Terjebak Cinta CEO Dingin

Terjebak Cinta CEO Dingin
Ep. 198


__ADS_3

Dia segera mengambil langkah seribu keluar dari kamar Daniel dan dengan cepat menutup pintu kamar kakaknya.


“maaf kak Dan... kak Arin...” teriak Davira dari luar pintu kamar Daniel. Dia segera meninggalkan kamar Daniel dan masuk ke kamarnya. Jantungnya berdetak kencang mengingat pemandangan yang tabu baginya yang masih jomblo.


“ apa Davira sudah pergi?” tanya Arinda dengan wajah yang masih di sembunyikannya di ceruk leher suaminya. Daniel tersenyum melihat Arinda memeluknya dengan erat.


“hmmm hmm” Daniel hanya berguman dan kembali melanjutkan aktivitasnya menjelejahi perbukitan indah dengan beberapa tanda di sana. Arinda menahan sensasi yang di rasakan, dia lalu mendudukkan dirinya di pangkuan Daniel yang semakin leluasa memberi jejak pada kedua bukit indah itu.


Telapak tangan Arinda berada di atas bibir Daniel, menghentikan aktivitas yang sangat di sukai suaminya.


“sayang....aku tidak ingin kita ke pergok sekali lagi” Arinda menatap Mata suaminya berkabut penuh hasrat tertahan. Dia langsung turun dari pangkuan suaminya duduk bersimpuh di samping Daniel yang lalu bangkit melangkah menuju pintu dan menguncinya.


Daniel melepaskan Dasi yang masih melingkar di lehernya membuak kancing kemeja memperlihatkan tubuhnya yang di pahat dengan sempurna. Dia kembali mendekati istrinya yang sedang pakaiannya.


Arinda kepayahan saat menarik resleting di belakang punggungnya, Daniel duduk di samping ranjang tepat di belakang istrinya. Tangannya meraih resleting dari tangan Arinda,


“sayang...kenapa di tutup lagi” Daniel masih memegang resleting dress milik Arinda. Dia menyangka jika suaminya akan membantunya menarik resleting ke atas, namun tebakannya salah. Daniel malah kembali membuka dress Arinda dan pengamanan pada bukit itu.


“Daaan... aaku malu dan tidak ingin ketahuan lagi” Arinda berusaha menahan dressnya agar tidak terlepas, serta pengamanan bukit walaupun pengait pada pengamanan itu sudah di lepas kembali oleh Daniel.


Tangan kekar itu mulai aktif kembali dengan bermain di perbukitan, menciumi setiap area punggung mulus itu dengan lembut. Arinda menahan suaranya dengan menutup mulut dengan kedua tangannya. Daniel kembali melancarkan aksinya, melepaskan setiap kain yang masih melekat. Sehingga tubuh mereka berdua tidak lagi di tutupi sehelai benang pun.


Dengan melafaskan sebuah doa yang di bisikkan ke telinga Arinda, Daniel menatap wajah cantik istrinya. King kobra sudah siap tempur dan kembali bermain-main di lembah yang licin dengan keadaan gua yang hangat dan lembab. king kobra tidak memperdulikan apa pun di sekitarnya, kini yang ada dia ingin bermain-main di dalam gua sempit itu.


Di kamar luas itu dengan cat tembok yang bertema maskulin terdengar nyanyian merdu dari mereka berdua. Daniel yang sudah lama tidak mendapatkan jatahnya sama sekali tidak memberi kendor dan ampun pada Arinda. Hingga masing-masing dari mereka mencapai sebuah pengalaman kenikmatan yang hakiki, Arinda jatuh lemah dalam pelukan suaminya. Dia sudah tidak memiliki tenaga sama sekali akibat gempuran dahsyat dari suaminya.


Daniel membelai lembut rambut panjang istrinya, menatap wajah kelelahan istri yang sangat dia cintai.


Maafkan aku yang sudah membuatmu menderita, setelah semua ini berlalu aku akan selalu membahagiakanmu. Aku berharap kamu akan selalu mempercayaiku dan tidak akan terpengaruh oleh apa pun... Daniel menatap Arinda mencium keningnya dengan lembut dan ikut tertidur di siang itu.


***

__ADS_1


Vivi duduk di belakang meja kerjanya, dia menatap foto Daniel yang baru saja dia browsing di internet.


Daniel Arsenio.... kamu membuatku semakin tergila-gila, aku sudah begitu bosan dengan tua bang** itu. Aku harus bisa mendapatkan kunci kelemahan Daniel dari si tua bang** , agar aku bisa mengendalikan Daniel dan memilikinya. Aku secepatnya harus menyingkirkan tua bang** itu dan anaknya. Vivi tersenyum smirk dengan niat untuk menyingkirkan Marcus dari jalannya.


Tanpa sepengetahuan Marcus, Vivi sudah mengambil alih semua perusahaan miliknya dengan bantuan Lutfi. Dia tidak mengetahui jika selama ini dia telah memelihara wanita berbisa yang menghancurkannya. Begitu pun Lutfi yang tidak mengetahui maksud tersembunyi dari Vivi.


ternyata selama mengenal Marcus dan lutfi, Vivi menjalin hubungan dengan mereka berdua. Lutfi tahu jika Vivi adalah wanita daddynya namun dengan rayuan maut Vivi membuatnya goyah dan menjalin hubungan terlarang dengan Vivi di belakang Marcus juga Alexa sewaktu dia masih hidup.


Dasar pria bodoh, hanya memikirkan rencana balas dendam dan tidak mengetahui jika kalian sudah menjadi mainan bagi ku Vivi tersenyum smirk, dia lalu mengetik nomor ponsel anak buahnya.


“iya nona”


“ikuti Marcus, cari tahu di mana dia menyembunyikan nenek Daniel Arsenio. Setelah kamu tahu rebut dia dan sembunyikan di tempat kita”


“baik nona” sambungan telepon dari Vivi berakhir. Orang suruhan Vivi segera melaksanakan perintahnya dengan diam-diam mengikuti Marcus.


Dengan kelemahanmu ini aku akan menjadikanmu milikku dan menyingkirkan cewek rendahan ini dari hidupmu Vivi kembali menatap foto pernikahan Daniel dengan Arinda.


***


Marcus dan Lutfi sama sekali tidak tahu jika setiap rencana dan pembicaraan mereka telah di rekam oleh Jeni, dia sengaja melakukan hal itu untuk berjaga-jaga jika kelak mereka mengkhianatinya. Dia juga menyimpannya di tempat yang sangat tersembunyi hingga Marcus dan Lutfi tidak mengetahuinya sama sekali.


Orang suruhan Lutfi tidak memeriksa ruangan itu dengan teliti, mereka hanya membersihkan jejak Lutfi dan mayat Jeni. Arvin memperhatikan setiap tempat yang kemungkinan menyimpan petunjuk. Dia juga mengetuk-ngetuk dinding jika memungkinkan ada tempat tersembunyi di apartemen Jeni.


“vin” Panggil Ansel melihat ke sebuah televisi dan pajangan yang ada di kamar tempat Jeni meregang nyawa. Mereka sama sekali belum mengetahui jika Jeni sudah berakhir, kamar itu terlalu bersih hingga Ansel sangat mencurigainya.


Arvin menghampiri kamar di mana Ansel memeriksa keadaan di sana,


“napa?” Arvin juga ikut memeriksa kamar itu.


“menurutmu pajangan ini sedikit Aneh” Ansel memperhatikan pajangan tanah liat berbentuk katak jauh berbeda dari barang-barang di kamar itu yang bernuansa girly.

__ADS_1


“aneh gi mana?? Mungkin tu cewek emang suka ama pajangan katak begitu” Arvin cuek mulai memeriksa kamar itu dengan seksama. Salah satu anak buah Arvin ikut memeriksa apartemen itu di bagian lain dan anak buah yang lainnya berjaga di pintu.


Ansel masih penasaran dengan pajangan katak itu, di cobanya untuk mengangkat dan memperhatikannya.


“sel” Arvin menepuk punggung Ansel sehingga pajangan katak yang di pegangnya terjatuh hingga pecah.


“sorry sel, gua kagetin lu ya” Arvin cengengesan dengan Ansel yang menatap tajam dirinya. Ansel menatap pajangan katak yang pecah, di antara pecahan pajangan itu ada sebuah kamera tersembunyi yang sudah kehabisan baterai. Mereka saling berpandangan lalu menatap ke arah pajangan itu, Ansel langsung memungut kamera itu yang memiliki micro memory card yang masih terpasang di kamera itu.


Ansel segera melepaskan kartu memory dari kamera tersembunyi itu dan menyimpannya, Arvin kembali memeriksa semua yang ada di kamar itu. Matanya menatap pembatas dinding di bawah ranjang, pembatas itu sedikit terbuka.


“Sel, tolongin” Arvin meminta Ansel untuk membantunya mendorong ranjang, setelahnya Arvin membuka pembatas itu dan menemukan beberapa file, memory card juga beberapa foto.


“bos, ada yang datang” Anak buah Arvin memberi tahu ada yang datang ke Apertemen Jeni. Mereka segera menyimpan benda temuan di apartemen Jeni, segera mereka bersama-sama membersihkan ke kacauan yang telah mereka buat.


Terdengar suara kode kunci pintu Apartemen, pintu akan segera terbuka. Mereka bergegas bersembunyi agar tidak ketahuan. Seseorang masuk ke apartemen dengan membawa beberapa barang masuk, rupanya itu adalah petugas kebersihan yang bertugas setiap minggu untuk membersihkan apartemen Jeni.


Petugas itu tidak menyadari jika Arvin, Ansel dan dua anak buahnya bersembunyi di suatu ruangan. Arvin memperhatikan petugas itu yang masuk kamar Jeni dengan alat vacuum di tangannya. Dia juga melihat jika petugas itu memakai earphone untuk mendengar musik di telinganya, terdengar suara yang merusak telinga dari petugas itu berusaha bernyanyi meniru lagu yang di dengarnya di earphone.


*************


Dear reader 🙏🏻🙏🏻🙏🏻


secepatnya author akan up lagi tiap hari, mohon bersabar menunggu kelanjutannya...🤗🤗🤗🤗


tetap terus dukung Author😊😊😊


dengan cara like, vote dan tipnya.....ya.... plisss🙏🏻🙏🏻🙏🏻


jangan lupa juga kasih rate dan commetnya yang positif agar Author semakin semangat💪🏻💪🏻💪🏻 buat nulisnya...✍️✍️✍️


( Π_Π )

__ADS_1


makasih..... tetap semangat 🤗🤗🤗🤗


❤️❤️❤️❤️❤️ all...


__ADS_2