
“Gue rasa, ada yang coba nyari gara-gara ama Daniel. Nggak akan mungkin penjahat pe’a kayak mereka dengan sukarela cari gara gara ama Arsenio” tebak arvin.
“hanya orang – orang yang nyari mati mau buat masalah dengan Daniel Arsenio. Sebaiknya Mulai sekarang kita musti waspada dan hati-hati” kata Sean.
***
Mobil Mercedes Benz-Maybach S 560 milik Daniel memasuki halaman masion Arsenio. Ansel turun dari mobil lalu membuka pintu belakang, Daniel turun dari mobil dengan masih membopong Arinda.
Ansel melihat jam di pergelangan tangannya menunjukkan pukul sepuluh malam, dia tahu saat sekarang oma Ayu sudah beristirahat di kamarnya. Dia bersyukur akan hal itu, oma Ayu bisa shock dan khawatir jika melihat keadaan Arinda. Hal itu tidak akan berdampak baik bagi kesehatan oma Ayu.
Mobil Sean juga masuk pelataran mansion, Sean, Ansel dan Arvin mengikuti Daniel yang membopong Arinda.
Pintu mansion di buka oleh maid, Daniel yang membopong Arinda segera membawanya menuju kamar tamu. Ansel membantu Daniel membukakan pintu kamar tamu, dengan perlahan lahan di baringkannya Arinda di kasur yang empuk.
Aileen, Michael, Davira dan Darren berada di ruang keluarga segera menyusul Danil ke kamar tamu.
“Dan, kamu tidak apa apakan sayang?” tanya Aileen
“Dan, tidak apa-apa mom. Hanya saja...” mata Daniel menatap ke arah Arinda. Aileen, Michael, Davira dan Darren terkejut saat melihat keadaan Arinda.
“Se, tolong kamu periksa dia” kata Daniel.
Daniel berdiri di samping Arinda dengan masih menggenggam tangan kanan Arinda.
Dia lalu membiarkan Sean memeriksa Arinda yang sudah tertidur. Belum Sean memeriksa Arinda, Daniel berubah pikiran langsung menghalangi Sean yang menatap heran ke arah Daniel.
“panggil dokter perempuan” perintah Daniel pada Sean, dia tidak ingin Sean memeriksa Arinda.
“ya aampuun Dan, disaat begini masih sempat sempatnya lu posesif ama gue. Sekarang ini gue ngejalani profesi gue sebagai dokter” kata Sean menggeleng gelengkan kepalanya.
Aileen dan yang lainnya tertegun melihat dan mendengar tingkah laku serta ucapan Daniel. Kini Davira yakin dengan apa yang di ceritakan Sean adalah benar.
Daniel tetap tidak mengizinkan Sean mendekati Arinda, terpaksa akhirnya Sean mengalah lalu merogoh sakunya untuk mengambil ponsel miliknya menelepon dokter perempuan untuk datang ke mansion Arsenio memeriksa Arinda.
Sean juga meminta dokter perempuan membawakan peralatan untuk menjahit luka, dia melihat tangan Arinda berlumuran darah.
__ADS_1
Sambil menunggu dokter perempuan datang memeriksa Arinda, Aileen bertanya pada Daniel apa yang terjadi pada Arinda.
“Daniel, kenapa Arinda bisa seperti ini? Apa yang telah terjadi sebenarnya?” tanya Aileen duduk di samping Arinda yang masih tertidur.
Daniel diam, masih teringat jelas olehnya kejadian yang menimpa Arinda. Aileen menatap Ansel, Arvin dan Sean untuk menjawab pertanyaannya.
“tadi Arinda hampir saja dirudapaksa oleh penjahat yang menculiknya, tan” jelas Arvin membuat Aileen dan yang lainnya terkejut.
Amarah Daniel kembali memuncak, dia sangat tidak rela perempuan yang telah menempati hatinya di perlakukan dengan kurang ajar.
Aileen melihat kondisi Arinda begitu mengenaskan,
“Sebaiknya kalian semua keluar” Aileen menyuruh para pria untuk keluar, tapi Daniel tidak bergeming dari tempatnya berdiri.
Tangannya masih memegang tangan Arinda, tidak rela meninggalkan dia sedetik pun.
“Davira, ambil pakaianmu. Bantu mommy mengganti pakaian Arinda” kata Aileen, Davira mengangguk melangkah keluar menuju kamarnya untuk mengambil satu set piama lengkap.
Semua pria sudah keluar tinggal Daniel senantiasa masih berdiri dekat Arinda dengan menggenggam tangannya.
“Dan, tetap di sini mom” kata Daniel terus menatap Arinda.
“Kamu keluar dulu, Daniel” kini Aileen sedikit mengeraskan suaranya.
“Dan, tetap di sini mom” kata Daniel bersikeras.
“Daniel Arsenio, apa kamu mau melihat mommy mengganti pakaian Arinda di depanmu?” kini Aileen kesal karena putranya tidak mau keluar juga dari kamar tamu.
Davira masuk ke kamar tamu dengan membawa satu set piama, Daniel menatap pakaian yang di bawa Davira. Aileen berdiri melangkah mendekati Davira untuk mengambil pakaian di tangannya. Tanpa di sadari Aileen, Daniel mengecup sayang tangan Arinda lalu meletakkannya di samping tubuhnya. Apa yang di lakukan Daniel membuat mata Davira terbelalak.
“Kamu kenapa? Ayo bantu mommy mengganti pakaian Arinda” tanya Aileen heran melihat Davira, Daniel akhirnya setuju keluar namun menunggu di depan pintu.
Para pria yang lain menunggu di ruang keluarga, Michael dan Darren heran melihat tingkah Daniel yang berbeda memperlakukan Arinda. Sean dan Arvin sudah mengetahui bagaimana sikap Daniel hanya tersenyum senang, Ansel merogoh ponselnya mengetik pesan untuk Cantika memberi tahu jika Arinda baik-baik saja dan sekarang berada di mansion Arsenio.
Dalam kamar tamu, Aileen menyingkap selimut yang menutupi tubuh Arinda. Dengan di bantu Davira, satu persatu pakaian Arinda di ganti mereka. Celana kulot yang di pakai Arinda di lepaskan dan di ganti dengan celana piama, Davira merasa ada benda persegi panjang di kantong celana Arinda. Lalu dia merogoh dan menemukan ponsel yang persis sama dengan milik kakaknya.
__ADS_1
Loh ini kan ponsel couple yang dibeli kak Dan, oooo sekarang aku mengerti. Jadi kak Dan sengaja beli ponsel couple untuk mereka berdua kata Davira dalam hati senyum senyum. Selama mengganti pakaian Arinda sama sekali tidak terbangun, tampak dari wajahnya raut lelah.
“Kamu kenapa senyum senyum, Vira?” tanya Aileen selesai menyelimuti tubuh Arinda.
“Nggak... nggak ada apa apa kok mom” kata Davira menatap Aileen duduk di samping tubuh Arinda. Terlihat pancaran kesedihan dari wajah Aileen.
“Mommy kenapa?” tanya Davira.
Aileen membelai pipi Arinda yang masih kemerahan bekas tamparan penjahat.
“Mommy kasihan dengan Arin, saat mengganti pakaiannya mommy melihat bekas kemerahan di dadanya. Pasti Arinda merasa kesakitan” kata Aileen sedih.
Davira menatap Arinda sedih dan menyalahkan dirinya sendiri.
“ini salah Vira mom, coba kalo Vira turun dari kamar dengan di kawal bodyguard kakak tentunya kejadian seperti ini tidak akan terjadi” kata Davira sedih.
“sudahlah sayang, semua sudah terjadi. Mommy sangat berterima kasih pada Arinda yang sudah menolongmu, berkat Arinda kamu selamat dan berkumpul bersama kami sekarang” kata Aileen menatap Arinda tertidur lelap dalam buaian mimpi.
“Vira kamu di sini sebentar, mommy mau mengecek apakah dokter perempuan yang di suruh kakakmu sudah datang atau belum. Mommy tidak habis pikir kenapa Daniel tidak mengizinkan Sean yang memeriksa Arinda?” Kata Aileen melangkah keluar kamar. Saat membuka pintu, Aileen terkejut Daniel berdiri di depan pintu.
Tanpa berkata apapun Daniel melangkah masuk menghampiri Arinda, dia lalu mengambil kursi meletakkannya di samping tempat tidur. Di raihnya tangan kanan Arinda lalu di genggamnya, kedua alis ailen bertautan melihat tingkah Daniel yang di anggapnya ajaib. Davira tersenyum melihat tingkah Daniel, dia duduk di tempat tidur di bawah kaki Arinda.
Aileen keluar dari kamar tamu dengan pertanyaan besar di benaknya. Seorang maid menghampirinya memberi tahu jika dokter yang ditelepon Sean sudah datang dan saat ini Sean sedang menemani dokter perempuan itu diruang tamu . Aileen lalu menyuruh maid untuk mengantar dokter perempuan itu ke kamar tamu untuk memeriksa Arinda
************
terus dukung Author
dengan cara like, vote dan tipnya.....😊😊😊
jangan lupa juga kasih rate nya ya....😊😊😊
( Π_Π )
makasih..... tetap semangat 🤗🤗🤗🤗
__ADS_1