Terjebak Cinta CEO Dingin

Terjebak Cinta CEO Dingin
Ep. 228


__ADS_3

Arvin melihat kesempatan lalu memanggil Ansel dengan melambaikan tangannya, Dengan mengode untuk duduk bersama mereka.


“kenapa?” tanya Ansel menghampiri mereka, sesekali dia menatap ke arah Daniel.


“big bos napa? Ada tender besar yang bikin mood big boss baik gitu?” tanya Arvin.


“bukan tender yang bikin big boss mood baik,” kata Ansel,


“trus?” Evan ikut penasaran.


“belahan jiwanya tuan muda yang menenangkannya, kami sempat kuatir karena seharian tadi emosi tuan muda benar-benar di luar kontrol. Untungnya nona datang dan menenangkannya” jelas Ansel.


“top cer juga tu bini si Dan, bisa jinakin raja iblis” canda Arvin dengan suara keras, membuat Daniel kembali menatap mereka dengan kilatan mata tajamnya.


Arvin segera mengacungkan dua jari pada Daniel dengan kata peace padanya,


“kalian mau ngapain di sini?” tanya Daniel dingin melanjutkan kembali pekerjaannya.


“maksud kita ke sini mau mengajakmu nongkrong di cafe yang sering kalian kunjungi, sudah lama juga rasanya kita nggak ngumpul bareng” ujar Evan,


“ sorry Van, kalian saja. Aku ada janji bersama istriku” tolak Daniel to the point.


“ayolah Dan kita ngumpul, jarang-jarang ada kesempatan buat ngumpul begini” bujuk Sean,


“iya Dan, soal bini lu tenang aja, biar kita yang bakal ngomong dan minta ijin ama dia” canda Arvin, untuk ke sekian kalinya Daniel menatap Arvin dingin.


“tidak bisa, kalian saja” kata Daniel menyelesaikan tanda tangan terakhirnya.


“ yaaa nggak asik lu Dan, kita udah jauh-jauh datang kemari buat jemputin lu bedua malah di tolak kek gini” kata Arvin merajuk, namun di abaikan Daniel. Segala bujuk rayu mereka terpental habis, mereka pun menyerah dan hanya duduk memandangi Daniel yang sedang berbicara serius dengan Ansel.


“Sean, keluarga ku bertanya, kapan keluarga kita bisa bertemu untuk membicarakan soal pertunangan mu dengan Davira?” tanya Daniel berdiri dari kursi kerja nya lalu duduk di sofa single di samping Sean.


“bokap dan nyokap gua dalam perjalanan kemari, secepatnya gua, bokap dan nyokap akan menemui keluarga lu buat membicarakan pertunangan sekaligus pernikahan” jelas Sean pada Daniel.


“baiklah” jawab Daniel singkat. Evan mendengar pembicaraan Sean dan Daniel, berniat iseng pada Arvin bermaksud untuk menggodanya,


“Vin, Sean udah mau merit, Ansel juga sebentar lagi juga mau merit. Lu gi mana? Masak lu mau jadi Arjuna yang selalu menebar cinta dan mematahkan hati setiap perempuan?” sindir Evan,


“weitss... gua bukan menebar cinta gua pada semua perempuan, gua ini seorang pujangga yang masih mencari cinta sejatinya” Arvin menaikkan kerah kemeja dengan gaya sombongnya. Dia teringat dengan cerita Evan yang sedang tertarik dengan perempuan yang membuatnya penasaran tingkat dewa.

__ADS_1


“ngomong-ngomong soal cewek, lu gi mana ama cewek yang lu taksir?” tanya Arvin kembali pada Evan yang menghela nafasnya berat, membuat Daniel, Sean dan Ansel ikut menatap ke arahnya.


“kenapa Van? Apa lu belum ketemu dengan cewek itu?” tanya Sean ikut penasaran dengan cerita cinta Evan.


“aku udah ketemu sama itu cewek, ternyata dia event manager di EO yang mengatur acara pesta perusahaan ku. Aku berusaha untuk mencoba mendekatinya namun dia seperti menjaga jarak dengan ku dan sangat susah untuk di dekati” Evan teringat saat dirinya meminta secara terang-terangan nomor ponsel Arinda saat meeting siang tadi tapi tidak berhasil.


“Event manager?!” entah mengapa Sean dan yang lainnya mendapat perasaan yang tidak enak.


“EO mana?” tanya Arvin penasaran.


Semoga bukan Eo yang gua pikirkan guman Arvin berharap tebakannya salah.


“Eo Pearl Stars, dia event manager di sana, jika kalian bertemu dengannya pasti kalian bakalan juga jatuh hati dengannya” kata Evan sambil membayangi wajah manis dan cantik Arinda.


Kenapa perasaan gua kagak enak gini seperti akan ada badai yang akan terjadi guman Sean mendengar cerita Evan.


Pearl stars!!! Kantor Arinda, apa yang di maksud Evan adalah Arinda? Guman Daniel dalam hati mulai menajamkan matanya ke arah Evan.


apa yang di maksud Evan itu nona Arinda? Tidak...tidak... mungkin saja yang di maksud Evan itu event manager yang lain. Setahu ku event manager di Pearl Stars tidak ada hanya nona Arinda guman Ansel dalam hati menatap Daniel yang kembali mengeluarkan aura yang tidak menyenangkan.


Arvin ikut sport jantung berharap jika yang di bicarakan Evan bukanlah perempuan yang sudah menjadi milik Daniel.


“namanya.... Arinda... Arinda Anindira” jawaban Evan sukses membuat Arvin, Sean dan Ansel terkejut juga memasang wajah panik.


“Arindaaa...” mereka bertiga serempak memanggil nama Arinda membuat si empunya nama sedang berbicara di telepon dalam kamar terkejut mendengar namanya di panggil.


“ARINDA” Daniel menyebut nama istrinya dengan perasaan kesal saat di tahu jika sahabatnya mengidamkan istrinya. Evan menatap mereka kebingungan saat dia menyebut nama gadis yang di sukainya,


“kenapa kalian semua terkejut?” tanya Evan bingung,


“apa kamu tahu siapa Arinda itu?” tanya Daniel menatap tajam ke arah Evan yang menggelengkan kepalanya.


“Arinda itu..” Daniel akan mengungkapkan status Arinda sebenarnya terhenti saat Arinda muncul dari balik pintu kamar langsung menyahutinya.


“iya sayang, kamu manggil aku?” tanya Arinda menghampiri Daniel, semua yang hadir termenung dan semakin shock melihat Arinda yang muncul tiba-tiba.


“Arinda?!!” panggil Evan terkejut saat melihat Arinda berada di kantor Daniel.


“Evan?!!” panggil Arinda bingung menatap Evan.

__ADS_1


“kamu di sini? kenapa kamu bisa ada di sini? Ini kantor teman ku, apa kamu juga mengatur acara untuknya?” tanya Evan bingung berusaha berpikir positif dengan keberadaan Arinda di kantor Daniel.


“loh, kenapa? emang aku nggak boleh ada di kantor suami aku sendiri?” tanya Arinda sukses membuat Evan kali ini terkejut dan termenung mendengarnya.


Daniel tersenyum penuh kemenangan memeluk pinggang istrinya dengan mesra,


“ja...ja...jadi?” Evan menatap Arinda tidak percaya,


“sayang jadi Evan klien kamu?” tanya Daniel berprilaku mesra pada Arinda yang menganggukkan kepalanya menjawab pertanyaan.


“ja jadi Daniel suami mu?” tanya Evan masih tidak percaya dengan apa yang di dengarnya.


“iya, dia suami ku” Arinda menatap bingung Evan yang tampak aneh, Daniel mempererat pelukan di pinggang ramping istrinya.


Ansel, Sean dan Avin tampak prihatin melihat Evan yang diam termenung dan Shock mendengar ucapan Arinda. Arvin berinisiatif mencairkan suasana yang terasa canggung.


“waah nona bos, udah nongol aja di sini. Pa kabar Rin?” sapa Arvin dengan tingkahnya.


“hi Vin, alhamdulillah aku baik. Kamu jarang kelihatan akhir-akhir ini, ke mana saja?” tanya Arinda berbasa-basi.


“ya gini lah nasib cowok ganteng kayak gua, di kangenin mulu ama cewek secantik nona bos” Arvin dengan pede tingkat dewanya membuat Ansel dan Sean tepuk jidat.


*************


dear para readers...


mohon maap 🙏🏻🙏🏻🙏🏻 karena sedikit terlambat up-nya akibat adanya kesalahan jaringan.


secepatnya author akan up lagi tiap hari, mohon bersabar menunggu kelanjutannya...🤗🤗🤗🤗


tetap terus dukung Author😊😊😊


dengan cara like, vote dan tipnya.....ya.... plisss🙏🏻🙏🏻🙏🏻


jangan lupa juga kasih rate dan commetnya yang positif agar Author semakin semangat💪🏻💪🏻💪🏻 buat nulisnya...✍️✍️✍️


( Π_Π )


makasih..... tetap semangat 🤗🤗🤗🤗

__ADS_1


❤️❤️❤️❤️❤️ all...


__ADS_2