Terjebak Cinta CEO Dingin

Terjebak Cinta CEO Dingin
Ep. 187


__ADS_3

“apa yang terjadi?” Daniel menatap kedatangan Arvin dan Yuda.


“dalam perjalanan kemari kami di serang oleh orang tidak di kenal. Sebentar..” Arvin menyuruh Yuda untuk membuka laptop miliknya. Arvin yang akan menjelaskan sesuatu pada Daniel langsung di cegah olehnya.


Daniel segera mengakses CCTV untuk memantau pergerakan Jeni. Mata Daniel menangkap Jeni berdiri di depan pintu ruangannya. Rupanya Jeni sempat melihat kedatangan Arvin yang langsung di ikutinya, di luar kantor sedang sepi karena sekretaris Daniel sedang pergi melaksanakan perintahnya.


sepertinya tikus ini mengenal Arvin, dia langsung berada di depan pintu saat melihat kedatangannya. aku masih penasaran dengan tikus ini, sorot matanya seperti pernah ku kenal Daniel terus menatap CCTV yang menampilkan Jeni.


Ansel berada di ruangan Daniel ikut melihat Jeni yang seperti sedang mencuri dengar di depan pintu.


“rupanya tikus ini sangat ingin tahu” Daniel tersenyum smirk melihat Jeni masih berdiri di depan pintu kantornya.


Tiing....


Jeni mendengar pintu lift terbuka segera bersembunyi di tempat yang tidak terlihat, tampak Sean berjalan terburu-buru menuju ruangan Daniel.


“Daniel, kamu nggak apa-apakan?” Sean langsung memberondong Daniel dengan pertanyaan. Ansel segera menutup pintu ruangan Daniel, dia memberi kode dengan jari telunjuk di depan bibirnya untuk tidak berbicara.


Daniel mengode pada Ansel untuk membuka pintu rahasia menuju kamar pribadi miliknya. Arvin segera membantu Yuda membawakan laptop masuk ke dalam kamar itu begitu pun Sean, Ansel dan Daniel.


Daniel kembali melihat layar laptopnya yang terhubung dengan CCTV, Jeni kembali mencuri dengar di depan pintu ruang kerjanya.


Dengan sengaja Daniel memutar percakapan palsu untuk menjebak Jeni. Sean melihat tangan Yuda yang terluka, jiwa dokternya terpanggil segera memeriksanya.


“kamu nggak apa-apa Yud?” tanya Daniel menatap ke arah Yuda.


“nggak apa-apa bang” yuda menahan Sakit saat Sean menyuntikkan bius lokal untuk dia bisa menjahit lukanya.


“sebenarnya apa yang terjadi? Kenapa Yuda bisa terluka seperti ini?” Sean penasaran dengan apa yang sebenarnya terjadi.


“ini semua ulahnya Kombes Wiriya yang menyuruh anak buahnya buat ngabisin gua dan Yuda” Arvin tampak geram,

__ADS_1


“kenapa bisa kombes nyerang lu Vin?” tanya Daniel tetap mengawasi Jeni.


“sebenarnya kami sudah mendapatkan info jika orang yang selalu menjamin Lutfi dan membayar kombes Wiriya untuk memanipulasi kasusnya adalah Marcus, dia bokapnya Lutfi, Dan” Arvin memperlihatkan fotonya pada Daniel yang terlihat tenang,.


“dari sikap lu, sepertinya lu udah ketemu dengan orangnya langsung?” Sean menatap Daniel sejenak lalu memulai pekerjaanya merawat luka Yuda.


“Aku dan Arin bertemu dengannya saat berbelanja, lebih tepatnya dia sengaja bertemu dengan ku” Daniel menatap layar laptopnya,


“benarkah?! Lalu apa yang terjadi?” Sean menatap Daniel,


“Kami hanya mengobrol biasa saja, saat itu aku sempat melihat sosok yang sama persis dengan dia (Daniel memperlihatkan CCTV pada Sahabatnya) aku menyuruh body guard untuk menyelidikinya. dari body guard aku mengetahui jika Tikus ini memasang dua alat yang berbeda di ruangan IT atas perintah Marcus, Yuda tolong kamu periksa” Daniel mengode pada Ansel untuk menyerahkan alat yang di pasang Jeni pada Yuda.


“dapat di simpulkan jika yang mencari gara-gara dengan keluarga Arsenio adalah Marcus. Masih ada pertanyaan yang mengganjal di sini, kenapa Marcus mencari gara-gara dengan Arsenio? Jika hanya membalaskan dendam putranya itu bukanlah masuk akal jika dia menyerang keluarga Arsenio dan Arebeon Corp.. putranya hanya berselisih dengan lu Dan, tentunya hanya lu yang akan di sakitinya” kata Sean membuat Daniel berpikir.


Benar kata Sean, sepertinya masalah ini tidak sesederhana itu. Kenapa Marcus menyinggung keluarga Arsenio. Selama ini aku tidak pernah menyinggung, jika hanya masalah dengan putranya tidak mungkin dia mengincar perusahaan Arebeon Corp. guman Daniel dalam pikirannya.


Yuda memperhatikan alat itu dan mulai memeriksanya, dengan seksama dia membuka alat itu yang memiliki proteksi tinggi. Tapi, bukan Yuda namanya jika dia tidak bisa membuka proteksi dari alat itu.


Tidak lama ponsel Ansel berdering, pada layar ponselnya tertera nomor perusahaan Arebeon di negara JP. Daniel segera mengecek saham dan masalah yang terjadi sebenarnya. Namun, hal itu tidak terdeteksi oleh perusahaan pusat karena telah di manipulasi oleh alat itu.


“bang fungsi alat ini adalah memanipulasi setiap data perusahaan, membuat suatu perusahaan di dalam kendali orang yang menanamkannya. Membuat pemilik perusahaan lain tidak menyadari ada yang salah, setelahnya lambat laun membuat perusahaan bangkrut dan hanya tinggal nama. Seperti benalu yang merugikan inangnya” jelas Yuda yang memperlihatkan sistem dari alat yang di dapatkannya.


“Tuan muda, ada masalah di JP sekarang. Perusahaan Arebeon di kota FK mengalami penurunan saham yang sangat signifikan” jelas Ansel memberi tahu.


“bang dari data alat ini, hanya perusahaan Di JP saja yang mengalami penurunan. Sepertinya orang yang menanam ini belum menyentuh anak perusahaan di cabang lain. Abang tenang saja hacker amatir ini gua udah temuin lokasinya” Yuda menemukan sebuah ip address dari hacker yang bermain-main dengan perusahaan Arebeon. Ip address di mainkan oleh hacker yang masih berada jauh di bawah Yuda.


“Dan, sebaiknya lu urus ke JP sekarang. Biar di sini gua dan Yuda yang mengatasi, lu tenang saja Yuda bisa membalikkan keadaan” Arvin menatap serius Daniel.


“Sel, siapkan pesawat sekarang menuju JP. Siapkan juga 10 body guard untuk menjaga Arin, setelah pulang bekerja bawa kembali ke mansion. Tidak aman jika Arin di pent house sekarang” perintah Daniel pada Ansel yang langsung di laksanakannya.


“yuda kamu di sini saja, cari tahu siapa sebenarnya Marcus. Kenapa dia sangat ingin menghancurkan keluarga Arsenio? Cari info masa lalunya dan siapa-siapa saja yang berhubungan dengannya” Daniel melihat CCTV, Jeni sudah tidak ada di depan pintu. Sekretarisnya sudah berada di tempatnya.

__ADS_1


“bagaimana dengan tikus itu tuan muda?” Tanya Ansel, mereka sudah tahu tujuan dan orang di belakang Jeni. Mempertahankan Jeni di perusahaan sudah tidak berguna lagi bagi Daniel,


“nanti saja setelah aku kembali dari JP kita singkirkan tikus ini dengan rencana yang sudah kita buat” Daniel melangkahkan kakinya menuju pintu. Dia juga menyuruh Ansel untuk tinggal dan memantau perusahaan, Daniel meminta sekretarisnya untuk ikut menggantikan Ansel.


“tuan muda, permasalahan ini apakah tidak sebaiknya Tuan besar Michael dan Tuan Darren tahu?” tanya Ansel yang berdiri di samping Daniel.


“jangan dulu, tunggu Yuda mendapatkan info siapa Marcus baru kita mengatakan pada Daddy dan Kak Darren” Daniel masuk ke dalam lift di ikuti sekretarisnya. Ansel sedikit membungkukkan tubuhnya memberi hormat pada Daniel.


Sean menyelesaikan pekerjaannya, dia juga kembali ke Arsen medical untuk melanjutkan pekerjaannya yang tertunda. Dia menaiki mobil miliknya melajukan menuju rumah Sakit.


***


Tepat pukul enam sore waktu JP, pesawat jet milik keluarga Arsenio mendarat mulus di bandara FKI. Daniel dan sekretarisnya langsung di sambut beberapa orang penting di perusahaan Arebeon cabang negara JP. Dia tidak membuang-buang waktu langsung menyelesaikan masalah yang ada.


Arinda duduk bersama keluarga Arsenio di ruang keluarga saling mengobrol, Aileen sangan senang saat di beri tahu Ansel jika Arinda akan menginap di mansion atas perintah Daniel. Di kelilingi keluarga yang hangat membuat Arinda begitu bahagia, sesekali mereka bercanda dan tertawa bersama.


*************


secepatnya author akan up lagi tiap hari, mohon bersabar menunggu kelanjutannya...🤗🤗🤗🤗


tetap terus dukung Author😊😊😊


dengan cara like, vote dan tipnya.....ya.... plisss🙏🏻🙏🏻🙏🏻


jangan lupa juga kasih rate dan commetnya yang positif agar Author semakin semangat💪🏻💪🏻💪🏻 buat nulisnya...✍️✍️✍️


( Π_Π )


makasih..... tetap semangat 🤗🤗🤗🤗


❤️❤️❤️❤️❤️ all...

__ADS_1


__ADS_2