Terjebak Cinta CEO Dingin

Terjebak Cinta CEO Dingin
Ep. 296


__ADS_3

“Fan, lu tenang dulu. Kita tunggu Davira dan Daniel keluar dari ruang operasi, serahkan segalanya pada yang di Atas. Tentunya Dia lebih tahu apa yang terbaik buat mbak lu” ujar Arvin menenangkan Ifan.


“lah, tumben benar sekarang. Biasanya pada ngelantur semua” ujar Ansel heran melihat Arvin yang berbicara benar kali ini.


“ jiaaa si bambang. Lu kagak liat sikon lagi mengharu biru gini, masih sempat-sempatnya lu kritik gua” ujar Arvin.


“yaa, biasanya kamu selalu berbicara tidak pada tempatnya” kilah Ansel, matanya menatap Ifan yang berdiri di depan pintu operasi. Menunggu kabar keadaan kakaknya yang masih tidak jelas.


***


Maya menyeka air matanya yang menetes saat melihat Arinda di balik kaca ruang ICU, begitu juga Cantika dan Aisyah yang saling menguatkan satu sama lain.


“Dasar gilingan tu si Richard.. hikss... my bunny akika di buat seperti ini ama tu manusia gilingan. Kalo dia ada di sini akika kirim dia ketemu ama malaikat maut” Maya menyeka air mata dengan tisu yang di pegangnya.


“semoga dia mendekam di penjara untuk selamanya. Dia udah bikin Arin menderita seperti ini” Cantika menatap sendu ke arah Arinda. Beberapa alat terpasang di tubuhnya, serta selang oksigen yang terpasang di hidung mancungnya.


Beberapa menit sebelumnya saat mereka tengah menginterogasi Daniel, beberapa perawat tampak keluar mendorong bankar di mana Arinda tampak tertidur dengan tenangnya. Keluarga yang ingin menghampirinya segera di cegah Davira, terlebih Daniel yang sedari tadi tidak melepaskan pandangannya dari istrinya.


“semuanya Davira mohon tenang dulu, ada beberapa hal yang harus Davira sampaikan” Davira menenangkan semua anggota keluarga dan lainnya.


“Davira, bagaimana dengan keadaan mbak Arin?” tanya Ifan sudah tidak sabar lagi.


“semuanya harap tenang dulu. Vira akan menjelaskan keadaan kak Arin sesaat tadi, kondisi kak Arin menurun hingga sempat detak jantungnya tidak terdeteksi. Kami terus berupaya menyelamatkan kak Arin, alhamdulillah doa kita semua di dengar Allah SWT” ujar Davira memberi angin segar bagi seluruh keluarga dan lainnya. Mereka tampak senang dan seretak mengucapkan rasa syukur.


“Alhamdulillah...” ujar mereka serentak, mata Elang Daniel menatap ke arah wajah Davira yang menyimpan rasa khawatir.


“Davira...” panggil Daniel menatap adiknya, perasaannya mengatakan ada sesuatu yang penting akan di beri tahu Davira.


“keadaan kak Arin.... Sebenarnya....” Davira terlihat bingung.


“Bagaimana keadaan Arin sebenarnya, Vira?” Daniel menunggu penjelasan dari adiknya.


“kak Arin masih dalam keadaan kritis karena kehilangan banyak darah, jika malam ini kak Arin tidak bisa melewati masa kritisnya...” Davira terdiam menatap wajah keluarganya terlihat murung.


Di saat bersamaan Sean keluar dari ruang operasi, langkahnya terlihat gontai dengan wajah tampak mendung. Daniel segera menghampiri Sean,

__ADS_1


“Bagaimana Evan?” tanya Daniel, Sean menatap mata elang Daniel dan kembali menundukkan wajahnya.


“ woi bro, di tanya malah diam lu. Gi mana sama tu anak?” tanya Arvin kepo.


“Evan.... Evan...” Sean terdiam, pintu ruang operasi tempat Evan terbuka dengan beberapa perawat mendorong bankar Evan.


Ada yang berbeda dari pemandangan itu, mata Elang Daniel membuka sempurna begitu juga Arvin dan Ansel. Mereka melihat tubuh Evan di selimuti kain putih hingga menutupi kepalanya, Keluarga Arsenio terkejut mendapati kenyataan yang begitu menyedihkan.


“woi breng**k lu bangun dah. Kagak usah lu becanda kayak gini, kagak mempan.... Lu bangun ato gua sentil tu lu punya biji” Arvin tidak percaya dengan apa yang di saksikannya. Dia menyangka jika Evan membuat lelucon atau prank untuk mereka, namun tidak ada respon darinya.


“kutu kupret, nggak usah pakai prank-prank gua dan anak-anak. Bagusan lu bangun sekarang dah” Arvin dengan tengil membuka kain yang menutupi wajah Evan. Semua mata tertuju pada jasad Evan yang sudah pucat dan dingin, Daniel menghampiri jasad Evan.


“Breng**k, bangun kamu.... Bangun Van” Ansel menepuk-tepuk lengan Evan.


“Evan... Sebaiknya kamu bangun sekarang atau perusahaan kamu hanya akan tinggal nama” Ancam Daniel, tidak menerima begitu saja kenyataan yang ada.


Sean memalingkan wajahnya dengan mata berkaca-kaca, semua yang ada di sana dapat menyaksikan dan mengetahui jika Evan memang sudah pergi untuk selamanya. Michael dan Darren menghampiri mereka berempat,


“Daniel” Michael memanggil putranya, mata Elang itu menatap ke arah daddynya. Perlahan Michael menggelengkan kepalanya memberitahu jika Evan benar-benar sudah meninggalkan mereka.


Aisyah mendekati Arvin memegangi tangan suaminya dengan penuh kelembutan.


“kagak... Kagak benar, itu hanya akal-akalan si bengak itu buat nge prank kita berjamaah ( Arvin kembali memegang kedua pundak Evan sedikit mengguncangkan bahunya) Van bangun lu... bangun cepat lu....” Arvin membentak Evan agar segera bangun.


“Sean, kamu kenapa diam saja? Cepat lakukan sesuatu” perintah Daniel pada Sean menundukkan kepalanya sedih. Daniel merasa sangat kesal segera menghampiri adik iparnya, menarik kerah baju dokternya menyeretnya ke dekat bankar milik Evan.


“Dan...” bentak Sean membuat semua yang hadir di sana menatap ke arahnya.


Daniel menatap ke arah Sean, perlahan-lahan tangannya melepaskan cengkeraman dari kerah baju dokter Sean.


“aku sudah.... sudah semampunya untuk... hikkss... untuk menyelamatkan Evan... tapi Allah Berkehendak lain...” Sean tampak begitu sedih, Davira memegang tangan Sean yang berusaha untuk tegar.


Keempat sahabat itu tampak sangat bersedih dan sangat kehilangan, terlebih Daniel yang belum sempat mengucapkan terima kasih saat Evan mengorbankan dirinya untuk melindungi Daniel.


“Kamu memang baji***n, kamu melarikan diri ke sana tanpa mengucapkan sepatah kata pun kepadaku” Daniel tampak begitu emosional. Walaupun mereka sempat berselisih, namun persahabatan yang terjalin tidak akan terputus begitu saja.

__ADS_1


Hari itu menjadi hari penuh duka untuk keempat sahabat itu, sesuai dengan keinginan orang tua Evan yang menginginkan Putra mereka di makamkan di negara AM. Arvin, Ansel, Daniel dan Sean tampak begitu terpukul saat jenazah Evan di masukkan ke dalam peti jenazah.


Keluarga Arsenio turut menemani dan mengantar jenazah Evan menuju ke Bandara, sesuai dengan kesepakatan mereka berempat Sean dan Davira yang akan mengantar jenazah Evan ke keluarganya. Sementara Arinda yang masih belum sadarkan diri di temani oleh Ifan, Maya, Cantika, Aisyah dan oma Ayu.


Daniel menghampiri peti jenazah Evan sebelum di masukkan ke pesawat jet pribadi miliknya.


“selamat tinggal Evan, semoga kamu tenang di sana. Terima kasih kamu sudah menyelamatkan ku dan Arinda, semua kenangan indah, canda tawamu tak akan pernah hilang. Selamat jalan Van....” Daniel membelai peti jenazah Evan, mata elangnya tersirat kesedihan yang mendalam.


Beberapa jam yang lalu sebelum keberangkatan Jenazah Evan, Arvin dan Ansel menghampiri Daniel yang duduk di ruang tunggu.


“Tuan muda, ada sesuatu hal yang ingin saya sampaikan” ujar Ansel, wajahnya tampak begitu sedih. Daniel menatap ke arah Ansel dan Arvin yang kini duduk di depannya.


“ tuan muda. sewaktu anda menolong nona Arin, Evan sempat menitipkan pesan kepada kami” Ansel menatap lantai keramik, matanya tampak berkaca-kaca.


“Pesan Apa?” tanya Daniel.


“ sebelum Evan kehilangan kesadarannya, ntu anak bilang ke kita sampaikan permintaan maaf dia ke lu dan Arin. Dia benar-benar merasa sangat bersalah, dia juga bilang semoga lu dan Arinda selalu bahagia” ujar Arvin mengatakan hal yang sama persis dengan apa yang di ucapkan Evan sebelum dia tidak sadarkan diri.


Daniel meletakkan setangkai bunga mawar putih di atas peti jenazah Evan, dia tampak begitu sedih dan merasa sangat kehilangan. Begitu juga Arvin dan Ansel melakukan hal yang sama dengan Daniel.


*************


dear para Reader yang paling baik hati dan rajin menabung...


maaf pada semua reader🙏🏻


🙏🏻🙏🏻, terlambat up secepatnya author akan up lagi dan akan di usahakan up tiap hari, mohon bersabar menunggu kelanjutannya... 🤗🤗🤗🤗


tetap terus dukung Author 😊😊😊


dengan cara like, vote dan tipnya.....ya.... plisss🙏🏻🙏🏻🙏🏻


jangan lupa juga kasih rate dan comment nya yang positif agar Author semakin semangat💪🏻💪🏻💪🏻 buat menulisnya...✍️✍️✍️


( Π_Π )

__ADS_1


makasih..... tetap semangat 🤗🤗🤗🤗


❤️❤️❤️❤️❤️ for all...


__ADS_2