
"assalamualaikum imamku" Arinda membalas sapaan Daniel dengan mengucapkan salam.
"o ya waalaikum salam makmumku, ratu di hatiku" Daniel menjawab salam dari istrinya dengan senyuman terbit wajah tampannya.
Dia menjawab begitu saja telepon dari Arinda saat mereka sedang rapat dengan pemegang saham.
Semua pemegang saham tersenyum melihat tingkah bucin Daniel, mereka tahu bagaimana sikap Daniel dan tangan dinginnya membawa perusahaan Arebeon berada di tingkat tertinggi. Ansel menahan senyum saat melihat tingkah tuan mudanya yang sangat menyayangi istrinya.
“Sayang, mommy tadi telepon memberi tahu jika mereka sudah sampai dan mengajak kita untuk makan siang di mansion” Arinda sengaja meloudspeker ponselnya karena tangannya sibuk menari di atas tombol keyboard laptop miliknya.
“Baiklah sayang, setelah rapat ini aku akan menjemput kamu di kantor” Daniel berbicara dengan penuh sayang pada Arinda, membuat para pemegang saham yang kebanyakan sudah berumur senang melihat perubahan sikap Daniel.
“Tuan Daniel, kami bersedia berinvestasi dengan proyek baru ini. Kami sangat yakin dengan kinerja Arebeon” salah satu perwakilan pemegang saham setuju dengan proyek yang di ajukan Arebeon.
Tuan muda sangat hebat, dengan sengaja dia menunjukkan kemesraannya pada nona, padahal sebelumnya mereka masih menolak dengan keras Ansel tersenyum saat melihat mereka semua setuju.
Arinda masih fokus dengan laptopnya, menyusun setiap konsep.
“Ariiin.... cepat ye sembunyi, sebelum terlambat” teriak Maya membuka pintu ruangan Arinda membuatnya kebingungan.
“kenapa may? Masuk-masuk kamu langsung nyuruh gue pergi” Arinda kembali fokus pada laptopnya.
“lu cepetan pergi deh.... soalnya...” Maya akan memberi tahu sesuatu terhenti saat terdengar suara bass milik seorang pria.
“Hi Arin, apa kabar?” Sapa pria yang berdiri di depan pintu.
Arinda sangat terkejut melihat pria di kenalnya berdiri di depan pintu ruangannya.
“tuan Ricard” Arinda melirik ponselnya yang masih terhubung dengan suaminya.
“Aku khusus datang jauh dari CN buat ketemu kamu, aku sangat merindukanmu” Ricard menghampiri Arinda dengan sebuket mawar merah untuknya. Dia meraih tangan Arinda yang akan mengambil ponsel di atas meja kerjanya.
__ADS_1
Ricard dengan lancang mencium lembut punggung tangan Arinda membuatnya langsung menarik tangan dan berusaha menghindari Ricard.
Wajah Daniel mulai mendung saat mendengar suara pria asing di dekat Arinda. Semua yang hadir di ruang rapat dapat melihat Daniel dalam mode marah, mereka penasaran dengan apa di dengarnya pada ponsel yang masih di samping telinganya.
Daniel kembali mendengar suara pria asing di samping istrinya,
“Arin sayang, aku dengar kam sudah menikah dari Maya. Tapi aku tidak percaya hal itu, kamu tahu au sudah menyiapkan mansion mewah untuk kita tinggali bersama di sana” Ricard dengan pedenya mendekati Arinda yang sedikit menjauh darinya.
“maaf tuan Ricard, apa yang di katakan Maya adalah benar. Saya sudah menikah dan saya sangat mencintai suami saya” Arinda membenarkan perihal statusnya yang sudah menjadi istri orang. Daniel yang mendengar pernyataan Arinda tersenyum senang, hatinya di penuhi dengan bunga-bunga dengan macam ragamnya.
“aku yakin, suamimu itu orang kalangan miskin yang tidak akan mampu membahagiakanmu. Tinggalkan saja dia, aku akan menikahimu dan memberikan segalanya padamu” Ricard dengan pede tingkat dewa mulai menghina suami Arinda.
“astaga naga, ni lekong sastra udah gilingan kali ya. Udah di bilangin Arin udah merit ama lekong lain masih aja di kejar. Hello tuan Ricard yang terhormat suami Arinda itu lebih tajir dan lebih segalanya dari anda” Maya sangat kesal dengan tingkah Ricard yang mulai menghina Arinda
“aku tidak percaya, aku yakin pria itu sudah mengguna-gunai Arin dan menipunya. Arin lebih baik kamu ceraikan saja pria yang tidak berguna itu, aku sudah menyiapkan segalanya untuk kita menikah” Ricard dengan berani melamar Arinda.
Daniel sudah tidak tahan mendengar pria yang berusaha menggoda istrinya, dia bangkit dari kursinya mengakhiri rapat lalu berjalan meninggalkan ruang rapat. Ansel penasaran dengan apa yang di dengar oleh Daniel sehingga sikapnya yang semula penuh kasih sayang berubah seperti kerasukan raja iblis. Dia sangat kesal langsung mematikan ponselnya, melangkah cepat menuju lift khusus.
Ansel mengucapkan maaf pada pihak pemegang saham, setelah itu dengan cepat mengikuti Daniel yang sudah masuk ke dalam lift. Dia yang ingin bertanya Daniel akan ke mana hanya diam saja karena tidak berani.
“Sel, panggil Sakti segera siapkan mobil” Daniel tapak sangat arah kali ini.
“baik tuan muda” Ansel segera menghubungi Sakti untuk standby kan mobil di pelataran perusahaan Arebeon.
Pintu lift terbuka dengan langkah cepat Daniel melewati lobi yang banyak orang berlalu lalang. Wajah-wajah mupeng para kaum hawa menatap kagum maha karya Tuhan, mereka tahu jika kini bos mereka telah berganti status. Hal itu tidak mengurangi jumlah kaum hawa yang semakin memujanya.
Salah satu bodyguard membuka pintu mobil mempersilahkan tuan muda mereka untuk naik, Daniel langsung duduk tenang di belakang mobil miliknya.
“maaf tuan muda, anda akan ke penthouse hari ini?” tanya Sakti sambil melihat Daniel di kaca spion.
“kita ke Pearl Stars sekarang” perintah Daniel dingn dan datar.
__ADS_1
Sakti tidak banyak bertanya, dia menjalankan mobil menuju kantor istrinya bekerja. Daniel meminta Sakti untuk melajukan mobilnya dengan kecepatan tinggi. Dia sangat ingin secepatnya sampai di Pearl Stars.
Arinda dan Maya sudah berkali-kali menjelaskan pada Ricard tetap dengan pendiriannya. Meminta Arinda untuk meninggalkan suaminya, dia dengan pede yang tinggi meminta Arinda untuk menikah dengannya.
“Rin, ni lekong kayaknya udah Gilingan banget. Apa perlu akika manggil my idol ke sindang” bisik Maya udah geram pada Ricard.
“gue mau sih may, tapi saat ini Daniel masih rapat. Gue nggak mau gangguin dia” bisik Arinda kembali.
Ricard sekarang berdiri di hadapan Arinda sambil mengulurkan tangannya mengajak Arinda ikut bersamanya.
“Ayo, Arin kita ke KUA untuk meresmikan hubungan kita” Ricard merasa sangat yakin jika Arinda akan meraih uluran tangannya.
“Tuan Ricard, sekali lagi saya tegaskan jika saya benar-benar sudah menikah dan tidak akan pernah meniggalkannya” Arinda kembali menegaskan statusnya.
“Arin sayang, berapa kali pun kamu mengatakannya, aku tidak akan menyerah. Kamu ceraikan saja pria beg* itu dan menikah denganku” Ricard akan mendekati Arinda merasa tertahan langkahnya saat merasa ada yang menarik bajunya.
“woi siapa? brani-braninya lu nahan gua buat dekatin calon istri gua” Ricard membalikkan tubuhnya, terkejut saat melihat Daniel berdiri di belakangnya.
Arinda tersenyum senang melihat suaminya berada di kantornya,
“ Dan.... Daniel Arsenio!!!” Ricard terkejut berhadapan langsung dengan Daniel Arsenio.
************
tetap terus dukung Author😊😊😊
dengan cara like, vote dan tipnya.....ya.... plisss🙏🏻🙏🏻🙏🏻
jangan lupa juga kasih rate dan commetnya yang positif agar Author semakin semangat💪🏻💪🏻💪🏻 buat nulisnya...✍️✍️✍️
( Π_Π )
__ADS_1
makasih..... tetap semangat 🤗🤗🤗🤗
❤️❤️❤️❤️❤️ all...