel, namun tidak di angkat olehnya sama sekali.
“kalian ngapain semuanya ada di sini?” tanya Arinda yang terus berusaha menelepon suaminya.
“ menjawab pertanyaan nona, Tuan muda meminta kami untuk selalu menjaga nona dan juga membantu pekerjaan anda nona” jawab salah satu body guard.
“kalian tahu kenapa tuan muda tidak bisa di hubungi?” tanya Arinda.
“siap nona, tuan muda sedang dalam perjalanan menuju negara JP jadi tidak bisa menghubungi anda. Beliau berpesan sesampai di JP akan segera menghubungi anda” Arinda hanya menghela nafasnya.
“ya sudah kalian duduk saja di sana” Arinda memijit kepalanya pening,
“maaf nona kami sedang bertugas” jawab salah satu body guard.
“kalian berdiri di sini menakuti client dan pekerja yang lainnya. Mereka akan menyangka di sini adalah markas yakuza” sewot Arinda yang sangat sensitif.
“udah rin tenang, nggak baik lo bumil marah-marah gitu” Cantika menenangkan Arinda, Aldo dan Tasya tertegun saat mendengar ucapan Cantika.
*************
secepatnya author akan up lagi tiap hari, mohon bersabar menunggu kelanjutannya...🤗🤗🤗🤗
tetap terus dukung Author😊😊😊
dengan cara like, vote dan tipnya.....ya.... plisss🙏🏻🙏🏻🙏🏻
jangan lupa juga kasih rate dan commetnya yang positif agar Author semakin semangat💪🏻💪🏻💪🏻 buat nulisnya...✍️✍️✍️
( Π_Π )
__ADS_1
makasih..... tetap semangat 🤗🤗🤗🤗
❤️❤️❤️❤️❤️ all...