Terjebak Cinta CEO Dingin

Terjebak Cinta CEO Dingin
Ep. 176


__ADS_3

Danil hanya menatap ponselnya, dia meneguk kasar air liurnya menatap milkshake strawberry dengan topping whip cream di atasnya. Sangat menggugah selera hingga membuat Daniel meneguk air liurnya berkali-kali.


“kak Dan, yakin mau minum ini?” Davira kembali bertanya untuk menyakinkan Daniel.


“hmm hmm” Daniel menggumam mengiyakan pertanyaan Davira. Semua yang ada di ruang keluarga kembali terkejut dengan permintaan Daniel.


“permintaan kak Dan kayak orang ngidam saja” celetuk Davira membuat semua orang kembali menatap Daniel.


“apa salahnya aku meminta di buatkan minuman ini?” tanya Daniel dingin.


“ti tidak ada yang salah sayang, baiklah mommy akan menyuruh maid membuatkannya. O ya Arin mana sayang?” Aileen menyadari keberadaan menantunya satu lagi yang tidak terlihat sedari tadi.


“Arin sedang tidur mom, dia sangat letih. Sudah beberapa hari ini dia sering terlambat tidur karena menunggu Dan” jelas Daniel.


“lebih baik kamu di periksa dulu Dan, biar kita bisa tahu pasti keadaan mu” Michael menyuruh Daniel untuk di periksa oleh Sean.


Daniel mempersilahkan Sean untuk memeriksanya, dalam benaknya masih teringat dengan apa yang di katakan Davira Adiknya.


Sean mulai memeriksa Daniel, keningnya berkerut mendapati Daniel dalam keadaan baik-baiknya.


“bagaimana Sean? Dan sakit apa??” tanya Oma Ayu setelah Sean memeriksa Daniel.


“sejauh pemeriksaan Sean, Dan baik-baik saja oma. Tapi akan lebih baik jika Daniel di periksa di rumah sakit oma, kita bisa mengetahui sebenarnya apa yang terjadi pada Dan” Jelas Sean,


“Dan sebaiknya kamu medical check up ke Arsen Medical agar kita tahu kamu sakit apa” Oma Ayu meminta Daniel untuk chek up kesehatnnya.


“baiklah oma, besok Dan akan check up. Sean lu atur untuk besok” Daniel menanti milkshake miliknya datang.


Maid membawakan minuman pesanan Daniel yang langsung saja di raihnya. Semua saling berpandangan melihat Daniel meminum milkshake itu dengan nikmat.


“my, fiks kak Dan aneh. Filling Vira sebaiknya kak Arin juga ikut di periksa saja” bisik Davira pada Aileen.


“mommy pikir juga begitu sayang” Aileen juga merasa ada yang aneh dengan tingkah laku putranya.


“Sean, besok tolong sekalian jadwalkan pemeriksaan buat Arinda juga” pinta Aileen, Daniel menatap ke arah ibunya dengan tatapan penuh tanda tanya.


“Arin juga sakit Leen?” tanya oma Ayu.


“Aileen hanya ingin memeriksa keadaan Arin ma” alasan Aileen menghampiri oma Ayu, dia lalu mendekatkan wajahnya pada telinga Oma Ayu,


“sebenarnya, Aileen hanya ingin memastikan sesuatu ma. Tapi Aileen takut jika filling Aileen itu salah, jadi sebaiknya Arin di periksa juga untuk memastikannya” bisik Aileen pada oma Ayu. Michael menatap ke arah istrinya yang membisikkan sesuatu pada oma Ayu, timbul rasa penasaran di hatinya.


“baiklah tan, Sean akan atur semuanya. Ini resep untuk Daniel, jika dia muntah lagi” kata Sean sambil menyimpan kembali peralatan dokternya menyerahkan kertas resep pada Michael.

__ADS_1


Arvin menatap Daniel yang meminum milkshake tanpa rasa beban sedikit pun. Dia sangat tahu Daniel paling tidak menyukai minuman itu, namun mendadak hari ini Arvin melihat sesuatu yang sangat langka terjadi.


Lamunan Arvin buyar saat Sean undur diri untuk kembali ke Arsen medical.


“Baiklah, om, tante dan oma. Se, harus kembali ke rumah sakit karena sebentar lagi ada operasi. Vin lu mau ikut atau mau disini?” Sean menenteng tas dokternya.


“gua di sini dulu, ada beberapa hal ingin gua bicarakan dengan Daniel” Arvin menatap Daniel yang terlihat menikmati milkshake strawberry.


“baiklah semuanya, Sean akan kembali ke rumah sakit dulu. Dan jangan lupa untuk datang medical check up besok pagi” Sean mengingatkan Daniel.


“Hmmm” Daniel hanya bergumam sambil meminum milk shakenya yang tinggal sedikit. Sean hanya menggeleng-geleng heran melihat Daniel meminum milkshake tanpa beban,


Gue rasa sebentar lagi akan ada Daniel atau Arinda junior, tapi gue juga nggak berani buat ngasih tahu mereka tentang tebakan gue. Takutnya tebakan gue salah dan mereka menjadi kecewa guman Sean dalam hati, dia lalu mohon diri untuk kembali ke Rumah sakit.


Daniel menghabiskan milkshake itu, lalu menatap keluarganya satu persatu yang menatap dirinya.


“ada apa?” tanya Daniel dingin.


“Dan, lu yakin nggak kerasukan? Ini pertama kalinya gua liat lu menikmati minuman yang paling nggak lu sukai” komentar Arvin menatap gelas milkshake yang sudah kosong melompong.


Benar kata Arvin, aku paling nggak suka dengan minuman ini. Tapi kenapa bisa aku malah meminta minuman ini? Daniel juga merasa heran dengan dirinya sendiri. Raut wajahnya terlihat aneh seakan dirinya akan muntah kembali.


“kak Dan, apa masih mual?” Tanya Davira khawatir.


“My, fiks sepertinya kak Dan ngidam” Davira kembali berbisik pada Aileen yang tidak sengaja terdengar oleh Amanda yang berdiri di samping Davira.


“mommy fikir juga begitu Vira, kita lihat saja dengan pemeriksaannya besok. Semoga saja itu memang benar” Aileen menatap ke arah Davira.


“aamiin...” Amanda mengaminkan tebakan Aileen dan Davira. Mereka bertiga saling melempar senyum membuat Michael dan Arvin menatap bingung.


Arvin yang berdiri di samping Daniel sedikit membungkukkan tubuhnya membisikkan sesuatu padanya.


“Dan, ada hal penting yang harus gua kasih tahu ama lu” Arvin berbisik pada Daniel.


“ke ruang kerja” Daniel lalu permisi dengan anggota keluarga lain untuk ke ruang kerjanya bersama Arvin.


Di ruang kerja Daniel, Arvin duduk di bangku depan meja kerja.


“gua udah dapat info siapa-siapa saja yang memiliki cincin berlian yang sesuai dengan di video itu. Ada tiga orang yang memilik cincin itu” Arvin memberikan flashdisk berisi informasi tentang pria yang berada dalam video milik Yoga.


Daniel menghidupkan laptopnya dan mulai melihat file-file pemilik cincin berlian biru yang menjadi perhatiannya. Matanya tampak fokus memperhatikan setiap informasi dan data diri dari masing-masing pemilik cincin berlian itu.


“apa hanya ketiga orang ini saja?” tanya Daniel.

__ADS_1


“Iya, salah satu di antara mereka emang saingan bisnis lu dan dua lainnya tidak pernah sama sekali bersinggungan dengan Keluarga Arsenio” Arvin menatap serius Daniel. Mata Daniel menatap foto seorang pria yang tampak seumuran dengan Michael, wajahnya terlihat tidak asing bagi Daniel.


Dia terus menatap foto itu, dalam benaknya Daniel mencoba mencocokkan bayangan wajah yang terpikir olehnya.


Drrrrt...drrrt...drrrt


Ponsel Daniel yang berada di atas meja kerjanya bergetar, membuat kosentrasinya buyar. Dia langsung mengangkat telepon dari Ansel


“ada apa?” Daniel langsung to the point.


“tuan muda, tikus itu sudah mulai bergerak. Anda benar dia sekarang sedang melakukan sesuatu di ruang IT, dia memasang sebuah alat tuan muda” lapor Ansel, dia sedang duduk di ruangan Daniel memeriksa CCTV.


Terlihat seorang wanita yang tidak lain adalah Jeni terlihat mengendap-endap masuk ke ruangan IT. Jeni berhasil atau lebih tepatnya sengaja di buat berhasil lulus tes bekerja di Arebeon, sesuai dengan rencana yang Daniel buat.


Jeni tidak mengetahui jika semua ini bagian dari rencana Daniel yang curiga padanya. Dia mengira jika Arinda yang membantunya untuk bisa masuk ke dalam Arebeon corp, memang Arinda sempat membicarakan hal itu pada Daniel namun dia tidak pernah berharap jika Daniel mengabulkan permintaannya untuk membiarkan Jeni bekerja di sana.


Selama dua bulan bekerja, Jeni belum bertindak dan lebih dulu membaur dengan karyawan Arebeon. Hal ini sengaja dia lakukan untuk tidak membuat orang-orang mencurigainya, perlahan-lahan dia mulai menjalankan rencananya. Dia memasuki ruangan IT untuk memasang sebuah alat yang berguna bagi Marcus untuk bisa memata-matai perusahaan Arebeon.


Ansel segera menghubungi Daniel dan melaporkan setiap gerak-gerik Jeni. Daniel meloudspeker ponselnya agar Arvin juga ikut mendengarnya,


“Vin, yuda bisa membuat sesuatu yang bisa mengecoh alat yang di pasang oleh tikus itu?” Daniel menatap Arvin.


“gua rasa dia punya alat itu, sebentar gua hubungi dia dulu” Arvin merogoh ponsel dii saku celananya lalu menghubungi Yuda.


***


Arinda terjaga saat mendengar Azan shalat Ashar, di bangun dan tidak menemukan suami di sampingnya.


“ke mana Daniel?” Arinda lalu turun dari ranjang, kembali dia merasakan pusing yang teramat. Dia mendudukkan tubuhnya sejenak, setelah pusingnya terasa berkurang Arinda menuju kamar mandi untuk menunaikan kewajibannya.


Arinda lalu turun ke lantai bawah menemui keluarganya, namun tidak satu pun keluarga yang di temuinya.


************


tetap terus dukung Author😊😊😊


dengan cara like, vote dan tipnya.....ya.... plisss🙏🏻🙏🏻🙏🏻


jangan lupa juga kasih rate dan commetnya yang positif agar Author semakin semangat💪🏻💪🏻💪🏻 buat nulisnya...✍️✍️✍️


( Π_Π )


makasih..... tetap semangat 🤗🤗🤗🤗

__ADS_1


❤️❤️❤️❤️❤️ all...


__ADS_2