
“sel, cari info apakah ada lowongan pekerjaan di sini” tanya Daniel pada Ansel yang menatapnya dengan heran.
“Maksud anda tuan muda?”
“aku ingin kamu merekrut Jeni masuk ke perusahaan ini” perkataan Daniel sontak membuat Ansel bertanya-tanya, dia sudah tahu jika Jeni sangat mencurigakan.
Ansel tidak habis pikir dengan pemikiran Daniel yang menyuruhnya menempati Jeni di perusahaan Arebeon. Daniel tahu dengan keraguan Ansel yang tidak menjawab perkataannya,
“aku sengaja meletakkan dia di sini agar kita dengan mudah mengawasinya...” Daniel sambil melangkahkan kakinya menuju lift khusus menceritakan rencana yang baru saja terpikir olehnya.
Saat Yuda memutarkan video yang tersimpan dalam microchip milik Yoga, pertanyaan besar ada di dalam hatinya. Siapakah pria dengan cincin berlian biru di jari itu?
Pria yang berani menentang keluarga Arsenio, memiliki nyali yang sangat besar hingga mengorbankan nyawa begitu banyak.
Daniel dengan sengaja meminta Ansel membuat informasi lowongan pekerjaan untuk disebarluaskan melalui internet. Dengan maksud agar Jeni masuk ke dalam jebakan mereka.
Apabila Jeni bekerja di bawah naungan Arebeon, akan memudahkan bagi Daniel dan Ansel mengawasi segala tindak tanduknya, kepada siapa dia berhubungan dan membagi informasi.
Apalagi selama beberapa minggu ini, Jeni menjalankan rencana dengan mendekati Arinda, membuat Daniel merasa kurang nyaman dan semakin berhati-hati. Dia merasa jika Jeni memiliki maksud tersembunyi yang akan merugikan atau mencelakai Arinda.
Setelah mendengar rencana yang di utarakan Daniel, Ansel setuju dan mulai menjalankan misi mereka. Daniel juga meminta Ansel untuk menyuruh body guard bayangan memantau kegiatan istrinya, terutama saat bersama Jeni.
Lift khusus untuk CEO bergerak naik menuju lantai kantor Daniel,
“Sel, secepatnya sebarkan di internet informasi tentang lowongan pekerjaan di Arebeon”
“baik tuan muda..” Ansel tampak ragu untuk bertanya pada Daniel.
“tu tuan muda, bolehkah saya bertanya sesuatu”
“hmm”
“jika anda ingin Jeni masuk ke perusahaan ini, kenapa tidak kita undang saja dan menerimanya begitu saja”
“jika melakukan itu, akan membuat orang di belakang Jeni semakin waspada. Dia bisa mengambil nyawa orang dengan begitu mudah, untuk menyingkirkan bidak seperti Jeni adalah hal yang begitu mudah baginya. Aku ingin membuat Jeni menjadi umpan agar orang di belakang para bajing*an itu keluar dari persembunyiannya”
Ting...
Pintu lift terbuka, Daniel lalu melangkah masuk ke dalam lift. Ansel berdiri di depan lift sedikit membungkukkan badannya memberi hormat pada Daniel. Pintu lift kemudian tertutup mengantar Daniel menuju loby.
***
Pearl Stars....
Arinda sedang berjalan menuju ruangan Maya, semenjak pulang dari honey moon begitu banyak pekerjaan yang menumpuk. Begitu banyak klien yang mempercayakan acara mereka pada Pearl Stars, Sinta yang baru menyelesaikan masa skorsnya sampai keteteran dan bergadang di kantor.
Kedatangan Arinda bagai oasis menyegarkan di padang pasir bagi pengelana, mereka semula pesimis pekerjaan akan selesai tepat waktu. Kini mereka bernafas lega beberapa pekerjaan terselesaikan dengan cepat.
__ADS_1
Tok...tok...tok...
“masuuuuk” terdengar suara Maya dari dalam ruangannya. Arinda membuka pintu dan masuk dengan membawa paperbag yang sedari di pegangnya.
“nih gue balikin” Arinda tampak kesal dengan ulah Maya, meletakkan paperbag di atas mejanya.
Maya sedang duduk bersama Cantika membahas Gaun pernikahan model terbaru rancangan Maya.
“apa isinya Rin? Kok kamu kesal gitu?” Cantika penasaran dengan paperbag yang di bawa Arinda. Maya hanya menahan tawanya
“mbak liat aja sendiri, pastinya mbak sendiri akan mengerti kenapa Arin kesal sama emak satu ini”
Cantika mengeluarkan isi paperbag, matanya membulat sempurna saat melihat berbagai macam bentuk inerie dari yang hanya G-string sampai bentuk yang aneh membuat siapa pun akan malu jika memakainya.
“astaga May, masak kamu ngasih ginian ama Arin, yang ini kan kurang menantang May” Cantika malah ikut meledek Arinda.
“ya mo gimana lagi, waktunya mepet say. Jadi akika ngambil stock punya kita”
“ooo, jadi ini sampel kita (maya mengeluarkan satu pasang sampel lingerie yang sangat seksi) Rin kamu waktu pake ini ada nyimpan fotonya nggak” Catika dengan jahil meledek Arinda.
“boro-boro mo foto pake gituan, makenya aja Arin malas mbak” Arinda duduk dan merebahkan tubuhnya di sofa panjang ruangan Maya. Kepalanya menompang di pangkuan Maya,
“pere sastra ini, pasti kesenangan main di pantai. Kulit pada ke bakar kayak gini” Maya protes dengan kulit Arinda yang menurutnya berbeda dari biasanya.
“ke bakar gimana? Orang kulit gue kayak gini-gini aja nggak berubah sama sekali” Arinda melihat kulitnya yang putih bersih hanya sedikit kusam di lengannya.
“lain kali aja May, gue hari ini mo rebahan di rumah. Pada capek nih badan gue jadi Gue balik sekarang” Arinda menatap jam dinding di ruang maya yang menunjukkan pukul dua siang.
“ yaaa Arin... akika kan juga mau me time bareng -bareng ama Cantika dan ye?” Maya membuat wajah sedih,
“lin kali aja ya May, sekarang gue mau balik dulu mumpung misua masih di kantor. Bisa deh bersantai sejenak” Arinda bangkit dari tidurannya.
“ loh kok gitu Rin, emang kamu di apain aja sama tuan Daniel sampe—sampe kamu senang di penthouse sendirian?”
“semenjak seminggu yang lalu, setelah Arin selesai tanggal merah. Daniel nggak pernah absen buat ‘itu’,” Arinda malu-malu menjelaskan pada Cantika dan Maya.
“ astaga naga, kuat berapa ronde tuh my idol??” tanya Maya sukses membuat pipi Arinda merona merah. Arinda segera mengambil langkah seribu meninggalkan ruangan Maya.
“Riiiin ye belum jawab pertanyaan Akika” Maya berdiri akan mengejar Arinda. Namun di kalah cepat,
“mbak Tika, Arin duluan ya” Arinda segera berlalu menuju ruangannya untuk mengambil barang-barang miliknya.
Dia membuka aplikasi mobil oneline untuk mengantarkannya ke pent house milik Daniel dan dirinya. Daniel sebenarnya sudah mempersiapkan mobil mewah dengan supir pribadi untuk istrinya. Namun semua itu di tolak Arinda, dia tidak ingin jika di anggap wanita yang hanya menginginkan uang dan harta Daniel.
Arinda menuruni anak tangga menuju pelataran Pearl stars di mana mobil yang di pesannya sudah ada di depan pelataran Pearl Stars. Pekerjaan Arinda telah selesai, jadi di meminta ijin pada Cantika untuk kembali ke rumahnya lebih awal.
Satpam Pearl Stars membuka pintu loby, memberikan senyum ramah pada Arinda yang di balas dengan ramah dan sopan olehnya.
__ADS_1
"makasih ya pak Usep" Sapa Arinda
"sama-sama mbak Arin, hati-hati di jalan" satpam itu membalas dengan ramah. Arinda naik ke dallam taksi online, dia lalu mengeluarkan ponsel miliknya membaca setiap pesan email yang masuk.
"sesuai map aplikasinya ya mbak?" tanya Supir pada Arinda.
"iya pak" Arinda kebali fokus pada layar ponselnya. taksi oneline itu melaju membelah jalanan beraspal menuju penthouse Arinda dan Daniel.
************
tetap terus dukung Author😊😊😊
dengan cara like, vote dan tipnya.....ya.... plisss🙏🏻🙏🏻🙏🏻
jangan lupa juga kasih rate dan commetnya yang positif agar Author semakin semangat💪🏻💪🏻💪🏻 buat nulisnya...✍️✍️✍️
( Π_Π )
makasih..... tetap semangat 🤗🤗🤗🤗
❤️❤️❤️❤️❤️ all...
nb:
mohon maaf para readers....🙏🏻🙏🏻🙏🏻 karena banyaknya tugas bocilnya author, jadi up cuma 1 episode😔😔😔
Secepatnya akan di up yang lain, tetap bersemangat walau masih harus ngerjain tugas si bocil....
author halu again...
Aileen dan Michael Arsenio
Marcus
Jeni....
Yuda (Hacker)
__ADS_1
Zico dan Reno