
Daniel dan Ansel mendengar kabar itu langsung mengucapkan innalillahi wainna ilaihi roji’un, dan menanyakan alamat pasti rumah Arinda.
“May, kamu ke bandara sekarang. Tunggu aku di bandara” kata Daniel. Ansel mematikan sambungan telepon dari Maya,
“Sel, hubungi Arvin dan Sean. Bilang pada mereka untuk mengurus masalah Yoga secepatnya. Lalu hubungi mansion, bilang pada mereka kita ke CH setelah itu hubungi pilot pesawat kita akan terbang dalam beberapa menit lagi” perintah Daniel.
“baik tuan muda” kata Ansel yang segera menjalankan tugasnya. Dia segera menghubungi Arvin dan Sean untuk secepatnya mencari pembunuh bayaran bernama Yoga.
Ansel menghubungi mansion Arsenio yang sudah sepi, para tamu membubarkan diri lebih awal merasa tidak enak saat mereka menghujat Arinda. Davira dan Amanda menemani oma Ayu yang terlihat sangat sedih, ponsel milik Davira berbunyi tertulis nama kak Ansel di layar ponselnya.
“assalamualaikum kak Ansel ada apa?” sapa davira.
“waalaikum salam Vira, saya mau menyampaikan pesan dari tuan muda Daniel. Jika beliau akan ke kota CH sekarang”
“ ke CH? Kenapa mendadak sekali kak?” tanya Davira.
“kami sudah tahu nona Arinda ada di kota CH, sekarang tuan muda dan saya menyusul ke sana. Kami juga mendengar kabar kalo ibu nona Arinda sudah berpulang ke pangkuan Ilahi”
“innalillahi wainna ilaihi roji’un, kapan kak?” tanya Davira membuat Oma Ayu dan Amanda penasaran. Aileen baru saja masuk ke kamar oma Ayu terkejut saat mendengar Davira mengucapkan innalillahi wainna ilaihi roji’un. Dia ingin bertanya pada Davira namun di tahannya karena Davira belum selelai berbicara di telepon.
“kami baru saja mendapat kabarnya tadi” kata Ansel.
“Vira ikut kak” ucap Davira yang terdengar oleh Daniel.
“kamu di Mansion saja, temani oma dan mommy. Biar kakak dan Ansel yang menyusul Arin ke CH” kata Daniel yang langsung memutuskan begitu saja telepon itu.
Mereka berdua sudah sampai di bandara kota J, sebelum turun dari mobil Ansel sudah menelepon pilot untuk bersiap terbang ke kota CH. Maya sudah menunggu Daniel di bandara bersama Cantika yang menyusulnya setelah mendapat kabar meninggalnya ibu Arinda. Anggota team Pearl Stars ingin ikut namun dilarang Cantika karena besok mereka harus menghandle acara pesta pernikahan Amanda dan Darren. Semula semua anggota Team menolak, setelah di beri pengertian oleh Cantika akhirnya mereka setuju untuk menghandle pesta pernikahan. Ansel tersenyum senang saat melihat Cantika, namun senyum itu tidak berlangsung lama saat dia melihat mata Cantika memerah karena menangis.
“ayo kita berangkat sekarang” kata Daniel menuju pesawat jet pribadi milik keluarga Arsenio.
Mereka menaiki tangga pesawat jet dan di sambut oleh beberapa pramugari. Daniel segera memerintahkan untuk pilot segera take off, hatinya sangat gelisah dan khawatir. Dia ingin secepatnya berada di samping gadis pujaannya.
Davira tampak sangat kesal karena tidak boleh ikut dengan Daniel ke kota CH. Dia juga ingin menemui Arinda untuk menghiburnya,
“Vira, kenapa Ansel menghubungi mu?” tanya Aileen yang duduk di samping tempat tidur oma Ayu. Amanda yang duduk di samping oma Ayu di minta Aileen untuk beristirahat dan mengganti pakaiannya.
“kak Ansel ngasih tahu Vira, kalo kak Dan nyusul kak Arin ke CH mom” kata Davira.
__ADS_1
“Arin sudah ketemu?” tanya Aileen, matanya berbinar-binar senang.
“iya mom, tapi...” Vira ragu harus memberitahu Aileen soal ibu Arinda.
“tapi kenapa sayang?” tanya oma Ayu.
“tapi tadi kak Ansel ngasih tahu kalo mamanya kak Arin baru saja kembali ke pangkuan Ilahi oma” jelas Davira.
“innalillahi wainna ilaihi roji’un...” kata oma Ayu dan Aileen serempak.
“Aileen akan ke kota CH sekarang ma, kasihan Arin. Dia pasti sangat terpukul” kata Aileen sedih.
“Kalo mom ke CH, Vira juga ikut” kata Davira.
“Kalo kalian pergi, bagaimana dengan pesta pernikahan Darren? Bagaimana dengan perasaan Amanda nantinya? Masak ibu mertua pengantin tidak hadir di pesta pernikahan. Biarkan Dan dan Ansel yang ke sana mewakili kita, mama yakin Arin pasti mengerti” kata oma Ayu.
Aileen tampak sangat sedih, dia merasa sangat bersalah karena sudah terpengaruh dengan perkataan Dian sahabatnya dan menghujat Arinda. Matanya kini berkaca-kaca mengingat saat dia mengusir Arinda dengan kasar, Davira langsung menghampiri Aileen untuk menenangkannya
“mom... mommy kenapa?” tanya Davira.
“mommy sedih Vira, mommy sangat menyesal dengan tindakan mommy yang menghina Arinda dan mengusirnya. Mommy begitu terpengaruh dengan ucapan Dian karena mommy teringat dengan Alexa ” kata Aileen.
“aileen tahu ma, seharusnya Aileen mencari tahu kebenarannya sekarang Aileen sangat menyesal. Karena ke egoisan Aileen Dan jadi menderita seperti ini. Sekembalinya Arinda dari kota CH Aileen akan meminta maaf pada Arinda” kata Aileen dengan penuh penyesalan. Oma Ayu menganggukkan kepalanya, dia dapat melihat penyesalan di mata Aileen.
Amanda sudah berganti pakaian, dia bermaksud membawakan makanan untuk oma Ayu. Langkahnya terhenti di depan pintu oma saat dia mendengar nama Alexa saudara sepupunya di sebut.
Apa yang sudah di lakukan Alexa sehingga keluarga ini begitu membencinya? Kata Amanda dalam hati.
Nadira maid yang baru bekerja tampak celingak celinguk memperhatikan sekitar, dia tampak sedang mencari seseorang.
Dimana tuan Daniel ya? Dari tadi gue nggak melihatnya sama sekali kata Nadira sambil bersih-bersih.
Amanda melihat gelagat aneh dari maid yang baru di lihatnya,
“kamu sedang apa? Itu kan sudah di bersihkan tadi?” tanya Amanda heran.
“eh.. iya itu tadi saya lihat masih kotor nona, o ya nona kok dari tadi saya liat mansion kelihatan sepi” alasan nadira.
__ADS_1
“kenapa kamu begitu ingin tahu?”
“saya bermaksud membuatkan cemilan sore untuk seluruh keluarga nona”
“ya sudah kamu siapkan saja untuk enam orang”
“loh kenapa cuma enam nona? Bukannya seluruh keluarga Arsenio sekarang ada tujuh?”
“Daniel sedang tidak ada di rumah saat ini”
“wah ternyata tuan Daniel libur begini masih sibuk bekerja ya nona?”
“tidak, Daniel sedang ke kota CH menjemput calon istrinya” kata Amanda dengan sengaja. Dia tahu jika maid baru itu sedang mengincar Daniel.
“ja ja ja jadi tuan Daniel sudah tunangan?”
“iya... dan sebentar lagi mereka akan segera menikah” kata Amanda berlalu pergi ke kamar oma Ayu, Dia lalu mengetuk pintu kamar oma Ayu dan masuk ke dalam kamar.
Davira melihat Amanda yang masih berdiri di depan pintu mengintip ke luar kamar. Dia lalu menghampiri kakak iparnya,
“kak Manda, sedang apa sih?” tanya Davira, Aileen dan oma Ayu ikut melihat ke arah Amanda.
“kakak curiga dengan maid baru itu Vira, kamu tahu nggak sedari tadi aku perhatikan dia celingak celinguk seperti mencari seseorang. Sepertinya dia sedang mencari Daniel” jelas Amanda.
“trus kak?”
“Ya kakak bilang saja, kalo Daniel sedang ke kota CH menjemput calon istrinya. Trus wajahnya saat tahu berubah kaget dan panik” kata Amanda tersenyum nakal. Dia tahu jika Daniel berangkat ke kota CH, dia sempat mendengar pembicaraan Aileen, oma Ayu dan Davira soal kepergian Daniel ke kota CH.
************
tetap terus dukung Author
dengan cara like, vote dan tipnya.....😊😊😊
jangan lupa juga kasih rate nya ya.... plisss
🙏🏻🙏🏻🙏🏻
__ADS_1
( Π_Π )
makasih..... tetap semangat 🤗🤗🤗🤗