Terjebak Cinta CEO Dingin

Terjebak Cinta CEO Dingin
Ep. 162


__ADS_3

Daniel melangkahkan kakinya, menatap layar ponsel yang kini sudah mati. Dia langsung menghubungi Ansel, bertepatan saat itu pintu kamar di ketu dari luar.


“tuan muda, nona. Maaf saya mengganggu, body guard datang untuk bertemu dengan anda tuan muda” Maid ketiga memberitahu tentang body guard yang menunggu di ruang tamu.


“i i i ya sebentar, aku akan memanggil Daniel” Arinda bangkit dari ranjang berjalan menuju balkon.


“apaaaa!!! Brengs*k, akan ku kuliti mereka” terdengar bentakan dari Daniel membuat Arinda bertanya-tanya siapa yang membuat suaminya begitu marah.


“Dan...” panggil Arinda dengan hati-hati, membuat Daniel melihat ke arah Arinda dengan tatapan tajam.


Tatapan itu dengan cepat berubah saat Arinda menunduk takut padanya.


“maaf sayang maaf (memeluk seraya menciumi pusuk kepala istrinya) ada apa sayangku? Kenapa kamu bangun? Kamu membutuhkan sesuatu” Tanya Daniel khawatir jika istrinya akan ketakutan padanya.


“itu... bodyguard datang untuk berbicara dengan mu” Arinda memberanikan dirinya menatap Daniel.


“baiklah sayang, suruh dia menunggu sebentar. Aku akan berbicara dengan Ansel sebentar” Daniel kembali berbicara pada Ansel.


“persiapkan semuanya, suruh pilot untuk bersiap-siap untuk penerbangan malam ini” perintah Daniel pada Ansel lalu mematikan teleponnya.


Arinda menatap Daniel dengan penuh tanya, Dia lalu membelai lembut wajah istrinya,


“sebentar sayang, aku akan menemui body guard dan meminta para maid untuk menyiapkan barang-barang kita”


“ kita akan pulang hari ini?” Arinda menyandarkan kepalanya di dada bidang Daniel. Dia merasakan baju milik suaminya masih basah,


“iya sayang, keadaannya kurang baik. Lebih baik kita kembali secepatnya ke IN” Daniel membelai lembut kepala Arinda.


“baiklah, aku akan menyiapkan barang-barang kita. Sebaiknya kamu juga mengganti baju, aku tidak mau kamu jatuh sakit” Arinda perlahan melepaskan pelukannya berjalan menuju walk in closet untuk mengambil pakaian kering untuk Daniel.


***


Setelah mengganti pakaiannya, Daniel turun ke lantai satu mengajak body guard untuk berbicara di luar rumah.


“bagaimana? Apa yang kamu dapat?” Daniel menatap body guard itu.


“tuan muda, kami sudah memeriksa mayat itu. Tapi tidak ada petunjuk sama sekali, mayat itu tidak memiliki identitas apa pun. Selain itu ada tato ini di pergelangan tangan orang itu” body guard memperlihatkan sebuah foto tato mawar hitam dengan sebuah belati tertancap di atasnya pada bahu sebelah kanan.


“dan dia adalah orang yang sama mengintai rumah ini tadi malam, tuan” body guard itu sangat yakin jika mayat yang baru di temukannya adalah orang yang beradu jotos dengannya tadi malam.

__ADS_1


Sepertinya mereka sudah di pulau ini, aku akan membawa Arin kembali ke IN secepatnya Daniel membalikkan tubuhnya menuju ke rumah, dia berhenti sejenak melihat ke arah body guard.


“aku akan kembali ke IN, suruh teman-temanmu untuk selalu waspada, jika ada sesuatu yang mencurigakan segera lapor padaku” perintah Daniel pada body guard.


“baik tuan muda” Body guard undur diri mempersiapkan segala sesuatu untuk keberangkatan Daniel kembali ke negara IN.


Arinda duduk termenung, para maid membantunya menyimpan barang-barang di koper miliknya dan Daniel. Masih teringat olehnya mayat yang berada di dalam perahu tampak begitu mengenaskan.


Daniel menghampiri Arinda yang larut dalam lamunannya, dia menyentuh pundak istrinya.


“sayang”


“haaa.... astagfirullah “ Arinda terkejut menatap ke arah Daniel berdiri di sampingnya. Dia memegang dadanya dengan detakan jantung yang begitu cepat,


“ada apa sayang? Apa kamu masih teringat dengan kejadian tadi?” Daniel menatap wajah Arinda, lalu duduk menyandarkan punggungnya ke kepala ranjang. Menarik Arinda untuk duduk di pangkuannya, dia lalu menyandarkan kepala ke bahu kekar suaminya. Arinda melingkarkan tangannya ke pinggang Daniel,


“aku sudah tidak apa-apa sayang, tadi aku ketakutan saat melihat itu. Apa sudah menemukan petunjuk sayang? Siapa dia? Apa dia korban pembunuhan? Apa...” Arinda menatap wajah suaminya dengan pikiran buruk berputar-putar di benaknya semenjak melihat mayat itu.


“sayang, sayang kamu tenang saja. Tidak ada pembunuhan di pulau ini, sepertinya di nelayan yang terkena gigitan ular laut yang berbisa dan tewas di perahunya” bohong Daniel, dia tidak ingin Arinda semakin ketakutan.


Tangannya mengusap-usap lengan istrinya, Daniel menatap raut wajah Arinda yang berubah sedih,


“aku merasa sangat kasihan dengan jenazah itu, pasti keluarganya sangat terpukul mengetahui salah satu anggota keluarganya meninggal seperti itu” Arinda tampak prihatin. Daniel tersenyum dengan kebaikan hati istrinya,


Apakah kamu akan tetap berpikir seperti ini jika mengetahui orang di perahu itu datang untuk menyakiti kita? Sementara ini lebih baik Arinda tidak tahu apa-apa dulu, sampai saatnya tiba aku akan menceritakan semuanya guman Daniel menatap lama istrinya.


“sayang... kamu sedang memikirkan apa?” Arinda menatap Daniel yang langsung membalasnya dengan senyuman nackal.


Perlahan-lahan Daniel mendekatkan wajahnya pada Arinda yang duduk di pangkuannya. Dengan lembut dia menciumi bibir pink natural milik istrinya. Ciuman lembut berubah menjadi pagutan yang sedikit liar.


Tangan Daniel mulai menjelajahi perbukitan miliknya, dengan cepat tangan Arinda menghentikan penjelajahan yang di lakukan Daniel. Dia sedikit terburu-buru melepaskan ciuman membuatnya tidak sengaja menggigit bibir suaminya.


“aaauuch... sayang kamu nakal sekali ya”


“ma maaf sayang, aku benar-benar tidak sengaja. Apakah terasa sakit?”


“sayang, aku hanya ingin mencium untuk menghiburmu tapi kamu malah menggigitku. Sepertinya kamu harus di hukum untuk itu” Daniel lalu menjatuhkan tubuh Arinda di atas tempat tidur dan mengukungnya.


“Daniel.... “pekik Arinda di iringi tawa manis darinya.

__ADS_1


“hmmm... sepertinya wanita ku ini harus di beri hukuman yang lebih ya” Daniel melanjutkan aksinya, dia benar-benar lupa jika saat ini ada palang yang membatasi mereka.


“Tuan CEO,” Arinda menahan dada bidang Daniel dengan kedua tangannya, dia menatap heran pada istrinya karena sudah menahannya.


“sayang ku, CEO ku. Apakah kamu lupa jika saat ini aku sedang tidak bisa menemanimu bermain?” Arinda beranonim membuat Daniel mulai mengerti. Dia baru sadar jika saat ini dia harus berpuasa melakukan 'hal itu' selama seminggu.


Dengan kesal dia merebahkan kepalanya ke atas perbukitan indah itu,


“aaaah... kenapa bisa aku lupa? Sayang apakah memang harus sampai seminggu suami mu ini akan tersiksa” Daniel menatap Arinda dengan wajah sendu.


“sayang ku, kamu harus bersabar. Ayo sekarang bangun, aku harus mengemasi pakaian kita” Arinda meminta Daniel untuk bangkit dari tubuhnya. Wajah daniel berubah cemberut dan terlihat sangat menggemaskan.


Daniel duduk membelakangi Arinda dengan tangan terlipat di dada bidangnya. Arinda tersenyum manis melihat Daniel, dia lalu bangkit dan memeluk suaminya dari belakang.


“Sayang... sebelum kita kembali, temani aku membeli oleh-oleh untuk keluarga kita di IN. mau ya...Aku mohon...” Arinda memasang wajah memelas dan menggemaskan, meletakkan dagunya di bahu Daniel.


“aku mau saja sayang, tapi yang ini harus di tenangkan dulu” Daniel menunjuk ke arah king kobra yang kembali siap tempur.


Wajah Arinda kembali merona merah, dia masih belum terbiasa dengan wujud king kobra yang sudah bermain-main dengannya.


************


tetap terus dukung Author😊😊😊


dengan cara like, vote dan tipnya.....ya.... plisss🙏🏻🙏🏻🙏🏻


jangan lupa juga kasih rate dan commetnya yang positif agar Author semakin semangat💪🏻💪🏻💪🏻 buat nulisnya...✍️✍️✍️


( Π_Π )


makasih..... tetap semangat 🤗🤗🤗🤗


❤️❤️❤️❤️❤️ all...


nb:


mohon maaf para readers....🙏🏻🙏🏻🙏🏻 karena banyaknya tugas bocilnya author, jadi up cuma 1 episode😔😔😔


Secepatnya akan di up yang lain, tetap bersemangat walau masih harus ngerjain tugas si bocil....

__ADS_1


__ADS_2