
“ Kita tunggu saja dan berdoa obatnya bereaksi dengan baik” ujar Sean duduk di samping ranjang Arvin.
Mereka terus mengawasi keadaan Arvin dengan wajah yang masih memerah, dengan nafas yang masih terengah-engah.
***
Mobil bugatti terparkir di tepi Jalan dekat taman kota, banyak pasangan muda mudi yang sedang menikmati indahnya malam. Arinda turun dari mobil menatap ke arah suaminya dengan senyuman merekah di wajahnya.
Daniel merasa sangat damai dan senang melihat istrinya yang begitu bahagia, mereka melangkah bersamaan saling bergandengan tangan. Lampu-lampu taman tampak begitu indah dengan warna-warni lampu berwarna, mereka berjalan-jalan melewati beberapa kios makanan ringan.
Arinda menatap sebuah kios yang menjual makanan favoritnya, dia berhenti sejenak dan menatap ke arah Daniel yang langsung mengerti dengan keinginan istrinya. Begitu banyak yang membeli makanan di sana, jadi mereka harus mengantre untuk mendapatkan makanan ringan.
Daniel berdiri di belakang Arinda sambil memeluk pinggangnya dari belakang. Beberapa orang-orang yang melihat kemesraan mereka menjadi baper.
“hei... Hei... Hei... Liat tu ada cowok cakep” beberapa perempuan yang berjalan-jalan di sana mulai memperhatikan Daniel.
“rasanya aku pernah liat tu cowok... Hei bukannya itu tuan Daniel Arsenio CEO yang terkenal dingin dan kejam”
“masak iya...”
“siapa cewek di depannya? Manis dan imut banget”
“wah mereka mesra banget. Aku jadi baper nih”
“ aku nggak percaya dengan apa yang aku lihat. Daniel Arsenio tuan muda keluarga Arsenio yang terkenal kejam dan dingin di dunia bisnis menjadi begitu mesra ama cewek itu”
“Bentar.... Bentar itu kan istrinya tuan Daniel.... Wah cantik banget”
Begitu banyak komentar-komentar dari netijen yang maha benar membicarakan Daniel dan Arinda. Seperti biasanya Daniel bertingkah dingin dan mengabaikan setiap komentar terlontar dari para perempuan yang heboh melihat Daniel.
Karena Antrian yang begitu panjang, kaki Arinda menjadi pegal berdiri sedari tadi.
“Sayang, sebaiknya kamu tunggu aku di sana oke” ujar Daniel sambil mencium kening Arinda yang langsung mengangguk.
Daniel terus memperhatikan Arinda duduk di bangku taman yang di tunjuknya. Istrinya duduk di bangku menatap ke arah Daniel dengan senyuman manis tersungging di bibirnya. Senyuman itu pun di balas Daniel dengan senyuman hangat membuat para pengunjung terkhusus perempuan menjerit histeris.
__ADS_1
“aaaaaa.... Ganteng bangeeeeet....” pekik para gadis.
Arinda hanya tersenyum saat Daniel mengabaikan para gadis yang mencoba menarik perhatian suaminya. Satu persatu antrean makanan itu berkurang, hingga Daniel berada di depan kios memesan makanan itu.
Setelah mendapat makanan yang di inginkan Arinda, Daniel tidak lupa membeli minuman untuk istrinya. Daniel melangkahkan kakinya menuju bangku Arinda, langkahnya sempat terhenti saat ada beberapa pemuda sedang berbicara dengan Arinda. Dia juga melihat Para body guard yang menyamar tampak akan menghampiri Arinda, namun dia menghentikan para body guard itu.
Daniel ingat dengan janjinya pada Arinda untuk tidak membawa body guard,
Kalau sampai Arinda tahu aku membawa body guard, dia pasti akan marah dan tidak akan bicara padaku. Aku masih ingin tidur di sampingnya guman Daniel sambil memberi kode pada para body guard untuk menyingkir.
Para pemuda itu masih berbicara dengan istrinya, Mereka seperti menanyakan arah pada Arinda yang langsung menunjukkan jalan. Kaki panjang Daniel melangkah lebar terburu-buru menghampiri istrinya,
“Kak, kakak cantik deh. Boleh dong kita minta no wa” pemuda ketiga melancarkan jurus mautnya.
“Kakak lagi ngapain sendirian di sini, bagusan pergi ama kita ke acara pesta di sana” ajak pemuda ke empat.
“Maaf saya sedang menunggu suami saya di sini” ujar Arinda menatap ke arah Daniel bergegas menghampirinya.
“Pasti suami kakak udah aki-aki. Tinggalin aja kak, lebih bagusan main ama kita brondong dan masih kuat” pemuda pertama mulai menyombongkan diri.
“woi... Lu pada ngerasa dingin kagak?” tanya pemuda kedua merasa tengkuknya dingin.
“iya ya... Kok mendadak dingin ya” pemuda ketiga memegang tengkuknya sambil melirik ke belakang mereka.
Pemuda ketiga itu termenung saat melihat Daniel dingin menatap tajam kepada mereka, dia mulai memukul pundak temannya.
“Woi..wo wo woi” panggil pemuda ketiga pada teman-temannya langsung membalik termenung menatap Daniel yang menatap mereka dengan tatapan tajam.
Seketika para pemuda itu termenung dan ketakutan saat melihat sosok Daniel,
“Sayang” sapa Arinda yang langsung memeluk pinggang dan menyandarkan kepalanya di dada bidang Daniel. Sebelah tangan Daniel merangkul pinggang Arinda dengan sedikit posesif.
Para pemuda itu tampak shock, mereka teringat perkataan mereka yang tidak sopan pada Arinda.
“kalian tau, andai pun suamiku sudah Aki-aki, tidak tampan atau miskin. Cinta dan sayang ku tidak akan pernah berpaling dari dia, karena hanya dia yang menutupi dan menerima semua kekuranganku. Hanya suamiku ini yang memberi cinta dan sayang untukku di saat dia merasa marah atau kesal” Arinda memandang suaminya penuh cinta, senyuman hangat dan tatapan penuh cinta juga di berikan Daniel pada istrinya.
__ADS_1
“Ma...maafkan kami” para pemuda itu sedikit membungkuk dan memberi hormat pada Daniel. Arinda tahu jika saat ini suaminya masih merasa kesal, itu terlihat dari matanya yang masih menatap tajam pada para pemuda itu.
“Sayang, kita saja pulang yuk” ajak Arinda dengan wajah yang menggemaskan. Dia melepaskan panah yang menancap tepat ke hati Daniel, para pemuda dan pria yang menatap Arinda saat itu ikut merasakan apa yang di rasakan Daniel.
Imutnyaaa.... guman semua pria yang melihat ke arah Arinda. Daniel melayangkan tatapan tajam pada siapa pun yang memperhatikan istrinya saat itu.
Dia milikku, berani kalian mendekati, memimpikan atau ingin menyentuhnya kalian akan menerima akibatnya itulah arti tatapan tajam Daniel pada pria dan para pemuda di sana.
Mereka semua segera membubarkan diri meninggalkan Arinda dan Daniel. Arinda perlahan melepaskan pelukannya menatap heran pada para pemuda yang berhamburan pergi meninggalkan mereka.
“Sayang, ayo kita pulang. Tangan kamu sudah dingin, aku tidak ingin kamu sampai sakit” ajak Daniel menggenggam tangan istrinya yang mulai dingin. Arinda menganggukkan kepalanya lalu berjalan beriringan menuju mobil bugatti yang terparkir di tepi taman itu.
***
Obat yang di berikan Sean hanya berpengaruh sementara, efek dari obat perang**ng itu kembali di rasakan Arvin. Sean dan Yuda semakin kebingungan saat melihat keadaan Arvin.
“Sekarang bagaimana bang?” tanya Yuda kebingungan. Sean tampak berpikir obat apa kira-kira yang mampu mengatasi efek dari perang**ng itu.
*************
dear para readers...
secepatnya author akan up lagi tiap hari, mohon bersabar menunggu kelanjutannya...🤗🤗🤗🤗
tetap terus dukung Author😊😊😊
dengan cara like, vote dan tipnya.....ya.... plisss🙏🏻🙏🏻🙏🏻
jangan lupa juga kasih rate dan commetnya yang positif agar Author semakin semangat💪🏻💪🏻💪🏻 buat nulisnya...✍️✍️✍️
( Π_Π )
makasih..... tetap semangat 🤗🤗🤗🤗
❤️❤️❤️❤️❤️ all...
__ADS_1