Terjebak Cinta CEO Dingin

Terjebak Cinta CEO Dingin
Ep. 105


__ADS_3

“jika kamu marah seperti ini membuatku ingin membawamu ke kamarku” kata Daniel terdengar rancu oleh Arinda. Dia cepat melepaskan tangan Daniel dan menyilangkan kedua tangannya pada tubuhnya.


“apa yang akan kamu lakukan? Ingat kita belum sah” kata Arinda panik.


Daniel tersenyum melihat tingkah Arinda yang menggemaskan, dia mendekat kearahnya lalu menyentil kening Arinda.


“Aaawww.... kenapa kamu malah menyentil keningku?” kata Arinda mengelus keningnya yang baru di sentil Daniel.


“biar kamu tidak berpikiran buruk padaku, aku ingin membawamu ke kamar hanya untuk memperdengarkanmu musik klasik agar kemarahanmu mereda” Daniel mendekat ke arah Arinda dan memeluknya. Arinda lalu menghindar dengan melangkah mundur,


“lebih baik aku kembali bekerja” kata Arinda melangkah pergi meninggalkan Daniel. Dia lupa dengan syarat di ajukan Daniel untuk dia dapat mengerjakan pekerjaannya kembali.


Arinda melanjutkan pekerjaannya namun di ambil alih langsung oleh Bodyguard daniel,


Lupa gue kalo Daniel belom nyuruh anak buahnya buat ngembaliin pekerjaan gue. Ya udahlah itung-itung pekerja tambahan kata Arinda melihat pekerjaannya di ambil alih oleh pesuruh Daniel.


Daniel tersenyum melihat Arinda terlihat kesal dengan pesuruh yang mengambil tugasnya. Oma Ayu menatap Daniel terlihat begitu senang, matanya tak sengaja melihat leher Daniel yang memerah seperti bekas cakaran.


“daniel, kenapa dengan lehermu?”tanya Oma Ayu penasaran.


Arinda yang membantu teman-temannya menatap ke arah leher Daniel tampak memerah seperti bekas cakaran. Aileen dan Davira yang baru sampai dari berbelanja mendengar ucapan Oma Ayu segera mendekati Daniel dan memperhatikan lehernya.


“seperti bekas cakaran” kata Davira membuat semua anggota team Arinda menatap ke arahnya.


Daniel tersenyum saat Arinda terlihat gugup dan salah tingkah di tatap oleh anggota teamnya yang curiga.


“ kamu tidak apa -apa sayang?” tanya Aileen.


“tidak apa-apa mom, ini semua hanya perbuatan dari kucing cantik yang nakal” sindir Daniel membuat Arinda semakin salah tingkah. Aileen, oma Ayu dan Davira tersenyum melihat Arinda gugup, mereka kini tahu tersangka utama yang membuat leher Daniel tergores.


“mom, kucingnya sangat cantik dan imut. Pantas saja kak Dan begitu senang” kata Davira sambil menyindir Arinda wajahnya semakin memerah karena serangan bertubi-tubi.


Anggota team Arinda tertawa senang melihatnya semakin gugup, wajahnya memerah seperti lobster rebus.


Dasar cowok rese, bisanya bikin gue jadi bulan bulanan mereka. Mending gue ambil langkah seribu dari pada jadi bahan tertawaan... Kata Arinda dalam hati mengambil kotak dekorasi langsung mengangkatnya, memindahkan ke mobil milik kantor Pearl Stars. Barang itu akan di ambil alih oleh bodyguard Daniel, langsung dapat tatapan mematikan dari Arinda. Mendapat tatapan seperti itu membuat nyali bodyguard langsung ciut dan memilih membiarkannya menyelesaikan pekerjaan.

__ADS_1


Semua orang tertawa melihat Arinda yang berlalu pergi. Davira tidak sengaja melihat sesuatu yang menyangkut di baju kaus yang di pakainya.


“kak dan, ini apa?” tanya Davira meraih benda yang menyangkut di bahunya. Sebuah gelang perak dengan mainan bintang tersangkut di bajunya,


“sepertinya ini gelang dari kucing cantik kak Dan” kata Davira membuat semuanya tertawa senang. Daniel mengambil gelang itu dari tangan Davira dan menatapnya.


“Dan akan pergi mengembalikannya” kata Daniel melangkah pergi ke tempat Arinda dengan senyum senang.


Arinda menyimpan dekorasi yang tidak pergunakan ke dalam mobil boks, dia melihat pergelangan tangan kirinya kosong melompong.


Loh ke mana gelang punya gue. Tadi masih ada. Ato jangan-jangan jatuh di sini kata Arinda dalam hati sambil mencari-cari gelangnya yang mungkin saja terjatuh di dalam mobil boks.


Daniel melihat Arinda seperti sedang mencari sesuatu dengan bantuan senter di ponsel miliknya. Dia mendekat lalu memperlihatkan gelang di genggamannya tepat di wajah Arinda.


“mencari ini?” tanya Daniel, Arinda langsung berdiri dan akan meraih gelang di tangan Daniel.


Secepatnya Daniel menghindarkan gelang dari tangan Arinda dengan mengangkat tinggi-tinggi tangannya. Arinda berusaha merebut gelang itu dengan berjinjit, sebelah tangan Daniel merangkul pinggang Arinda.


“kembaliin!” kata Arinda berusaha menggapai gelangnya, dia tidak sadar jika sekarang dia telah berada dalam pelukan Daniel.


Sejak kapan ? guman Arinda dalam pikirannya, saat menyadari dirinya berada dalam pelukan Daniel.


“sepertinya kamu sangat tidak ingin berpisah dariku?” Daniel melingkarkan kedua tangannya pada tubuh ramping Arinda.


Arinda mencoba melepaskan tangan Daniel namun dia malah makin mempererat pelukannya. Wajah Arinda tampak sangat kesal


“kamu semakin cantik saat marah seperti ini, semakin membuatku...” Daniel mendekatkan wajahnya ke Arinda, dia lalu mengecup pipi Arinda yang merona merah. Dia mengecup pipi kanan dan pipi kiri Arinda berulang kali hingga akhirnya Arinda tersenyum, rasa kesalnya berubah menjadi seyuman indah yang tersungging di bibirnya.


“sudah tidak kesal?” tanya Daniel menatap wajah Arinda, dia menggelengkan kepalanya menatap manik mata elang Daniel.


“karena sudah tidak kesal, aku mau balasan untuk usahaku meredam kekesalanmu” kata Daniel dengan senyum nakal tersungging di bibirnya. Arinda langsung mendorong Daniel dengan kedua tangannya hingga pelukan Daniel terlepas.


“kenapa kamu sangat suka sekali meminta balasan” kata Arinda melangkah meninggalkan Daniel bergabung dengan anggota teamnya.


***

__ADS_1


Arinda dan anggota teamnya lalu berpamitan pulang karena hari sudah malam, dia akan masuk kedalam mobil anggota teamnya terhenti saat Daniel meraih tangannya.


“kalian duluan saja, biarkan Arin aku yang mengantarnya” perintah Daniel pada anggota team Arinda.


“tap...” belum selesai Arinda berucap Daniel langsung menarik tangannya menuju mobil Bugatti La Voiture Noire miliknya.


Dia lalu membukakan pintu mobilnya lalu menyuruh Arinda duduk dengan tenang. Daniel lalu membuka pintu di samping kemudi dan duduk di sebelah Arinda, dia melihat ke arah Arinda yang sama sekali belum memasang sabuk pengaman.


Daniel mendekati Arinda hingga wajah mereka berada begitu dekat membuat Arinda salah paham lalu menutup matanya. Sebelah tangannya meraih sabuk pengaman di samping Arinda dengan terus menatap wajahnya, dia tersenyum melihat Arinda yang menutup matanya.


Daniel menyalakan mesin mobil Bugatti hitam miliknya dengan tanpa pengawalan dari bodyguardnya, Arinda membuka matanya saat merasakan laju mobil Daniel.


Ya ampuuuun malu gue.... gue kira..... aaaahh... tensin banget gue... kata Arinda dalam hati merasa sangat malu, jika ada jurang atau lubang yang dalam ingin rasanya dia melompat ke dalam untuk menutupi rasa malunya.


“kamu kesal karena aku tidak menciummu?” tanya Daniel sukses membuat wajah Arinda kembali merona.


“nggak” kata Arinda memalingkan wajahnya menatap pemandangan di balik kaca mobil.


“lalu alasan di balik wajahmu yang merona ini...” kata Daniel yang langsung di potong oleh arinda.


“udah nggak usah di bahas” kata Arinda yang masih memalingkan wajahnya ke pemandangan di luar mobil Daniel.


************


tetap terus dukung Author


dengan cara like, vote dan tipnya.....😊😊😊


jangan lupa juga kasih rate nya ya.... plisss


🙏🏻🙏🏻🙏🏻


( Π_Π )


makasih..... tetap semangat 🤗🤗🤗🤗

__ADS_1


__ADS_2