Terjebak Cinta CEO Dingin

Terjebak Cinta CEO Dingin
Ep. 51


__ADS_3

Hari menunjukkan pukul empat sore, sudah hampir dua jam mereka membahas konsep acara pesta Ulang tahun Arebeon corp.


Arinda mohon diri untuk pergi ke toilet, tidak berapa lama Arinda pergi, Daniel pun menyusul Arinda ke toilet.


Suasana saat itu di toilet pria dan perempuan sedang sepi, Arinda sudah selesai dengan urusannya keluar dari toilet. Dia terkejut saat melihat Daniel berdiri dengan menyandarkan tubuhnya ke dinding di lorong toilet.


Arinda berjalan melewati Daniel, namun langkahnya terhenti saat merasakan tangannya di pegang oleh Daniel.


“tuan Daniel, apa yang anda lakukan? Tolong lepaskan tanganku” pinta Arinda sedikit kesal.


Daniel tersenyum dan melepaskan tangannya, Arinda ingin melanjutkan langkahnya tapi dia berhenti. Begitu banyak pertanyaan di benaknya yang dia sendiri tidak mampu menjawabnya.


Arinda menatap Daniel dengan pertanyaan di benaknya.


“Tuan Daniel, bolehkah saya bertanya?”


Daniel diam menatap manik hazel Arinda yang meneduhkan


“Silahkan”


“Kenapa anda.... kenapa anda... men... men... mencium pipi dan memegang tanganku?” tanya Arinda gugup


“Apakah aku harus menjawab pertanyaanmu?” daniel balik bertanya pada Arinda, dia lalu mendekati Arinda perlahan-lahan.


Arinda mundur saat Daniel mendekatinya hingga punggungnya menabrak tembok di belakangnya. Kini Daniel berada tepat di hadapannya, tinggi Arinda yang hanya sebatas pipi Daniel membuatnya mendongak menatap wajah Daniel.


Arinda menatap manik mata elang Daniel yang tajam dan menusuk. Membuat jantung semakin berdebar-debar tidak karuan. Perlahan Daniel mendekatkan wajahnya ke wajah Arinda, Daniel mendekatkan wajahnya ke samping telinga Arinda terasa olehnya hembusan nafas hangat Daniel membuatnya merinding geli.


“Aku tidak mengerti... aku tidak memiliki alasan apapun... yang aku tahu.... aku ingin selalu bersamamu” mata elang Daniel menatap mata Arinda yang terbuka sempurna saat mendengar perkataannya.


Perlahan-lahan Daniel mendekati wajah Arinda dekat sangat dekat, Arinda menutup matanya. Tangannya mengepal kuat.


Daniel tersenyum melihat respon Arinda, matanya terhenti melihat bibir pink natural milik Arinda. Ingin sekali rasanya ia mencicipi rasa dari bibir itu, tapi Daniel menahannya.


Daniel mendaratkan bibirnya yang sexy di kening Arinda. Kehangatan kecupan di keningnya membuat mata Arinda kembali terbuka lebar, membuat pipi yang putih menjadi merah merona.


Daniel tersenyum senang melihat wajah Arinda yang merona akibat ulahnya. Dia pun beranjak pergi meninggalkan Arinda yang masih berdiri mematung di posisinya.


Apa maksud dari tuan Daniel? Aku... Aku semakin bingung... perasaan apa ini....guman Arinda bingung dengan perasaannya, dia memegangi dadanya terasa debaran kuat di sana.


Cantika menghampiri Arinda yang berdiri mematung sendiri di lorong jalan ke arah toilet.


“Arin” panggil Cantika tidak di hiraukan oleh Arinda.


“Arin” panggil Cantika lagi dengan mengguncangkan bahu Arinda.


“Ha...iya” Arinda tersadar dari lamunan panjangnya.


“Kamu kenapa? Ngapain kamu berdiri di sini sendirian?”


“Ha... Arin... Arin nggak ngapa-ngapain mbak. Ada apa mbak?” tanya Arinda menenangkan debaran jantungnya.


“mbak pikir kamu kenapa-napa, kamu terlalu lama di toilet makanya mbak susulin kamu”

__ADS_1


“Arin nggak apa-apa kok mbak, tadi ada hal yang sedang Arin pikirkan mbak”


“Ya udah, kita balik ke meja sekarang yuk. Ntar kesambet kamu nya kalo lama-lama disini, apalagi pake acara bengang-bengong kayak tadi”


“Iiih si mbak, ya udah deh. Ayuk kita balik ke meja, ntar maya bikin ulah di tinggal lama-lama” Arinda mengatur nafasnya untuk mengurangi debaran jantungnya.


Arin lu kenapa jadi salah tingkah kayak gini? Nggak.... nggak.... Arin lu harus profesional jangan terpengaruh, lu harus fokus Rin guman Arinda menyakini dirinya sendiri.


Arinda dan Cantika kembali ke meja mereka, sepanjang mereka menuju ke meja. Cantika dan Arinda mendapati banyak perempuan yang memberikan tatapan maut dan komentar-komentar positif juga negatif.


“Ih dasar sok kecantikan, cantikan gue lagi dari dia. Kok bisa-bisanya para cowok cakep seantero kota J duduk bareng ama mereka”


“Mbak yang pake baju biru itu cantik dan imut banget, kalo di sandingkan ama Daniel Arsenio anaknya pasti cakep-cakep”


“Dua cewek ini ganjen banget, seneng ya jadi pusat perhatian”


Masih banyak komentar-komentar pedas sepedas cabe rawit yang di lontarkan para perempuan itu. Di antara mereka ada juga yang merasa kagum dengan Cantika dan Arinda.


Arinda dan Cantika hanya menganggap angin lalu setiap komentar yang terdengar dari mulut mereka. Seperti pribahasa Anjing menggongong kafilah tetap berlalu.


Arinda dan Cantika kembali ke meja mereka. Daniel tampak serius berbicara dengan Sean, Ansel dan Arvin sehingga tidak menyadari jika Arinda telah pindah duduk di samping Maya dan Cantika.


Maya terus menerus menatap ke arah Daniel dengan tatapan penuh arti. Arinda mematikan laptopnya dan menyimpan di dalam tas laptopnya.


“May” panggil Cantika gemas


“Apaan sih tika? Seneng banget gangguin akika cuci mata” kata Maya


“OMG seneng banget deh akika di liatin ama para Adam” kata Maya


Keempat pria itu hanya diam melihat ke arah Maya.


“Baiklah nona Cantika, saya setuju dengan konsep acara yang sudah anda susun” kata Daniel tidak mengubris perkataan Maya.


“sesuai dengan keinginan anda tuan Daniel, insyaallah lusa kami akan survei ke lokasi acara pesta. Jika anda berkenan anda bisa ikut bersama kami untuk mensurvei lokasi pesta” kata Cantika.


Aduh mbak kenapa musti ngajak si cowok rese sih. Ini aja jantung masih berdebar debar nggak karuan guman Arinda dalam hatinya


“maaf sepertinya lusa saya tidak bisa ikut survei karena jadwal saya begitu padat. Jadi Ansel yang akan mewakili saya” kata Daniel membuat senyum terbit di wajah Arinda.


Yes....untung aja si cowok rese nggak bisa ikut kata Arinda dalam hati senang.


Senyum Arinda langsung menghilang saat Daniel menatapnya


Sepertinya dia sangat senang karena aku tidak bisa ikut survei ke lokasi pesta? Kata Daniel dalam hati.


“baiklah Tuan Daniel, kami mohon diri dulu” pamit Cantika.


“Ya tika kok balik sih, akika kan masih mau di sini dulu?!” Protes Maya.


Cantika tidak menghiraukan kata protes dari Maya.


“ Maaf tuan Daniel, kami permisi dulu" Cantika langsung berdiri dan menarik tangan Maya.

__ADS_1


“ayo may” ajak Cantika


“Iyaaa tika, nggak usah ngegas juga keles. Lagi dapet neng?” tanya Maya


“Udah ayo balik” kata cantika


“sampai ketemu lagi ya ganteng-ganteng. Jangan ampe rindu ama akika ya ” kata Maya pede


Keempat pria itu serentak mengedikkan bahu mereka merinding melihat Maya dengan kepedeannya. Arinda meneteng tas laptop mulai mengikuti Cantika.


Daniel menatap kepergian Arinda, wajahnya yang merona terekam di benaknya. Senyuman manis terukir di bibir sexy miliknya dan tertangkap oleh ketiga sahabatnya.


"gue senang akirnya lu bisa membuka hati lu untuk cewek lain" kata Sean tersenyum.


Daniel hanya diam menanggapi apa di sampaikan Sean, ingin di memungkiri apa yang di rasakan di hatinya.


"lu jangan bohongi perasaan lu, udah saatnya lu mendapat kebahagiaan lu lagi" kata Arvin bijak.


"tumben perkataan lu benar sekarang, biasanya juga pada ngaco" kata Ansel.


"bren***k lu (melemparkan beberapa kacang pada Ansel) gini gini gue orangnya jujur ama perasaan sendiri" kata Arvin


Daniel diam, dia mencoba memahami perkataan sahabat sahabatnya. Ketiga sahabat Daniel tersenyum melihat perubahan darinya, walaupun Daniel masih terkesan dingin tapi pelan-pelan Daniel mulai menunjukkan perubahan sikapnya.


***


Karena mobilnya ada di bengkel, Maya ikut naik mobil Cantika dan duduk di samping kemudi sebelah Cantika.


Arinda duduk di belakang menatap pemandang di luar jendela mobil Cantika.


Dia masih menelaah apa yang terjadi pada dirinya, Maya dan Cantika saling berpandangan melihat sikap Arinda yang berubah.


“Rin, mbak perhatiin dari tadi sikap kamu aneh. Kamu ada masalah Rin?” tanya Cantika.


“Iya cin, nggak seperti lu biasanya. Hari ini lu kayak sakit gigi, diem mulu” timpal Maya.


Arinda hanya diam larut dalam pemikirannya.


*************


Sambil menunggu up, boleh mampir ke karya terbaru ku " Cinta Sabrina"



terus dukung Author


dengan cara like, vote dan tipnya.....😊😊😊


jangan lupa juga kasih rate nya ya....😊😊😊


( Π_Π )


makasih..... tetap semangat 🤗🤗🤗🤗

__ADS_1


__ADS_2