Terjebak Cinta CEO Dingin

Terjebak Cinta CEO Dingin
Ep. 171


__ADS_3

Area 21+


********


Tanpa permisi king kobra itu melesak masuk jauh ke dalam gua, dia berdiam diri menikmati gua yang hangat dan lembab kesukaan king kobra.


Arinda termenung menatap Daniel dengan mata yang berkabut akibat hasrat yang sudah tidak tertahan,


“Dan...” Arinda mengeluh akibat gerakan yang membuatnya kalang kabut.


“Mbak.... besok....hah... secepatnya...Arin... menyelesaikan...konsep...acara...yang...tuan...Carls...inginkan...” mati-matian Arinda menahan suaranya agar tidak terdengar aneh.


“baiklah, kita bertemu di cafe saja bagaimana nona Arinda” tanya Carls klien Arinda.


“baik....tuan...Carls...anda...kirim...kan...saja...alamat...cafenya....” Arinda menutup mulutnya dan mengigiti bibir bawahnya agar berkonsentrasi.


“kalau begitu sampai jumpa di cafe besok jam 3 sore” Carls kembali berbicara,


“ba baik.. tuan... Carls... sampai... jumpa” Arinda cepat-cepat mengakhiri percakapan mereka.


“Rin, jangan lupa besok untuk datang lebih cepat oke..” Cantika kembali berbicara. King kobra mengobrak – abrik gua tanpa ampun membuat sang pemilik menahan suaranya.


“i....iya...mbak...as..assalamualaikum...mbak” Arinda ingin secepatnya mematikan ponsel miliknya namun karena posisi yang membuatnya tidak bisa mematikan sambungan telepon.


“Arin, kamu kenapa? Biasanya kita pasti ngobrol hal yang lain dulu” Cantika merasa heran dengan sikap Arinda dan suaranya yang terdengar aneh.


Aduuuuh... mbak Cantika, Tuan muda rese ini sekarang lagi ngambil kesempatan, buat gue jadi nggak konsen. Apa lagi jawab pertanyaan mbak guman Arinda dalam hati menatap sayu suaminya.


“mbak... besok... aja... kita... bicarakan... sambil... Arinda... membahas... konsep... untuk... klien...” Arinda menatap Daniel dengan mata terpejam menikmati, dia merasa mendapatkan kesempatan cepat berdiri dalam bath up meraih ponsel langsung memutuskan telepon secara sepihak.


King kobra terkejut saat guanya mendadak hilang, mata Daniel terbuka lebar saat istrinya keluar dari bath up meninggalkannya sendirian. Wajah Arinda merona merah langsung melangkah memasuki ruang shower, Daniel kembali tersenyum nackal menghampiri ruang shower.


Dia membuka pintu ruang shower lalu ikut bergabung dengan Arinda di dalam sana, mereka berdua basah terkena air shower.


‘”Dan....”Arinda terpekik saat Daniel memanggul tubuhnya seperti karung beras tanpa sehelai benang pun yang menutupi mereka.


Daniel membawa Arinda keluar dari kamar mandi menuju ranjang arena pertempuran mereka. Seperti pemain yang sangat profesional Daniel tidak memberi ampun pada Arinda.


Dengan melafaskan doa, king kobra merasa ingin muntah karena sudah lelah mengobrak-abrik gua sempit itu akhirnya memuntahkan seluruh bisa yang sangat banyak. Pertempuran ronde pertama selesai bertepatan dengan masuknya waktu sholat Ashar.

__ADS_1


Daniel tersenyum penuh kemenangan saat melihat istrinya yang terkulai lemas di samping sambil membelakanginya. Nafas Arinda tersengal-sengal dengan mata terpejam kelelahan karena kenakalan suaminya. Sebelah tangannya membelai lembut rambut menciumi samping kening Arinda dengan penuh kasih sayang,


“terima kasih sayangku” Daniel bangkit dari ranjang berjalan menuju kamar mandi untuk melaksanakan mandi wajib dan melaksanakan kewajibannya. Daniel yang masih menggunakan baju koko menghampiri Arinda yang terkulai tidak berdaya di ranjang mereka.


“Sayang... ayo shalat ashar dulu” ajak Daniel pada Arinda.


“hmmmm” Arinda memaksa membuka matanya yang berat menatap Daniel yang duduk di samping ranjang.


“ayo shalat ashar dulu, setelah itu kita keluar makan malam di luar bagaimana?” Daniel membelai wajah cantik istrinya dengan punggung tangannya.


“hmmm, aku lemas banget...kamu bikin aku kecapekkan seperti ini...” Arinda bertingkah manja membuat Daniel semakin gemas. Dia lalu mendekatkan wajahnya ke telinga Arinda,


“apa kamu mau melanjutkannya lagi?” tawar Daniel membuat mata Arinda yang masih terpejam terbuka lebar.


“apa kamu mau membuatku kesulitan berjalan?” Arinda menatap tajam pada Daniel.


“jika kamu kesulitan berjalan, aku bersedia untuk menggendongmu” Daniel mencium pipi Arinda merona merah. Arinda memegangi selimut yang menutupi bagian dadanya yang kini telah berhias bercak merah sangat banyak, dia bangkit dari tidurnya menyandarkan tubuh ke kepala ranjang menatap suaminya.


“kamu pulang cepat hari ini?” Arinda bersikap manjja pada Daniel.


“kebetulan hari ini semua pekerjaan semuanya telah selesai. Jadi aku kembali lebih cepat dan mendapat pemandangan indah di depanku”


“jadi... kamu sudah di sini sedari tadi?”


“sudahlah sayangku, kamu jangan cemberut. Sekarang lebih baik kamu mandi dan shalat ashar setelahnya kita keluar makan malam bagaimana?”


“hmmm” Arinda lalu bangkit dari ranjang melangkahkan kakinya menuju kamar mandi.


Daniel lalu membersihkan arena pertempuran yang basah akibat ulah mereka. Setelahnya dia memakai pakaian casual menambah ketampanannya. Hari itu Daniel mengajak Arinda menghabiskan waktu berdua mulai makan malam romantis hingga jalan-jalan malam.


***


Dua bulan telah berlalu dengan cepat, Davira telah menyelesaikan kuliahnya dan kembali ke negara kelahirannya dengan di jemput Aileen juga Michael. Siang itu, Pesawat jet milik keluarga Arsenio mendarat mulus di bandara INM international. Davira bersama Aileen dan Michael turun dari pesawat.


“aaaah...senangnya bisa kembali ke kota J” Davira berteriak senang dengan meregangkan tubuhnya menghirup udara kota J.


“mommy juga senang akhirnya kamu lulus dengan baik dan kembali lagi ke sini” Aileen berjalan beriringan dengan putrinya menuju bandara. Davira bergelayut manja pada Aileen, tampak dia sangat bahagia dengan kelulusannya mendapat nilai yang baik.


“setelah ini kamu ingin membuka klinik sendiri atau bekerja di Arsen medical?” Michael berjalan di samping putri semata wayangnya.

__ADS_1


“hmmmm Vira sebenarnya ingin bekerja dulu di Arsen Medical. Setidaknya sampai Vira memiliki pengalaman Dad” Davira memegang tangan Michael.


“Ide yang bagus sayang, kamu bisa mencari pengalaman dulu baru sesudahnya membuka klinik sendiri” Aileen mendukung keputusan putrinya.


“Daddy menyerahkan semuanya padamu sayang, tentunya daddy dan mommy akan mendukung setiap impian dan cita-cita mu” Michael membelai rambut putrinya.


Mereka melangkah keluar dari bandara menuju pelataran di mana mobil mewah milik Arsenio sudah terparkir di sana.


Pearl Stars pada waktu yang sama, Arinda sendang sibuk di ruangannya. Ponselnya berdering dengan tulisan mommy di layar ponselnya,


“Assalamualaikum My” sapa Arinda dengan mata masih terfokus pada layar laptop.


“waalaikum salam sayang, kamu sedang sibuk?”


“sedikit my, ada beberapa yang arus Arin selesaikan. Mommy sudah sampai?”


“iya sayang, mommy menuju mansion”


"baiklah My, saat makan siang Arinda juga Dan akan berkunjung ke mansion"


"baiklah sayang, mommy tunggu. Assalamualaikum" Aileen mengakhiri sambungan teleponnya. Arinda kembali melanjutkan pekerjaan yang hampir rampung.


Arinda meraih ponselnya untuk menghubungi Daniel, baru deringan pertama membuat Daniel meraih ponselnya menata layar yang terhubung pada suaminya.


"sayang..." Daniel menyapa Arinda dengan mesra,


"assalamualaikum imamku" Arinda membalas sapaan Daniel dengan mengucapkan salam.


"o ya waalaikum salam makmumku, ratu di hatiku" Daniel menjawab salam dari istrinya dengan senyuman terbit wajah tampannya.


************


tetap terus dukung Author😊😊😊


dengan cara like, vote dan tipnya.....ya.... plisss🙏🏻🙏🏻🙏🏻


jangan lupa juga kasih rate dan commetnya yang positif agar Author semakin semangat💪🏻💪🏻💪🏻 buat nulisnya...✍️✍️✍️


( Π_Π )

__ADS_1


makasih..... tetap semangat 🤗🤗🤗🤗


❤️❤️❤️❤️❤️ all...


__ADS_2