
Ansel mengajak Cantika untuk kembali pulang ke rumah mereka, Maya juga pamit karena sudah larut malam dan banyak pekerjaan yang harus di urusnya besok.
Davira mengantar Sean ke mobilnya, dia melihat heran pada tunangannya yang tergesa-gesa masuk ke dalam mobilnya.
"kak Sean, kakak nggak apa-apa?” tanya Davira bingung menatap Sean, keningnya tampak berkeringat banyak. Dia menghirup dan membuang nafas menahan sesuatu yang terbangun karena ulah Arvin, imannya semakin tergoda saat melihat pujaan hatinya. Davira sedikit membungkukkan badannya menatap Sean yang tampak bernafas tidak beraturan,
“ng... ng.... nggak apa-apa Vira, udah dulu ya kak Sean balik dulu. Sampai jumpa besok pagi. Love you” Sean segera pamit karena dia tidak ingin tergoda dengan bujuk rayuan setan.
“kak Sean, kok buru-buru gitu?” tanya Davira menyipitkan matanya menatap curiga Sean.
“nggak ada apa-apa kok Vira Sayang, kak Sean benar-benar ada urusan yang harus di urus. Maaf ya sayang, sampai di apartemen nanti kak Sean akan telepon kamu. Met bobok ya sayang, assalamualaikum” ujar Sean segera menyalakan mobil melaju keluar mansion Arsenio.
Ada apa dengan kak Sean? Kok kelihatan mencurigakan gitu? Dia juga kelihatan gugup seperti ada yang di sembunyiin guman Davira menatap mobil Sean yang sudah keluar dari gerbang mansion Arsenio.
Sean menatap bagian bawahnya yang sedikit terbangun saat mendengar suara nyanyian merdu Arvin dengan istrinya. Hal yang lumrah bagi pria normal bereaksi saat mendengar sesuatu yang seharusnya tidak di dengar.
Ajim.... untuk gua cepat-cepat balik. Kalo kagak bisa di bikin sate gua sama duo raja iblis, gua masih pengen hidup buat bahagia in Davira. Apa lagi si entong blom buka segel guman Sean dalam ma hati teringat dengan Darren dan Daniel yang siap akan menguliti dirinya hidup-hidup jika sesuatu terjadi pada adik bungsu mereka.
Saat mencium Davira saja, Sean rasanya sudah hampir mati berdiri jika hal itu di ketahui dengan duo raja iblis. Tidak ter bayangkan olehnya reaksi kedua kakak ipar jika mereka tahu Sean melakukan sesuatu sebelum ikatan resmi mengikat mereka.
***
Daniel membuka pintu kamarnya berdiri termenung di depan pintu saat melihat perempuan yang di cintainya memakai pakaian ibu hamil dengan tali baju sebesar kelingking. Arinda terlihat sangat seksi dengan pakaian yang di kenakannya, walaupun dia sedang hamil hal itu tidak mengurangi keseksiannya.
Daniel segera masuk ke dalam kamarnya, mata elang itu menatap Arinda yang sedang menyiapkan pakaian tidur untuknya yang di letakkan di atas kursi samping tempat tidur. Arinda yang membelakangi Daniel tidak menyadari kedatangan suaminya, dia masih asyik dengan kegiatannya menyusun beberapa pakaian di dalam lemari.
Arinda tersenyum senang saat merasakan dua tangan memeluknya dari belakang dan sebuah kecupan hangat mendarat di tengkuknya yang terbuka. Rambut panjang hitam bergelombang di kesampingkan ke pundak sebelah kiri, memudahkan Daniel menciumi tengkuk dan bahunya yang terbuka.
“apa sudah selesai urusannya sayang?” Tanya Arinda memegangi kedua tangan suaminya. Menyandarkan tubuhnya ke dada bidang suaminya,
“Hmmm hmmm” Daniel bersikap manja lanjut menciumi pundak Arinda dengan mesra. Kecupan – kecupan hangat senantiasa terus di hujani Daniel di sisi pundak hingga punggung mulus Arinda.
__ADS_1
Arinda mendadak terdiam saat merasakan sesuatu yang menabrak tubuh bagian belakangnya, benda sedikit keras yang selalu berhasil mengalahkannya. Wajahnya merona saat menyadari jika ada sesuatu yang terbangun di sana, baby dalam kandungannya bergerak aktif merasakan kehadiran daddy mereka yang membelai lembut perut Arinda.
“Sayang, dia ingin menemui para baby” Daniel menatap Arinda yang menundukkan kepalanya dengan wajah yang merona. Dia memegang bahu dan membalikkan tubuh Arinda menatap dalam mata indah itu.
Sebelah tangan Daniel memegang dagu runcing Arinda dan mengangkatnya hingga mata mereka saling berpandangan. Wajah itu merona seketika saat Daniel menatapnya dengan penuh cinta dan hasrat begitu menggebu.
Mereka saling menatap, perlahan Daniel mendekatkan wajahnya ke arah Arinda. Perlahan bibir mereka saling bertemu, lidah mereka saling mengabsen satu sama lain.
Arinda perlahan melepaskan ciuman, menatap Daniel dengan mata yang sudah berkabut. Dia sudah di kuasai hasrat yang menggebu dan ingin menuntaskannya, kembali dia mencium Arinda sambil perlahan dia memundurkan tubuh mereka menuju ranjang yang telah tersedia. Daniel benar-benar sudah di kuasai dengan hasratnya sehingga dia lupa dengan pintu kamar yang belum terkunci sama sekali.
Daniel merebahkan tubuh Arinda di atas Ranjangnya, bibir mereka terus terpaut dan saling merasakan hasrat yang menggebu. Tangannya memegang perbukitan indah memberikan pijatan lembut membuat pemilik perbukitan mengeluarkan suara yang membuat suaminya semakin bersemangat.
Davira melangkahkan kakinya menuju ke ruang kerja, dia berpikir jika kakaknya masih berada di sana. Dia berjalan sambil berpikir dan merasa sangat aneh dengan sikap Sean yang memilih cepat meninggalkan kediaman Arsenio.
Aku akan tanya sama Kak Dan, Mungkin kak Dan tahu apa yang menyebabkan kak Sean pergi terburu- buru begitu guman Davira sambil membuka pintu ruang kerja Daniel.
“kak Dan...” mata Davira mencari ke sekeliling ruangan kerja, dia sama sekali tidak dapat menemukan sosok kakaknya.
Kak Dan mana ya? Apa mungkin kak Dan ada di kamar, lebih baik aku ke kamar nanya sama mbak Arin guman Davira melangkah keluar dari ruang kerja Daniel. Saat menaiki tangga menuju lantai dua Dia berpapasan dengan Aileen yang akan menuju ke lantai dua,
“mommy mau bobok dengan Arin, mommy kangen mau cerita-cerita dengannya. Jadi mommy mau ngajak bobok bareng” ujar Aileen bersemangat melangkah menaiki tangga.
“Vira juga ikut my,” ujar Davira ikut bersemangat. Mereka tertawa-tawa kecil sambil menuju kamar Daniel.
***
Tangan Daniel dengan sangat terampil menurunkan kedua tali pakaian tidur memperlihatkan perbukitan yang tidak tertutupi. Dengan aktif tangan itu memberi pijatan, bibirnya menelusuri leher jenjang putih meninggalkan beberapa tanda kemerahan di sana.
Bibir itu mengecup, menghisap dan melakukan pekerjaan yang selalu di senangi Daniel. Hal itu membuat Arinda semakin menahan suaranya agar suara yang menggoda miliknya tidak terdengar oleh keluarga lainnya.
Daniel mendekatkan bibirnya ke telinga Arinda,
__ADS_1
“jangan tahan suaramu sayang, biarkan saja” bisik Daniel menggoda, mereka saling bertatapan kemudian Dia kembali mencium bibir manis yang senantiasa membuatnya ketagihan.
Tangannya menarik pengaman terakhir milik Arinda, king kobra Daniel sudah sangat tidak sabar ingin memasuki gua miliknya yang sudah basah dan licin. King kobra dengan sedikit tergesa-gesa masuk ke dalam gua sempit itu, membuat pemilik gua merasakan sensasi yang sungguh luar biasa.
Pergerakannya pun di mulai perlahan agar tidak begitu mengejutkan para baby, saat tengah beraktivitas
“Ariiiin sayang mommy mau...” Aileen membuka pintu kamar Daniel, terkejut saat melihat pemandangan yang terhenti seketika saat itu juga. Aktivitas di balik selimut itu terhenti membuat kedua pelaku terdiam, Wajah Arinda memerah dan langsung di tutupi dengan tangannya.
"aaa.. " pekik Arinda saat melihat Aileen yang masih berdiri diambang pintu, dia merasa san
Dia sangat malu saat mertuanya melihat dia dan Daniel dalam keadaan yang tidak bisa di jelaskan dengan kata-kata. Davira yang berada di belakang Aileen, menatap heran Mommynya yang berhenti begitu saja.
“kenapa my” mata Davira segera di tutup Aileen dengan tangannya. Tanpa pemberitahuan yang jelas king kobra langsung menyemburkan bisanya tanpa permisi di luar gua.
“mommy...” mata Daniel menatap dingin pada Aileen yang sudah mengganggu aktivitas mereka.
************
dear para reader yang baik hati dan rajin menabung,
mohon maaf karena baru up🙏🏻🙏🏻🙏🏻 begitu banyak kendala yang membuat tulisan author menghilang total 😭😭😭.
secepatnya author akan up lagi dan akan di usahakan up tiap hari, mohon bersabar menunggu kelanjutannya... 🤗🤗🤗🤗
tetap terus dukung Author 😊😊😊
dengan cara like, vote dan tipnya.....ya.... plisss🙏🏻🙏🏻🙏🏻
jangan lupa juga kasih rate dan comment nya yang positif agar Author semakin semangat💪🏻💪🏻💪🏻 buat menulisnya...✍️✍️✍️
( Π_Π )
__ADS_1
makasih..... tetap semangat 🤗🤗🤗🤗
❤️❤️❤️❤️❤️ for all...