
Aisyah menyambut ramah kedatangan Riko dan Yuda, dia juga mempersilahkan mereka untuk masuk dan duduk di sofa ruang tamu.
“ o ya nyonya bos, ini pesanan dari si bos” ujar Riko memberikan dua kantong berisi bahan makanan.
“bang Arvin yang meminta ini semua?” tanya Aisyah termenung melihat semua bahan makanan.
“iya nyonya bos” Yuda mengangguk mantap.
Aisyah tersenyum senang, dia tidak menyangka jika Arvin tahu dia membutuhkan semua itu. Saat Aisyah berjalan ke dapur diam-diam Arvin mengikuti dan melihat apa yang di lakukan istrinya.
Arvin melihat Aisyah mencatat sesuatu di kertas, saat Aisyah ke kamar mandi dia langsung memfoto kertas itu dan mengirimkannya pada Riko.
Aisyah akan melangkah ke kamar untuk menemui Arvin yang keluar dari kamar menuju ke ruang tamu.
“ bang, ada bang Riko dan bang Yuda di ruang tamu” ujar Aisyah,
“baiklah, abang akan menemui mereka dulu” ujar Arvin akan melangkah menuju ruang tamu.
“bang, sebentar...” panggil Aisyah saat Arvin melewatinya,
“hmm...” Arvin menatap istrinya, tanpa terduga Aisyah berjinjit mendekatkan wajahnya ke pipi Arvin. Dengan cepat dan berani dia mengecup pipi suaminya,
“makasih ya bang” ujar Aisyah yang segera berlalu pergi ke dapur. Arvin tersenyum melihat tingkah Aisyah yang malu-malu kucing, dia lalu melangkah kembali menuju ruang tamu bertemu dengan Riko dan Yuda.
Mereka berbicara dengan sangat serius, Yuda juga mengeluarkan laptop dan iphone miliknya. Dia memutarkan video CCTV di mana salah seorang pengunjung tewas keracunan. Aisyah datang menghampiri dengan membawa minuman dan cemilan.
Arvin mengucapkan terima kasih pada Aisyah dan kemudian melanjutkan pembicaraan serius mereka. Aisyah kembali ke dapur meneruskan membuat sarapan untuk mereka semua.
Arvin dengan terpaksa menutup cabang restorannya yang bermasalah, kabar tewasnya pengunjung itu membuat restoran yang di kelola Arvin juga restoran yang bekerja sama dengan Arebeon terkena dampaknya. Omset mereka menurun tajam membuat Yuda selama beberapa hari tidak dapat tidur.
Dia terus bergadang mencari bukti untuk menyelamatkan restoran Arvin, di interogasi terus menerus oleh polisi. Arvin melihat beberapa file yang di berikan Yuda, dia termenung saat melihat omset restoran miliknya menurun drastis. Begitu juga dengan restoran yang di investasikan Daniel, semua berdampak tidak baik dan ada beberapa yang terpaksa harus tutup.
Arvin segera menghubungi Daniel untuk membicarakan apa yang terjadi pada restoran dan juga investasinya. Daniel yang dalam perjalanan kembali ke penthouse segera meminta Arvin untuk datang ke penthouse.
Sarapan sudah tersedia, Aisyah pun datang menghampiri untuk memberitahu Arvin, Yuda dan Riko.
“bang, sarapannya udah siap. Sebaiknya kita sarapan dulu” ajak Aisyah.
“wah... kebetulan makasih banyak nyonya bos. Tau aje kite-kite belom sarapan” ujar Riko bangkit dari tempat duduknya.
“jangan panggil nyonya bos bang, Aisyah jadi canggung dan terkesan tua sekali. Panggil saja Aisyah,” ujar Aisyah, Riko dan Yuda saling berpandangan. Mereka bingung antara harus mengikuti kemauan Aisyah dengan memanggil namanya saja atau tetap memanggil Aisyah dengan nyonya bos karena statusnya istri bos mereka.
“udah lu pada ikutin aja maunya bini gua yang cantiknya paripurna,” ujar Arvin membanggakan istrinya.
“kalo itu maunya nyonya bos eh salah maksudnya Aisyah, gua hanya bisa turutin saja” ujar Riko, mereka bersama-sama melangkah menuju dapur yang menghadap langsung dapur mini.
__ADS_1
Beberapa makanan sudah terhidang di atas meja, mereka berempat duduk di meja makan menikmati sarapan buatan Aisyah.
“aisyah harap abang-abang pada suka dengan masakannya. Jika ada yang tidak terasa berkenan dan kurang pas maaf karena Aisyah masih belajar” ujar Aisyah ramah. Riko, Arvin dan Yuda menganggukkan kepala serentak lalu mencoba masakan yang di buat Aisyah.
Mereka termenung saat mencoba masakan buatan Aisyah, rasanya terasa sangat aneh membuat Yuda, Riko dan Arvin susah untuk menelan.
Ajim... gi mana gua mo nelan ni makanan. Rasanya sangat aneh, gua muntahin kagak enak sama nyonya bos. Kagak gua muntahin rasanya semakin aneh, membuat mual perut gua guman Yuda memperhatikan Arvin dan Riko.
Aisyah menunggu komentar dari suami dan juga teman-teman Avin,
“gi mana bang?” ujar Aisyah menatap Arvin menunggu komentar dari suaminya.
“enak kok dek, ini malahan abang mau nambah” ujar Arvin segera mengambil makanan di atas meja, wajahnya sudah terlihat aneh saat mencoba masakan Aisyah.
Wah si bos nyari penyakit ni, jangan bos... jangan lu makan lagi bos ato kita semua bakalan berjamaah bertemu dokter Sean guman Riko berharap semua cepat selesai.
“kalo gitu Aisyah juga mau coba” ujar Aisyah akan mencoba masakannya.
“JANGAN...” cegah Yuda, Arvin dan Riko serentak. Namun sudah terlambat, Aisyah sudah memakan masakannya. Dia sangat terkejut saat merasakan masakannya, dengan secepat kilat dia menuju wastafel membuang makanan yang masuk ke dalam mulutnya.
Riko, Yuda dan Arvin juga segera berlari menuju kamar mandi membuang makanan yang sempat mereka makan.
Kenapa rasanya jadi aneh begini, perasaan aku memasukkan garam halus. Seharusnya rasanya menjadi gurih guman Aisyah dalam hati menatap bubuk putih yang di kiranya garam.
“maaf bang, Aisyah salah memasukkan bumbu. Aisyah mengira jika bubuk ini garam ternyata ini gula halus” ujar Aisyah menundukkan wajahnya menyesal.
Arvin menatap iba pada istrinya, dia tahu jika ini bukanlah kesalahan Aisyah.
“sudahlah dek, ini bukan kesalahan Adek. Para cecunguk ini yang sudah salah membeli” ujar Arvin merangkul Aisyah seraya membelai kepalanya yang tertutup hijab.
“maaf bang, kita salah beli. Gua kira yang di bungkus itu garam, ternyata gula halus” ujar Riko menyadari kesalahannya.
“sudahlah kagak usah di ungkit lagi. Kita semua sarapan di luar saja sebelum ke penthousenya Daniel” ujar Arvin,
“ oke bos, kite nunggu bos di mobil ye” ujar Riko berjalan beriringan dengan Yuda menuju ruang Tamu.
“ oke, sebentar lagi gua dan Aisyah akan ke bawah” Arvin menatap istrinya yang masih terlihat sedih.
“sayang, sebaiknya sekarang Adek bersiap-siap ya. Kita sarapan di luar saja, setelahnya kita ke tempat Arinda dan Daniel, bagaimana adek mau ikut?” tanya Arvin melingkarkan kedua tangannya ke pinggang Aisyah.
Mendengar Arvin yang akan mengajaknya ke penthouse Arinda, Aisyah langsung tersenyum senang. Dia menganggukkan kepalanya setuju dengan ide suaminya, Arvin tersenyum senang melihat senyum Aisyah.
Sejenak mereka saling menatap, perlahan-lahan wajah mereka saling mendekat hingga bibir mereka menyatu, mengecup dan saling bertaut.
“Bos, sebaiknya kita...” Riko terkejut melihat pemandangan mesra di depannya.
__ADS_1
Mendengar suara Riko tanpa sengaja Aisyah mendorong kuat Arvin hingga dia jatuh terduduk di lantai.
“So... So... Sorry bos kagak sengaja” Riko segera bergegas pergi menuju ruang tamu menarik Yuda untuk ikut bersamanya. Yuda kebingungan menatap Riko yang menariknya langsung,
“abang...maaf...” Aisyah panik segera menghampiri Arvin masih terduduk di lantai terkejut dengan apa yang terjadi.
“bang... abang nggak apa-apa kan?” tanya Aisyah membantu Arvin untuk berdiri.
Arvin masih terlihat terkejut dengan apa yang terjadi, dia hanya tersenyum canggung pada Aisyah yang menatapnya dengan khawatir.
“sebaiknya sekarang adek bersiap-siap, abang tunggu" ujar Arvin tersenyum paksa merasakan sakit pada pinggulnya.
“tapi bang...” Aisyah membantu Arvin untuk duduk di kursi meja makan.
“tidak apa-apa dek, sebaiknya sekarang adek bersiap-siap ya” Arvin membelai wajah istrinya. Aisyah dengan wajah khawatir menuruti Arvin melangkah masuk ke kamar untuk mengganti pakaiannya.
Arvin meraih ponselnya di saku celana mengetik pesan pada Riko,
📱
Bonus lu bulan ini di potong...
Arvin menatap kesal ponselnya, merasa kesal saat kemesraannya di ganggu oleh anak buahnya. Riko yang menunggu di lobi apartemen bersama Yuda hanya bisa menghela nafas saat melihat pesan singkat dari bosnya.
Yuda hanya menatap bingung ke arah Riko, tanpa berkomentar apapun matanya kembali fokus pada game online yang sedang di mainkan.
*************
dear para Reader yang paling baik hati dan rajin menabung...
mohon maaf karena beberapa hari ini tidak up, karena kondisi author yang drop 🤒🤒🤒🤒 dan susah untuk berkonsentrasi.
secepatnya akan author usahakan up lagi dan akan di usahakan up tiap hari, mohon bersabar menunggu kelanjutannya... 🤗🤗🤗🤗
tetap terus dukung Author 😊😊😊
dengan cara like, vote dan tipnya.....ya.... plisss🙏🏻🙏🏻🙏🏻
jangan lupa juga kasih rate dan comment nya yang positif agar Author semakin semangat💪🏻💪🏻💪🏻 buat menulisnya...✍️✍️✍️
( Π_Π )
makasih..... tetap semangat 🤗🤗🤗🤗
❤️❤️❤️❤️❤️ for all...
__ADS_1