
Davira hampir terpekik saat melihat Arinda di bekap oleh orang-orang dalam lift yang mereka naiki tadi. Mulut Davira di bekap oleh anggota team Arinda agar mereka tidak ketahuan.
Orang orang dalam lift yang mereka naiki tadi merupakan penjahat yang di utus untuk menculik Davira. Penjahat penjahat itu sudah menyusup di hotel JK international 4 hari sebelum pesta dengan berpura-pura menjadi tamu hotel. Sehingga mereka lolos dari pemeriksaan.
Mereka sempat ragu saat melihat Arinda dan anggota team Arinda masuk ke dalam lift bersamaan dengan Davira. Sebenarnya mereka akan bertindak, namun karena ada Arinda dan anggota team Arinda membuat mereka mengurungkan niat mereka.
Para penjahat itu ikut turun di lantai yang sama dengan Arinda, davira dan anggota teamnya. Penjahat itu menyuruh anggota lain untuk menyiapkan mobil agar mereka bisa pergi secepatnya.
Beberapa penjahat mulai menyisiri lantai tiga itu, hingga mereka berada di depan pintu yang bertuliskan pantry Staff only.
Samar samar terdengar oleh mereka suara lift karyawan yang beroperasi. Mereka lalu membuka pintu itu, karena sedikit gelap mereka langsung membekap Arinda yang mereka sangka adalah Davira, mereka membawa arinda tanpa memeriksanya terlebih dahulu. Mereka segera membawa Arinda yang sudah terkulai lemas.
“cepat kita harus pergi dari sini sebelum ketahuan” kata penjahat A. Walkie talkie Arinda terjatuh di depan lift dan terdengar suara dari walkie talkie itu. Takut akan menarik perhatian orang, penjahat c menghancurkan walkie talkie milik Arinda.
Penjahat itu segera pergi dengan membawa masuk tubuh Arinda kedalam lift karyawan. Penjahat d menekan tombol untuk ke lantai basement, lift karyawan turun menuju basement hotel JK International.
Di Basement penjahat B sudah berada di mobil, lalu membuka pintu belakang untuk memudahkan anggota kawanannya naik.
Tidak berapa lama, anggota kawanan penjahat itu keluar dari lift dan segera membawa masuk Arinda ke dalam mobil di ikuti penjahat yang lain.
“Secepatnya kita pergi dari sini” perintah penjahat c.
Para penjahat meninggalkan Gedung hotel JK International dengan membawa gadis yang mereka sangka adalah Davira.
Merasa sudah cukup aman, anggota team Arinda dan Davira keluar dari persembunyian. Air mata Davira menetes saat teringat Arinda di bawa oleh penjahat yang seharusnya menangkap Davira.
“kak, gimana dengan kak Arinda” tanya Davira cemas.
“sssttt, nona tenang dulu. Jangan bersuara terlalu keras. Takutnya penjahat itu masih disini bisa celaka kita. O ya Btw gue Rian” kata Anggota team Arinda yang bernama Rian.
“da...da...hikss...hikss, da... vira” kata Davira sambil menyeka hidungnya dengan tisu yang diambilnya di trolley.
Di ruang pesta, Daniel sedang mengobrol dengan Clientnya.
Drrtt....drrt...
Ponsel milik Daniel bergetar, dia lalu merogoh saku jas tuxedonya untuk mengambil ponselnya. Di tatapnya layar ponsel yang tertulis private number,
__ADS_1
“halo...” kata Daniel, karena sedikit ribut di ruang pesta Daniel melangkah keluar ruang pesta.
“Halo” kata Daniel sekali lagi.
“Selamat malam tuan Daniel” sapa orang meneleponnya.
“siapa ini?” Tanya Daniel to the point.
“ Anda tidak perlu tahu siapa saya. Jika ingin adik Anda selamat dan kembali dalam keadaan utuh, serahkan uang tebusan 10 milyar. Jangan coba coba melapor polisi, jika anda lapor polisi jangan salahkan kami jika adik anda kembali hanya tinggal nama” kata si penelpon yang ternyata adalah penjahat penculik Davira. Telepon itu langsung di putus sepihak oleh penjahat itu. Penjahat itu menelpon Daniel saat dalam perjalanan menuju gudang tua yang mereka jadikan markas.
Daniel langsung memanggil Ansel yang berdiri tidak jauh darinya.
“sel, hubungi bodyguard di lantai atas sekarang” perintah Daniel. Ansel lalu menghubungi bodyguard yang berdiri di depan kamar Presidential suite.
Setelah terhubung, Daniel langsung merebut ponsel itu dari tangan Ansel.
“Dimana davira?” tanya Daniel.
“Nona Davira tadi keluar tuan muda, nona bilang akan ke bawah untuk menemui tuan muda”
“Tadi kami akan menemani nona tuan, tapi nona menyuruh kami untuk menjaga oma Ayu” kata bodyguard sedikit panik.
Wajah Daniel tampak sangat murka membuat Ansel sedikit takut,
“tu...tuan muda, ada apa? Apakah terjadi sesuatu dengan Davira?” Tanya Ansel.
Daniel masih nampak marah, kembali ponselnya bergetar. Ditatapnya layar ponsel itu, tertulis private number yang segera di angkatnya.
“halo...” daniel mengangkat telepon itu dengan marah
“tenang tuan Daniel, adik anda tidak akan kami apa-apakan selama anda mengikuti apa yang kami perintahkan. Setelah uangnya siap, simpan uang itu dalam tas dan buang ke bak sampah di jalan LLE. Setelahnya anda tinggalkan tempat itu” kata penjahat itu.
“Bagaimana dengan adikku?” tanya Daniel menahan marah
“tenang saja tuan, adik anda akan kami pastikan dalam keadaan baik baik saja. Asalkan anda tidak berbuat macam macam, jika ada saja satu kesalahan maka kami tidak akan segan segan untuk menghabisi adik anda” kata penjahat itu kembali memutuskan sepihak telepon itu.
“Bren***k, berani beraninya dia mengancam Arsenio” kata Daniel murka.
__ADS_1
“Tuan muda, tolong anda tenang” kata Ansel.
“Bren***k bagaimana aku bisa tenang jika Davira di culik” bentak Daniel begitu marah.
Ansel terkejut bukan karena bentakan Daniel, tapi mendengar Davira telah di culik.
Pengamanan sudah sangat di perketat, bagaimana Davira bisa di culik? Kecuali ada mata mata di gedung ini kata Ansel dalam Hati.
“segera periksa CCTV dan kumpulkan semua rekaman setiap lantai, juga bubarkan pesta saat ini juga” perintah Daniel pada Ansel.
“Baik tuan muda” ansel segera melaksanakan perintah Daniel.
Hanya dalam waktu satu jam para tamu membubarkan diri. Ruang pesta kini hanya tinggal keluarga Arsenio, Arvin, Sean, maya, Cantika, Ansel dan Daniel. Aileen menangis saat mengetahui Davira di culik, Cantika mendekati Aileen dan duduk di sampingnya. Dia merangkul pundak Aileen dan menenangkannya.
Darren sengaja meyuruh Amanda dan kedua orang tuanya untuk kembali lebih dulu. Sebenarnya Amanda masih ingin menemani Darren. Namun, karena kedua orang tuanya sudah sangat lelah terpaksa dia ikut kembali bersama kedua orang tuanya. Amanda meminta Darren untuk menghubunginya jika ada kabar terbaru.
“Bagaimana bisa Davira di culik? Bukankah pengamanannya sudah di perketat Dan? Vira...” tanya Aileen sambil menangis.
Daniel diam tidak bisa menjawab pertanyaan Aileen,
“gue rasa penjahat itu sudah menyusup di gedung ini, makanya lolos dari pantauan kita” kata Arvin.
Salah satu bodyguard datang ke ruang pesta dengan membawa laptop. Bersamaan dengan Anggota team Pearl Stars,
“Tuan kami sudah dapat rekaman CCTVnya” bodyguars itu meletakkan laptop di atas meja.
************
terus dukung Author
dengan cara like, vote dan tipnya.....😊😊😊
jangan lupa juga kasih rate nya ya....😊😊😊
( Π_Π )
makasih..... tetap semangat 🤗🤗🤗🤗
__ADS_1