
“Kamu Arinda kan?” tanya komandan Anton sekali lagi, dia berdiri dari duduknya lalu menghampiri Arinda.
Daniel tampak sangat tidak menyukai hal itu, awan gelap segera menyelimuti dengan gemuruh guntur.
“Vin, kayaknya sebentar lagi ada badai!” kata Sean melihat Daniel dengan raut wajah dingin.
“Sebaiknya kita cepat menyingkir sebelum kena badai” kata Darren.
Arinda masih mengingat-ingat polisi yang menyapanya, dia juga melihat nametag yang tersemat seragam polisi itu.
“Anton” Arinda masih mencoba mengingat-ingat.
“Segitu lupanya lu ama gue, Rin” kata komandan Anton.
“Anton yang pernah gue kenal teman kecil gue sewaktu masih tinggal di kota BN” kata Arinda
“Iya itu gue, Rin” kata komandan Anton.
Wajah Arinda terlihat sumringah senang melihat teman kecilnya.
“Anton,” kata Arinda langsung memeluk komandan Anton.
Semua yang menyaksikan adegan itu menahan nafas, lalu melirik ke arah Daniel yang kini kilatan guntur sudah menyambar ke arah mana pun.
“nggak nyangka gue, lu udah jadi polisi sekarang. Akhirnya cita-cita lu terwujud juga” kata Arinda melepaskan pelukannya.
“Hehehe ya iyalah, gue gitu loh. Gue juga nggak nyangka lu dulu yang masih ingusan dan tomboi sewaktu kecil bakalan jadi cewek feminim dan cantik begini” kata komandan Anton.
Kini wajah Daniel sudah menunjukkan kekesalan yang teramat.
“Sel, kayaknya kita bakal di suruh lembur nih” kata Sean
Ansel hanya menghembuskan nafas panjang berharap sebuah keajaiban mengubah suasana hati tuan mudanya.
“Kerja rodi dah kita” keluh Arvin dengan wajah mode mengenaskan
Oma Ayu, Aileen dan Davira melihat ke akraban mereka bertanya-tanya gerangan siapakah pria ini dan ada hubungan apa dengan Arinda.
“Mommy musti cari tau, siapa pria itu. Berani-beraninya dia dekat-dekatan ama calon menantu mommy” kata Aileen pada Michael, Davira dan Oma Ayu, mereka mengintip dari ruang makan.
“ntar dulu mom, jangan gegabah ntar urusannya makin panjang. Kita liat aja dulu” kata Michael ikut mengintip dari ruang makan.
Arinda sangat senang bertemu dengan sahabat masa kecilnya.
“O ya gimana hubungan lu ama Mita? Terakhir gue dengar Mita nyusulin lu yang pindah ke kota CB” kata Arinda.
“Lu nggak liat nih?” kata komandan Anton memperlihatkan cincin pernikahan yang melingkar di jari manis miliknya.
__ADS_1
“Lu merit juga ama Mita?” tanya Arinda
Komandan Anton menganggukkan kepalanya,
“sekarang Mita lagi hamil anak kedua kami” kata Komandan anton.
Sebuah sinaran cahaya mentari dengan cuitan burung-burung bertebangan membuat suasana yang tadinya bagai neraka kini berubah menjadi taman indah dengan bunga-bunga bermekaran. Saat mendengar penuturan komandan Anton sudah berkeluarga membuat suasana hati Daniel menjadi cerah seketika.
“Selamat kita” kata Sean bernafas lega.
“akhirnya badai berlalu” kata Ansel.
Komandan Anton dan Arinda bernostalgia tentang masa kecil mereka.
"wah selamat kalo begitu. sorry gue telat ngucapin selamat buat lu" kata Arinda
“ nyantai kayak di pantai Rin. O ya, gimana kabar bokap lo? Terakhir gue dengar lu pindah ke kota CH buat pengobatan bokap lo” tanya Komandan Anton.
“ bokap... Bokap udah lama nggak ada ton. Sekarang tinggal nyokap dan adek gue ifan” kata Arinda sedih.
“Sorry, sorry gue beneran nggak tau. Tapi lu hebat sekarang udah jadi bagian keluarga Arsenio” kata Komandan Anton.
Ucapan komandan Anton membuat keluarga Arsenio terkhusus Daniel sangat senang. Senyuman tersungging di wajahnya yang tampan. Arinda langsung menggelengkan kepalanya,
“Bu bu bukan gue bukan bagian keluarga ini, gue... Gue pekerja Eo yang mengurus acar pertunangan dan pesta ultah perusahaan Arebeon. Semalam ada sedikit masalah yang mengharuskan gue menginap di sini” kata Arinda membuat Daniel kembali kesal. Dia sudah berkali-kali menunjukkan rasa kasih sayang dan perhatiannya pada Arinda, namun dia tidak memiliki perasaan yang sama dengan Daniel.
“itulah spesialnya Arinda yang membuat oma semakin menyukainya. Dia tahu bagaimana terpandangnya keluarga Arsenio, banyak yang akan berusaha menjadi bagian dari keluarga ini. Tapi tidak dengan Arinda” kata oma Ayu
“Arinda itu pekerja keras, bertanggung jawab, sopan dan ramah. Calon menantu yang perfect untuk keluarga Arsenio” tambah Michael.
“sekarang sudah di putuskan, Arinda adalah calon menantu kita” kata Aileen
“Tapi kita kan harus tahu bagaimana perasaan kak Arin, mom” bisik Davira lagi.
“Betul kata Vira. Kita harus memastikan perasaan Arinda terlebih dahulu pada Daniel” kata Oma Ayu, mereka terus sembunyi memperhatikan Arinda dan komandan Anton.
“O ya lu ketemu ama Bimo kagak? Seingat gue dia sengaja datang ke kota CH buat nyari lu” kata Komandan Anton.
“Bimo anaknya pak Rusdi?” tanya Arinda
“ iya, kan dia naksir berat ama lu. Trus di bela-belain buat nyari lu di kota CH” kata Komandan Anton.
Suasana cerah yang sempat muncul kini kembali awan hitam menyelimuti dengan kilatan petir yang menggelegar. Suasana semakin dingin dan mencengkam di sekitar Daniel membuat semua Sean, Ansel, Arvin dan Darren merinding disko.
“Aduh nih mulut polisi lemes banget, nggak tau sikin siaga 2 apa” bisik Arvin pada Ansel, Sean dan Arvin. Darren hanya menggeleng-gelengkan kepalanya melihat perubahan mood sang adik.
“Kali ini dapat di pastikan kita kerja rodi berjamaah” bisik Ansel menghela nafas berat seberat menahan rindu pada pujaan hatinya.
__ADS_1
“ O ya, lu ada acara apa di sini?” kata Arinda mengalihkan pembicaraan.
“Gue ada sedikit urusan dengan Tuan Daniel, tentang kasus yang sedang gue tangani” jelas komandan Anton.
“Kasus?” tanya Arinda.
“Kasus..” saat Komandan Anton akan menjelaskan Daniel segera memotong pembicaraannya.
“komandan Anton, saya rasa sudah saatnya Anda dan Sean mencari pelaku sebenarnya” kata Daniel.
Komandan Anton teringat dengan perkerjaannya,
“Sorry Rin, gue musti cabut sekarang. O ya gue boleh minta..” ucapan Komandan Anton kembali terhenti,
“He ehem” Daniel men dehem, komandan Anton merasakan pandangan intimidasi di belakangnya lalu melihat ke arah Daniel.
Sepertinya tuan Daniel tidak ingin Arinda tahu dengan kasus ini, guman komandan Anton dalam hati.
“Sorry ya Rin, tugas udah memanggil” kata komandan Anton
“ o ya, sampaikan salamku pada Mita” kata Arinda,
“Baiklah, gue pamit ya” kata Komandan Anton akan memeluk Arinda namun terhenti kembali.
“heehem” Daniel kembali berdehem.
Komandan Anton merasa aneh dengan sikap Daniel lalu menjabat tangan Arinda.
“Vin, gue pengen rekaman CCTV itu secepatnya” kata Daniel dingin.
Benerkan tebakan gua, alamat nggak tidur dah gua malam ini guman Arvin dalam hati.
“gue pamit, sampein ke tante, om dan oma Ayu ya” kata Sean memilih kabur.
“Gua juga pamit, ntar kalo gua udah dapet kabar, gua kontak lu secepatnya” kata Arvin mengikuti Sean dan polisi.
************
terus dukung Author
dengan cara like, vote dan tipnya.....😊😊😊
jangan lupa juga kasih rate nya ya....😊😊😊
( Π_Π )
makasih..... tetap semangat 🤗🤗🤗🤗
__ADS_1