Terjebak Cinta CEO Dingin

Terjebak Cinta CEO Dingin
Ep. 260


__ADS_3

Mereka saling bantu membantu mempersiapkan hadiah dan menghiasnya agar terlihat cantik. Daniel bangkit dari tempat duduknya menghampiri istri dan duduk di belakang Arinda. Dia sedikit menarik tubuh Arinda agar menyandar di dada bidangnya. Mata indah Arinda menatap heran suaminya,


“Menyandarlah, luruskan kaki mu sayang. Istirahatkanlah punggungmu terlebih dahulu” kata Daniel sambil memerintah seorang pegawai mengambil bantalan sofa untuk meletakkan kaki Arinda.


Para pegawai perempuan yang menyaksikan mereka mendadak baper dan meleleh melihat kasih sayang Daniel pada Arinda. Senyuman manis terlukis di wajah Arinda, sebelah tangannya membelai lembut wajah tampan suaminya.


Hari sudah menunjukkan pukul setengah dua siang, semua kebutuhan untuk hadiah Aisyah telah rapi dan di hias dengan sangat cantik. Arvin mengeluarkan black cardnya untuk membayar semua yang sudah di persiapkan Arinda.


“semuanya sudah di bayar tuan” ujar pegawai pada Arvin.


“Siapa yang bayar?” Kening Arvin berkerut menatap ke arah pegawai yang mengisyaratkan melihat ke arah Daniel bersikap cuek dan cool.


“thanks bro” Arvin memukul pelan punggung belakang Daniel yang hanya menanggapi dengan berdehem.


Daniel dan Arinda melangkah menuju mobil mereka yang sudah terparkir di luar gedung mall.


Arvin hanya tersenyum melihat sikap sahabatnya, dia sudah hafal bagaimana sifat sahabatnya yang selalu membantu baik harta maupun tenaga. Para body guard Daniel di perintahkan Arinda untuk membawakan barang-barang dan menyimpannya di mobil para body guard.


Mobil melaju kembali menuju pesantren milik Abinya Aisyah, selama dalam perjalanan Daniel menciumi tangan Arinda dan sesekali meletakkan tangannya di perut Arinda. Dia merasa sangat bahagia dan sudah menjadi hobi baru merasakan interaksi dari calon baby mereka, dia merasakan gerakan dan tendangan aktif dari baby mereka.


Iringan mobil rombongan Arvin memasuki pekarangan pesantren, tampak para santri dan santriwati sudah menunggu kedatangan mereka. Para body guard turun dari mobil mereka membuka pintu untuk Daniel, Arinda, Ansel dan Arvin.


Semua mata tertuju pada Daniel yang datang bersama Arinda, mereka terpesona saat melihat Daniel Arsenio serta yang lainnya yang melangkah menuju halaman mesjid. Tidak lupa pula para body guard menurunkan semua hadiah sudah di persiapkan. Masing-masing mereka mendapat tugas membawa hadiah, termasuk Daniel yang di minta Arinda membawakan mahar Arvin.


Ansel bertugas menemani Arvin dan membawakan kotak persegi panjang yang berisi cincin pernikahan. Begitu juga Arinda yang melangkah di samping Arvin. Membuat Daniel kembali cemburu tingkat dewa, sudah berkali-kali Arinda menjelaskan dan meminta pada Daniel untuk meredam rasa cemburunya.


Namun, kecemburuan itu tetap terlihat, sebelah Tangan Daniel memegangi tangan Arinda agar dia tidak berdekatan dengan Arvin.


Salah satu perwakilan keluarga Aisyah menyambut dan mempersilahkan Arvin juga rombongan untuk masuk ke dalam mesjid terlebih dahulu. Penghulu dan petugas pemerintahan sudah hadir dan duduk di depan.


Arvin terlihat sangat gugup, dia kembali mengingat ijab kabul yang akan di lafazkannya. Tidak lupa mahar yang di minta Aisyah di bacanya dalam hati. Beberapa menit kemudian, Abinya Aisyah beserta keluarga besar masuk ke mesjid. Mata mereka tertuju pada tiga pemuda tampan dan seorang perempuan yang tengah mengandung.

__ADS_1


“masyaallah.... tampan sekali calon menantumu” komentar salah seorang kerabat keluarga menatap ke arah Daniel.


“mereka bertiga tampan-tampan, yang mana calonnya Aisyah” tanya seorang perempuan tua, Arinda bisa menebak jika dia adalah neneknya Aisyah.


Abinya Aisyah pun menunjuk pada Arvin membuat kerabat yang sebelumnya termenung,


“aku mengira pemuda ini yang akan menikah dengan Aisyah. Ternyata bukan, syukurlah kalau begitu” tunjuk kerabat itu pada Daniel.


“Berarti putri ku berkesempatan untuk bisa dekat dengan dia”


“Tidak tidak yang pantas itu putriku”


Para kerabat keluarga Aisyah mulai membicarakan Daniel yang di kira mereka belum menikah. Mereka pun sibuk memperkenalkan para putri mereka pada Daniel.


Arinda hanya tersenyum saat melihat Daniel berwajah dingin yang menjadi incaran para emak-emak bar-bar berniat akan menjodohkan putri mereka. Daniel merasa gerah dan kesal, dia pun mendekatkan duduknya dengan Arinda. Ma


“maaf tapi saya sudah menikah dan ini istri saya. Saat ini dia tengah mengandung baby kami” ujar Daniel sambil memperlihatkan cincin pernikahan mereka. Arinda hanya melemparkan senyum ramah pada emak-emak yang sempat meminta Daniel berkenalan dengan putri mereka.


“aku kira, dia istri pemuda itu. Tidak tahunya.... gagal aku dapat calon mantu kaya dan tampan”


“aku tidak peduli dia sudah menikah atau tidak, aku akan mengenalkannya pada putri ku”


Mereka sibuk berbicara dan mengutarakan niat mereka yang tetap mengenalkan putri mereka setelah acara akad nikah selesai. Daniel menatap dingin dan angkuh ke arah emak-emak itu, dia memegang tangan Arinda dengan sangat posesif memberi tahu pada mereka yang memiliki niat tidak baik jika hal itu hanya akan sia-sia saja.


Mata indah Arinda menatap ke arah Daniel yang terlihat sangat kesal dan cemberut, dengan lembut tangan kanan Arinda membelai tangan Daniel membuat rasa kesalnya menurun. Mata elang yang semula menatap tajam ke arah emak-emak itu berubah menjadi tatapan penuh cinta saat melihat istrinya.


Arvin sudah di depan penghulu begitu juga Ansel, Abinya Aisyah mengambil tempat di samping penghulu. Aisyah duduk di meja riasnya, dia terlihat sangat cantik dengan hijab yang menutupi kepalanya. Pakaian pengantin berwarna putih serta riasan make up yang natural menambah kecantikan Aisyah.


Aisyah duduk di kamar di temani uminya, tangannya mencengkeram satu sama lain dan terasa dingin. Uminya Aisyah menenangkannya, memegang tangan putrinya untuk menguatkan. Aisyah dan uminya memang tidak di perbolehkan oleh abinya untuk hadir di mesjid, tujuannya agar Arvin dapat berkonsentrasi dan tidak gugup.


Namun Aisyah masih dapat melihat prosesi ijab kabul melalui televisi menampilkan tayangan apa yang terjadi di dalam mesjid.

__ADS_1


“umi, itu mbak Arinda dan suaminya. Alhamdulillah mereka bisa hadir di pernikahan Aisyah” kata Aisyah senang melihat kedatangan Arinda.


“masyaAllah, pasangan yang sangat serasi. Semoga ke depannya pernikahan mereka bahagia, di berikan keturunan yang baik sifatnya dan juga tampan parasnya ” puji uminnya Aisyah pada Arinda dan Daniel.


“Aamiin ya Rob” Aisyah mengaminkan doa tulus yang di ucapkan uminya.


Acara akad nikah di mulai, pembawa acara memulai acara dengan mengucapkan basmalah. Saat akan prosesi ijab Kabul Arvin meminta izin pada penghulu.


“Maaf sebelumnya pak kiai dan pak penghulu, sebelum saya mengucapkan ijab kabul ada hal yang ingin saya sampaikan” Arvin meminta izin pada Abinya Aisyah dan penghulu, mereka langsung memberi izin lalu meminta pembawa acara menyerahkan mic pada Arvin.


“bismillahirrahmanirrahim, Aisyah aku berharap kamu dapat mendengar apa yang aku sampaikan padamu. Di sini dalam rumah Allah di hadapan semua keluarga, sahabat dan para saksi, aku akan melantunkan ayat suci Al Quran sesuai mahar yang kamu inginkan. aku harap kamu menyukainya dan menerima mahar dari ku” Arvin tampak diam sejenak, dia mengambil nafas dan memulai melafazkan Ar Rahman dan ayat kursi yang di pinta Aisyah.


Lantunan syahdu dari suara Arvin menentramkan dan menenangkan mereka yang berada di dalam mesjid. Arinda termenung mendengar suara merdu Arvin dan cara pengucapan yang terdengar tidak asing bagi Arinda. Mata cantik Arinda menatap ke arah Daniel yang tenang mendengar ayat-ayat suci yang di ucap Arvin tanpa ada satu kesalahan pun.


*************


dear para Reader yang paling baik hati dan rajin menabung...


secepatnya author akan up lagi dan akan di usahakan up tiap hari, mohon bersabar menunggu kelanjutannya... 🤗🤗🤗🤗


tetap terus dukung Author 😊😊😊


dengan cara like, vote dan tipnya.....ya.... plisss🙏🏻🙏🏻🙏🏻


jangan lupa juga kasih rate dan comment nya yang positif agar Author semakin semangat💪🏻💪🏻💪🏻 buat menulisnya...✍️✍️✍️


( Π_Π )


makasih..... tetap semangat 🤗🤗🤗🤗


❤️❤️❤️❤️❤️ for all...

__ADS_1


__ADS_2