
Terdengar notifikasi panggilan masuk di ponsel Arinda, di layar ponselnya tertulis nama Danu salah satu teamnya.
“Assalamualaikun Danu, ada apa?” tanya Arinda.
“..........”
“bentar aku cek dulu di email aku” kata Arinda membuka laptopnya. Jari-jarinya yang lentik menarik cantik di atas tombol laptopnya.
“Udah Danu, baru aja masuk emailnya. Ntar aku koordinasikan sama mbak Cantika”
“........”
“oke, waalaikum salam”
Arinda mengakhiri sambungan teleponnya. Cantika melihat ke arah Arinda
"ada apa Rin?" tanya Cantika
“itu Mbak, tadi Danu ngasih tahu jika ada cliet yang ingin memakai jasa kita. Email dari client itu baru masuk, sekarang client itu nunggu kita di Pearl Stars” Jelas Arinda.
“ trus yang nemenin Akika ke Arebeon syapa?” tanya Maya.
“kamu sama Arinda ke Arebeon, ntar kalian balik pake taksi online aja. nggak apa-apa kan?” tanya Cantika.
“Loh kok Arin harus ikut juga. Maya sendiri kan juga bisa” kata Arinda mulai gugup.
“masak tega ye biarin anak perawan pergi sendirian. Ntar ada yang nyulik akika gimana?” kata Maya.
“ perusahaan dengan keamanan terbaik se negara IN mana ada bisa penculik masuk May, trus ngapain juga tu penculik mau nyulik kamu?” canda Arinda.
“ Eh eh eh gini gini akika miss universe. Kecantikan akika nggak ada yang bisa nandingi” kata Maya bangga.
“ya ya ya gue percaya...” kata Arinda kembali sibuk dengan kertas-kertas di tangannya.
“ Ye percaya kan?!” kata Maya.
“Ya aku percaya kalo kamu miss halu” kata Cantika sambil tertawa begitu juga Arinda.
“ is is is Jahara banget si teman-teman akika, mentang-mentang lagi kasmaran akika di aniaya. Sedih pake banget deh akika” kata Maya drama.
“jangan sedih May, ntar make up lu yang cetar jadi rusak” kata Arinda mengingatkan Maya.
Mobil mereka berhenti sesaat karena lampu merah, segera Maya mengambil kaca di dalam tas lalu memeriksa make upnya.
“Untung masih bagus” kata Maya, Cantika dan Arinda hanya tersenyum melihat tingkah Maya.
Setelah lampu menjadi hijau, Maya tancap gas menuju Arebeon corp yang tidak berapa jauh lagi. Mobil cantika memasuki pelataran Arebeon Corp. Arinda dan Maya turun dari mobil, Cantika lalu pindah ke kursi kemudi.
“Arinda ntar kamu langsung balik aja Apartement, nggak usah balik ke kantor. Kamu bawa kuncikan?” tanya Cantika.
“ Iya mbak aku bawa, mbak akan makan di apartemen atau di luar?” tanya Arinda.
“Kayaknya mbak makan di luar Rin, bareng client ntar” kata Cantika.
__ADS_1
"mbak yakin, nggak mau Arin temenin" tanya Arinda ragu-ragu menemani Maya masuk ke perusahaan Arebeon Corp.
"yakin Rin, kamu temenin Maya aja sana" kata Cantika.
“ Ya udah capcus sana ntar tu client kelamaan nunggunya” kata Maya.
“ Duluan ya” kata Cantika.
Maya dan Arinda memasuki perusahaan Arebeon corp, mereka melewati serangkaian pemeriksaan. Mereka berdua lalu menghampiri resepsionis, semua karyawan takjub melihat Arinda dan Maya.
“Cowoknya tampan banget, mereka pasangan kali ya”
“ ceweknya juga imut”
“Cowoknya macho banget, pengen deh di peluk ama tu cowok”
Berbagai komentar keluar dari karyawan tentang Arinda dan Maya. Para karyawan perempuan terpesona dengan Maya,
“ Selamat sore mbak mbak. Akika mau nanya, tuan Daniel ada nggak?” tanya Maya.
Para karyawan perempuan tertegun dengan tingkah Maya yang berbeda dengan bayangan mereka. Ada yang galau, ada yang tertawa saat melihat Maya.
“Se se sebentar mas” resepsionis itu terkejut menatap Maya.
“ Mas mas lagi udah dandan cantik gini masih aja ada yang manggil mas. Akika ini bukan mas mas, ye berdua musti panggil akika ka kak” kata Maya kesal.
“Maaf mas eh kak. Kakak dan mbak ini apakah sudah membuat janji sebelumnya?” tanya resepsionis.
“maaf kalau begitu langsung ke lantai teratas kak, lift karyawan ada di sebelah sana” kata Resepsionis sambil menunjukkan lift
“terima kasih ya mbak” kata Arinda dengan senyum ramah.
Kedua resepsionis itu terpana melihat Arinda yang tidak hanya cantik juga ramah. Arinda dan Maya melangkah menuju lift karyawan yang di tunjuk oleh resepsionis.
Lift sedikit penuh oleh karyawan yang akan lembur, Arinda berdiri di sebelah Maya tampak begitu anggun dan elegan. Para karyawan di dalam lift menatap Arinda penuh kagum.
Daniel tampak begitu sibuk di ruangannya bersama Ansel, ada dokumen banyak dokumen yang harus di tanda tanganinya dan di bacanya.
Dreeting....
📱
Dan sayang, Maya sedang perjalanan menuju kantor mu. Dia akan mengukurmu untuk seragam pernikahan Darren.
Notifikasi pesan masuk ke ponsel milik Daniel, dengan sebelah tangannya dia memeriksa pesan dari Aileen.
“Sel, tolong kamu cari tahu apakah Maya dari Pearl Stars sudah datang atau belum!” Perintah Daniel.
“Baik tuan muda” ansel melangkahkan kakinya menuju pintu ruangan Daniel, menyuruh sekretaris Daniel untuk menghubungi resepsionis di bawah.
Setelah mendapat informasi, Ansel kembali masuk ke dalam ruangan Daniel.
“tuan muda, menurut informasi Maya dan seorang nona cantik sudah menuju ke ruangan anda” kata Ansel kembali membantu Daniel menyelesaikan pekerjaannya.
__ADS_1
“Baiklah, kamu siapkan catatan ukuran milikku dan berikan pada Maya” kata Daniel yang melanjutkan pekerjaan yang tertunda.
Pikirannya terlalu fokus pada pekerjaan.
Sementara itu dalam lift Arinda sedikit gelisah, jantungnya sedari tadi merespon dengan debaran jantung yang kencang.
Kenapa Musti gue nemenin Maya, belum jantung yang berdebar-debar ke inget ama ciuman tadi, sekarang malah harus ketemu ama dia. Nggak siap nih jantung guman Arinda dalam hati. Maya melihat ke sampingnya, wajah Arinda kembali bersemu merah.
“ye kenapa sih say? Kayak nggak ikhlas gitu nemenin Akika” kata Maya melihat Arinda bertingkah aneh.
“May, lu aja sendiri ke ruangan tuan Daniel ya. Gue nunggu di lobi aja oke” kata Arinda belum siap lahir batin bertemu lagi dengan Daniel.
“Udah capcus deh, nggak usah banyak alesan” kata Maya yang langsung menyeret Arinda.
Ting...
Pintu lift terbuka, Maya dan Arinda keluar dari lift berjalan menuju ruangan Daniel. Sekretaris Daniel menata ke arah Maya dan Arinda,
“Permisi cin, kita dari Pearl Stars ingin bertemu dengan my idol Daniel” kata Maya.
“O ya kak Maya ya, silahkan masuk ” kata sekretaris Daniel yang sudah tahu kedatangan Maya dan Arinda dari Ansel.
“Makasih ya ciin” kata Maya.
Maya mengetuk pintu ruangan Daniel,
Tok...tok...tok...
“Masuk” terdengar perintah dari dalam ruang kerja Daniel.
Maya membuka pintu ruangan Daniel,
“ Holla my idol, kita ketemu lagi” sapa Maya centil.
Daniel menegakkan kepalanya menatap ke arah Maya dan Arinda, langit yang sedari tadi gelap karena badai pekerjaan dan tekanan mendadak sirna dengan kehadiran Arinda. Terbitlah sebuah senyuman menambah ketampanan Daniel yang membuat Arinda sedikit terpesona.
Maya masuk ke ruangan Daniel tapi langkahnya terhenti karena Arinda masih senantiasa berdiri di depan pintu.
“Ariiiin ayo capcus” kata Maya langsung memegang tangan Arinda.
************
tetap terus dukung Author
dengan cara like, vote dan tipnya.....😊😊😊
jangan lupa juga kasih rate nya ya.... plisss
🙏🏻🙏🏻🙏🏻
( Π_Π )
makasih..... tetap semangat 🤗🤗🤗🤗
__ADS_1