
Daniel melihat ponsel Arinda di atas meja,
“Ponsel itu?” daniel menatap ponsel Arinda yang tergeletak di meja cafe.
“Ponsel punya cewek itu, nggak sengaja gue rusakin” jelas sean
“kenapa nggak lu ganti aja sekalian?” tanya Arvin memakan cemilan di atas meja cafe.
Waiter menghampiri meja mereka dengan membawa pesanan Daniel dan Ansel, dengan hati-hati waiter itu meletakkan cangkir coffe yang di pesan oleh Ansel.
“gue mau gantiin, tapi cewek itu bilang nggak usah di ganti. Tapi di perbaiki aja gitu dia bilang” kata Sean lagi.
“Loh kok gitu? Bukannya bagusan di gantiin aja, dari pada repot-repot nunggu perbaikan” saran Arvin
“maunya gue sih gitu, tapi tu cewek nggak mau. Dia bilang semua data dan nomor client penting ada di dalam ponsel ni, trus katanya ada kenangan terakhir dari bokapnya” jelas Sean
Daniel mengambil ponsel Arinda dan memberikannya pada Ansel.
“Perbaiki secepatnya” perintah Daniel melempar ponsel itu ke arah Ansel dan di tangkap sempurna olehnya.
“baik tuan muda” Ansel menyimpan ponsel Arinda dalam saku jas miliknya.
“Loh kenapa lu repot-repot perbaiki. Biar gue aja, inikan kesalahan gue apalagi ini kesempatan gue buat kenalan ama cewek secantik dia, siapa tau kami bisa lebih dekat” protes Sean, mata daniel membulat sempurna mendengar perkataan Sean.
“Emang secantik apa sih cewek itu” Arvin penasaran.
“Pokoknya cantik deh, lu kalo lihat tu cewek pasti bakal klepek-klepek, kalo di nilai pake angka satu sampai sepuluh, gue jawab sepuluh” ucap Sean menggebu-gebu
Daniel menatap tajam ke arah Arvin dan Sean, dia begitu marah saat ada pria yang membicarakan Arinda.
Berani-beraninya lu ngincer cewek gue, nggak akan semudah itu lu bisa ngedekatin Arinda ... guman Daniel dalam hati dengan tatapan mata elang yang mematikan.
Sean hanya diam dan bingung melihat Daniel yang menatap tajam ke arahnya. Tampak oleh nya sorot mata Daniel yang penuh kecemburuan,
“gue cabut sekarang” kata Daniel yang memutuskan untuk pulang ke mansion.
Daniel lebih memilih pergi dari cafe karena tidak ingin ribut dan melampiaskan amarah pada sahabatnya yang akan menghancurkan persahabatan mereka.
“Lah kok cabut sih Dan, ayolah kita seneng-seneng dulu” ajak Arvin.
Daniel hanya diam dan melangkahkan kakinya keluar dari Cafe di ikuti Ansel.
"Tuan muda..." panggil Ansel
“ Sel, sorry aku mau sendiri sekarang” kata Daniel meminta petugas valet untuk mengambil mobil miliknya.
__ADS_1
“ Baik tuan muda” ansel membungkukkan badannya memberi hormat pada Daniel.
“Secepatnya perbaiki ponsel itu” perintah Daniel menaiki mobil Bugattinya.
“Baik tuan muda” ansel memberi hormat kembali.
Daniel menyalakan mobil bugattinya dan melaju cepat meninggalkan cafe menuju pulang ke mansion. Ansel lalu masuk ke dalam cafe dan duduk kembali bersama Arvin dan Sean.
“Sel, si Dan kenapa? Kok dari sikapnya nggak suka kalo gue dekatin tu cewek?” tanya Sean heran.
“lu tahu kan kenapa tuan muda datang dan konsultasi ama lu tadi siang?” Tanya Ansel sambil meminum minuman miliknya.
“ Iya gue tau ,lalu hubungannya apa ama gue deketin tu cewek?” tanya sean.
“Bentar bentar, emang Daniel konsultasi apa ama elu?” arvin penasaran bertanya pada Sean
“Dia konsul ama gue nanya kenapa jantungnya berdebar cepat kalo ada cewek dan nama cewek tu di sebut, ya gue jawab kalo itu hal biasa buat orang yang sedang jatuh cinta” kata Sean.
“cewek yang mana?” tanya Arvin pada Sean yang diam tidak tahu siapa perempuan yang telah meluluhkan hati dingin Daniel.
Otak Sean langsung bekerja memutar memory dari gelagat Daniel yang Aneh. Dia menatap Ansel
“Sel, jangan bilang kalo cewek yang udah melelehkan hati dingin Daniel adalah cewek yang ponselnya gue rusakin itu?” tebak Sean.
Ansel menghela nafas dan menganggukkan kepalanya membenarkan tebakan Sean.
“Jadi nama cewek itu Arinda” kata Sean.
Ansel menganggukkan kepalanya,
“Gue senang akhirnya ada yang bisa melelehkan dan merebut perhatian tuan muda. Selama ini gue melihat bagaimana dinginnya dan tersiksanya tuan muda gara-gara cewek rubah itu” kata Ansel.
Sean diam termenung mendengar perkataan Ansel, di hatinya lega akhirnya ada perempuan yang melelehkan es di hati Daniel. Tapi dia sedikit sedih karena perempuan yang baru akan di sukainya, lebih dulu telah merebut hati sahabatnya Daniel.
Untung saja gue belum terlalu jauh suka ama tu cewek kata sean dalam hati.
Sean lebih memilih persahabatannya yang sudah lama terjalin,
“Sel, nih kartu nama temannya Arinda. Dia bilang kalo ponselnya udah baik hubungi ke nomor temannya” kata sean memberikan kartu nama Maya.
“Maya?” ansel menatap kartu nama di tangannya.
“itu nama cowok gemulai yang gue critain tadi” kata Sean.
Ansel lalu menyimpan kartu nama Maya,
__ADS_1
“Gue balik dulu” pamit Ansel
“Oke deh, gue juga udah mau balik” kata Sean
“Lah semuanya kok pada balik, nggak seru ah. ayolah kita seneng-seneng dulu gimana” tawar Arvin.
“Gue nggak bisa, ada kerjaan” kata Ansel melangkah ke kasir
“Gue juga, Sel lu mau bareng gue” tanya Sean.
“ Oke” Ansel membayar tagihan minuman mereka.
“ya pada balik semua” kata Arvin dia pun bangkit dari tempat duduknya dan mengikuti teman-temannya.
***
Jam sudah menunjukkan pukul 11 malam, Cantika sudah tampak kelelahan dan tertidur di atas sofa ruang tv, Arinda masih terjaga memeriksa konsep acara di laptopnya dengan detail.
Smartphone milik Cantika bergetar di atas meja di sebelah Arinda. Di tatapnya layar smartphone milik Cantika tertulis nama Ansel dengan lambang hati di belakang namanya.
Tuan Ansel?! lambang hati? Guman Arinda menatap ke arah Cantika yang sudah sangat lelap.
Smartphone itu terus bergetar, mau tidak mau Arinda mengangkatnya.
“ assalammualaikum,” sapa Arinda mengangkat telepon dari Ansel.
“waalaikum salam, maaf bukannya ini ponselnya tika?” tanya Ansel di seberang sana,
“Iya tuan ansel, saya Arinda, mbak Cantikanya sudah tidur. Apa ada hal yang penting tuan? Kalo iya saya akan membangunkan mbak tika dulu” kata Arinda akan membangunkan Cantika.
“Tidak usah nona, biarkan saja. Besok saja saya akan meneleponnya lagi, maaf mengganggu anda nona” kata Ansel.
“Tidak apa-apa tuan Ansel, nanti saya akan sampaikan pesan anda pada mbak tika” Arinda menatap Cantika masih terlelap.
“Baiklah kalau begitu nona Arinda, selamat malam assalammualaikum” Ansel mengakhiri teleponnya.
“waalaikum salam” jawab Arinda, ada banyak pertanyaan di benak Arinda.
Ada hubungan apa mbak tika ama tuan Ansel? Trus nama tuan Ansel di ponsel mbak Tika pake lambang hati. Apa mungkin? Ariiin....kenapa gue jadi kepo gini? Ini kan pivasinya mbak tika kata Arinda dalam hati sambil mengetuk kepalanya.
*************
terus dukung Author
dengan cara like, vote dan tipnya.....😊😊😊
__ADS_1
( Π_Π )
makasih..... tetap semangat 🤗🤗🤗🤗