
Pintu lift terbuka, mereka berdua masuk dengan membawa barang-barang yang tidak terlalu banyak.
Sesampainya di lantai apartemen Cantika, mereka berdua melangkah menuju pintu Apartemen Cantika. Setelah membawa barang -barang Arinda masuk ke dalam Apartemen Cantika, mereka bertiga menikmati pizza hangat yang di beli May.
"May, tadi katanya lu mau cerita. kenapa bisa lama di cafe?" tanya Arinda pada penasaran.
Maya menceritakan apa yang terjadi padanya dan Davira dari A sampai Z,
"alhamdulillah, lu baik-baik aja. Trus anak -anak itu gimana saat bertemu Arvin?" tanya Cantika.
" ya diana pada kabur ketakutan" kata Maya sambil memakan pizza.
***
Sepeninggal Daniel, Arvin dan Yuda, Davira mulai menceritakan masalah yang di hadapinya dengan Maya. Darren sangat kesal mendengar cerita adiknya dan bermaksud untuk memberi pelajaran pada teman-teman Davira.
“Sudahlah Darren, biarkan saja. Sebentar lagi mereka juga akan kena batunya” kata Michael.
“ tapi Dad...” ucapan Darren langsung di potong oleh Davira.
“Udahlah kak, biarkan saja mereka. Kak Arvin tadi juga ngasih mereka pelajaran, Davira yakin mereka nggak akan berani lagi buat bully orang lain” kata Davira.
“ Sudah sudah sekarang sebaiknya kita membicarakan masalah pernikahan mu. Kapan Amanda akan kembali ke sini, biar kita bisa secepatnya membicarakan tanggal pernikahanmu” kata oma Ayu.
“dua minggu lagi Amanda akan kembali ke IN bersama keluarga besarnya oma” kata Darren.
Wajah Aileen tampak tidak senang saat Darren mengatakan jika keluarga besar Amanda akan datang ke IN. Darren memahami hal itu
“Tenang saja mom, Amanda sudah lama tidak bertemu dengan perempuan itu. Jadi mommy nggak usah khawatir, semuanya akan berjalan dengan baik” Darren menenangkan Aileen.
“mommy harap begitu, semoga semua berjalan dengan lancar” kata Aileen, dia berharap perempuan yang sudah membuat putranya menderita tidak akan pernah menampakkan wajah nya lagi.
Di ruang kerja Daniel, Yuda mengeluarkan laptop dan tabletnya. Dia memutar sebuah video dimana di perlihatkan suasana sebelum kematian empat penjahat. Tepat saat itu video sengaja di rusak, dengan kehebatan Yuda video itu dapat di pulihkan walau tidak sepenuhnya.
Daniel melihat seorang perawat pria memakai masker terlihat sangat mencurigakan.
“Stop” kata Daniel tepat saat wajah perawat itu menatap lurus ke depannya.
Arvin dan Yuda menatap perawat pria itu dengan seksama.
“ Dari tatapan matanya gerak geriknya, sepertinya dia sangat profesional bang” kata Yuda yang terus melihat layar laptopnya.
“Bisa kamu identifikasi siapa dia?” Tanya Daniel.
“Butuh waktu lama untuk menyamakan wajahnya dengan data yang ada bang” jelas Yuda.
“Nggak masalah Yud, lu coba cari dari data yang ada” perintah Arvin.
Daniel masih menatap video perawat yang memakai masker, sorotan matanya menjadi perhatian bagi Daniel.
“Udah ada perkembangan dari Sean?” tanya Arvin pada Daniel yang menjawab dengan gelengan.
Arvin menatap jari jemari yuda yang menari lincah di atas keyboard laptopnya.
__ADS_1
Drrtt... Drrrrt....drrrrtt...
Ponsel Daniel yang tergeletak di atas meja kerja bergetar menandakan ada panggilan yang masuk. Dia meraih ponselnya dan melihat pada layar ponsel tertulis nama Sean.
Daniel langsung menggeser tombol hijau pada layar ponselnya. Dia langsung loudspeker ponsel miliknya,
“ Halo” sapa Daniel datar.
"datar amat Dan, udah kayak jalan aja" canda Arvin mendapat tatapan tajam dari Daniel.
“Dan, sejauh ini pemeriksaan pada empat jenazah penjahat semuanya meninggal dalam keadaan tidur. Dalam hati mereka terdapat kandungan racun yang sangat kuat, sepertinya pembunuh itu orang profesional dan sangat ahli dalam racun” jelas Sean tidak mendengar suara Arvin tadi.
“sepertinya lawan kita kali ini sangat hati-hati. Mereka sengaja menghapus semua jejak mereka dan tidak meninggalkan apapun” kata Arvin.
“Lu juga di sana Vin?” tanya Sean baru menyadari saat mendengar suara Arvin.
“Iye gua disini, kenapa? Baru di tinggal bentar udah kangen ya babang Sean” goda Arvin.
“Diam bac*t lu, amit-amit gue kangen ama lu” kata Sean.
“idih si babang, suka gitu deh. Nyembunyiin perasaan nggak baik loh babang” goda Arvin, mata Daniel menatap tajam Arvin untuk bisa serius.
Arvin menggaruk-garuk kepalanya yang tidak gatal.
“Se, tolong lu kasih kabar ke Komandan Anton hasil otopsi lu” perintah Daniel.
“oke Dan” belum Sean berbicara sambungan telepon langsung terputus.
“kalo gitu gua ama yuda balik dulu ntar kalo ada kabar. Gua hubungi lu” kata Arvin pamit.
Nggak akan aku biarkan siapa pun menyakiti orang-orang yang aku sayangi. Akan ku cari siapapun orang itu walau harus sampai ke ujung dunia sekalipun kata Daniel dengan tekad yang kuat.
***
Selama dua minggu Daniel jarang bertemu dengan Arinda karena ke sibukkan masing-masing, terkadang Davira, Aileen dan oma Ayu menghubungi Arinda sekedar bertemu sebentar, chatting atau menemani oma Ayu ke panti Asuhan.
Daniel tidak pernah menelepon ataupun mengirim pesan pada Arinda. Ada ke inginan dari Daniel untuk menghubungi Arinda, namun ego menghentikan niat di hatinya.
Setelah dua minggu berada di negara PS, Amanda kembali ke negara IN dengan memboyong keluarga besarnya ke negara IN. Setelah beristirahat selama tiga hari di adakanlah pertemuan keluarga untuk membicarakan tanggal hari pernikahan Darren dan Amanda.
Mereka mencapai kesepakatan akan mengadakan akad nikah dua minggu lagi dan di hari berikutnya pesta pernikahan.
Seluruh keluarga besar Arsenio dan keluarga besar Handoko menyetujui keinginan Aileen dan Michael untuk menggunakan jasa Pearl Stars Wo&Eo. Aileen segera mengontak Arinda untuk meminta Arinda datang ke kediaman Arsenio besok.
It's been a long day without you, my friend
And I'll tell you all about it when I see you again (I'll see you again)
We've come a long way (yeah, we came a long way) from where we began
(You know what we started)
Oh, I'll tell you all about it when I see you again (I'll tell you)
__ADS_1
When I see you
Arinda yang baru selesai menunaikan shalat isya, menatap layar ponsel tertulis nama nyonya Aileen.
“Assalamualaikum nyonya Aileen” arinda langsung memukul keningnya teringat dengan keinginan Aileen.
“waalaikum salam Arin udah berapa kali sih mommy katakan, kamu harusnya manggil mommy bukan nyonya”
“ maaf nyo...eh mommy, Arin lupa. O ya nyo eh mommy telepon Arinda ada apa ya? Apakah ada hal yang harus Arinda bantu?” tanya Arinda.
“ Iya sayang, mommy butuh kamu besok datang ke mansion ya sayang. Tanggal pernikahan Darren dan Amanda udah di tentuin, jadi kedua keluarga sepakat untuk memakai jasa Pearl Stars Wo&Eo. Kamu bisa datangkan besok sayang?” tanya Aileen.
“Insyaallah bisa nyo eh mommy, Arin dan mbak Cantika akan ke mansion besok. Tapi maaf nyo eh mommy, mungkin kami datang setelah makan siang karena besok ada rapat tahunan di kantor kami”
“Nggak apa-apa sayang, kalo bisa besok kamu dan Cantika datangnya sebelum makan siang biar kita bisa makan siang bersama, oke”
“baik nyo eh mommy akan Arin usahakan sebelum makan siang kami akan ke mansion mo mommy” kata Arinda
“Kalo begitu mommy tutup dulu ya sayang, assalamualaikum”
“Waalaikum salam mo mommy” kata Arinda lalu menekan tombol merah di layar ponselnya.
Arinda lalu meletakkan ponselnya di nakas samping tempat tidur. Tangannya yang cedera telah sembuh dan sudah di buka jahitannya. Dia melipat mukenanya dengan rapi, lalu keluar menuju ruang makan.
Cantika sedang duduk di ruang Tv sambil berbalas chattingan, terkadang di senyum-senyum sendiri.
************
maaf buat para Reader🙏🏻🙏🏻🙏🏻
author up hanya tiga episode, di karenakan author sedikit flue.... 🤧🤧🤧
insya Allah secepatnya akan up besok,
tetap terus dukung Author
dengan cara like, vote dan tipnya.....😊😊😊
jangan lupa juga kasih rate nya ya.... plisss
🙏🏻🙏🏻🙏🏻
( Π_Π )
makasih..... tetap semangat 🤗🤗🤗🤗
author lagi nge halu...
Daniel Arsenio
Arinda Anindira
__ADS_1