Terjebak Cinta CEO Dingin

Terjebak Cinta CEO Dingin
Ep.107


__ADS_3

“gue udah tahu siapa pembunuh yang membunuh ke empat para penjahat itu” kata Arvin berubah serius. Dia langsung meraih ponselnya menghubungi Yuda hacker kepercayaannya. Dia juga meminjam laptop milik Daniel untuk video call pada Yuda yang berada di base camp milik Arvin.


Video call tersambung, Yuda tampak seperti mayat hidup dengan lingkaran mata panda di bawah matanya.


“ada informasi apa Yuda?” tanya Daniel dingin


“gue udah menemukan orang yang 85 persen mirip dengan pembunuh yang kita cari. Ini data-datanya sekarang gue tranfers ke sana” kata Yuda sambil menguap.


“namanya Yoga seorang pembunuh bayaran, buronan yang di cari polisi. Keahliannya dalam meracik racun sangat hebat, sudah banyak yang menjadi korbannya” kata Yuda


Daniel melihat data pribadi dari pembunuh bayaran, Sean juga menyerahkan sebuah file pada Daniel.


“ ini hasil temuan gue dari keempat jenazah itu. Racun yang ada di jenazah itu racikan dari beberapa racun mematikan, termasuk racun bisa ular paling berbisa di dunia. Dan ini hanya bisa di racik oleh orang tertentu, dan bisa di simpulkan jika pembunuh bayaran ini dalangnya” jelas Sean.


Daniel menatap foto pembunuh bayaran di laptop miliknya,


“Vin, kerahkan anak buah lu buat nyari dia. Gue merasa ada orang kuat di belakang rencana penculikan dan pembunuhan ini” perintah Daniel.


“oke Dan, gua akan sebarin foto ni pembunuh bayaran ke anak-anak” kata Arvin.


“Sel , perketat semua penjagaan baik di mansion juga di perusahaan. Seleksi ketat setiap bodyguard. Aku tidak mau kecolongan seperti waktu penculikan Arin” perintah Daniel pada Ansel.


Tok...tok...tok....


Terdengar ketukan dari luar ruang kerja Daniel, pintu itu langsung di buka Ansel.


“tuan muda, tuan di tunggu Tuan besar dan tuan muda Darren di kamar” ucap maid yang tampak masih muda yang baru bekerja di Mansion Arsenio.


Maid itu terpana saat melihat ke empat pria di depannya,


“siapa kamu?” tanya Ansel dingin pada maid baru itu.


“nama saya Nadira, saya maid baru di sini” kata Nadira menundukkan pandangannya, matanya sempat menatap ke arah Daniel yang serius menatap layar laptop.


Jadi dia tuan Daniel Arsenio, lebih tampan dari pada di koran yang ku lihat. Aku senang banget bisa kerja di sini, inilah kesempatan ku buat dekat dengan Daniel Arsenio kata Nadira dalam hati.


“apa lagi yang kamu tunggu?” tanya Ansel dingin pada Nadira berdiri mematung di depan pintu ruang kerja Daniel.

__ADS_1


“sa...sa... saya permisi” kata Nadira pergi meninggalkan ruang kerja Daniel.


Ansel menutup pintu ruang kerja Daniel kembali, dia meraih ponsel miliknya untuk menghubungi manager bagian tenaga kerja di perusahaan untuk mencari tambahan bodyguard yang terpercaya, loyal dan disiplin.


“tuan muda saya sudah menghubungi bagian tenaga kerja, secepatnya mereka akan mencari para bodyguard sesuai dengan yang anda mau” kata Ansel.


“baiklah, kalian sudah boleh pergi. Gue akan ke kamar kak Darren” kata Daniel melangkah pergi menuju kamar Darren.


Kamar Darren...


Darren tampak gelisah dan gugup, Michael pun memberi beberapa wejangan untuk Darren. Tidak lupa pula dia juga memberi semangat pada putra pertamanya yang sebentar lagi akan menjadi kepala keluarga.


Daniel bergabung dengan Michael dan Darren,


“lu udah siap kak?” tanya Daniel melihat Darren yang tampak begitu gugup.


“ya...” katanya menghirup nafas dan membuangnya perlahan.


Salah seorang body guard mengetuk pintu kamar Darren, dia memberi tahu jika acara akad nikah akan segera di mulai.


Suasana di halaman Mansion Arsenio tampak ramai dengan kedatangan sanak keluarga dan sahabat dari keluarga Arsenio. Arinda dan anggota teamnya tampak begitu sibuk menjalankan tugas mereka masing-masing.


“Raisa... Aldo” kata Arinda pada diri sendiri. Anggota team Arinda yang berdiri di sampingnya menatap heran pada Arinda menatap lama ke arah tamu.


“ mbak Arin kenapa? Ada yang mbak kenal?” tanya anggota team Arinda.


“sepertinya si, tapi mbak ragu juga. Takutnya ntar salah orang. Lebih baik kita balik kerja, jangan lupa buat cek stoknya ya” kata Arinda,


“baik mbak” kata anggota Team Arinda.


Prosesi acara Akad nikah berjalan dengan baik dan khidmat, semua orang memberi selamat pada pasangan pengantin baru yang baru saja resmi. Di salah satu sudut tempat, seorang perempuan dengan memakai kaca mata hitam tampak tersenyum smirk. Matanya di balik kaca mata hitam itu tampak mengawasi dengan seksama setiap sudut tempat di kediaman Arsenio.


Perempuan itu juga tampak menatap lekat keluarga Arsenio yang tampak berbahagia saat itu,


Kalian nikmati saja saat ini, sebentar lagi permainan akan segera di mulai... kata perempuan misterius itu dalam hati dengan menyunggingkan senyum smirk di bibirnya.


Setelah puas mengamati, dia melangkah pergi meninggalkan kediaman Arsenio. Daniel dari kejauhan menatap heran pada perempuan misterius itu, dia segera mengejar perempuan itu namun kehilangan jejak saat di parkiran.

__ADS_1


Arinda baru keluar dari toilet tidak sengaja menabrak seorang perempuan di depannya,


“maaf” kata Arinda langsung menatap ke arah perempuan yang di tabraknya.


“tidak apa-apa” kata perempuan itu terkejut saat melihat Arinda.


“Raisa?!” panggil Arinda dengan senang. Perempuan yang ada di hadapan Arinda yang tak lain adalah Raisa sahabat Arinda sewaktu masih kuliah. Raisa sangat terkejut saat melihat Arinda di hadapannya.


“Arinda?!” katanya pelan, raut wajahnya tampak gelisah dan takut. Arinda langsung memeluk Raisa, sahabat yang sudah sangat lama tidak pernah di jumpainya.


“kamu apa kabar Sa? Kapan kamu balik dari Ausy?” tanya Arinda, namun pertanyaan darinya tidak di jawab oleh Raisa,


“ maaf permisi” kata Raisa dengan cepat berlalu pergi meninggalkan Arinda yang heran melihat tingkah Raisa yang aneh.


Raisa kenapa? Dia terlihat gelisah dan ketakutan? Guman Arinda dalam hati. Arinda lalu kembali ke tempat acara untuk membantu anggota teamnya.


Saat Arinda menghampiri salah satu anggota teamnya, Cantika melambaikan tangan ke arahnya. Cantika sedang berdiri di samping Aileen, Davira dan Oma Ayu, di hadapan mereka berempat ada seorang perempuan yang usianya tidak jauh berbeda dengan Aileen. Cantika memanggil Arinda untuk mendekat ke arah mereka, saat Arinda menghampiri mereka terdengar suara yang sangat dia kenal.


“Tante ini Event manager yang saya ceritakan” kata Cantika memperkenalkan Arinda pada perempuan yang membelakangi Arinda.


Perempuan itu membalikkan badannya melihat ke arah Arinda, dia sangat terkejut begitu juga Arinda. HT yang sedari tadi di pegangnya jatuh ke tanah, kilasan bayangan masa lalunya yang di hujat serta di fitnah terbayang jelas di ingatanya.


“nyonya Sutomo?!” kata Arinda pelan, perempuan yang terlihat seumuran dengan Aileen menatap nanar dan sinis pada Arinda. Dialah Dian Sutomo ibu kandung dari Aldo sahabat Arinda,


“aku tidak menyangka akan bertemu dengan kau di sini” kata Dian dengan sinis membuat tanda tanya besar pada Cantika, Aileen, Davira dan oma Ayu yang berdiri di samping Dian.


************


tetap terus dukung Author


dengan cara like, vote dan tipnya.....😊😊😊


jangan lupa juga kasih rate nya ya.... plisss


🙏🏻🙏🏻🙏🏻


( Π_Π )

__ADS_1


makasih..... tetap semangat 🤗🤗🤗🤗


__ADS_2