Terjebak Cinta CEO Dingin

Terjebak Cinta CEO Dingin
Ep. 290


__ADS_3

“tuan muda, Evan kembali menghubungi anda” ujar Ansel menatap ponsel Daniel.


“angkat Bro, siapa tahu penting dan menyangkut soal Arin” ujar Arvin, mendengar ujaran Arvin membuat Daniel segera menekan tombol di setir mobil dan mengangkat telepon dari Evan.


“halo Van” ujar Daniel.


“Dan, posisi lu di mana?” tanya Evan mengendarai mobil dengan sedikit terburu-buru, dia hampir kehilangan jejak dengan mobil yang membawa Arinda.


“aku sedang menuju hotel TXI, di jalan DL. Kenapa?”


“berarti kamu berada di jalur berlawanan” ujar Evan yang tidak sengaja melihat mobil Daniel lewat di jalur berlawanan arah dengannya.


“eh itu mobil si Evan” Arvin sempat melihat mobil Evan yang masih terus mengikuti mobil Richard.


“Dan, lu putar balik ikutin mobil ku. Sekarang ini aku sedang mengikuti mobil di mana ada Arinda di dalam sana” ujar Evan.


Mendengar informasi dari Evan membuat Daniel segera membanting setir mobilnya. Seperti pembalap pro dengan kelihaiannya, Daniel melakukan drift dengan sempurna tanpa mengenai mobil yang berlalu lalang. Dia segera mengendarai mobilnya menuju jalan yang di tunjuk oleh Evan.


“aku sekarang berada tidak jauh dari mu” ujar Daniel pada Evan.


“aku sekarang tepat di belakang mobil yang membawa Arinda” Evan masih mengikuti dengan tenang agar Richard tidak curiga jika dia di ikuti.


“Vin” Daniel memanggil Arvin yang langsung di mengerti olehnya.


“tenang Dan, polisi udah bergerak memblokade perempatan jalanan ini. Saat lu sedang bicara dengan Evan, Gua udah ngirim pesan nyuruh Yuda buat melakukan semuanya” ujar Arvin.


Richard masih bersenandung dengan bahagia, dia meraih tangan Arinda yang terlihat ketakutan dan tertekan.


“sayang.... aku sangat bahagia. Setelah ini kita akan keluar negeri dan menikah di sana, membesarkan baby kita di sana. Kamu tenang saja semuanya sudah beres” Richard tampak senang dan bahagia.


Daniel... sayang... aku merindukanmu.... guman Arinda dalam hati, matanya melihat pemandangan di luar sana.


Dia merasa sangat tidak senang saat Richard memegang tangannya, dia merasa sangat jijik dan ingin sekali menghempaskan tangan Richard.


Mata indah Arinda tidak sengaja menatap kaca spion di pintu samping dia duduk, matanya berbinar senang saat melihat mobil yang sangat di kenalinya berada tidak jauh dari mobil Richard.


Daniel.... gumam Arinda bahagia dalam hati, dia segera bertindak tenang agar Richard tidak curiga.


Richard melihat ke kaca spion di sampingnya, dia melihat mobil yang sedari tadi mengikutinya. Matanya membulat sempurna saat melihat Mobil Daniel berada tepat di belakang mobil yang mengikutinya.

__ADS_1


“Breng**k, baji***n itu sudah mengetahuinya ( melihat ke Arinda dengan tatapan tajam) Arin apa kamu menghubungi baji***n itu?” tanya Richard, Arinda langsung menggelengkan kepalanya.


“Bagaimana caranya aku menghubungi Daniel? ponsel ku saja tertinggal di hotel tempat pesta pernikahan. Mencoba menghubungi dengan telepon dari kamar hotel, kamu sudah keburu datang” ujar Arinda sedikit mulai memberanikan diri.


Richard mengingat-ingat lagi hal apa yang bisa membuat Daniel berhasil melacaknya, dia teringat dengan kredit card miliknya di gunakan untuk membayar kamar hotel yang mereka tempati.


“F**k,” Richard memacu kendaraannya dengan kecepatan tinggi. Melihat hal itu Daniel tidak tinggal diam, dia juga memacu kendaraannya mengejar mobil Richard.


Evan pun tidak ketinggalan, mereka saling kejar mengejar mendahului mobil-mobil yang melaju dengan wajar. Terdengar beberapa kali suara klakson dari mobil-mobil yang memperingati untuk tidak mengebut di jalanan.


Richard terus memacu kendaraannya dengan kecepatan tinggi, Arinda memegangi sitbelt miliknya dengan kuat. Dia merasakan kontraksi di perutnya akibat situasi yang mengancam nyawanya.


Arinda menggigiti bibir bawahnya menahan rasa sakit serangan kontraksi di perutnya. Mobil mereka terus melaju hingga hampir mencapai perempatan.


Mendadak Richard melakukan drift saat melihat perempatan jalan itu sudah dikepung dan di jaga ketat oleh polisi. Mobil Richard berhenti tepat di tengah-tengah jalanan, Mobil Daniel, Evan dan body guard ikut berhenti mengepung mobil Richard.


“Breng**k, aaaagghhh” Teriak Richard yang sudah terkepung. Arinda merasakan sakit di perutnya,


Jangan sekarang sayang... bunda mohon kalian tenang dulu ya... gumam Arinda dalam hati, sebelah tangan membelai perutnya berusaha untuk mengurangi rasa sakit di perutnya.


Wajah Arinda sudah tampak pucat dengan bulir-bulir keringat di keningnya. Richard menatap sekeliling jalanan, menatap kemungkinan ada celah untuk dirinya bisa kabur membawa Arinda.


Daniel, Arvin, Ansel, Evan dan para body guard turun dari mobil menanti pergerakan dari mobil Richard. Tangan Arinda perlahan-lahan melepaskan sitbelt dirinya saat Richard lengah. Hati-hati dia mencoba membuka kunci pintu di sampingnya, dari sudut matanya dia mengawasi Richard yang masih mencari celah untuk bisa kabur.


Tangan Richard meraih pistol yang tersimpan lalu mengokangnya, tangan Arinda gemetaran hebat saat Richard mengeluarkan senjata yang di gunakan untuk mengancamnya. Tanpa pikir panjang Arinda membuka pintu mobil dan berusaha untuk keluar, belum sempat dia keluar tangan Richard dengan cepat menampar keras wajah Arinda hingga darah segar menetes di sudut bibirnya.


“kamu mau mencoba lari dariku HAA” Teriak Richard, dia segera memegang tangan Arinda dan memelintir ke belakang.


“aaaa Saaakiiit” teriak Arinda menahan sakit di tangannya, Daniel dapat mendengar dengan jelas rintihan Arinda.


Daniel sudah tidak tahan akan mendekati mobil Richard, namun dengan cepat di cegah oleh Arvin dan Ansel.


“jangan Dan, lu mendekat ke sana akan semakin membuat Arinda dalam bahaya. Ingat Arinda tidak sendirian, ada anak-anak lu juga di sana” ujar Arvin mengingat Daniel.


Tangan Daniel terkepal erat, dia sudah tidak bisa bersabar. Kemarahannya sudah mencapai tingkat level dewa, dia berusaha untuk tidak gegabah setelah mendengar apa yang di katakan Arvin.


“oke, aku akan mempertemukan kalian berdua untuk terakhir kalinya, ayo...” Richard mendorong tubuh Arinda perlahan untuk keluar dari mobil, dia masih memegang tangan Arinda yang di pelintirnya.


Arinda kini berdiri di depan Richard yang sedang menodongkan senjata api miliknya ke kepala perempuan yang di cintainya. Serangan kontraksi kembali di rasakan Arinda, rasa sakit semakin bertambah dengan tangannya yang terpelintir ke belakang.

__ADS_1


Daniel melihat kondisi istrinya yang begitu mengenaskan naik darah, ingin rasanya dia melompat ke arah Richard dan memukul tepat di wajahnya.


Polisi masih berdiri menunggu perintah dari atasan mereka,


“tuan Richard sebaiknya anda lepaskan nona Arinda dan serahkan diri Anda” perintah atasan polisi menunggu itikad baik dari Richard. Merasa terpojok Richard pun mengambil keputusan,


“Sayang, sepertinya kita tidak akan bisa pergi dari sini. Jika aku tidak bisa memilikimu, orang lain tidak akan bisa memilikimu. Lebih baik kamu aku kirim ke sana, selanjutnya aku akan menyusulmu” Richard melepaskan tangan Arinda yang di pelintirnya.


Senjata api Richard di arahkan tepat ke kepala Arinda. Daniel sudah tidak bisa membiarkan lagi, Dia tahu jika Richard akan berbuat nekat. Dia segera berlari mendekat ke arah Arinda, Richard tersenyum jahat segera mengarahkan senjatanya ke arah Daniel.


DOOORRR...


Suara tembakan terdengar nyaring memekakkan telinga, Arinda terkejut saat melihat Richard yang melepaskan tembakan ke arah Daniel.


“Daaniiiiieellll” pekik Arinda, dia diam sejenak terkejut saat melihat pemandangan di depannya.


Daniel jatuh tersimpuh memegangi Evan yang memeluknya, rupanya tembakan Richard di hadang oleh Evan dengan tubuhnya. Peluru bersarang di punggung Evan hingga mengeluarkan Darah segar.


“Evaaaan...” Arvin dan Ansel segera menghampiri Daniel juga Evan.


*************


dear para Reader yang paling baik hati dan rajin menabung...


maaf pada semua reader🙏🏻


🙏🏻🙏🏻, terlambat up secepatnya author akan up lagi dan akan di usahakan up tiap hari, mohon bersabar menunggu kelanjutannya... 🤗🤗🤗🤗


tetap terus dukung Author 😊😊😊


dengan cara like, vote dan tipnya.....ya.... plisss🙏🏻🙏🏻🙏🏻


jangan lupa juga kasih rate dan comment nya yang positif agar Author semakin semangat💪🏻💪🏻💪🏻 buat menulisnya...✍️✍️✍️


( Π_Π )


makasih..... tetap semangat 🤗🤗🤗🤗


❤️❤️❤️❤️❤️ for all...

__ADS_1


__ADS_2