Terjebak Cinta CEO Dingin

Terjebak Cinta CEO Dingin
Ep. 218


__ADS_3

Azan subuh berkumandang, memanggil sepasang anak manusia yang masih bermain-main di alam mimpi. Arinda sedikit menggeliat dalam pelukan Daniel, dia memaksakan untuk membuka matanya yang masih tertutup rapat.


Merasakan pergerakan dari istrinya Daniel ikut terbangun, matanya terbuka dengan sempurna saat tangan Arinda bergerak ke sana kemari seperti mencari sesuatu. Paha mulus Arinda sempat membelai lembut king kobra yang membuatnya kembali bangkit.


Setiap gerakan yang di lakukan Arinda yang mencoba membangunkan tubuhnya membuat si king kobra dalam posisi siap tempur. Arinda masih berusaha membuka matanya, tubuhnya terasa remuk, letih dan lelah. Dia tidak sadar jika tangannya hampir mengenai king kobra, tapi dengan sigap Daniel meraih tangan Arinda.


“Sayang, apa kamu sengaja menggodaku lagi?” tanya Daniel tersenyum nackal. Mendengar ucapan Daniel, mata cantik Arinda terbuka lebar menatap dengan tatapan kesal.


“Siapa yang menggoda? Sayang, lepasin dong aku mau mandi” pinta Arinda mengangkat kepalanya menatap Daniel yang memeluknya dengan posesif.


“Tidak, sebelum kamu menciumku di sini” Daniel sedikit memajukan bibirnya agar memudahkan Arinda mencium bibirnya.


Arinda menarik tubuhnya mengecup singkat bibir Daniel, sesuai janjinya Daniel melepaskan pelukannya membiarkan istrinya melakukan ritual mandi terlebih dahulu.


Setelah melaksanakan sholat subuh, Arinda merasakan tubuhnya sangat lelah dan letih.


Aduuuh pinggang gue....rasanya remuk banget, guman Arinda dalam hati. Ranjang bekas pergulatan mereka telah di ganti oleh Daniel saat dirinya mandi, dia merebahkan sejenak tubuhnya tanpa melepas mukenanya.


Daniel yang sudah berganti pakaian dengan kemeja hitam dan celana dasar berwarna merah hati. Dia keluar dari walk in closet melihat Arinda kembali tertidur dengan masih mengenakan mukenanya.


Senyuman manis tersungging di wajah tampan itu,


Sepertinya aku terlalu bersemangat tadi malam, sampai-sampai bidadariku tidak sanggup bangun seperti ini guman Daniel dalam hati menghampiri belahan jiwanya dengan memegang dasi di tangannya.


“sayang, kamu tidak berangkat kerja hari ini?” tanya Daniel sambil mengecup kening istrinya. Dia duduk di samping istrinya yang mencoba untuk tidur, Arinda merasakan seluruh tubuhnya kehabisan tenaga.


“aku berangkat siang hari ini sayang, tubuhku sangat lelah. Kaki ku masih terasa gemetaran” keluh Arinda.


Daniel tersenyum menatap istrinya, sebelah tangannya membelai lembut pipi Arinda.


“Setidaknya, bukalah mukenanya sayang. Kamu tidak akan nyaman jika tidur masih mengenakan mukena begini” Daniel meletakkan dasinya di samping istrinya. Membantu melepaskan mukena dan melipat lalu meletakkannya di nakas samping ranjang mereka.


Daniel duduk di samping Arinda yang merebahkan tubuhnya, meletakkan kedua tangannya di samping kedua sisi tubuh istrinya. Tangan Daniel membelai lembut wajah Arinda yang bertingkah manja padanya, dia terlihat begitu menggemaskan.


Rambut panjang Arinda di kesampingkan ke sisi bahu kanan. Sesekali Daniel membelai lembut Anak poni di kening Arinda,

__ADS_1


“Jika kamu lelah, tidak usah saja berangkat kerja hari ini”


“aku maunya begitu sayang, tapi semenjak ke suksesan acara perusahaan Arebeon di pimpin suami tersayang ku ini, membuat pearl stars semakin bersinar. Begitu banyak klien yang meminta kami untuk menghandle acara mereka. Untung saja hari ini aku hanya bertemu dengan satu klien saja, jadi aku sudah mengirim pesan ke Mbak Cantika kalo aku datangnya siang nanti” jelas Arinda sambil memasangkan dasi ke leher Daniel. Setelahnya dia merapikan kerah dan juga dasi yang sudah terikat sempurna.


“tapi kamu jangan terlalu memaksakan diri, aku tidak mau kalau kamu sampai sakit sayang” Daniel mengingatkan Arinda untuk menjaga kesehatannya.


“Ini semua kan juga gara-gara kamu sayang, aku jadi kelelahan seperti ini” keluh Arinda teringat dengan hukuman manis di berikan Daniel. Wajah merona merah teringat saat Daniel terus menerus menggempurnya.


“Aku kan sudah memperingatimu sayang untuk tidak membangunkannya. Kalau kamu tidak terima, kamu bisa membalasnya dengan cara yang sama seperti tadi malam” Daniel tersenyum nackal pada Arinda, tangannya memegang kancing kemeja berpura-pura untuk membukanya.


“Sayaaaang” mata Arinda terbuka lebar saat melihat Daniel memegang kancing kemejanya.


Daniel tersenyum dan merasa sangat gemas pada istrinya, dia mendekatkan bibirnya ke bibir Arinda. Mencium lembut dan memagut sambil mengabsen detail yang ada di sana. Merasa sudah cukup, Daniel perlahan lahan melepaskan pagutannya kembali menatap istrinya. Ibu jari tangan kanan Daniel membelai lembut bibir pink natural, bibir yang selalu membuatnya kecanduan.


“Sayaaang, kamu akan terlambat pergi bekerja” Arinda mengingatkan Daniel.


“ biarkan saja, aku kan bos mereka” Daniel ingin kembali bermesraan dengan Arinda.


“Sayang, kamu memberi contoh yang tidak baik pada karyawanmu jika begini. Ayo sekarang bersiap, aku akan menyiapkan sarapan untukmu” Arinda mencoba bangkit dari rebahannya.


“Aku akan menyuruh Tini untuk datang lebih cepat hari ini dan mengurus Ratuku ini” Daniel menoel hidung mancung Arinda lalu meraih ponsel miliknya dan menelepon ke mansion Arsenio.


“maafkan aku sayang, karena kelelahan kamu harus berangkat dengan perut kosong” Arinda sedih, merasa diri sendiri tidak becus mengurus suaminya.


“Sayang... Aku akan lebih tidak suka jika kamu yang kelelahan seperti sekarang ini memaksakan diri membuat sarapan untuk ku. Lebih baik sekarang kamu istirahat” Daniel kembali mengecup sayang istrinya, dari kening, kedua pipi hingga terakhir bibir pink natural yang membuatnya kecanduan.


Setelah mengecup sayang istrinya, Daniel berpamitan pada Arinda yang meraih tangan dan mencium punggung tangannya. Setelahnya Daniel bangkit dari duduknya melangkah keluar menuju perusahaan miliknya.


***


Pagi hari di Arebeon Corp.


Sean sudah datang dari awal dengan membawa dua file di tangannya. Dia memilih menunggu Daniel di ruang kerjanya. Tidak berapa lama, Arvin datang mengunjungi Arebeon dan memilih menunggu di ruangan Daniel.


“Lu di sini juga Se?” Tanya Arvin baru saja datang langsung duduk di samping Sean.

__ADS_1


“ Perintah si beruang kutub, katanya dia mau laporan milik oma pagi ini” Sean tampak begitu tidak bersemangat.


“lu kenapa kurang bersemangat gitu?” tanya Arvin.


“di ganggu raja iblis semalam” jawab singkat Sean dengan menghela nafas.


“Lu juga di ganggu ama tu makhluk ajaib?” tanya Arvin


Sean mengangguk kepalanya, sesekali dia menguap karena kurang tidur.


“Kita senasib” keluh Arvin mengingat Daniel yang meneleponnya tadi malam.


" lu juga di telepon si Dan?" Sean menatap Arvin yang duduk di depannya. Arvin menganggukkan kepalanya dengan tidak bersemangat, dia terlihat sangat lelah. teringat olehnya saat semalam dia tidak dapat tidur setelah Daniel meneleponnya.


dia berusaha untuk tidur, berguling ke sana ke mari di ranjang milknya mencari posisi nyaman, namun alhasil baru pukul tiga malam dia dapat tertidur kembali.


Daniel dan Ansel baru saja datang ke perusahaan, para karyawan memberi salam hormat padanya. Daniel hanya menanggapi dengan Datar dan dingin setiap sapaan dari karyawannya. Mereka berdua berjalan melewati lobi menuju lift khusus untuk CEO, Ansel menekan tombol untuk menuju lantai teratas.


*************


maap para reader upnya cuma satu, karena ada kendala di jaringan milik author.


secepatnya author akan up lagi tiap hari, mohon bersabar menunggu kelanjutannya...🤗🤗🤗🤗


tetap terus dukung Author😊😊😊


dengan cara like, vote dan tipnya.....ya.... plisss🙏🏻🙏🏻🙏🏻


jangan lupa juga kasih rate dan commetnya yang positif agar Author semakin semangat💪🏻💪🏻💪🏻 buat nulisnya...✍️✍️✍️


( Π_Π )


makasih..... tetap semangat 🤗🤗🤗🤗


❤️❤️❤️❤️❤️ all...

__ADS_1


__ADS_2