Terjebak Cinta CEO Dingin

Terjebak Cinta CEO Dingin
Ep. 108


__ADS_3

“nyonya Sutomo?!” kata Arinda pelan, perempuan yang terlihat seumuran dengan Aileen menatap nanar dan sinis pada Arinda. Dialah Dian Sutomo ibu kandung dari Aldo sahabat Arinda,


“aku tidak menyangka akan bertemu dengan kau di sini” kata Dian dengan sinis membuat tanda tanya besar pada Cantika, Aileen, Davira dan oma Ayu yang berdiri di samping Dian.


“kamu mengenal Arinda, Dian?” tanya Aileen heran.


“huh, jadi event manager yang kamu banggakan itu adalah perempuan ja**ng ini Aileen?” kata dian mulai menghina Arinda. Aileen tampak kesal saat Dian mulai menghina calon menantunya.


“Nyonya Dian, aku harap kamu tahu batasan mu? Bagaimana bisa kamu menghina calon menantuku” Aileen terlihat kesal. Tamu yang hadir mulai memperhatikan Aileen yang tampak kesal


“Apaaa calon menantu?! Apa aku tidak salah dengar Aileen, kamu akan menjadikan wanita ja**ng ini menantumu. Tanpa kamu ketahui bagaimana dia yang sebenarnya” kata Dian menatap sinis Arinda yang hanya diam seribu bahasa.


“maaf nyonya, tapi anda sudah sangat keterlaluan menghina pegawai saya dan saya bisa menuntut anda dengan tuntutan pencemaran nama baik “ kata Cantika membela Arinda. Maya yang semula berdiri bersama Arvin, Sean, Ansel dan Daniel mulai menghampiri Arinda yang mulai tampak pucat.


“huh seharusnya kamu memeriksa latar belakang wanita yang kamu perkerjakan. Asal kalian semua tahu jika wanita dengan tampang yang sok alim ini adalah wanita ja**ng yang tidur dengan pria mana pun untuk bisa mendapatkan uang. Wanita ini juga sudah memperalat putra ku Aldo untuk memberikan uang untuk mengobati ibunya. Padahal uang itu dia pergunakan untuk berfoya-foya bersama ibunya yang juga seorang wanita ja**lang” kata Dian yang menghina ibu Arinda yang membuatnya sangat marah.


“nyonya SUTOMO, anda bisa menghina saya sesuka hati anda. Tapi jangan pernah anda menghina ibu saya “ kata Arinda dengan mata berkaca-kaca.


“alah jangan sok alim kamu, perempuan rendahan sepertimu memiliki niat yang busuk. Menjerat pria kaya hanya untuk mengambil hartanya. Aileen kamu jangan menerima perempuan pe***ur seperti dia, di kampusnya saja dia terkenal dengan predikat wanita pang**lan. Aku heran kenapa pihak kampus tidak jadi memberhentikan dia, mungkin saja dia sudah tidur dengan para pria-pria itu” kata Dian semakin menghina Arinda.


Daniel mulai geram tangannya terkepal kuat, dia sangat marah mendengar hinaan yang di layangkan oleh nyonya sutomo pada Arinda. Dia ingin menghampiri Arinda namun di cegah oleh Aileen yang mulai terpengaruh dengan ucapan Dian. Dia akui belum begitu mengenal Arinda, saat sahabat baiknya membeberkan masa lalu Arinda membuatnya kesal dan marah. Dia merasa dirinya sudah di tipu dengan wajah dan tingkah laku Arinda yang polos,


“heh nyonya, Tu mulut isinya sampah kotor semua yang keluar hanya kotoran yang bau menyengat” kata Maya membalas penghinaan Dian. Dia langsung memasang badan di depan Arinda.


“apa kamu bilang?” kata Dian semakin kesal.


“mulut anda itu lebih busuk dari bak sampah, kalo nggak tahu apa-apa jangan nyebarin fitnah yang nggak benar. Anda mau di tuntut karena sudah mencemarkan nama baik karyawan Pearl Stars. Apa bukti nya kalo Arinda melakukan hal itu?” ancam Maya pada Dian.

__ADS_1


“ tidak perlu bukti, karena Raisa calon menantu saya yang menceritakan semua keburukan dari perempuan pela**r ini” kata Dian, Arinda sangat terkejut saat mendengar nama Raisa di sebut oleh Dian. Orang yang paling dia percayai merupakan dalang dan otak dari penyebaran fitnah.


“dasar emak-emak tukang gibah, hanya tahu sebelah sisi Tanpa tahu kenyataan yang sebenarnya, pantesan aja tu mulut isinya sampah. Yang keluar semuanya sampah kotor dan busuk” kata Maya (go mak maya....Author mendukungmu)


“dasar ben**ng si*lan, berani kamu ngatai saya” kata Dian geram.


“iiih tatut... emak tukang fitnah ngamuk. Ngaku dari kalangan jetset tapi mulut kayak emak-emak gibah tepi jalan” hina Maya, Arinda memegang tangannya,


“May... udah” kata Arinda wajahnya kini sudah di hiasi dengan air mata.


Aldo yang baru kembali dari mobil membawa bingkisan hadiah yang tertinggal tertegun saat semua orang menatap ke satu arah. Dia melihat ibunya yang tampak memaki-maki seorang perempuan muda.


Loh mama kenapa marah-marah seperti itu? Raisa kemana? Kok nggak bersama mama? Guman Aldo dalam hati, dia lalu mendekat ke arah Dian yang masih sibuk menghina dan merendahkan perempuan di hadapan Dian.


“ma, ada apa ini?” tanya Aldo terkejut saat melihat Arinda di hina habis-habisan oleh ibunya.


“Arinda, sebaiknya kamu tinggalkan tempat ini sekarang juga. Aku tidak pernah menyangka perempuan dengan tampang polos sepertimu ternyata seorang perempuan rendahan. Kamu tidak pantas bersanding dengan putraku, tinggalkan tempat ini sekarang juga” usir Aileen pada Arinda.


“mom... jangan usir kak Arin mom!! Belum tentu yang semua di tuduhkan itu benar” bela Davira


“ davira, lebih baik kamu diam. Ini bukan urusan kamu” kata Aileen tegas,


“tan, jangan percaya sama ni mulut sampah. Arinda bukan cewek yang seperti di tuduhkan, semuanya itu fitnah yang sengaja di sebarkan” bela Maya


“saya sangat mengenal Dian, kami sudah bersahabat sangat lama dan dia selalu mengatakan kebenaran” bela Aileen pada Dian sahabatnya.


Semua tamu yang hadir mulai berbisik-bisik dan menghujat Arinda dengan kata makian.

__ADS_1


“nggak nyangka gua, cantik-cantik ternyata pela**r”


“berapa tarif semalamnya neng? hahahaha”


“dasar pela**r”


Hinaan dan hujatan keluar dari mulut mereka persis dengan apa yang Arinda alami saat dia masih kuliah, Cantika yang akan melawan balik langsung di cegah oleh Arinda yang menyadari jika semua itu akan percuma. Mereka hanya akan mendengar apa yang mereka dengar tanpa mengetahui kebenaran yang sebenarnya.


Arinda menghampiri dan berdiri di hadapan Aileen, dia membungkukkan badannya sedikit dengan hormat


“maafkan saya nyonya Arsenio, acara anda menjadi kacau. Saya minta maaf tulus dari hati dan selamat buat anda nona Amanda semoga pernikahan anda menjadi pernikahan yang samawa” kata Arinda, mata Arinda berkaca-kaca merasa sakit dan pedih di hatinya. Bukan karena hal penghinaan yang di layangkan kepadanya, tapi rasa sakit saat sahabat yang ia percayai dan telah di anggapnya saudara tega memfitnah dan menusuknya dari belakang.


“Arinda” Aldo dan Daniel dengan serempak memanggilnya, namun Arinda tetap melangkah pergi meninggalkan kediaman Arsenio.


“aldo untuk apa kamu memanggil wanita ja**ng itu” kata Dian marah, Maya dan Cantika dapat melihat kesedihan yang di rasakan Arinda, apa yang selama ini yang di takutkan Arinda benar terjadi.


************


tetap terus dukung Author


dengan cara like, vote dan tipnya.....😊😊😊


jangan lupa juga kasih rate nya ya.... plisss


🙏🏻🙏🏻🙏🏻


( Π_Π )

__ADS_1


makasih..... tetap semangat 🤗🤗🤗🤗


__ADS_2