
“ah itu mbak Cantika baru datang” Tina menunjuk mobil Cantika yang baru masuk pelataran kantor Pearl Stars.
Cantika dan Arinda turun dari mobil, tampilan mereka tampak elegan dan anggun. Seperti biasa, Arinda mengikat rambutnya dengan gaya ponytail, Aileen tersenyum saat melihat Cantika dan Arinda masuk ke dalam kantor Pearl Stars.
“assalamualaikum tante, apa kabar?” Cantika menyapa dengan cipika cipiki Aileen dan Amanda.
“waalaikum salam Tika, alhamdulillah tante baik” Aileen membalas dengan ramah.
“o ya kenalkan ini Tasya, Tasya Kenalkan ini Cantika pemilik Pearl Stars ini” Aileen memperkenalkan Cantika pada Tasya. Mereka saling bersalaman, Arinda termenung saat melihat gadis yang datang bersama1 dengan Aileen dan Amanda,
Cewek itu??? Siapa dia sebenarnya? Kelihatan sangat dekat dengan nyonya Aileen
hati Arinda mulai tidak tenang, jantungnya berdebar-debar tidak karuan.
Hoi jantung, jangan jadi sakit gini... Arinda ayolah.... kamu harus jadi cewek yang tangguh. Ini udah keputusan lu, jadi jangan pernah lu menyesalinya
Arinda bertekad dan berusaha untuk tegar walau hati dan pikirannya kini saling bertentangan.
Arinda menatap lama perempuan di samping Aileen yang tidak lain adalah Tasya yang bersalaman dengan Cantika. Mata mereka bertemu membuat Arinda tersadar dari lamunannya, Tasya tersenyum ke arah Arinda yang juga membalas tersenyum pada Tasya.
“yang ini siapa mommy?” tanya Tasya melihat ke arah Arinda yang berdiri di belakang Cantika.
Mommy? Sepertinya hubungan mereka sudah di tahap yang serius
Arinda hanya tersenyum paksa pada Aileen dan Tasya yang menatapnya kini.
Entah mengapa kini dia merasakan perasaan tidak enak dengan ke hadiran Aileen dan Amanda ke kantornya, jantungnya berdebar semakin cepat saat Tasya mempertanyakan dirinya.
“o ya, maaf sayang mommy lupa memperkenalkan, ini Arinda Event Manager Pearl Stars yang akan. Mengatur acara wedding kamu sayang” Aileen memperkenalkan Arinda pada Tasya.
Sakit....
Itu yang kini di rasakan Arinda di hatinya, dia kini mengetahui status perempuan di samping Aileen. Tapi dia tetap menampilkan senyuman terbaiknya untuk menutupi rasa sakit di hatinya kini.
__ADS_1
“Arinda ini Tasya calon istri Daniel dan mereka akan menikah dua minggu lagi” Aileen memperkenalkan Arinda pada Tasya, hati Arinda terasa sakit dan hancur berkeping-keping seperti serpihan kaca.
Maafin mommy sayang, mommy terpaksa melakukannya. Ini juga karena permintaan Dan, mommy nggak ingin melihat kamu sedih seperti ini sayang
Aileen ingin sekali memeluk Arinda dan menenangkannya, tapi hal itu di tahannya demi kesuksesan rencana mereka.
Hal tidak terduga terjadi, Arinda tersenyum dengan manis dan menyalami Tasya,
“perkenalkan saya Arinda, event manager yang akan menangani Acara wedding anda” sapanya ramah pada Tasya.
Aileen sempat merasa khawatir dengan Arinda, tapi kekhawatiran itu berkurang saat Ainda terlihat tenang dan profesional. Aileen sama sekali tidak mengetahui jika saat ini hati Arinda sakit dan pedih.
Cantika menatap Arinda, dia tahu jika hati gadis di sampingnya kini hancur saat mendengar status Tasya.
Dia tahu Arinda menyembunyikan rasa sakit dengan senyuman palsu di hadapan semua orang, hati perempuan mana yang tidak akan hancur saat pria yang di cintainya akan menikah dengan orang lain dan dia juga yang harus mempersiapkan acara pernikahan itu. Arinda tampak tenang dan kalem , dia harus profesional dalam menjalani pekerjaanya.
“aduuh, maaf tante, ke asyikkan ngobrol jadi lupa kita masih di lobi, ayo kita ke ruang meeting biar Tasya bisa milih konsep wedding yang dia suka” Cantika mengajak Aileen, Amanda dan Tasya ke ruang meeting.
“mbak duluan aja ke ruang meeting, ntar Arin nyusul dengan membawa konsep wedding untuk nona Tasya” Arinda melangkah menuju ke ruangannya untuk mengambil laptop miliknya dan beberapa katalog yang sudah di susunnya.
“tan, Tika beneran nggak sanggup buat ngelanjutin rencana oma, Tika kasihan liat Arin” Cantika khawatir dengan Arinda.
“tante juga sebenarnya juga nggak ingin Tika, tapi ini udah bukan rencana oma lagi tapi...” Aileen membicarakan rencana yang sudah di bicarakan Daniel padanya. Cantika mendengar hal itu tersenyum senang, dia juga akan ikut membantu memuluskan rencana itu.
“gue tau kalo lu nggak tega melihat Arinda sedih, tapi kita harus tetap mengikuti rencana ini agar berkesan manis untuknya” Tasya ikut memberi penjelasan agar Canttika setuju dengan rencana merreka.
“oke, aku akan bantu semampuku” Cantika setuju dan kembali mendukung rencana mereka. Amanda menyenggol lengan Aileen memberi kode kalau Arinda sedang berjalan ke arah ruang meeting.
“maaf, menunggu lama” Arinda masuk ke dalam ruang meeting dengan membawa laptop dan beberapa katalog,
“Tasya , di mana Daniel? seharusnya dia sudah ada di sini” tanya Amanda, jantung Arinda berdegub kencang mengetahui jika Daniel juga akan datang. Berkali-kali dia berusaha menenangkan hati dan jantungnya,
Kayaknya gue musti ke dokter jantung, pasti setiap dengar nama tu cowok rese ni jantung bereaksi berlebihan Arinda tetap berusaha tenang dan profesional.
__ADS_1
“Dan katanya sebentar lagi akan sampai di sini kak” Tasya memberi tahu jika Daniel dalam perjalanan kemari.
“o ya Rin, Maya mana?” tanya Cantika yang belum melihat Maya sedari tadi.
“Maya tadi barusan wa Arin ngasih tahu jika dia agak telat datang, katanya semalam Leo datang jadi dia masih kangen-kangenan” Arinda memperlihatkan wa dari Maya.
Baru Arinda selesai memberi tahu alasan Maya terlambat datang, muncul sosok yang baru saja mereka bicarakan.
“aloha.... sorry akika lambreta datangnya, ni gara-gara my honey bunny masih kangen ama akika” Maya langsung duduk di samping Arinda,
“trus nggak mewek tu lekong lu tinggal gitu aja?” tanya Arinda yang fokus dengan laptop di depannya.
“yang ada akika yang mewek di tinggal ama dia” Maya memasang wajah sedih sambil menyandarkan kepalanya ke bahu Arinda.
“kenapa kamu sedih May? Bukannya senang bisa ketemuan sama cowoknya” Tanya Aileen,
“eh ada tante Aileen, sory dory stoberry tante akika lupa nyapa. Ini nih gara-gara di tinggal piur lagi ama Leo, jadi lupa segalanya deh” Maya masih menyandarkan kepalanya di pundak Arinda.
“makanya di ikat aja tu si Leo, biar nggak kabur mulu” Arinda masih fokus pada layar laptopnya.
“mau sih akika ikat, tapi lu tahu kan kalo my lovely itu kerjaannya model papan atas. jadilah kita berjauhan sekarang, o ya my bunny, gi mana lu kemaren. Akika khawatir lu balik kemaren bikin ulah lagi, lain kali jangan asal embat minum orang” Maya mengingatkan Arinda pada kejadian di M J Restoran.
“emang kemaren gue ngapain? Gue bikin malu ya?” Arinda berubah panik dan khawatir menatap Maya di sampingnya.
************
tetap terus dukung Author
dengan cara like, vote dan tipnya.....😊😊😊
jangan lupa juga kasih rate nya ya.... plisss
🙏🏻🙏🏻🙏🏻
__ADS_1
( Π_Π )
makasih..... tetap semangat 🤗🤗🤗🤗