Terjebak Cinta CEO Dingin

Terjebak Cinta CEO Dingin
Ep. 269


__ADS_3

Aisyah ikut termenung melihat ruangan apartemen yang ternyata telah di sulap indah. Di lantai bertaburan kelopak bunga mawar berwarna merah, ada hiasan dan foto pernikahan Aisyah dan Arvin. Pintu Apartemen ditutup oleh Arvin, tidak lupa dia menguncinya


“subhanallah... abang...” Aisyah tampak terpesona dengan dekorasi penyambutan pengantin baru di apartemen Arvin.


Pasti tante Aileen ama anak-anak yang ngerjain ini semua, thanks Tan... thanks bro guman Arvin dalam hati melihat semua dekorasi yang terlihat indah. Aisyah berkeliling dari ruang satu ke ruang lainnya, Arvin masuk ke kamarnya kembali termenung dengan suasana kamar yang sangat romantis.


Koper dan barang-barang Arvin biarkan berada di samping pintu kamar utama. Arvin membuka sandalnya, dengan bertelanjang kaki dia melewati jalan setapak yang terbuat dari taburan kelopak bunga mawar merah. Matanya menatap ranjang yang sudah di hias dengan begitu sempurna, Aisyah masuk ke kamar utama termenung dengan dekorasi di dalam kamar itu. Mata indahnya menatap ke arah Arvin yang berdiri di depan ranjang,


“bang...” panggil Aisyah pada Arvin yang menatap ke arahnya. Aisyah termenung melihat ranjang yang di hias, wajahnya kembali merona dan terasa sangat panas.


“a a a a Aisyah ke kamar mandi dulu” ujarnya dengan kecepatan kilat menghindar menuju kamar mandi, Arvin meraih tangan Aisyah yang hendak akan pergi.


“Syah... kamar mandi ada di sana” tunjuk Arvin pada pintu kamar mandi yang tertutup. Aisyah menundukkan wajahnya memerah,


“Syah.... di kamar ini kita memulai dengan cara yang salah. Di kamar ini juga aku ingin memulai semuanya dengan benar” ujar Arvin menarik perlahan Aisyah hingga kini dia berada di depan tubuh suaminya.


Aisyah tertunduk dengan wajah memerah, dia tidak sanggup menatap Arvin. Dengan kedua tangannya Arvin menghadapkan Aisyah ke arahnya, perlahan membawanya dalam pelukan.


“Syah... aku telah melakukan kesalahan yang fatal padamu. Saat ini aku akan menebus semua kesalahanku dengan menebus kembali kesalahan itu, tentunya jika kamu mengizinkannya” Arvin masih memeluk Aisyah yang terharu mendengar ketulusan dari Arvin.


Perlahan-lahan Arvin melepaskan pelukannya, menatap Aisyah yang masih menundukkan kepalanya. Dengan sebelah tangannya dia mengangkat wajah Aisyah, menatap wajah cantiknya. Mata indah beradu pandang dengan mata Arvin, sebelah tangan melepas perlahan hijab yang di gunakan Aisyah. Hijab itu terjatuh ke lantai memperlihatkan rambut Aisyah yang terikat rapi.


Wajah Arvin perlahan mendekat, mencium dengan lembut kening, pipi dan hidung Aisyah yang mancung. Dia mendekatkan bibirnya ke telinga Aisyah sambil melafazkan doa di telinga istrinya, sebelah tangannya membuka ikatan rambut Aisyah.


Rambut panjang hitam itu tergerai indah menambah kecantikan Aisyah, mata Arvin terpesona lalu perlahan dia mendekatkan wajahnya ke wajah Aisyah hingg bertemulah bibir mereka satu sama lain.


Aisyah bukanlah pemain profesional, hingga dia tidak tahu harus bagaimana berciuman. Dengan penuh kesabaran Arvin mengajarkan Aisyah berciuman, hingga Arvin lebih berani memainkan lidahnya di dalam mulut Aisyah. Membuai istrinya dalam kemesraan yang lebih dekat, tangan Arvin menarik pinggang Aisyah untuk lebih mendekat pada dirinya.


Tangan Arvin memainkan perannya dengan baik, perlahan membuka resleting baju syar’i Aisyah yang berada di belakang punggungnya. Baju itu perlahan meluncur jatuh ke lantai, menyisakan dua pengaman yang masih menempel di tubuh indah itu. Kemeja yang di pakai Arvin sudah terbuka memperlihatkan badan yang kekar, dengan sekumpulan roti sobek terlihat sangat seksi.


Arvin membopong Aisyah meletakkan tubuh indah itu di hamparan kelopak mawar yang tersebar di atas ranjang mereka. Tubuh kekar itu kini berada di atas tubuh indah itu, dengan kedua tangan yang mengungkung tubuh itu. Matanya menatap wajah Aisyah yang merona, kembali bibirnya mengecup kening dan pipi Aisyah.


Bibir Arvin menjelajahi leher putih dengan meninggalkan beberapa jejak kemerahan di sana. Tangannya mulai aktif memijat ke dua perbukitan yang sudah menjadi hak miliknya. Tidak hanya tangan saja yang bermain di sana, tapi bibirnya ikut bermain di bukit itu.

__ADS_1


***


Arvin benar-benar sudah lupa dengat sahabt-sahabatnya yang masih menunggu telepon darinya. Dua puluh menit pun sudah lewat, mau tidak mau Daniel kembali menghubungi Arvin.


Panggilannya masuk namun tidak di jawab sama sekali oleh Arvin, Sean dan Ansel saling berpandangan lalu menatap kembali ke arah Daniel yang sudah terlihat kesal.


“tuan muda biar saya saja yang menghubungi” ujar Ansel mencoba menghubungi Arvin kembali.


Arvin masih sibuk dengan rutinitasnya, mereka berdua kini sudah seperti bayi yang baru lahir. Dia sejenak menghentikan aktifitasnya saat mendengar ponselnya yang masih berbunyi sedari tadi. Saat akan di angkat ponsel itu berhenti berdering, dia lalu meletakkan tepat di samping kepala Aisyah.


Arvin kembali menatap Aisyah yang berada di bawahnya, kedua tangan Aisyah menutupi bagian perbukitan dengan wajah merona indah. Hasrat yang sempat terpending kini di lanjutkan dengan mempersilahkan ular miliknya memasuki gua yang sudah terbuka segel oleh ular itu.


Ular itu meluncur masuk dengan senang ke dalam gua sempit, licin dan basah. Dia begitu senang bermain di sana, nyanyian begitu merdu dan penuh hasrat memenuhi kamar itu.


Ponsel Arvin kini bergetar karena dia sudah mengubah mode silent pada ponselnya sebelum kembali bermain. Tanpa di sadari Aisyah dan Arvin, tangan Aisyah menggeser icon pada ponsel membuat panggilan itu terjawab.


Ansel akan berbicara kembali bingung karena mendengar sesuatu yang aneh. Rupanya tangan Aisyah mengubah panggilan itu ke loud speker, membuat Ansel dapat mendengar suara yang membingungkan baginnya.


“kenapa Sel?” tanya Sean menatap Ansel yang kebingungan.


“tuan mudah, Sean coba kalian dengarkan” ujar Ansel meloudspeker ponsel miliknya.


“aaah... aahh..... aahhh... aku hampir sampai....” terdengar suara dari ponsel Ansel membuat wajah mereka memerah.


Mereka mendengarkan siaran langsung sebuah adegan dua puluh satu plus, dapat dengan jelas mereka mendengar setiap nyanyian yang jujur membangkitkan sesuatu pada Ansel, Daniel dan Sean.


“ajim kutu kupret, lu lagi ngapain? Melakukan malah live gini, kagak tahu lu apa di sini masih satu yang belum wisuda. Seenak jidat lu malah live ” ujar Sean membuat Arvin berhenti seketika dari aktivitasnya membuat baby. Aisyah dan Arvin terkejut saat mendengar suara Sean yang melayangkan protes, buru-buru dia meraih ponselnya dan menatap layar yang masih terhubung pada panggilan Sean.


Dengan cepat Arvin menekan tombol menonaktifkan louds speker, ular milikny masih bersarang dalam gua sempit itu.


“Ajim... Kagak bisa lu liat orang senang. Ganggu gua aje lu”


“lah sarap ni bocah, bukannya lu yang bilang akan telepon kita balik setelah dua puluh menit. Udah hampir satu jam kita nungguin lu telepon balik malah kagak ada, malahan kita dengar lu siaran langsung” Sean mengomel kesal persis seperti emak Maya.

__ADS_1


Arvin baru ingat dengan janjinya akan menelepon mereka kembali, namun sekarang kondisinya dengan Aisyah dalam tengah pertempuran. Dia bisa uring-uringan jika hasrat yang sedari tadi menggebu tidak di tuntaskan.


Daniel meraih ponsel milik Sean dari tangannya, mata elangnya terkesan dingin dan bersikap serius.


“besok saja kita bicarakan, datang ke Arebeon besok pagi” ujar Daniel, Arvin yang akan berbicara langsung terdiam saat Daniel sudah memutuskan secara sepihak sambungan telepon itu.


Ansel menunggu perintah Daniel dengan wajah yang masih memerah.


“kalian masih di sini? Apa kalian akan menginap di sini juga?” tanya Daniel dingin dan serius.


“kalau begitu saya pamit pulang tuan Muda” Ansel undur diri, Sean bangkit dari tempat duduknya.


“gua juga balik” ujar Sean pamit pada calon kakak iparnya (fiuuuh... selamat... untung author ingat Sean masih Calon).


Sean dan Ansel segera keluar dari ruang kerja Daniel, mereka kembali ke ruang tamu di mana keluarga arsenio masih berbicara dan bercanda bersama.


*************


dear para Reader yang paling baik hati dan rajin menabung...


secepatnya author akan up lagi dan akan di usahakan up tiap hari, mohon bersabar menunggu kelanjutannya... 🤗🤗🤗🤗


tetap terus dukung Author 😊😊😊


dengan cara like, vote dan tipnya.....ya.... plisss🙏🏻🙏🏻🙏🏻


jangan lupa juga kasih rate dan comment nya yang positif agar Author semakin semangat💪🏻💪🏻💪🏻 buat menulisnya...✍️✍️✍️


( Π_Π )


makasih..... tetap semangat 🤗🤗🤗🤗


❤️❤️❤️❤️❤️ for all...

__ADS_1


__ADS_2