
“maaf tuan, anda tidak bisa masuk” Cegah sekretaris itu,
“Minggir” Marcus menodongkan pistolnya pada sekretaris itu hingga ketakutan.
Brak...
Marcus terlihat sangat marah langsung mendobrak pintu ruang kerja, Vivi terlihat duduk dengan angkuh menatap kedatangan Marcus sedangkan client itu tampak terkejut dengan kedatangan tamu yang tidak terduga.
“wanita ja**ng” Marcus mengarahkan senjatanya pada Vivi yang tersenyum smirk padanya. Dengan cepat sebuah pukulan telak melayang mengenai tangan Marcus hingga senjata yang di pegangnya terjatuh. Sebuah tendangan di layangkan pada area kaki hingga Marcus hingga ia jatuh tersimpuh di lantai.
“Kaliaaan” Marcus menatap anak buah yang juga mengkhianatinya.
“ck ck ck... Marcus... Marcus... betapa menyedihkan kamu saat ini” Vivi memandang rendah Marcus yang suda di lumpuhkan.
“Dasar wanita ja**ng, seharusnya aku membun*hmu dari dulu. Berani-beraninya kau menghancurkan semua rencana ku, mengambil alih semua perusahaan dan juga dunia bawah yang sudah susah payah ku dapatkan” Marcus di pegangi oleh anak buahnya.
Vivi tersenyum meremehkan Marcus, dia lalu melihat ke arah client yang menatapnya kebingungan.
“tuan, aku akan menghubungi anda secepatnya” Vivi mengode sekretarisnya untuk mengantar client mereka keluar dari ruangannya.
“mari tuan” sekretaris itu mengantar client Vivi keluar dari ruangannya.
“lepaskan aku” perintah Marcus pada mantan anak buahnya dulu. Namun mereka malah mempererat pegangan mereka.
“dasar pria beg*, kamu sendiri yang mengantar nyawa mu ke sini. Mempermudah pekerjaan kami yang ingin menghabisimu secepatnya, seperti putra bo**h mu yang percaya dengan ucapanku dan mengantarkan nyawanya sendiri ke sana. Kamu tahu saat ini pastinya putra bo**h mu itu sudah...” Vivi tersenyum smirk menarik garis melintang dengan jari tangan di leher jenjangnya mengisyaratkan kematiannya.
Wajah Marcus berubah pucat dan ketakutan menatap Vivi,
“ja...ja...ja...jaadi...” Marcus tampak ketakutan.
“iya Marcus ku sayang, mereka semua sudah tahu jika ketua terdahulu mereka yang sangat dihormati telah kamu dan putramu bunuh. Sekarang mungkin saja mereka semua sudah melampiaskan semua kemarahan mereka pada putra bo**h mu itu” jelas Vivi membuat wajah Marcus semakin memucat.
“se..se..se...” Marcus sudah tidak mampu lagi berbicara saat salah satu anak buah Vivi menyuntikkan obat bius. di antara sadar dan tidak sadar Vivi berbisik ke telinga Marcus,
__ADS_1
"nikmati pembalasanku, putri dari ketua dunia bawah yang kau bunuh dan menjadikanku pela**r di black house" Vivi melangkah menuju meja kerjanya saat melihat Marcus yang sudah tidak sadarkn diri.
“selanjutnya bagaimana bos?” tanya salah satu dari mereka.
“buang dia keluar dari perusahaan ini, sebentar lagi polisi akan datang untuk membawanya. Tidak usah membuang peluru untuk sampah seperti dia” Vivi dengan santai duduk di kursi kebesarannya. Anak buah Vivi melaksanakan perintahnya, membawa Marcus keluar dari perusahaannya.
Tidak berapa lama, polisi sudah datang membawa Marcus untuk mempertanggung jawabkan semua kesalahan yang sudah di perbuatnya. Sebelum masuk bui Marcus di bawa ke rumah sakit oleh polisi untuk mendapatkan perawatan atas luka yang di deritanya.
***
Darren dan Daniel duduk berdampingan di samping ranjang rumah sakit. Oma Ayu tampak tidur lelap, selang infus terpasang di tangannya dan selang oksigen berada di hidungnya.
“mama...” panggil Aileen yang baru saja datang segera menghampiri oma Ayu. Dia segera bergegas ke rumah sakit begitu mendengar kabar oma Ayu.
“tenang saja my, oma dalam keadaan stabil saat ini” Darren memegang pundak Aileen menenangkannya. Michael, Davira dan Amanda masuk ke dalam kamar oma Ayu kebingungan melihat sikap Darren yang berbeda saat pagi tadi.
Daniel dengan wajah datarnya menjelaskan semua sandiwara dan rencana mereka yang berhasil membuat Marcus tertangkap dan mendekam di penjara untuk waktu yang lama.
“benar my, maaf semua ini kami lakukan untuk mengecoh musuh, semuanya harus senatural mungkin agar memudahkan rencana kami. Makanya Darren bersikap seperti itu” Darren ikut membantu Daniel menjelaskan semuanya pada keluarga mereka.
Aura kegelapan terasa kuat di kamar perawatan oma Ayu. Michael, Davira dan Amanda tampak mulai menyingkir saat melihat Aileen dengan wajah tenang menghampiri kedua pria itu.
Kedua tangan Aileen dengan cepat menyentuh telinga Darren dan Daniel lalu menjewer sekeras mungkin.
“aaa.... mom...mom...mom. ampuuun” pekik Darren dan Daniel, mereka berdua mendapat hadiah jeweran dari Aileen yang marah karena sudah di tipu oleh kedua putranya.
Arvin, Sean dan Ansel masuk ke kamar rawat oma termenung saat melihat Aileen sedang menghukum Daniel dan Darren. Mereka bertiga tampak siaga satu saat melihat Daniel dan Darren yang sudah sangat kesakitan. (the power of emak-emak, kagak ada yang bisa melawan dah. Salut buat mommy Aileen)
Tidak ingin mereka saja yang di hukum, Daniel pun mengode pada kakaknya untuk membuat ketiga pria yang baru datang merasakan apa yang mereka rasakan.
“mom... ini semua bukan semata kesalahan kami saja. Mereka yang merencanakan hal ini mom” Darren menunjuk ke arah Ansel, Arvin dan Sean.
“gawat Sel, lebih baik kita angkat kaki segera” Arvin akan membalikkan tubuhnya hendak keluar dari kamar oma.
__ADS_1
“terlambat Vin”, Ansel hanya tersenyum kecut saat melihat Aileen yang sudah melayangkan jari tangan ke telinga mereka masing-masing.
Ansel dan Arvin pun terkena hukuman dari Aileen terkecuali Sean yang menatap mereka yang terlihat mengenaskan.
“my, kenapa Sean nggak di hukum?” protes Darren,
“karena Sean Dokter, tidak mungkin dia ikut dengan rencana kalian. Tentunya dia sibuk bekerja dan merawat pasien, dari pada kalian yang sudah menipu mommy dan daddy juga keluarga kalian” Aileen tampak sangat kesal.
Daniel dengan wajah datar menatap ke arah Aileen,
“mom, ini semua ide Sean” Daniel dengan wajah serius dan tenang memberi tahu Aileen jika Sean juga ikut bekerja sama. Trik yang sering di lakukannya untuk membuat Aileen percaya,
“Daniel Arsenio, Darren Arsenio, Ansel, Arvin.... sekarang berdiri di luar kamar oma, angkat kaki satu dan jewer telinga kalian masing-masing. Jika kalian tidak melaksanakannya, mommy akan memposting foto kalian saat sekolah yang sangat-sangat memalukan” Ancaman Aileen pun membuahkan hasil, mereka berempat segera berdiri di lorong dan melakukan apa yang di perintahkan.
Amanda ingin menyelamatkan suaminya dan adik iparnya, namun di cegah Davira dan Michael. Mereka memberi tahu jika saat ini apa yang di lakukan Aileen adalah benar, Davira juga menambahkan jika tidak ada yang akan bisa membuat Aileen tenang dan membatalkan hukuman untuk mereka.
Amanda hanya mengela nafas, mereka berempat mengintip di balik pintu saat Aileen mengomeli Darren dan yang lainnya. Seperti murid sekolah yang terkena hukuman karena tidak mengerjakan tugas, mereka berempat berdiri sejajar di luar kamar oma. Mereka berempat bersyukur karena lantai tempat oma Ayu di rawat lantai VVIP akan sepi dari gangguan.
*************
secepatnya author akan up lagi tiap hari, mohon bersabar menunggu kelanjutannya...🤗🤗🤗🤗
tetap terus dukung Author😊😊😊
dengan cara like, vote dan tipnya.....ya.... plisss🙏🏻🙏🏻🙏🏻
jangan lupa juga kasih rate dan commetnya yang positif agar Author semakin semangat💪🏻💪🏻💪🏻 buat nulisnya...✍️✍️✍️
( Π_Π )
makasih..... tetap semangat 🤗🤗🤗🤗
❤️❤️❤️❤️❤️ all...
__ADS_1