
Pria, kemayu, di panggil madam. Teman pria nona Arinda yang kemayu itu hanya... Kata Ansel dalam hati.
“ apakah namanya Maya?” tanya Ansel.
“sebentar tuan akan kami tanyakan” kata penjaga pertama.
“madam, apakan nama anda Maya?" tanya penjaga Pertama pada Maya.
“iya itu nama Akika, eh pak penjaga tau dari mana nama akika?” tanya Maya tapi tidak di jawab oleh penjaga gerbang kediaman Arsenio.
“Iya tuan Ansel, namanya sama dengan nama yang tuan Ansel sebutkan” kata penjaga pertama.
“Perbolehkan saja masuk” perintah Ansel.
“Baik tuan Ansel” kata penjaga pertama memutuskan sambungan teleponnya.
“silahkan masuk madam” kata penjaga pertama dengan membuka pintu gerbang kediaman Arsenio.
“makasih ya pak penjaga” kata Maya melajukan mobilnya masuk.
Ansel mengetuk pintu kamar tempat Arinda menginap untuk memberitahu jika Maya sudah datang.
Tok... Tok.. tok...
Arinda membuka pintu menatap Ansel berada di depan pintu kamar tamu.
“Iya tuan Ansel” kata Arinda membuka lebar pintu kamar itu.
“Maya sudah datang nona Arinda” kata Ansel.
“ O ya Terima kasih. Saya akan bersiap-siap” kata Arinda, dia segera mengambil barang- barang miliknya.
Ansel undur diri, dia menemui Daniel di ruang kerjanya untuk memberi tahu tuan Mudanya.
“Tuan muda” panggilan Ansel.
Daniel sedang melihat ke jendela, mendengar panggilan Ansel dia lalu melihat ke arahnya.
“Ada Apa?” tanya Daniel.
“Maya sedang menjemput nona Arinda saat ini, apa anda...” Ansel ragu-ragu bertanya pada Daniel.
“ Biarkan saja” kata Daniel kembali melihat ke arah jendela,Tersungging senyuman di bibirnya.
Arinda baru selesai mengambil barang-barang miliknya, saat keluar dari kamar tamu terdengar suara tawa di ruang tamu.
Ternyata Aileen, oma Ayu dan Davira sedang mengobrol dengan Maya.
“May” panggil Arinda.
Maya melihat Arinda langsung berhamburan ingin memeluk sahabatnya.
__ADS_1
“Oh my Sayangku...” teriak Maya, tangan Arinda lalu di tarik ke arah Daniel, membuat Maya tidak bisa memeluk Arinda.
“loh kok ngindar” kata Maya melihat ke sampingnya, Arinda berada di samping Daniel. Tangan Daniel memegang pinggang Arinda,
“hallo my idola... Kita ketemu lagi. Akika senang banget ketemu ama tuan Daniel” kata Maya akan memeluk Daniel yang langsung melangkah keruang tamu dengan merangkul pinggang Arinda.
"tuan Daniel kok ngehindarin Maya. padahal akika kan juga kangen" kata Maya sedih malah mendapat tatapan tajam dari Daniel.
Mata Arinda menatap ke arah Daniel, lalu dengan perlahan Arinda melepaskan rangkulan pinggang Daniel. Dia lalu melangkah menghampiri Oma Ayu,
“oma, Arin pulang ya. Terima kasih sudah mengizinkan Arin menginap di sini” kata Arinda memeluk oma Ayu.
“sama-sama sayang. Ingat sering-seringlah main ke sini ya” kata Oma Ayu.
Arinda menganggukkan kepalanya lalu menyalami tangan Oma Ayu, Aileen menghampiri Atinda dan langsung memeluknya.
“kamu jaga diri ya sayang, Jangan kesehatan kamu ya, mommy pasti kangen sama kamu” kata Aileen.
Mommy...
kata Maya dalam hati menatap ke arah Aileen yang memeluk Arinda.
Setelah melepaskan pelukannya Arinda menghampiri Davira.
“terima kasih ya Vira atas bantuan kamu, secepatnya pakaian kamu...”
“udah kak, pakaian itu emang khusus buat kakak dari vira, terus di pakai ya kak” kata Davira memeluk Arinda.
Setelah berpamitan, Arinda melangkah keluar kediaman Arsenio. Matanya sempat mencari -cari sosok Daniel yang kembali masuk keruang kerjanya lagi.
“udah may, yuk balik” kata Arinda.
“iya sayangku” kata Maya menghidupkan mobi dan melajukannya ke luar dari kediaman Arsenio.
Maya menjalankan mobilnya santai, Arinda memeriksa paper bag di pangkuannya sekali lagi.
“Fiuuh untung aja nggak ada yang ketinggalan” kata Arinda.
“hmmm menurut akika sih ada kok yang ketinggalan milik ye” goda Maya sambil menyetir mobilnya.
“ Apa ?” tanya Arinda penasaran
“ hati ye kan ketinggalan di kediaman Arsenio, terkhususnya ketinggalan di hatinya tuan Daniel”
“May, kayaknya besok gue beliin lu sambel mercon deh. Pasti mantap tu” kata Arinda dengan tatapan Tajamnya.
“Kejam amat si say? Akika kan makhluk yang lembut, masak lu kasih sambal mercon”
“Abisnya ngomong lu ngelantur aja”
“Loh akika kan mengungkapkan Fakta. Buktinya nyonya Aileen udah nyuruh lu manggil MOMMY”
__ADS_1
“Hah... gue terpaksa May nurutin maunya nyonya Aileen. Kalo nggak nyonya Aileen bakalan sedih”
“sebenarnya, lu ama Tuan Daniel gi mana sih say? Bingung akika ngeliat lu ama tu Adam”
Arinda diam, dia sendiri masih bingung dengan perasaannya.
“Gue nggak tau May,” kata Arinda sambil melihat ke arah jendela.
Maya melihat wajah Arinda seperti kebingungan.
“Menurut akika sih, tuan Daniel sepertinya ada hati ama lu. Dari tingkah lakunya sama perhatiannya akika rasa dia...” maya menghentikan ucapannya saat melihat Arinda yang menutup matanya.
“Eh lu kok malah tidur. Lu kira akika ini radio yang menyanyikan lagu lullaby?” kata Maya kembali melihat Arinda yang menutup matanya berpura pura tidur.
Arinda sengaja melakukan hal itu karena dia tidak ingin mendengar celotehan Maya. Dia masih bingung dengan perasaannya sendiri.
Maya melirik ke arah Arinda yang terlihat pura-pura tidur.
“Udah deh say, lu nggak bisa boong ama akika yang udah tahu kalo lu pura-pura tidur”
Mata Arinda membuka melihat ke arah Maya,
“gue mencoba untuk tidur May” kilah Arinda
“sebenarnya ada hal apa sih yang membuat lu masih ragu menerima tuan Muda Daniel?”
“kan gue udah crita ama lu, kalo gue nggak ingin mama gue bakalan sedih lagi saat menghadapi sesuatu yang tidak pasti”
“Menurut akika sih tuan Daniel serius ama hatinya, tinggal lu nya. perasaan lu ke dia gimana?" Tanya Maya untuk ke sekian kalinya.
“gue...gue nggak ngerti may, perasaan gue sekarang nggak menentu. Gue nggak ingin memberikan harapan palsu yang akhirnya akan menyakiti putra keluarga Arsenio” kata Arinda sambil menatap pemandangan di luar mobil.
"coba deh lu tutup mata lu dan rasakan debaran jantung lu saat mengucapkan nama Tuan Daniel, lu sendiri akan menemukan jawabannya di hati lu" perintah maya langsung dicoba oleh Arinda.
Dia kembali menutup matanya, bayangan kilasan perhatian dan tingkah laku Daniel membekas di hatinya. Dia lalu mencoba menyebutkan nama Daniel
Daniel....
kata Arinda dalam hati, merasakan debaran yang begitu kuat saat nama itu di panggil Arinda.
Mata Arinda langsung terbuka, debaran jantungnya masih terasa begitu cepat
Yang di katakan Maya memang benar, setiap nama Daniel terucap jantung ini berdebar untuknya. apa aku benar-benar telah jatuh cinta pada tuan Daniel... kata Arinda dalam Hatinya yang begitu banyak keraguan.
************
terus dukung Author
dengan cara like, vote dan tipnya.....😊😊😊
jangan lupa juga kasih rate nya ya....😊😊😊
__ADS_1
( Π_Π )
makasih..... tetap semangat 🤗🤗🤗🤗