
“nona Cantika, saya dan keluarga besar Arsenio, mengucapkan permintaan maaf pada Pearl Stars dan Arinda. Secepatnya kami akan menemui Arinda untuk mengucapkan maaf langsung padanya” kata Michael, Aileen meneteskan air mata sedih karena sudah termakan omongan sahabatnya. Dia sangat menyesali perbuatannya yang telah menghina dan mengusir Arinda,
Dian merasa sangat malu, dia begitu percaya dengan hasutan dari Raisa. Dari awal dia mengenal Arinda, Dian memang tidak menyukainya karena status Arinda yang bukan dari keluarga jetset.
Saat Raisa mengatakan bahwa Arinda seorang pela**r atau wanita pangg***n dia langsung percaya begitu saja tanpa tahu kebenaran yang sebenarnya. Untuk membuat putranya Aldo menjauhi Arinda dia dengan sengaja membayar orang untuk menyebarkan fitnahan hingga Arinda hampir saja di DO oleh pihak kampus. Aldo sangat syok dengan kenyataan jika ibunya sendiri juga dalang fitnahan Arinda.
“ma... katakan apa yang di sampaikan dekan Tirta itu tidaklah benar?” kata Aldo membuatnya sedih dan marah.
Dian hanya diam, dia sangat bingung harus menjelaskan bagaimana pada putranya. Aileen menatap arinda dengan kesal,
“Dian, selama ini aku percaya semua ucapanmu karena aku tahu kamu tidak akan pernah berbohong. Dan hari ini aku sangat malu dan menyesal telah meragukan Arinda, aku telah menghancurkan kebahagiaan putraku sendiri karena begitu percaya dengan apa yang kamu katakan” kata Aileen sedih, Dian terdiam dan sedih mendengar ucapan sahabatnya. Dia menatap Aldo yang langsung membuang muka.
“al al Aldo, mama melakukan ini semata-mata hanya untuk kebahagiaanmu, mama nggak mau kamu memiliki pendamping hidup rendahan dan miskin seperti Arinda. Dia sangat berbeda dengan kita nak” Kata Dian masih merendahkan Arinda.
“nyonya Sutomo, aku tidak menyangka jika hati anda begitu keras, jika saja Arinda mau dia bisa menuntut anda atas pencemaran nama baik dan fitnah. Tapi apa yang Arinda lakukan, demi menjaga nama baik keluarga anda dia memilih menutup kasus itu. Ketahuilah nyonya yang terhormat, harta bukanlah sebuah ukuran bagi seseorang apakah dia sederajat atau tidaknya. Jika Arinda di bandingkan dengan nyonya, derajat dia lebih tinggi dari nyonya” kata Cantika geram dia sangat kesal mendengar penghinaan dari Dian yang tidak habis-habisnya.
Pada saat bersamaan, Raisa datang menghampiri Dian dan Aldo. Semua orang menatap sinis dan mulai berbisik-bisik.
Kenapa semuanya pada liatin aku? Mereka mungkin terpesona dengan ke cantikan aku guman Raisa berjalan dengan pedenya tanpa peduli dengan tatapan sinis orang-orang di sekitarnya.
Aldo dan Dian menatap tajam pada Raisa, muka Dian tampak merah padam menahan emosinya dan rasa malu karena termakan hasutannya. Aldo menghampiri Raisa lalu melepaskan cincin pertunangan menjatuhkannya ke tanah.
“Aldo kamu apa-apaan sih? Kenapa kamu melepaskan cincin pertunangan kita?” Raisa begitu marah dan kesal dengan tindakan Aldo.
“aku membatalkan pertunangan kita “ kata Aldo melangkah pergi meninggalkan Dian dan Raisa. Semua yang hadir di sana mulai berbisik-bisik
“loh Aldo kenapa kamu membatalkan pernikahan kita, kamu sendiri tahu kalo undangan kita sudah tersebar” kata Raisa mengikuti aldo.
__ADS_1
“dasar wanita mura**n” dian melayangkan tamparan keras ke wajah Raisa.
“ada apa ini ma? Kenapa mama malah menamparku?” tanya Raia yang tidak mengerti.
“karena dirimu au di permalukan di depan umum. Jangan pernah kamu menampakkan wajah busukmu di hadapanku” kata Dian berlalu pergi mengejar putranya Aldo. Raisa yang tidak teriman dengan pembatalan pertunangannya segera berlari menuju parkiran untuk menemui Aldo.
“kenapa kamu mengikuti kami? Apa kamu ini tuli atau bo**h? Sudah kukatakan untuk tidak lagi menampakkan wajahmu di depan kami” Dian sudah sangat kesal kembali akan melayangkan tangannya pada Raisa, namun tangan Dian langsung di tangkap olehnya.
“lepaskan tanganku, wanita ja**ng” hina Dian.
“kalo gue ja**ng, maka lu lebih dari ja**ng” kata Raisa langsung menghentakkan tangan Dian hingga dia jatuh tersungkur. Aldo melihat ibunya terjatuh segera menghampiri, walau saat ini dia sangat membenci ibunya dia tetap tidak tega melihat Dian terjatuh.
“mama...”panggil Aldo berlari menghampiri Dian dan membantunya berdiri.
“kamu apa-apan Sa? Kenapa kamu dorong mama?” tanya Aldo marah.
“ja ja ja jadi kamu sudah mengetahuinya?” wajah Raisa memucat ketakutan
“iya... dan berkat CCTV merekam pembicaraan kalian aku mengetahui sifat aslimu. Aku tidak menyangka jika kamu dengan tega memfitnah sahabat kamu sendiri, kamu seorang wanita tapi tega memfitnah wanita lain dengan menghancurkan harga diri dan kehormatannya. Aku tidak akan menikah dengan perempuan egois dan mur**an seperti mu” kata Aldo meninggalkan Raisa yang masih terdiam termangu di tempatnya.
“jika aku mura**n maka Arinda adalah wanita ja**ng yang sudah tidur dengan banyak pria” tuduh Raisa, Aldo tampak geram dan kesal ingin sekali dia melayangkan tamparan ke Raisa. Tapi dia tidak melakukannya,
“atas dasar apa kamu mengatakan hal itu. Arinda bukan wanita ja**ng seperti mu yang menghalalkan segala cara termasuk dengan menghancurkan kehormatan wanita lain” kata Aldo kesal.
“ya aku memang ja**ng, aku melakukan semua itu agar kamu sadar bukan Arinda yang selama ini menunggumu, menghiburmu di kala sedih. Tapi mata dan hati kamu hanya ada untuk Arinda Arinda dan Arinda, membuatku sangat muak” kata Raisa marah
“asal kamu tahu saat Arinda menolakku, dia sendiri yang membuat ku sadar ada perempuan yang selama ini berada di sampingku dan menghiasi hari-hari indahku. Arinda sendiri memberi tahu padaku jika wanita yang ada di hatiku bukanlah dia melainkan wainta lain. Karena Arinda aku menyadari jika aku sediri sudah jatuh cinta padamu sejak lama,” kata Aldo geram. Dian yang mendengar pengakuan Aldo langsung emosi,
__ADS_1
“ALDOOOO.... MAMA NGGAK AKAN SETUJU JIKA KAMU MENIKAHI WANITA JA**NG INI” dian begitu marah hingga berbicara keras pada Aldo. Raisa terdiam termenung saat mendengar pengakuan langsung dari Aldo.
“apakah mama sekarang akan mengatur hidup Aldo? Setelah mama menghancurkan harga diri Arinda. Apa kesalahan Arinda pada mama? Dia bahkan menutup kasus yang akan merusak nama baik keluarga kita dan mama terus menerus menghinanya. Aldo sangat kecewa dengan mama” kata Aldo menaiki mobil miliknya.
Brak...
Bantingan keras pintu mobil Aldo membuat Raisa tersadar dari lamunannya,
“Aldo” panggil Raisa menghampiri mobil Aldo, dia lalu menggedor pintu mobil Aldo.
“Aldo...Aldo...” panggil Dian saat Aldo melajukan mobilnya meninggalkan Mansion Arsenio. Dia segera melangkahkan kakinya ke mobil miliknya, menyuruh supir untuk mengejar mobil Aldo.
Raisa masih mengejar mobil Aldo sembari menggedor-gedor kaca mobil Aldo dia terus menerus memanggil-manggil Aldo
“aldo...aldo dengarkan penjalasan ku dulu” kata Raisa mengejar hingga dia terjatuh di jalanan. Mobil Aldo melaju cepat meninggalkan Raisa begitu saja, air matanya tumpah menangis seiring dengan kepergian mobil Aldo melaju menjauh meninggalkan kediaman Arsenio.
************
tetap terus dukung Author
dengan cara like, vote dan tipnya.....😊😊😊
jangan lupa juga kasih rate nya ya.... plisss
🙏🏻🙏🏻🙏🏻
( Π_Π )
__ADS_1
makasih..... tetap semangat 🤗🤗🤗🤗