
Oma Ayu mengangguk dan tersenyum pada Arinda, begitu juga Aileen dan Michael.
“ma... Aileen harap mereka secepatnya bisa bersatu dalam ikatan pernikahan” kata Aileen sepeninggal Arinda Davira.
“ aamiin... Semoga leen, kita lihat saja dulu perkembangannya, jika mereka berjodoh pasti ada jalan” kata Oma Ayu.
Dalam hati oma Ayu telah tersusun rencana hanya tinggal menunggu waktu dan dukungan dari semuanya, namun oma Ayu tidak ingin gegabah. Dia harus memastikan perasaan Arinda apakah sama dengan perasaan Daniel.
Davira mengantar Arinda ke ruang kerja Daniel,
Tok.... Tok... Tok...
Davira mengetuk pintu ruang kerja Daniel, lalu membuka pintunya.
“Kak Dan” panggil Davira
“Ada apa?” Daniel dingin dan tampak serius berbicara dengan Ansel dan Darren.
“ kak Arin, mau bicara dengan kakak. Boleh dia masuk kak?" tanya Davira.
Daniel menganggukkan kepalanya, walaupun sebenarnya dia tidak ingin bertemu. Dia masih kesal dan marah dengan sikap Arinda yang masih belum mengerti atau memang tidak mengerti dengan perasaanya. Ansel dan Darren lebih memilih meninggalkan Daniel agar dapat berbicara dengan Arinda.
Darren menarik tangan Davira agar Daniel leluasa berbicara dengan Arinda.
“Kok, Davira di tarik sih kak Darren?” tanya Davira.
“biarkan mereka berbicara berdua” kata Darren.
"tapi kak?!" kata Davira tidak di gubris Darren.
Ansel kemudian keluar dan menutup pintu, kini tinggal Daniel dan Arinda dalam ruang kerja.
Arinda ragu-ragu ingin berbicara dan bingung harus memulai dari mana. Daniel mulai kesal dan bangkit dari kursinya menghampiri Arinda. Dia berdiri tepat di hadapan Arinda.
“jika tidak ada yang di bicarakan lebih baik kamu keluar sekarang” kata Daniel dingin.
Arinda masih diam, dia bingung dengan sikap Daniel yang berubah-ubah. Terkadang hangat dan perhatian, namun terkadang dingin dan ketus.
“Aku ingin mengucapkan terima kasih, karena anda sudah menolong saya. Saya benar-benar berterima kasih atas bantuan anda kemarin malam dan maaf saya sudah begitu lancang me me memeluk anda”
“kata maaf di ucapkan ketika seseorang berbuat salah. Dan sebuah kesalahan tentunya harus di hukum bukan?” Daniel perlahan lahan maju mendekati Arinda yang melangkah mundur.
Arinda tidak dapat lagi melangkah mundur kali ini, karena tubuhnya sudah terhalang oleh pintu yang tertutup rapat.
“Sebenarnya apa arti ku di matamu?” Tanya Daniel menatap wajah indah Arinda.
__ADS_1
Kedua tangannya kembali mengungkung Arinda.
“Ma maksud Anda, tuan” Arinda yang gugup menggigiti bibir bawahnya dengan lembut, hingga dia lupa dengan akibat yang akan terjadi.
“Sepertinya hukuman yang aku berikat tempo lalu tidak membuatmu jera dan tetap terus memanggilku Tuan, atau kamu memang menyukai hukuman yang kuberikan” tangan Daniel membelai wajah Arinda dan bibirnya yang tampak menggiurkan baginya. Sebuah senyuman tersungging di bibirnya membuat Arinda terpana sesaat, Kedua tangan Arinda berada didada bidang Daniel.
“Apa apa maksud anda? Apa anda mengira aku adalah wanita yang bisa anda permainkan begitu saja? Setelah anda puas, bisa anda buang begitu saja” wajah Arinda tampak kesal.
“apakah menurutmu aku orang yang seperti itu?”
“aku...” Arinda terdiam menatap lekat mata elang Daniel.
“Apakah setiap perilaku dan tindakan ku tidak ada artinya bagimu?”
Arinda terdiam dan menatap lama Daniel.
“Apakah kamu tidak mengerti bagaimana perasaanku saat kamu memeluk pria lain di depanku? Disini terasa sangat sakit, hingga membuatku menjadi gila” kata Daniel menggenggam tangan Arinda menunjukkan padanya bagian hati Daniel yang terasa sakit.
Arinda merasakan debaran jantung yang persis sama dengan debaran jantungnya saat ini. Berdetak berirama bagaikan symphoni indah dalam lantunan lagu cinta.
Arinda begitu awam dalam masalah perasaan dan hati, dia begitu polos dan naif. Arinda sendiri pun tidak mengerti jika perasaannya kini telah di curi oleh Daniel.
Gugup membuat Arinda kembali menggigiti lembut bibir bawahnya, membuat Daniel semakin ingin merasakan kembali rasa manis bibir itu.
Dia mendekat dia mendekat pasti dia akan...dia akan....kata Arinda dalam hati, dia langsung menutup matanya.
“Hari ini, aku akan menghukummu karena telah berani membuatku cemburu” kata Daniel melangkah mundur menjauhi Arinda.
Wajah Arinda merona malu mengira jika Daniel akan menciumnya. Dia lalu meraih handle pintu tanpa memperhatikan di depannya.
Duak....
Kening Arinda mencium keras pintu yang di bukanya sendiri.
“Awww...ssss” pekik Arinda mengaduh sakit lalu mengusap usap kepalanya. Daniel langsung menghampiri Arinda, terlihat kesal karena Arinda tidak berhati-hati.
“Kenapa kamu begitu ceroboh sekali !! Lihat sekarang kening kamu memerah” kata Daniel mengusap usap kening Arinda.
Dengan cepat Arinda memundurkan langkahnya dan keluar dari ruang kerja tanpa sepatah katapun. Arinda segera pergi kekamar tamu, malu hanya kata itu yang ada di benaknya
Aduuuuh malu banget gue.... Gue kira tadi dia mau nyium gue, ternyata gue salah. Aduuuuh gue malu banget....mana ni jidat nyium pintu lagi pasti sekarang dia ketawain gue kata Arinda dalam hati.
Daniel tersenyum senang melihat Arinda yang salah tingkah, dia sangat senang menggoda Arinda hingga membuatnya salah tingkah.
Sebuah mobil toyota CHR datang mendekati pintu gerbang kediaman Arsenio.
__ADS_1
Salah satu penjaga menghentika mobil itu, kaca mobil di turunkan hingga sang empunya mobil mengeluarkan kepalanya. Pemilik mobil itu adalah Maya yang janji datang untuk menjemput maya.
“Selamat siang mas” sapa penjaga gerbang.
“Hello... Udah dandan cetar membahana gini masih manggil mas mas. Panggil akika ma dam! Ayo panggil” kata Maya kesal.
Penjaga gerbang menahan tawanya saat melihat pria tampan di hadapannya yang ternyata berbeda dengang presepsinya.
“Ma ma maaf madam, anda ada perlu apa dan ingin bertemu siapa?” Tanya penjaga itu sambil menahan senyumnya.
“Akika kemari mau jemput teman Akika, ye kenala nggak? Namanya Arinda cewek paling imut” kata Maya,
“ Maaf madam, di kediaman ini tidak ada yang namanya Arinda. Mungkin alamat anda salah” kata penjaga itu.
“mana mungkin Akika salah, nih liat wa dari Arinda. Alamatnya sama kan?” tanya Maya.
Para penjaga itu memperhatikan layar ponsel Milik Maya yang tertulis alamat kediaman Arsenio.
“Mungkin yang di maksud madam ini, cewek yang di tolong tuan Daniel” kata penjaga pertama
“Kalo gitu coba lu telepon tuan Ansel” kata penjaga kedua.
Penjaga pertama langsung menghubungi Ansel,
“Maaf tuan mengganggu, di sini ada madam yang ingin bertemu dengan nona bernama Arinda” kata penjaga pertama pada Ansel.
“ Siapa?” tanya Ansel.
“seorang pria bergaya agak kemayu begitu tuan. Kami saja harus memanggilnya madam” kata penjaga pertama.
Pria, kemayu, di panggil madam. Teman pria nona Arinda yang kemayu itu hanya... Kata Ansel dalam hati.
“ apakah namanya Maya?” tanya Ansel.
“sebentar tuan akan kami tanyakan” kata penjaga pertama.
“madam, apakan nama anda Maya?" tanya penjaga Pertama pada Maya.
************
terus dukung Author
dengan cara like, vote dan tipnya.....😊😊😊
jangan lupa juga kasih rate nya ya....😊😊😊
__ADS_1
( Π_Π )
makasih..... tetap semangat 🤗🤗🤗🤗