
“kyaaaa tuan Daniel...” pekik para fans Daniel. Sean melambaikan tangannya pada Daniel cs yang melangkah mendekati meja Sean dan Evan.
Daniel, Arvin dan Ansel tertegun saat melihat pria Evan yang tersenyum santai pada mereka.
“Evan, kapan lu datang dari Uk?” Sapa Daniel yang langsung bersalaman ala pria.
“udah tiga hari aku balik kemari. Selain ingin bertemu kalian, aku berencana membuka cabang baru di IN” Evan menyalami sahabat-sahabatnya.
“wuiiiiih bro... makin hebat aja lu sekarang” ujar Arvin pada Evan.
Mereka semua lalu duduk di satu meja dan mulai memesan minuman masing-masing.
“o ya Dan, aku dengar kamu sudah menikah, selamat ya maaf aku baru mengucapkan selamat paada mu sekarang. Karena kesibukan membangun perusahaan membuat ku tidak terlalu mengikuti berita” Evan merasa tidak pada Daniel.
“terima kasih Van, ucapan tulus dari mu sudah cukup bagiku” Daniel tersenyum ramah pada Evan, dirinya terheran melihat perubahan sikap Daniel yang terkenal dingin dan datar.
“ternyata benar kabar burung di luaran sana, ternyata lu udah berubah Dan” Evan takjub dengan perubahan sikap Daniel.
“ya namanya juga udah bucin ama bini. Ngomong- ngomong lu udah nikah?” Tanya Arvin penasaran.
“saat ini aku masih menjomblo. Tapi sepertinya status itu Tidak akan aku sandang lagi” Evan tersenyum mengingat pertemuannya dengan perempuan yang tidak sengaja di tabraknya tadi.
“Wuidih... Sepertinya ada yang jatuh cinta pada pandangan pertama ni” sindir Arvin. Evan hanya tersenyum malu-malu kucing pada teman-temannya.
“Ketemu di mana?” tanya Sean.
“Aku tidak sengaja bertemu dengan nya saat akan bertemu Sean. Lebih tepatnya aku tidak sengaja menabrak dan hampir membuatnya terjatuh” jelas Evan,
“Siapa namanya?” Tanya Ansel.
“Sorry, untuk hal itu. Aku nggak mau kasih tahu kalian karena aku ingin mengenalnya lebih dulu. Jika dia mengenal kalian yang ada dia bakalan kabur melihat keajaiban kalian terlebih si Arvin” Evan menolak memberi tahu perempuan itu.
“Ya si bambang, malah pake rahasia ama kita. Ayolah bro kasih tau gua, siapa tau gua kenal sama orangnya” Arvin semakin penasaran dengan perempuan yang di temui Evan.
Mereka semua tersenyum senang dapat berkumpul seperti dulu,
“o ya Van, lu balik ke sini pasti bukan hanya ketemu ama kita aja kan?” tebak Sean.
“Benar, Se. Sebetulnya aku balik ke sini untuk meresmikan anak perusahaanku yang baru di kota J. Aku juga ingin mengundang kamu semuanya untuk datang ke pesta peresmian perusahaanku yang di adakan empat hari lagi” jelas Evan sambil mengambil minuman miliknya.
“congrats untuk lu bro” Arvin mengangkat gelas kopi miliknya.
__ADS_1
“Thanks bro, aku harap kalian semua bisa datang. Jangan lupa bawa pasangan kalian masing-masing” kata Evan.
Daniel menatap jam mahal di pergelangan tangannya menunjukkan pukul sembilan malam, dia tampak gelisah dan tidak tenang. Dia lalu memutuskan untuk pulang duluan,
“Aku balik” Daniel berdiri dari kursinya setelah menghabiskan coffe miliknya.
“yaaa... Dan, baru juga masih sore. Ayolah jarang-jarang kita bisa ngumpul bareng kayak gini” cegah Arvin. Daniel mengabaikan perkataan Arvin,
“sorry Van, selamat atas peresmian perusahaan mu. Akan aku usahakan untuk datang” Daniel menyalami Evan lalu melangkah pergi keluar cafe.
Evan menatap heran kepergian Daniel yang terburu-buru, kemudian dia menatap ke arah Arvin, Sean dan Ansel untuk mendapatkan jawaban atas pertanyaannya.
“ya gitu kalo udah bucin ama istri. Sobat-sobatnya pada di lupain” keluh Arvin manyun mengerti dengan tatapan Evan.
“bisa di ganti kagak gaya lu? Udah kayak cewek pelakor yang di tinggal pergi ama sugar daddynya” protes Sean pada Arvin yang bertingkah aneh.
“kan karena bergaul ama lu gua jadi seperti ini” Arvin semakin jahil mengganggu Sean.
***
Daniel memilih kembali ke pent house lebih cepat, dia ingin menghabiskan waktunya bersama istrinya. Dia memerintahkan Saakti untuk menjalankan mobil Daniel dengan cepat.
“kalian semua bisa beristirahat awal hari ini” perintah Daniel pada Sakti dan body guard yang biasa menemaninya.
“terima kasih tuan muda” mereka serentak membungkukkan sedikit badan mereka memberi penghormatan pada Daniel yang sudah memasuki lobi Apartemen mewah itu. Dia melangkah menuju lift menekan ke lantai penthouse miliknya.
Televisi berukuran besar menyala menayangkan sebuah film korea bergenre romantis yang di rekomendasikan Maya pada Arinda. Dia duduk di sofa panjang dengan memangku popcorn buatannya, matanya membulat sempurna saat tahu jika film itu berunsur adegan yang sering dia lakukan dengan suaminya.
Maaaayyaaaa.... film apaan ini.... pantesan aja dia senyam senyum, ternyata .... awas aja lu may... wajah Arinda memerah melihat adegan demi adegan yang menantang.
Hati Arinda ingin mematikan film itu, namun tidak pikirannya. Arinda melihat ke kanan ke kiri berharap jika tidak ada orang yang memergokinya sedang menonton film korea berunsur romantis abis.
Seperti remaja sekolah yang ketakutan ketahuan menonton, Arinda kembali memastikan jika dirinya hanya sendirian di pent house miliknya. Alur cerita yang menarik membuat Arinda membatalkan niatnya untuk mematikan film itu.
Kepalanya sampai miring ke kanan dan ke kiri saat melihat adegan demi adegan yang di sajikan. Dia bahkan tidak menyadari jika Daniel kini berdiri di belakang sofa memergoki istrinya yang sedang menonton film dewasa.
Daniel tersenyum nackal melihat istrinya yang masih terfokus dengan film yang di sajikan.
“ehem... ternyata nyonya Daniel Arsenio orangnya juga nakal ya” Sindir Daniel yang berdiri tempat di belakang Arinda, matanya membulat sempurna saat mendengar suara Daniel.
Dia mendongakkan wajahnya ke atas melihat Daniel yang menatap dirinya, senyuman paksa terlukis di wajah Arinda menatap suaminya menangkap basah dia saat menonton film itu.
__ADS_1
“sa sa sayang ka...pan kamu datang...” tanya Arinda masih mendongakkan wajahnya ke atas. Bukan menjawab pertanyaan Arinda, Daniel langsung mendaratkan bibirnya pada bibir istri yang sudah di rindukannya seharian ini.
Ciuman itu terasa manis dan asin karena popcorn yang di makan Arinda. Ciuman itu terhenti, Daniel menatap Arinda membersihkan bibir milik istrinya dengan ibu jari.
Daniel lalu berdiri tegak kembali, Arinda meraih remote tv dan dvd bermaksud mematikannya.
“jangan di matikan, aku akan kembali” cegah Daniel sambil melangkahkan kakinya ke arah kamar mereka berdua.
Ya ampun tengsin gue... ke gep ama suami sendiri. Ini semua gara-gara Maya Arinda meraih ponsel miliknya mengirim pesan whats app pada Maya.
📱Arinda : mayaaaa, lu udah bikin gue malu
📱Maya: apose Rin? (dengan wajah tidak berdosa)
📱Arinda: lu bilang filmnya genre horor komedi, tapi yang gue liat sekarang malah... (Arinda tidak mampu meneruskan pesannya, wajahnya kini memerah) dan gue ke gep ama Daniel nonton ginian
📱Maya : 🤣🤣🤣 akika kan Cuma mau bantuin lu biar cepat hamidah lagi. Kalo soal lu ke gep ama my idol, thats not my problem darling. Tapi... bagus juga my idol tahu, jadi kalian bisa mempraktikkannya.
📱Arinda : 😡😡😡 MAYAAA
Arinda akan menelepon Maya terhenti saat Daniel sudah keluar dari kamar dan duduk di sampingnya.
*************
secepatnya author akan usahakan up tiap hari, mohon bersabar menunggu kelanjutannya...🤗🤗🤗🤗
sambil menunggu up, bolehlah mampir ke karya author judulnya "Cinta Sabrina"
tetap terus dukung Author😊😊😊
dengan cara like, vote dan tipnya.....ya.... plisss🙏🏻🙏🏻🙏🏻
jangan lupa juga kasih rate dan commetnya yang positif agar Author semakin semangat💪🏻💪🏻💪🏻 buat nulisnya...✍️✍️✍️
( Π_Π )
makasih..... tetap semangat 🤗🤗🤗🤗
❤️❤️❤️❤️❤️ all...
__ADS_1