
“tante nggak apa-apa May. tapi tante malah kuatir ama Arin, takutnya dia kecapekan. Apalagi ini sudah hampir habis jam makan siang” Kata Aileen cemas dengan calon menantunya.
“kalo lagi sibuk seperti ini tan, Arin pasti lewati makan siang. Padahal akika udah sering ingatin dia buat makan siang tepat waktu” kata Maya perhatian pada Arinda yang sudah di anggapnya sebagai adiknya sendiri. Maya menjentikkan jarinya teringat dengan tujuan Aileen, Davira dan Amanda.
“Astaga naga, akika baru ingat tante datang ke sini mo lihat bahannya kan. Yuk kita keruangan akika” ajak Maya ke ruangan miliknya.
Mereka berempat menaiki tangga menuju lantai dua tepatnya ke ruangan kerja Maya. Mereka berempat berpapasan dengan Cantika yang akan pergi ke ruang kerja Maya.
“Eh tante Aileen udah datang, maafin aku nggak nyambut tante, Davira dan Amanda dengan baik” kata Cantika sambil cipika cipiki dengan Aileen, Davira dan Amanda.
“nggak apa-apa Tika, tante udah disambut baik dengan Maya” kata Aileen.
“May, kok kamu nggak ngasih tau kalo tante Aileen sudah datang?” Tanya Cantika.
“akika juga baru di tele ama si Tina kalo tante Aileen udah nyampe. Ni aja kami mau ke ruangan akika buat lihat bahan baju untuk akad nikah dan seragamannya. Sekalian akika mau liatin pakaian buat Arinda ntar dinner ama tuan Daniel” jelas Maya.
“Kalo udah pilihan kak Maya, aku yakin Arin bakalan cantik malam ini” kata Amanda.
“Ya udah nunggu apa lagi, yuk kak May. Vira penasaran ni ama bajunya” kata Davira sambil menarik tangan Maya.
“Yuk capcus” ajak Maya melangkah menuju ruangan kerja miliknya.
Apa sebaiknya aku ngasih tau tante Aileen soal Arinda? Mungkin setelah tante Aileen tau, Arinda nggak akan ragu lagi kata Cantika dalam hati.
Di ruangan Maya memperlihatkan bahan pakaian yang akan di pakai Amanda saat akad nikah. Mereka sangat senang dan setuju dengan pilihan Maya, dia pun segera menghubungi rekan-rekannya memberikan desain dan ukuran untuk membuat baju mereka. Cantika menyuruh OB untuk menghidangkan cemilan dan minuman untuk Aileen, Davira dan Amanda.
“Kak May, mana pakaian buat kak Arin?” tanya Davira, mendengar nama Arinda Cantika langsung teringat untuk membicarakan tentang Arinda.
“tante...” Baru saja Cantika akan membicarakannya, sebuah panggilan dari ponsel menghentikannya.
“maaf tante, aku permisi sebentar mau menerima telepon sebentar” kata Cantika.
“Iya, silahkan Tika” kata Aileen.
Maya lalu mengeluarkan dress cantik elegant dengan desain yang seperti bunga terompet berwarna biru tua dengan di hiasi motif bunga bunga kecil.
“Cantik banget kak May, aku yakin Arin bakalan buat Daniel terpukau” kata Amanda di setujuu oleh Aileen dan Davira.
“sekarang kita tinggal tunggu Arinnya datang, trus kita ajak saja ke salon biar makin bening dan kinclong” ide Aileen.
“is tante, gelas keles jadi kinclong. Ntar ya akika tele tu pere biar bisa pergi ke salonnya sekarang” kata Maya meraih ponselnya untuk menelepon Arinda. Cantika kembali masuk ke dalam ruangan Maya,
"tante maaf harus aku tinggal, ada beberapa pekerjaan yang musti aku selesaikan. kita ketemu di restoran tempat dinnernya aja, nggak apa-apakan tan?" tanya Cantika.
__ADS_1
"nggak apa-apa Tika, kita ketemuannya di resto Arvin. jangan sampai telat ya Tika" kata Aileen
"iya tante. kalo begitu aku permisi dulu ya tan" kata cantika pamit kembali ke ruang kerjanya. sementara itu, Maya mencoba menghubungi ponsel Arinda.
Tuut....
📳
“holla my sweet bunny, gi di mana sih?” tanya Maya setelah teleponnya di angkat oleh Arinda.
“sorry gi mana may, bentar ya” kata Arinda menghold panggilan Maya.
“Sorry my, ada apa?”
“ ye di mana sih booo?”
“Gue ada di gudang nge cek properti buat akad nikahan nya tuan Darren dan nona Amanda. Ada apa may?”
“ ye kesindang cepat, akika tunggu”
“Kesini ke mana Maya?”
“Keruangan akika saaay, akika tunggu cepat kesindang” kata maya memutuskan sepihak sambungan teleponnya.
“kalo gitu Aku telepon kak Arvin dan kak Sean dulu memastikan biar semuanya aman” kata Davira.
“oke, akika ke ruangan Cantika dulu ya tan buat ngasih tau Cantika untuk suruh anak-anak buat hias tempat biar romantis, nggak apa-apa kan tan akika tinggal bentar?” tanya Maya.
“Nggak apa-apa May, udah sana ntar rencana kita nggak sukses lgi” kata Aileen.
“oke deh tan, bentar ya” kata maya.
“Mom, Amanda telepon salon yang di rekomendasikan Kak Maya dulu ya” kata Amanda.
“Baiklah sayang, mommy akan coba tanya Ansel jam berapa pertemuan dengan klien di Jepang itu” kata Aileen mengeluarkan ponselny lalu menghubungi Ansel.
Semua melakukan tugasnya masing-masing dan memastikan semuanya berjalan lancar. Arinda menghampiri kantor Maya,
“ May” Arinda membuka pintu ruangan Maya, dia melihat Aileen, Davira dan Amanda sedang duduk di sofa ruangan Maya.
“hai kak Arin!!” sapa Davira.
“hi juga Vira, nyo eh mommy dan nona Amanda. Maaf baru bisa menyapa mommy, karena banyak persiapan yang harus di lakukan” kata Arinda.
__ADS_1
“ nggak apa-apa kok sayang, mommy tahu kamu pasti sibuk sekali. Apa kamu sudah makan siang sayang?” tanya Aileen.
“Kebetulan sudah mommy” kata Arinda.
“Mommy, Kita jadikan ke salonnya?” Tanya Amanda.
“ iya sayang, sebentar ya” Kata Aileen pada Amanda
“Arin sayang mommy ke sini mau mengajak kamu ke salon bareng Maya, kamu mau kan?” tanya Aileen pada Arinda.
“aduh maaf mommy, tapi pekerjaan Arin masih banyak. Mungkin lain kali...” belum selesai Arinda menyampaikan alasannya, Maya datang ke ruangannya.
“eh Arin udah di sini. Yuk capcus” kata Maya menggandeng tangan Arinda.
“Mo pergi kemana May, kerjaan gue masih banyak May” kata Arinda.
“udah, lu mesti nurut ama akika sekarang. Akika udah ijin ama Cantika buat ngajak lu ke salon bareng tante Aileen sekarang. Udah ayuk sekarang lu ikut kita” kata Maya.
“tapi...” Perkataan Arinda terhenti saat Maya menarik tangannya keluar dari ruangan Maya.
“Oopss akika lupa. Lu, tante Aileen, dan Amanda duluan aja, akika dan Davira mau ke penjahit buat ngasih bahan ini dulu” kata Maya, sambil mendorong tubuh Arinda ke arah Amanda dan Aileen.
“oke deh, kita tunggu kak Maya di salon ya” kata Amanda melangkah pergi bersama Arinda dan Aileen.
Mereka bertiga menaiki mobil Aileen yang juga di kawal oleh bodyguard, Arinda memilih duduk di samping supir sedangkan Aileen dan Amanda duduk di bangku penumpang. supir menyalakan mobilnya dan melaju mulus menuju salon rekomendasi Maya. Selama dalam perjalanan Arinda diam dan merasa ada yang aneh, begitu banyak pertanyaan di hati Arinda,
Tumben banget Mbak Cantika ngasih ijin gue buat pergi ke salon saat kita sedang sibuk-sibuknya, dan Maya juga aneh sekarang kata Arinda curiga.
“Arin, ayo turun kita udah sampai. Kok malah ngelamun” kata Amanda menyadarkan Arinda dari lamunan panjangnya.
Arinda menatap ke arah depan, ternyata mereka sudah sampai di salon langganan Maya yang di rekomendasikannya pada Aileen.
************
tetap terus dukung Author
dengan cara like, vote dan tipnya.....😊😊😊
jangan lupa juga kasih rate nya ya.... plisss
🙏🏻🙏🏻🙏🏻
( Π_Π )
__ADS_1
makasih..... tetap semangat 🤗🤗🤗🤗