Terjebak Cinta CEO Dingin

Terjebak Cinta CEO Dingin
Ep. 68


__ADS_3

Ya Allah...kenapa gue malah terlena saat di cium ama ni cowok rese. Ariiiin lu ngapain sih tadi, kenapa lu biarin ni cowok rese kembali mengambil kesempatan rutuk Arinda dalam hati.


Ting....


Kini lift telah sampai di lantai teratas, Ansel, Oma Ayu, Davira, Arinda dan Daniel turun di lantai teratas.


“Oma, Arin duluan ya” kata Arinda yang secepat kilat meninggalkan mereka berempat menuju atap gedung hotel JK International.


Daniel hanya tersenyum dengan tingkah Arinda yang tampak gugup. Davira, oma Ayu dan Ansel merasa heran melihat tingkah Arinda dan Daniel yang tersenyum.


“Kak Dan, kak Arin kenapa? Kok pergi terburu-buru gitu?” kata Davira sambil memicingkan matanya curiga pada Daniel yang acuh tak acuh.


Daniel menggandeng tangan oma menuju kamar Presindential Suite tanpa menjawab pertanyaan Davira, Ansel membukakan pintu kamar. Oma Ayu duduk di sofa yang tersedia, Davira membantu oma meletakkan kaki di atas sofa. Daniel duduk di sofa single memperhatikan oma Ayu yang terlihat lelah.


Ansel sedang membuatkan teh di dapur untuk oma Ayu, Daniel berdiri dari tempat duduknya melangkah mendekati Ansel.


“sel, suruh orang kita berjaga di depan kamar ini” perintah Daniel,


“Baik tuan muda” Ansel segera meraih ponselnya lalu menelepon beberapa bodyguard untuk berjaga-jaga di depan kamar Presidential Suite.


Tidak berapa lama, beberapa orang bodyguard langsung berdiri di depan kamar Presidential Suite. Daniel duduk kembali di dekat omanya.


“Dan, kamu kembali saja ke pesta. Pasti banyak yang mencari mu, sebaiknya kamu turun. Di sini ada Vira yang akan menjaga oma” Kata Oma Ayu.


“oma yakin?” tanya Daniel.


“Iya Dan, setelah cukup beristirahat oma akan turun ke bawah bersama Davira” kata oma meyakinkan Daniel.


“Baiklah oma, Dan akan ke bawah. Vira jaga oma” perintah Daniel ke adiknya.


“Beres kak” kata Davira


Daniel dan Sean berjalan keluar kamar, dia berbicara dengan bodyguard untuk menjaga oma Ayu dan Davira.


Sepeninggal Daniel dan Ansel, Oma Ayu menatap Davira yang meletakkan teh hangat di meja.


“Vira, bagaimana menurutmu tentang Arinda?”


“Vira, kurang tahu oma. Karena Vira belum terlalu kenal dengan kak Arinda, kok oma menanyakan pendapat Vira tentang kakak Arinda?”


“Oma hanya ingin tahu pendapatmu”


Davira menatap lama Oma Ayu,


“Apa ini ada kaitannya dengan kak Dan oma?” tebak Davira


Oma Ayu menatap Davira, lalu menganggukkan kepalanya.


“apa oma ingin menjodohkan Kak Dan dengan kak Arinda?” tanya Davira semakin penasaran keinginan omanya


“kamu memang cucu oma yang pintar. Menurutmu bagaimana Vira?”

__ADS_1


“Vira setuju oma, dan oma tau?!”


Oma Ayu menggelengkan kepalanya.


“Sepertinya kak Dan sudah jatuh hati pada kak Arinda”


“Kamu tahu dari mana Vira?”


“Vira tahu saat kak Dan menyimpan foto kak Arinda di ponselnya. Trus Vira menanyakan pada kak Sean”


“Lalu?”


“Lalu kak Sean crita kalo dari sikap dan tingkah laku kak Dan Terlihat jelas jika kak Dan sudah menyukai kak Arinda, tapi kak Sean meminta Vira menjadi penonton saja”


Oma Ayu tersenyum bahagia mendengar penuturan cucunya Davira.


Ini akan sangat memudahkan untuk mewujudkan keinginan ku guman Oma Ayu tersenyum senang.


Daniel dan Ansel telah kembali ke ruangan Acara dan membaur dengan para tamu.


Sementara itu, Arinda menunggu anggotanya menyusul ke tempatnya. Tidak berapa lama anggota teamnya datang dan mulai bekerja sama dengan Arinda memperbaiki spanduk. Dia menjadi tidak fokus teringat dengan kejadian yang terjadi saat di lift.


Apa benar yang dikatakan Maya, kalo gue udah jatuh hati ama cowok rese itu? Tidak... Tidak... Tidak Arinda, kamu jangan bodoh. Orang elit seperti Daniel Arsenio tidak akan melirikmu seorang gadis kampung yang tidak memiliki latar keluarga yang sebanding dan selevel dengan dia kata Arinda dalam hati sambil menggeleng gelengkan kepalanya.


“Mbak kenapa?” tanya Anggota yang memperhatikannya sejak dari tadi.


“Nggak kenapa-napa, udah selesai?” tanya Arinda


“Udah mbak” kata Anggota itu.


“Oce mbak” kata Anggota itu dengan mengancungkan jempol.


Saat menunggu lift, Arinda kembali bertemu dengan Davira yang akan menuju ke lantai bawah.


“Kak Arinda” panggil Davira.


“Nona Davira,”


“Jangan panggil nona dong kak, panggil Davira aja”


“Baiklah” kata Arinda.


Ting....


Pintu lift terbuka, Arinda menatap operator lift yang berbeda dengan di temuinya tadi. Tatapan operator ini terlihat lain dan berbeda, selain operator lift ada beberapa orang di dalam lift. Arinda, Davira dan anggota team lalu masuk ke dalam lift, perasaan Arinda terasa tidak nyaman.


Lift mulai turun ke lantai bawah, Arinda tetap mengawasi orang orang di dalam lift itu.


Mereka tampak begitu mengawasi Davira


Kenapa perasaan gue nggak enak ama orang orang di dalam lift ini? Kayaknya bakal terjadi sesuatu dan target mereka sepertinya Davira Guman Arinda dalam hati yang mulai curiga dengan gerak gerik orang orang di lift itu.

__ADS_1


“Mas tolong berhenti di lantai tiga” pinta Arinda pada operator lift.


“Kok berhenti di lantai 3 mbak?” tanya anggota team Arinda heran.


Arinda memberi kode pada anggotanya yang untuk tidak bertanya banyak.


Operator lift itu menekan tombol 3 sambil melirik ke arah orang orang di dalam lift itu.


Ting....


Lift berhenti di lantai tiga, Arinda menggandeng tangan Davira untuk ikut dengannya.


“Davira kamu bisa ikut dengan ku sebentar, ada yang mau ku bicarakan” kata Arinda langsung menarik tangan Davira. Anggota team Arinda juga mengikuti mereka berdua.


Setelah agak jauh, arinda menarik Davira dan masuk ke sebuah pintu yang bertuliskan pantry staff Only.


“Kenapa kak Arin narik aku kesini?” tanya Davira heran.


“Maaf sebelumnya, tapi aku merasa ada yang tidak beres dengan orang orang yang ada dalam lift tadi dan operator tadi juga berbeda dengan yang tadi. Dan mereka begitu mengawasimu” jelas Arinda.


Anggota team Arinda lalu membuka sedikit pintu untuk melihat situasi diluar. Benar kata Arinda, orang orang yang ada di dalam lift tadi keluar dan seperti mencari mereka.


Anggota team Arinda menempelkan jari telunjuknya di bibir untuk menyuruh Arinda dan Davira diam.


“Mbak, sepertinya benar yang mbak katakan, mereka sangat mencurigakan. Sekarang mereka ada di luar” bisik anggota team Arinda memberitahu.


Davira tampak ketakutan, tangannya memeluk tubuhnya karena kedinginan. Gaun Davira sedikit terbuka di bagian pundak, Arinda lalu membuka blazzernya dan memakaikannya ke Davira.


“terus sekarang kita gi mana?” bisik Davira panik.


“Kamu tenang dulu, vira. Aku ada ide, Tempat ini agak gelap kamu dan Davira sembunyi disini, aku akan turun lewat lift karyawan untuk memancing mereka” kata Arinda menguraikan rambutnya.


“kamu jaga Davira, sembunyilah di balik trolley karyawan itu” perintah Arinda.


“Mbak, hati-hati” kata Anggota team Arinda.


Dengan langkah hati-hati, arinda berjalan ke arah lift Karyawan.


Ting...


Tepat saat lift karyawan terbuka, pintu tempat Arinda bersembunyi terbuka. Orang-orang dalam lift yang di curigai Arinda masuk dan langsung membekap Arinda dan menyuntikkan obat bius hingga membuat Arinda pingsan. Kepala Arinda lalu di tutup dengan sebuah kain hitam.


Davira hampir terpekik saat melihat Arinda di bekap oleh orang-orang dalam lift yang mereka naiki tadi. Mulut Davira di bekap oleh anggota team Arinda agar persembunyian mereka tidak ketahuan.


************


terus dukung Author


dengan cara like, vote dan tipnya.....😊😊😊


jangan lupa juga kasih rate nya ya....😊😊😊

__ADS_1


( Π_Π )


makasih..... tetap semangat 🤗🤗🤗🤗


__ADS_2