
“nona Arinda, anda juga berbelanja?” tanya Marcus dengan ramah. Dia juga menatap Daniel yang juga membalas menatap serius Marcus, entah kenapa wajah Marcus tidak terasa asing baginya.
Tangan Arinda masih memegangi sekotak jamur kuping, begitu pun Marcus. Dia melepaskan tangannya dari kotak jamur itu,
“silahkan nona mengambilnya, saya tidak terlalu membutuhkannya” Marcus memberikan jamur itu untuk Arinda.
“benarkah tuan? Terima kasih banyak” Arinda tampak senang.
“sayaang...” Daniel merangkul pinggang Arinda.
“o iya, maaf sayang beliau adalah tuan Marcus yang aku ceritakan tadi. Tuan Marcus perkenalkan..” Arinda belum menyelesaikan perkataannya telah di potong langsung oleh Marcus mengulurkan tangan berkenalan dengan Daniel.
“siapa yang tidak mengenal dengan Daniel Arsenio CEO dari Arebeon Corp. membawa nama perusahaan ini menduduki puncak tertinggi” Marcus menatap dengan senyuman ramah pada Daniel yang semula diam menatap tangan marcus.
Dia lalu menatap mata Marcus, mengulurkan tangannya untuk menjabat tangan Marcus.
“senang berkenalan dengan Anda tuan Marcus, saya juga sangat senang bertemu dengan pemilik perusahaan Orxe yang berhasil bangkit hanya dalam hitungan waktu yang sangat singkat” mata elang Daniel menatap tajam sambil melepaskan perlahan jabatan tangan mereka.
Otak jenius Daniel langsung menayangkan bagai layar komputer informasi yang di dapatnya dari Arvin.
Daniel merasa heran dengan perusahaan Orxe yang di bawah kepemimpinan Marcus, dia berhasil membuat perusahaan Orxe yang sempat jatuh bangkit dalam waktu singkat.
Sangat Aneh kata itu terus teriang di benaknya.
“sungguh suatu kebetulan kita bisa bertemu di sini, benar bukan tuan Marcus” sindir Daniel curiga. Dia merasa jika Marcus seperti sudah merencanakan pertemuan yang tidak di sengaja atau tepatnya di sengaja.
Senyuman kembali tersungging di wajah tua Marcus dengan sorot mata penuh dendam dan kebencian yang teramat,
Aku tidak menyangka jika putra dari musuhku bisa sangat waspada seperti ini guman Marcus dalam hati, entah mengapa membuat Arinda tidak nyaman. Ada perasaan sedikit khawatir di hati Arinda saat melihat sorot mata Marcus.
Sekilas Arinda menangkap rasa benci dan dendam di mata itu, tapi semuanya menghilang sirna saat melihat ke arahnya. Perlahan Arinda melangkah mundur dan bersembunyi di belakang punggung Daniel,
Menyadari perubahan sikap Arinda membuat Marcus segera mengendalikan dirinya.
“sepertinya kehadiran saya tidak begitu di terima di sini. Hingga membuat nona Arinda begitu ketakutan” Marcus kembali tersenyum ramah pada Arinda.
__ADS_1
eh... kemana perasaan menekan tadi?waktu tuan Marcus bicara dengan Daniel, perasaan menekan begitu kuat membuat gue sesaat takut dengan dia Arinda masih berada di belakang punggung Daniel.
“ma ma maaf” Arinda tampak menyesal dengan sikapnya, namun jujur saat ini dia begitu tidak inginnya berada di dekat Marcus.
“maaf tuan Markus sepertinya istri saya kurang enak badan, sayang kita kembali ke mansion sekarang? (Arinda menganggukkan kepalanya) ” Daniel menggenggam tangan Arinda menenangkannya.
“baiklah, sepertinya nona Arinda tidak begitu nyaman saat ini” kembali Marcus menatap mata tajam Daniel.
“ terima kasih karena tuan Marcus mengerti dengan ketidak nyamanan istri saya. Kalau begitu kami permisi” Daniel akan melangkah pergi terhenti saat Marcus kembali mengulurkan tangan untuk berjabat tangan dengan Daniel.
“aku berharap kita bisa bertemu kembali dengan suasana yang nyaman tentunya” Marcus melempar senyuman ramah dengan arti yang berbeda.
Daniel sejenak menatap tangan Marcus, lalu dia membalas jabatan tangan itu. Setelahnya dia meninggalkan tempat itu berjalan ke arah kasir untuk membayar semua belanjaan mereka.
“sepertinya pria beg* itu curiga dengan om” terdengar suara perempuan dari arah belakang Marcus yang tidak lain adalah Jeni alias Alexa.
“walaupun dia mencurigai ku, dia tidak akan menemukan apa-apa tentang ku. Dia tidak akan tahu jika sekarang perusahaannya sudah berada di bawah kendali ku, dengan kamu memasang alat itu” Marcus menatap Jeni dengan senyuman smirk.
“tenang saja om, alat itu udah aku pasang di tempat yang aman. Tidak akan ada satu orang pun termasuk CCTV yang terpasang di sana mengetahuinya” Jeni tersenyum penuh kemenangan, dia sudah berhasil mengelabui CCTV yang di pantau Ansel dengan berpura-pura memasang alat yang salah. Di saat adanya kesempatan itu dia langsung memasang alat yang sebenarnya di tempat yang tersembunyi.
“Lutfi udah mulai bergerak, di saat ada kesempatan. Ikan emas itu akan di jerat secepatnya” Jeni mengikuti Marcus yang meletakkan kembali keranjang belanjaannya. Dia beranjak pergi meninggalkan tempat itu tanpa membeli apa pun.
“om tidak jadi belanja?” tanya Jeni melihat keranjang Marcus yang di letakkan kembali. Marcus menatap tajam pada Jeni membuat gadis itu sedikit ketakutan, dia lalu beranjak pergi begitu saja.
“breng**k kalo bukan karena uang udah gue abisin lu” umpat Jeni kesal dengan Marcus.
Tanpa mereka sadari, Daniel menyuruh salah seorang anak buahnya untuk tetap berada di sana memantau pergerakan Marcus.
Mata Daniel sempat melihat perempuan yang akan mendekati Marcus lebih memilih bersembunyi saat melihat dirinya. Dia tidak melihat perempuan itu terlalu jelas, lalu meminta salah satu body guardnya untuk memantau Marcus secara diam-diam.
Daniel dan Arinda berada di dalam mobil, Dapat di rasakannya rasa dingin di tangan Arinda. Entah karena suhu ac mobil yang rendah atau karena merasakan perasaan yang lain.
“sayaang, ada apa?” Daniel membelai lembut punggung Arinda,
“aku nggak tahu kenapa, saat melihat tuan Marcus yang menatapmu aku merasakan ada bahaya darinya” Arinda membenamkan wajahnya di dada bidang suaminya. Mencium aroma tubuh Danel membuat Arinda tenang,
__ADS_1
“ sayang sebaiknya kamu mulai menjaga jarak dengan dia, aku tidak ingin kamu dan baby kita kenapa-kenapa” Daniel mengangkat wajah Arinda dengan sebelah tangannya menengadah menatapnya.
Arinda mengangguki kepalanya lalu meraih tangan Daniel yang menyentuh dagunya. Dia kembali ke posisi aktivitas barunya, tindakan Arinda membuat Daniel tidak dapat menahan hasrat yang menggebu di dada. Mati-matian dia berusaha untuk menahan keinginannya teringat dengan pesan yang di sampaikan Sean.
“sayang, kamu ingatkan apa yang di sampaikan Sean?” jakun Daniel naik turun menahan Hasratnya dengan tingkah laku Arinda memancing si king kobra bereaksi.
“iya aku ingat” Arinda semakin membenamkan wajahnya menghirup aroma wangi tubuh suaminya.
“sayang, jika kamu seperti ini terus membuat yang lain ikut terjaga” bisik Daniel di telinga Arinda dengan mengarahkan tangannya ke king kobra yang mulai siap tempur.
Dengan cepat Arinda duduk dengan tenang di samping Daniel, menatap pemandangan di luar jendela mobil. Wajahnya tampak merona merah padahal dirinya sudah sering berkenalan dengan king kobra Daniel.
“ sayang, kenapa pipimu merona seperti ini? Padahal kamu sering bertemu dengannya” bisik Daniel di telinga Arinda membuat wajahnya semakin merona.
Arinda menatap Daniel, lalu mengarahkan Daniel menatap ke arah depannya. Sakti yang sedang mengendarai mobil tampak sangat susah berkonsentrasi membawa mobil melihat adegan mesra di belakangnya.
Aduh si bos... ngerti dikit dong di sini juga ada jiwa jones wajah Sakti tampak ngenes menatap datar jalanan di depannya.
Mobil Mercedes maybach Daniel memasuki halaman mansion Arsenio, dengan menggandeng tangan Arinda Daniel mengajak istrinya menemui keluarga di ruang makan.
*************
secepatnya author akan up lagi tiap hari, mohon bersabar menunggu kelanjutannya...🤗🤗🤗🤗
tetap terus dukung Author😊😊😊
dengan cara like, vote dan tipnya.....ya.... plisss🙏🏻🙏🏻🙏🏻
jangan lupa juga kasih rate dan commetnya yang positif agar Author semakin semangat💪🏻💪🏻💪🏻 buat nulisnya...✍️✍️✍️
( Π_Π )
makasih..... tetap semangat 🤗🤗🤗🤗
❤️❤️❤️❤️❤️ all...
__ADS_1