Terjebak Cinta CEO Dingin

Terjebak Cinta CEO Dingin
Ep. 133


__ADS_3

“dan yang ini desain baju pengantin untuk tuan Daniel” Maya memperlihatkan desainnya pada Daniel.


“untuk seragamannya, akika udah nyiapin untuk keluarga Arsenio. Yang ini untuk seragamannya akika harap tante suka” Maya memperlihatkan pakaian seragam untuk pernikahan Daniel dengan Tasya. Aileen sangat menyukai desain baju seragam yang di perlihatkan Maya.


“o ya tan, lokasi pesta dan akad nikahnya tuan Daniel dan Tasya apakah akan sama dengan pernikahan tuan Darren dan Amanda?” tanya Cantika, dia sengaja bertanya lokasi akad dan pesta pernikahan pada Daniel.


Cantika teringat dengan ucapan Arinda saat mereka sedang mengatur acara akad nikah seorang klien yang menikah di sebuah masjid yang indah dan Asri. Masjid Jahan yang di desain sedemikian rupa, terlihat indah dan asri dengan taman bunga di sampingnya.


Taman bunga ini sengaja di desain indah karena sering di gunakan untuk acara akad nikah dan pesta pernikahan. Arinda yang saat itu menghandle acara pernikahan di sana sangat senang dan berangan-angan kelak dia ingin menikah di sana.


“apakah anda bisa merekomendasikan lokasi yang bagus?” tanya Daniel.


“bagaimana jika lokasi akad nikah di mesjid Jahan daerah jalan Muha?” usul Cantika membuat Arinda menatap ke arah Cantika.


Kok mbak Cantika usulin lokasi itu? Itu kan lokasi impian nikahan gue jika suatu saat gue nikah. Haaaah....masak iya gue harus nikah di tempat yang sama


Arinda menghela nafas berat hal itu tidak luput dari pandangan Daniel. Alis Daniel bertaut melihat perubahan sikap Arinda saat Cantika menyebut lokasi Masjid Jahan.


Amanda membuka ponselnya mencari informasi tentang masjid Jahan rekomendasi Cantika,


“Subhanallah mom, bagus banget lokasinya mom!!” Amanda memperlihatkan foto masjid Jahan pada Aileen,


“waaah... ini bagus banget Tika,” Aileen menyukai lokasi yang di tunjuk Cantika.


“lokasi ini sangat cocok dengan konsep wedding yang di rekomendasikan Arin” usul Cantika dengan maksud yang di mengerti Daniel.


“bagaimana Tasya? Apa kamu menyukai lokasi yang di rekomendasikan?” Daniel bertanya pada Tasya, matanya melirik pada Arinda yang terlihat galau.


“jika kamu suka aku juga suka , sayang” Tasya tersenyum manis pada Daniel,


"lalu untuk lokasi pestanya sendiri apakah akan tetap di hotel JK International juga?" tanya Cantika,


"apakah anda mempunyai rekomendasi tempat yang bagus?" tanya Daniel menatap ke arah Arinda tampak berpikir tempat yang bagus. dia pun akhirnya menunjukkan lokasi pesta yang sangat bagus dan cocok untuk keluarga Arsenio.

__ADS_1


"Hotel Vern De International, hotel yang tentunya milik anda. Tentunya anda tahu di hotel ini memiliki bell room dengan kapasitas yang tidak kalah dengan hotel JK International" Arinda merekomendasikan hotel Vern De International. Rekomendasi Arinda di sambut baik oleh Aileen dan yang lainnya.


Mereka pun menentukan tema, dekorasi hingga bunga yang akan menghiasi ke dua lokasi itu. Daniel meminta Ansel untuk mengerahkan karyawan hotel Vern De untuk membantu persiapan pesta pernikahan Daniel.


“baiklah karena semuanya sudah setuju, saya menyerahkan semuanya pada Pearl Stars. Mom dan harus kembali ke kantor, ada beberapa pekerjaan yang harus Dan selesaikan” Daniel pamit ke Aileen untuk kembali ke perusahaan.


“ oke sayang, mommy juga harus kembali sekarang. Arinda , Cantika dan Maya semua persiapan ini saya serahkan pada kalian” Aileen, bangkit dari tempat duduknya menghampiri Cantika. Sambil menyalami dan cipika cipiki Aileen, Amanda dan Tasya berpamitan pulang ke kediaman Arsenio.


Aileen, Amanda, dan Tasya berjalan lebih dulu keluar dari ruangan meeting, di ikuti Cantika, Ansel dan Maya yang mengantar mereka ke bawah. Daniel sengaja tinggal di belakang memperhatikan Arinda yang sedang menyusun kertas-kertas juga menyimpan file konsep wedding di laptopnya. Mata Arinda menangkap sosok Daniel yang terus memperhatikannya,


“apakah masih ada hal lainnya lagi tuan Muda?” tanya Arinda, kedua tangannya penuh memegang kertas dan menenteng laptop miliknya. Daniel menghampirinya dengan wajah dingin dan datar,


“apa sekarang kamu bahagia?” tanya Daniel menatap tajam ke mata indah Arinda.


“maksud anda?” Arinda pura-pura tidak mengerti dengan apa yang di bicarakan Daniel.


“keinginan mu melihat ku bersama wanita lain akan segera terwujud, tapi dari sikapmu beberapa hari ini memberitahuku jika kamu tidak menyukai aku bersama wanita lain. Lalu mengapa kamu menolakku dan membohongi perasaanmu sendiri?” Daniel menatap lekat Arinda, tangannya memegang kedua pundaknya.


“seingatku, aku tidak mengatakan kamu cemburu. Tapi kamu sendiri mengatakan apa yang ada di hatimu (daniel mendekatkan wajahnya dan berbisik di telinga Arinda) dan itu sudah terlambat” Daniel berdiri menatap Arinda, dia lalu melangkah pergi meninggalkan Arinda yang hanya terdiam membisu.


Ingin dia menyanggah apa perkataan Daniel, namun saat melihat wajah dingin dan datarnya membuat Arinda merasa sedih.


Setelah Daniel pergi, Arinda kembali ke ruangannya, wajahnya tampak Galau tingkat dewa melihat sikap dingin Daniel padanya. Hatinya semakin hancur dan pedih saat konsep wedding, dan lokasi impian wedding harus dia relakan untuk pernikahan pria yang sudah membuat jantungnya berdebar-debar.


Maya dan Cantika masuk kedalam ruangan Arinda, terlihat jelas bagi mereka sekumpulan awan hitam kegalauan menyelimuti ruang kerja Arinda. Mereka lalu duduk di kursi depan meja Arinda.


“Tika, ini ruangan kok pada gelap banget ya. Akika juga mencium bau ke galauan di sini?!” Maya menatap Arinda yang terlihat manyun. Matanya melirik tajam pada Maya,


“makanya, kalo cinta bilang cinta. Jangan bohong ama diri sendiri, apa perlu akika kasih Wine lagi biar lu jujur ma perasaan lu kayak kemaren” Maya mengingatkan Arinda akan tentang kejadian yang terjadi di M J Restoran. Arinda hanya diam di ceramahi maya, Cantika teringat saat Arinda yang pulang dalam keadaan yang tidak sadarkan diri.


“eh iya, May emang ada kejadian apa kemaren, kok bisa pulang-pulang Arin dalam keadaan mabok kayak gitu” Cantika ikut penasaran.


“udah kebiasaan ni pere sastra, kalo lagi kesal main embat punya orang aja. Wine punya akika langsung di tenggak abis ma ni pere” Maya mengomel mengingat kejadian kemaren.

__ADS_1


Arinda termangu mengingat kejadian yang terjadi kemaren, karena kesal dia tidak sadar sudah salah mengambil minuman.


“trus ada kejadian apa kemaren May?” tanya Arinda panik,


Maya mengeluarkan ponselnya dan memutar video kejadian di M J yang sudah viral di Medsos, mata Arinda membulat sempurna saat melihat apa yang di lakukannya saat tidak sadarkan diri.


Wajahnya memerah malu dengan perbuatannya sendiri, jika ada lubang tidak berdasar atau black hole ingin rasanya Arinda masuk ke dalamnya. Cantika ikut terkejut saat melihat rekaman video itu


“Ariin, “ Cantika tidak bisa berkata-kata saat melihat kejadian itu. Wajahnya benar-benar sudah seperti lobster rebus, dia menutup wajahnya karena sangat malu melihat dirinya sendiri.


Arinda tersadar akan sesuatu menatap maya dengan lekat,


“May, pliiisss jangan bilang kalo kejadian kemaren nona Tasya juga melihatnya?” Arinda tampak sangat khawatir.


Maya hanya menghela nafas panjang dan menatap Arinda, dia lalu menganggukkan kepalanya. Jawaban yang membuat Arinda terdiam seketika, pandangan matanya tampak kosong.


Ya Allah Arinda, lu udah bikin masalah besar. Apa yang di pikirkan nona Tasya tentang gue sekarang Arinda tampak sangat panik dan khawatir jika Tasya akan salah paham dengannya.


Tunggu bentar, tadi waktu meeting nona Tasya terlihat biasa aja. Ato jangan-jangan dia sengaja tidak membicarakannya karena tidak ingin bertengkar dengan tuan Daniel. Aku hrus minta maaf pada nona Tasya dan menjelaskan kalo yang terjadi kemaren itu salah paham. Arinda menutupi wajahnya kembali karena malu yang teramat.


************


tetap terus dukung Author


dengan cara like, vote dan tipnya.....😊😊😊


jangan lupa juga kasih rate nya ya.... plisss


🙏🏻🙏🏻🙏🏻


( Π_Π )


makasih..... tetap semangat 🤗🤗🤗🤗

__ADS_1


__ADS_2