
“oma, Cantika setuju-setuju saja dengan rencana oma. Tapi aku khawatir bagaimana jika nantinya Tasya sendiri benar-benar jatuh cinta pada tuan Daniel oma” tanya Cantika sedikit khawatir jika kelak .
“kamu tidak usah khawatir karena Tasya itu tidak pernah menyukai Daniel. Dulu Oma pernah mencoba menjodohkan mereka tapi tidak berhasil. Mereka murni bersahabat dan tidak ada perasaan selain persahabatan di antara mereka” jelas oma Ayu, dia mengenal Tasya dan bagaimana sikapnya pada Daniel.
Dalam taksi yang di naiki Arinda, wajahnya tampak marah, supir taksi yang melihat dari kaca spion merinding ngeri,
Alamak, kenapa pula hari ini? dapat penumpang macam singa betina nak makan aku guman supir taksi tampak ketakutan.
Masih terasa emosi yang meluap-luap di hati Arinda saat mengingat Daniel yang di cium mesra oleh gadis lain.
Brani banget tu cewek nyium cowok rese di depan gue. Trus tu cowok rese diam aja di cium gitu, bikin gue makin kesal aja guman Arinda dalam hati.
“non, mau kemana kita ini?” tanya si supir dengan logatnya.
“udah jalan aja kenapa sih bang” kata Arinda kesal.
“alamak, macam mana pula kita mau jalan, kalau tidak ada tujuan seperti ini” kata si supir yang kebingungan.
Arinda baru menyadari jika dirinya sudah bereaksi berlebihan hingga membuat orang yang tidak bersalah terkena imbasnya.
“maaf bang, saya bereaksi berlebihan ke abang” kata Arinda menunduk malu.
“tak apalah itu dek. Sekarang adek ini mau ke mana sebenarnya?” tanya si supir taksi.
“itu bang, antar ke alamat ini saja” kata Arinda menunjukkan alamat apartement milik Cantika.
Dia sangat malu karena sudah marah-marah pada orang lain,
Gara-gara cowol rese itu si abang supir malah kena imbasnya. Tapi kenapa gue musti marah-marah seperti ini? Gue udah ngambil keputusan untuk menjauhi cowok rese kata Arinda dalam hati merutuki dirinya sendiri.
Daniel masih menatap tablet milik Ansel dan memperhatikan gerak gerik Nadira mencurigakan. Dia tersenyum smirk saat Nadira menelepon seseorang secara diam-diam. Ansel sedang menelepon maid lain di kediaman Arsenio untuk melaksanakan perintah Daniel dan juga akan memecat maid itu.
“tunggu” kata Daniel pada Ansel yang belum selesai berbicara dengan Maid itu.
“ada apa tuan muda?” tanya Ansel sembari menutup ponsel miliknya dengan sebelah tangan.
“jangan pecat dia. Kita akan menangkap basah dia” kata Daniel, membuat Ansel dan Tasya bertanya-tanya.
“menangkap basah bagaimana Dan?” tanya Tasya penasaran.
Daniel tersenyum dengan misterius membuat Tasya dan Ansel sedikit takut dengan rencananya.
Mansion Arsenio, Nadira nampak sembunyi-sembunyi menelepon seseorang. Tanpa di sadarinya sepasang mata dan telinga terus mengawasi gerak geriknya.
“apa ki yakin dengan meletakkan itu, Daniel akan menjadi milik saya?” kata Nadira sembunyi-sembunyi.
“...........”
“baiklah ki. Akan saya lakukan”
__ADS_1
“..............”
Nadira memutuskan sambungan telepoonnya, tidak berapa lama teleponnya berbunyi kembali. Dia langsung mengangkat telepon itu,
“ngapain lu telepon gue”
“............”
“nggak sabaran amat lu, gue musti hati-hati juga kali ngejalani ni tugas”
“...........”
“nggak usah bawel Yoga, secepatnya gue lakukan perintah lu”
“..............”
Lagi-lagi Nadira memutuskan sambungan telepon dari seseorang di seberang sana.
“dasar cowok bod*h, nggak mungkin dong gue mo bunuh calon suami gue. Walau bagaimana caranya, gue musti dapetin tuan Daniel. Sekarang dengan bantuan ki Jamblang, gua akan bikin Daniel bertekuk lutut ke gue” kata Nadira pada dirinya sendiri. Dia segera kembali ke mansion dan melakukan pekerjaannya kembali.
Sepasang mata dan telinga yang bersembunyi itu segera menghubungi seseorang melalui ponselnya. Dia juga melaporkan apa saja yang telah di bicarakan Nadira maid baru itu dan pada siapa saja dia berbicara.
Cantika dan Maya masuk ke Apartemen milik Cantika,
“sepi ya, Arin kemana ya Tika?” tanya Maya yang tidak melihat sosok Arrinda.
“mana aku tahu May, kita kan baru nyampe sini” Kata Canttika sembari melepaskan sepatu high heels miliknya dan menyimpan di rak sepatu. Dia lalu melangkahkan kakinya menuju dapur mini, sedangkan Maya duduk di depan televisi sambil menonton acara gosip.
Terdengar oleh Cantika suara pintu yang terbuka, menandakan seseorang baru kembali.
“nah itu anak kesayangan kamu baru pulang” kata Cantika duduk di sofa samping Maya.
“aduuuh anak kesayangan akika dari mana aja sih?” tanya Maya,
Arinda hanya diam berlalu pergi menuju kamarnya, tingkah laku Arinda terasa aneh oleh Cantika dan Maya.
“kenapa sih anak kesayangan akika, nggak biasanya dia pulang dengan wajah badai begitu?” tanya Maya penasaran.
“benar May, nggak biasanya si Arin pulang dengan wajah tertekuk seperti itu” kata Cantika dia lalu menghampiri kamar Arinda lalu mengetuknya.
Tok... tok.... tok....
Arinda sedang membersihkan dirinya di kamar mandi di bawah guyuran air shower Arinda membasahi seluruh tubuhnya agar dia merasa tenang.
Cantika mengetuk berulang-ulang kali kamar Arinda namun sang pemilik kamar belum juga menampakkan batang hidungnya. Dia khawatir lalul mencoba membuka pintu kamar Arinda, ternyata pintu kamar itu tidak terkunci,
“Riiin?!” panggil Cantika melihat ke dalam kamar. Terdengar suara airr di kamar mandi Arinda.
“riiin?!” panggil Cantika,
__ADS_1
“ya mbak.” Arinda menyahuti panggilan cantika.
“ kamu sedang apa Rin?”
“bentar mbak, Arrin lagi mandi. Ada apa mbak?” tanya Arinda,
“ntaran aja Rin, tunggu kamu selesai mandi. Kamu jangan lupa sholat ashar ya” kata Cantika keluar dari kamar Arinda.
“iya mbak” kata Arinda melanjutkan ritual mandinya. Cantika keluar dari kamar Arinda, lalu menutup pintu kamar bergabung dengan Maya di depan tv.
“gosip mulu di tontonin, yang lain dong may” kata Cantikayang bermaksud mengganti channel.
“eitsss... kagak bisa, akika mo liat gosipnya oppa Kim Soo Hyun” kata Maya menyembunyikan remote tv.
“Maya... Maya... kamu ingatnya sama oppa -oppa korea, nah cowok kamu si Leon kamu kemanain?”
“kalo yayang mbeb tetap di hati akika, tapi kalo oppa Kim Soo Hyun beda tempat. Kan hati akika kayak apartement, ibaratnya yayang mbeb di lantai satu sekitar 55 persen, trus oppa kim di lantai 3 sekitar 15 persenan ”
“trus tuan Daniel berapa persen?”
“kalo My idol, sih beda lagi, di lanttai kedua dengan 25 persen”
“trus yang 5 persen?”
“buat para cowok-cowok keren dan caem-caem” kata Maya cengengesan,
Cantika hanya bisa menggeleng-gelengkan kepalanya mendengar perkataan Maya.
Ruangan kantor Daniel, kini hanya ada dia dan Ansel. Tasya sudah pulang di antar supir menuju mansion Arsenio untuk tinggal sementara di mansionn Arsenio.
"bagaimana?" tanya Daniel pada Ansel yang baru selesai menerima telepon.
"sepertinya Maid itu punya tujuan lain pada anda tuan muda, bodyguard yang mengawasi dia memberi tahu jika dia mendapat telepon dari dua orang berbeda" kata Ansel baru saja mendapat informasi dari body guard yang di perintahnya untk mengawasi Nadira.
"dua orang berbeda?" alis kening Daniel bertaut mendengar ucapan Ansel.
"untuk lebih jelasnya, anda bisa mendengar rekaman suara yang baru saja di kirim" kata Ansel sambil memutar rekaman suara baru saja di terimanya.
************
tetap terus dukung Author
dengan cara like, vote dan tipnya.....😊😊😊
jangan lupa juga kasih rate nya ya.... plisss
🙏🏻🙏🏻🙏🏻
( Π_Π )
__ADS_1
makasih..... tetap semangat 🤗🤗🤗🤗