
“ih babang Arvin udah ada Aisyah akika di lupain. waktu blom ada Aisyah aja....” Maya belum selesai berbicara langsung di bungkam Arvin, semenjak kehamilannya Aisyah sangat protektif dan cemburuan. Membuat Arvin sedikit kewalahan dengan rasa cemburu Aisyah.
“neng Aisyah, bini abang yang cakep. Kagak usah di dengar ntu mulutnya makhluk taman law*ng, neng percaya ama abang... abang beneran kagak pernah ngapa-ngapain ama ntu makhluk” Arvin segera menjelaskan pada Aisyah, wajahnya terlihat panik.
“isss si babang Arvin. Emang akika makhluk dari alam lain, habis manis akika di buang gitu aja” Maya cemberut dengan ucapan Arvin.
Semua yang ada di sana tertawa senang melihat pertengkaran penuh canda Arvin dan Maya. Aisyah hanya bisa menggeleng-gelengan kepala menatap kegugupan suaminya.
“bang, Aisyah percaya kok ama abang. Toh kalo abang ada apa-apa juga dengan kak Maya, Aisyah kagak ada masalah” ujar Aisyah santai. Seketika meledak tawa mereka semua melihat tingkah Arvin termenung mendengar jawaban Aisyah dan Maya yang terus menerus menyudutkannya. Oma Ayu masih begitu penasaran dengan nama baby twins, dia menatap ke arah Daniel yang senantiasa berada di samping Arinda memegangi baby mereka.
“Dan... kamu akan memberi nama apa pada baby kalian?” tanya Oma Ayu kembali.
“Dan sudah menyiapkan nama untuk para jagoan, yang di gendongan Arin namanya Afwa Revandra Arsenio dan yang di pangkuan ini Afwi Revan Arsenio ” Daniel menatap kedua baby boy yang sesekali membuka matanya, seakan menyukai nama pemberian daddy mereka.
Semua menatap bingung Daniel yang memberi nama kedua baby boy dengan nama Evan di dalamnya. Seakan mengerti dengan tatapan semuanya, Daniel menjelaskan mengapa dia memasukkan nama Evan pada kedua baby boy.
“aku sengaja memasukkan nama Evan, karena pengorbanannya aku bisa bersama denganmu sayang dan baby kita lahir dengan selamat semuanya. Apa kamu tidak menyukainya, sayang?” tanya Daniel menatap istrinya penuh cinta.
Senyuman hangat terlukis di wajah Arinda, dia sangat menyukai nama yang di pilih Daniel.
“aku sangat menyukainya, Afwa... Afwi....” sapa Arinda menatap para baby boy yang bertingkah menggemaskan.
“kalau princess oma ini, akan di beri nama apa?” tanya Aileen penasaran, menimang penuh kasih sayang.
Daniel menatap ke arah istrinya yang membalas menatap balik ke arahnya dengan kepo tingkat dewa.
“ princess daddy ini, akan aku beri nama Tanisha Zafia Arsenio yang berarti kebahagiaan malaikat cantik. Semoga princess Daddy selalu bahagia dan cantik seperti bundanya” Daniel menempelkan keningnya pada istrinya sambil memejamkan mata begitu juga Arinda melakukan hal yang sama.
Mereka seakan melupakan semua orang yang masih berada di dalam kamar VVIP itu.
“Aheeem.... Kak Dan kami semua masih di sini, Nanti aja mesra-mesranya. Kasian yang jomblo” ujar Davira secara tidak langsung menyindir Ifan.
__ADS_1
“iya deh, ibu dokter yang baru merit. Congrat buat pernikahannya semoga samawa. Bang Sean, jangan kaget dengan sikap ibu satu ini ya” ujar Ifan cuek.
“Awas kamu ya, wajah aja tampan tapi sayang jomblo... weekk” Davira terus menggoda Ifan yang hanya cuek bebek.
“sudah-sudah kok malah pada ribut, Sean, Vira kapan kalian kembali dari AM?” tanya Aileen masih menggendong cucu perempuannya. Nufaira dalam gendongan Darren tampak begitu penasaran dengan saudara sepupunya.
“Kenapa sayang? Apa kamu mau melihat adik-adik?” Tanya Darren, tangan Nufaira menunjuk ke arah baby twins girl dalam gendongan Aileen. Davira dapat melihat Nufaira dan Darren yang berdiri dekat Aileen.
“kemungkinan semingguan lagi my, kami masih mau di sini dulu sekalian honey moon (mata Davira melihat Nufaira) Aaaa Nufaira ponakannya aunty... Gi mana kabarnya sayang?” Davira menyapa Nufaira yang sempat menatap ke arahnya. Namun dia lebih tertarik pada adik-adik kembarnya, dia bahkan mencondongkan tubuhnya ke depan agar Darren duduk dekat dengan baby Twins.
“Aduh kasihan ada yang di kacangin” canda Ifan.
“Awas kamu ya Fan, saat ketemu nanti bakalan aku jodohin ama teman dokter satu angkatan ama aku” Davira balas bercanda pada Ifan. Dia tahu jika Ifan ingin fokus ke karirnya sebagai militer.
“Benar Vira, sudah saatnya bapak pasukan militer ini memiliki pendamping. Kenalin sama kakak dulu ya Vira” kini Arinda ikut menggoda adiknya.
“ aduh mbak.... Jangan tergoda ama ide ibu dokter ini, ntar yang ada malah Ifan di jodohin ama sebangsa ibu ni” goda Ifan membuat semua orang tertawa mendengar candaan Davira dan Ifan.
“Kak Arin, sebaiknya cepat ganti baju kakak yang basah itu. Jangan sampai masuk angin atau flu” ujar Davira membuat Arinda dan yang lain bingung.
Mata indah itu menatap ke arah baju dikenakannya, tepat di bagian dadanya sudah terlihat sangat basah. Aileen, Amanda dan oma Ayu tahu jika saat ini asi Arinda sudah mulai keluar.
“Jangan bingung sayang, itu wajar kok. Asi kamu sudah keluar dan saatnya baby Twins minum susu” ujar Aileen. Sontak Daniel menatap ke arah pria lain yang ada di sana untuk segera keluar ruangan.
“mom, sebaiknya sekarang kita pulang. Mama sudah terlihat sangat lelah” ujar Michael mengajak Aileen pulang ke mansion.
“Tapi.... mommy masih ingin di sini menemai para twins” Aileen terlihat berat hati meninggalkan cucu kembarnya.
“Besok kita akan kesini lagi, kasihan Arin jika kita di sini terus dia tidak akan bisa istirahat dengan nyaman” Michael menatap menantunya. Dengan berat hati Aileen menyetujui untuk pulang bersama Michael dan oma Ayu.
"kalo gitu Vira juga musti off dulu, titip peluk buat semua ponakan Vira. Saat pulang nanti akan aunty bawakan oleh-oleh yang banyak untuk ponakan aunty, udah dulu ya, bye semuanya"
__ADS_1
"bye Vira" jawab semuanya sebelum Davira mengakhiri video call nya.
Michael membantu oma Ayu untuk berdiri dari kursinya melangkah mendekati ranjang Arinda. Sebelah tangannya membelai kepala Arinda yang tertutupi hijab.
“Sayang... Oma pulang dulu ya. Jangan lupa makan dan minum obatnya, Daniel jaga Arin dengan baik” ujar oma Ayu sambil mengecup pucuk kepala Arinda.
“Iya oma” Arinda tersenyum pada Oma Ayu.
“Arin, daddy dan mommy pulang dulu. Daniel jaga Arin dengan baik, Ifan apa kamu mau disini atau ikut bersama kami ke mansion?” tanya Michael, sebelah tangannya membelai lembut kepala Arinda.
“ maaf dad, mom lebih baik Ifan menginap di home stay saja. Jujur Ifan tidak ingin merepotkan mommy, oma dan daddy” ujar Ifan menolak secara halus.
“Ifan, kamu sudah memanggil kami mom juga daddy. Tentunya rumah kami adalah rumah kamu juga, jadi kamu akan pulang bersama kami” ujar Aileen bersemangat menarik lengan Ifan keluar dari kamar VVIP itu.
Amanda dan Darren juga ikut pulang karena Nufaira sudah tampak lelah, sesekali tangan kecilnya mengucek mata dan bibir mungil itu beberapa kali menguap karena mengantuk.
“Dan, Arin kami pulang dulu. Arin kalau bisa kamu istirahat saat baby twins sudah terlelap, biasanya para baby akan berulah di malam hari. Kalian akan bergadang sepanjang malam karenanya” Amanda memberikan pengalamannya saat melahirkan Nufaira. Beberapa bayi akan lebih banyak terbangun di malam hari dan tidur di siang hari, tentunya Amanda memberi trick jitu di mana Arinda dapat beristirahat saat baby twins tertidur.
*************
dear para Reader yang paling baik hati dan rajin menabung...
tetap terus dukung Author 😊😊😊
dengan cara like, vote dan tipnya.....ya.... plisss🙏🏻🙏🏻🙏🏻
jangan lupa juga kasih rate dan comment nya yang positif agar Author semakin semangat💪🏻💪🏻💪🏻 buat menulisnya...✍️✍️✍️
( Π_Π )
makasih..... tetap semangat 🤗🤗🤗🤗
__ADS_1
❤️❤️❤️❤️❤️ for all...