Terjebak Cinta CEO Dingin

Terjebak Cinta CEO Dingin
Ep. 267


__ADS_3

“May..... Lu kangen sih kangen tapi jangan nyubit pipi gue dong. Ntar gue ndutan lu protes lagi” canda Arinda, Maya tersenyum senang memeluk dari samping tubuh Arinda.


“Lu kemindang sih? Kalo lu mau himalaya jangan jauh-jauh, lu himalaya aja ke apartemen Akika” setetes air bening menetes dari matanya, untuk pertama kalinya emak Maya meneteskan air matanya. Dia sangat terharu dan begitu bahagia akhirnya dapat bertemu dengan Arinda.


Semua orang tersenyum kecuali Daniel terlihat kesal dengan Maya yang masih memeluk Arinda. Tapi dirinya harus mengerti dan menahan diri begitu banyak yang menyayangi istrinya. Oma Ayu tersenyum bahagia melihat seluruh keluarga Arsenio akhirnya berkumpul,


“Ariiin... ” panggil oma Ayu, Arinda menatapnya segera menghampiri. Duduk bersimpuh di dekat kaki oma Ayu yang membelai lembut wajah Arinda. Air mata Arinda jatuh menetes sedih karena telah meninggalkan keluarga yang tulus mencintai dan menyayanginya.


“maafin Arin oma, seharusnya Arin nggak pergi meninggalkan rumah tanpa memberi tahu siapa pun. Maafin Arin oma... maaf..” Arinda meletakkan kepalanya ke atas paha oma Ayu merasa sangat menyesal dengan tindakannya.


“ sayang... sudahlah... Oma sangat senang kamu akhirnya kembali ke keluarga tanpa kurang suatu apa pun” Oma Ayu membelai lembut kepala Arinda yang tertutup hijab.


Oma Ayu meminta Arinda untuk berdiri kembali dan duduk di kursi tepat di sampingnya. Amanda dan Davira menghampiri Arinda sambil memeluknya dengan sedikit membungkuk, mengucapkan selamat datang kembali ke keluarga Arsenio.


Darren dan Michael ikut memeluk Arinda dengan sedikit membungkukkan tubuh, mereka juga membelai lembut kepala Arinda tersenyum bahagia.


Mereka semua kembali duduk di tempat masing-masing, Daniel segera duduk di samping Arinda.


Maya merasa ada yang aneh dia langsung menyeka air matanya merasa heran saat perut datarnya tadi menyentuh sesuatu yang keras di bagian perut Arinda.


“Bunny... bentaran...” Maya menghampiri Arinda yang duduk di kursi samping oma Ayu, tangannya memegang bagian perut Arinda. Daniel melihat hal itu langsung menepis dengan pelan tangan Maya untuk tidak menyentuh perut Arinda begitu lama.


“sudah jangan terlalu lama” Daniel segera membelai perut Arinda menghapus bekas tangan Maya yang sempat memegangnya.


Keluarga Arsenio serta para sahabat Daniel baru menyadari ada yang berbeda pada perut Arinda. Mereka baru menyadari saat Daniel menyentuh dengan lembut area itu di mana terlihat membesar.


“bunny... lu hamidah” Maya mengibas-ngibaskan tangannya yang di tepis Daniel. Semua mata keluarga Arsenio tertuju pada Arinda dan Daniel, mereka tersenyum senang,


“mommy... Daddy... oma dan semuanya. Sebentar lagi Nufaira akan memiliki Adik karena saat ini Arinda sedang mengandung” ujar Daniel memberi tahu kabar gembira pada seluruh keluarganya.


Seluruh keluarga Arsenio sangat senang bahagia mendengar kabar baik yang di sampaikan Daniel. Para perempuan Keluarga Arsenio, Cantika dan Maya sekali lagi mengerubungi Arinda. Memaksa Daniel untuk pindah dari dia duduk, mereka menguasai Arinda tidak memberi kesempatan pada Daniel untuk mendekatinya.


Daniel cemberut dan kesal di paksa bergabung dengan para pria keluarga Arsenio.


“udah lu gabung ama kita dulu” ujar Darren duduk di samping Daniel.

__ADS_1


“ selamat ya bro sebentar lagi lu bakalan jadi daddy” Sean mengucapkan salam.


“hmm” jawab singkat Daniel, matanya menatap ke arah Arinda yang masih di kerubungi.


“Dan, daddy ucapkan selamat untukmu” Michael merangkul pundak putranya.


“thanks Dad” Daniel masih menatap ke arah istrinya.


"selamat ya Dan" ujar Darren sambil memeluk Daniel


"thanks kak Darren" kata Daniel perlahan melepaskan pelukannya. mata elang Daniel terfokus pada Arinda yang masih dikerubungi para perempuan keluarga Arsenio.


“ya elah Dan... bentaran aja bini lu di monopoli ama mereka. Lu mau ntar pas malam tidur sendirian karena tu para kaum hawa belum tuntas kangen mereka” ujar Sean yang tidak di tanggapi Daniel. Dia merasa cemas pada Arinda berdiri melangkah menghampiri para perempuan Arsenio.


“my, hati-hati nanti para baby terkejut di dalam sana” ujar Daniel khawatir saat Aileen memegang perut Arinda.


“para baby? Maksud kak Dan?” Davira menatap antusias pada Daniel lalu semuanya menatap ke arah Arinda menanti jawaban.


“maksudnya.... cucu mommy dan Daddy ini kembar” Arinda memberi tahu keluarganya.


Semua keluarga Arsenio segera mengucapkan syukur atas karunia yang di berikan oleh Allah SWT. Amanda juga memperkenalkan Nufaira pada Arinda yang di gendongnya penuh kehati-hatian. Maya merasa sangat gemas pada Nufaira dengan tubuh gembul dan wajah imutnya.


Cantika mohon diri sebentar untuk berbicara dengan suaminya, dia sudah sangat tidak sabar memberi tahu tentang kehamilannya pada Ansel.


“sayang, bisa kita bicara sebentar” Ujar Cantika mengajak Ansel untuk berbicara. Sean lalu pamit sebentar menghampiri Daniel, Darren dan Michael yang tampak membicarakan pekerjaan.


Cantika mengajak Ansel ke taman belakang di samping kolam renang keluarga Arsenio.


“ada apa sayang? O ya rujak pesanan Sayang ada di mobil, sebentar akan ku ambilkan” Ansel akan melangkah pergi namun di cegah Cantika.


“sayang, tunggu.... rujak itu bisa ku makan nanti. Ada hal penting yang ingin aku sampaikan padamu” Cantika memegangi tangan Ansel mencegahnya pergi.


Ansel menatap bingung Cantika membuka tas miliknya dan mengeluarkan kotak kecil berwarna biru tua dengan pita berwarna gold menghiasi.


“apa ini sayang?” tanya Ansel menatap kotak kecil lalu kembali menatap Cantika yang tersenyum bahagia.

__ADS_1


“bukalah sayang” ujar Cantika tersenyum menampilkan deretan gigi putih. Ansel perlahan-lahan membuka kotak kecil yang di terimanya.


Kotak itu terbuka dengan sebuah alat uji kehamilan di dalamnya, Ansel menatap bingung pada alat yang kini ada di tangannya. Dia melihat dua buah garis di sana,


“sayang ini apa?” tanya Ansel bingung menatap ke arah Cantika. Pertama kali dalam hidupnya dia melihat alat yang di pegangnya saat ini. Cantika mengambil kertas petunjuk tentang pemakaian alat yang di pegang Ansel dalam tasnya dan memberikan padanya.


Dengan teliti dan seksama Ansel membaca kertas petunjuk itu, sesekali matanya menatap Cantika lalu berulang kembali membaca petunjuk dan alat uji kehamilan. Dia memastikan di sana terdapat dua garis,


“sayang... ja.. jadi kamu hamil?” tanya Ansel tidak percaya dengan apa yang di baca dan di lihatnya. Cantika meraih tangan Ansel menempatkan tangannya di perut datar istrinya.


“iya sayang, alhamdulillah aku hamil sayang” ujar Cantika bahagia, Ansel segera memeluknya menciumi kening, kedua pipi dan semua Area wajah Cantika.


Tingkah laku pasangan pengantin baru itu menjadi sorotan bagi keluarga Arsenio dan lainnya.


“Ciiin.... kalo mau mesra-mesraan jangan di depan akika dan yang lain. Bikin iri aja” canda Maya tersenyum dengan kebahagiaan pengantin baru.


Ansel dan Cantika sadar jika saat ini mereka menjadi tontonan keluarga Arsenio. Dengan bangga dia memperlihatkan alat uji kehamilan itu pada semua orang,


“semuanya, sebentar lagi aku juga akan menjadi papa” Ansel memperlihatkan alat uji kehamilan pada mereka, dia sangat bahagia hingga menggendong istrinya sambil berputar dengan pelan.


Keluarga besar Arsenio sangat senang mendengar kabar baik mereka pun bergantian menyelamati Ansel dan Cantika, setelah itu mereka merayakan dengan makan bersama di ruang makan.


*************


dear para Reader yang paling baik hati dan rajin menabung...


secepatnya author akan up lagi dan akan di usahakan up tiap hari, mohon bersabar menunggu kelanjutannya... 🤗🤗🤗🤗


tetap terus dukung Author 😊😊😊


dengan cara like, vote dan tipnya.....ya.... plisss🙏🏻🙏🏻🙏🏻


jangan lupa juga kasih rate dan comment nya yang positif agar Author semakin semangat💪🏻💪🏻💪🏻 buat menulisnya...✍️✍️✍️


( Π_Π )

__ADS_1


makasih..... tetap semangat 🤗🤗🤗🤗


❤️❤️❤️❤️❤️ for all...


__ADS_2