Terjebak Cinta CEO Dingin

Terjebak Cinta CEO Dingin
Ep. 208


__ADS_3

“jomblo dari mana lagi Vira?” ujar Amanda membuat Arinda dan Davira juga lainnya menatap Amanda.


“maksudnya kak?” Arinda kepo dengan ucapan kakak iparnya.


“tadi sewaktu Sean periksa oma, kakak liat ada yang ganjil ama mereka berdua” Amanda mulai membicarakan apa yang terlihat oleh matanya.


“Ga...ga... ganjil gi mana kak?” Davira terlihat salah tingkah.


Amanda tersenyum penuh maksud membuat semua yang ada di kamar Oma Ayu semakin penasaran.


“is ni pere sastra bikin akika semakin penasaran aja” Maya duduk di samping Arinda. Davira mengkode Amanda untuk tidak memberi tahu keluarganya, di akui Davira jika dirinya mempunyai perasaan lebih kepada Sean. Tapi Davira lebih menutupi perasaannya karena takut jika perasaannya hanya cinta bertepuk sebelah tangan.


Dia juga tidak ingin hubungan persahabatan Daniel dengan Sean rusak gara-gara dirinya.


“udah deh Vira, nggak usah di tutupi lagi. Bilang aja yang sebenarnya kalo kamu suka kan sama Sean? Kakak liat kamu diam-diam menatap Sean saat memeriksa oma” Amanda mengatakan apa yang di lihatnya tadi.


“Benarkah Manda?” Tanya Aileen, Michael tersenyum senang menatap putrinya yang kini sudah dewasa.


“Iya my dan sepertinya Sean juga memiliki perasaan yang sama dengan Vira” Amanda juga menceritakan saat dirinya memergoki Sean yang menatap Davira secara diam-diam.


Apa yang di ceritakan oleh Amanda pada Aileen dan lainnya terdengar oleh Daniel Cs yang masih melaksanakan hukuman.


Raut wajah Darren dan Daniel tampak mendung dengan aura kegelapan yang mengelilingi mereka.


“Sel, kita sepertinya harus menyiapkan pemakaman untuk Sean” bisik Arvin melihat dua bersaudara itu tidak senang dengan apa yang mereka dengar.


“ jangan lupa sekalian kain kafannya” Ansel mengingatkan Arvin.


Darren dan Daniel melangkah pergi menuju lift, mereka sudah tidak perduli dengan hukuman yang di beri Aileen. Saat ini di benak mereka hanya Davira adik semata wayang mereka.


Arvin dan Ansel mengikuti mereka berdua yang sudah masuk ke dalam lift. Ansel menekan tombol lift menuju lantai tempat ruang kerja Sean.


Sementara itu di ruang perawatan oma Ayu perlahan-lahan membuka matanya. Dia juga mendengar perkataan Amanda tentang perasaan Davira pada Sean.


“jadi... Vira menyukai Sean?” tanya oma Ayu membuat semua yang ada di ruang itu tertegun.


Menyadari ibunya sudah sadar Aileen segera berhamburan mendekati ibunya. Dia menangis memeluk oma Ayu yang baru saja terbangun. Begitu juga yang lainnya segera mengelilingi ranjang oma Ayu.


“ma... Aileen senang akhirnya mama bangun” Aileen memeluk oma Ayu.


Davira berinisiatif untuk memberi tahu kedua kakaknya, dia segera keluar memberi tahu mereka. saat membuka pintu Davira terheran yang tidak menemui siapa pun di samping pintu kamar rawat oma Ayu, dia kembali masuk lalu menghampiri Aileen.

__ADS_1


“my... kak Darren dan kak Dan nggak ada di depan. Apa mommy udah mencabut hukuman mereka?” tanya Davira.


“mereka masih mommy hukum kok. Nggak mungkin dong mereka kabur gitu aja” Aileen membantu oma Ayu untuk duduk, memosisikan bantal di belakang punggung oma Ayu agar bisa bersandar.


Arinda teringat dengan cerita Amanda tentang perasaan Sean dan Davira.


“ daddy, vira kita ke ruangan dokter Sean sekarang” Ajak Arinda yang langsung menarik tangan Davira keluar dari kamar oma Ayu. Michael juga mengikuti Davira dan Arinda yang sudah lebih dulu keluar dari kamar rawat oma Ayu.


“kenapa Arin kelihatan panik gitu?” Cantika heran melihat Arinda yang terburu-buru.


“mungkin aja dia mo nyamperin lekongnya” tebak Maya.


“tapi si Arin bilang kalo dia mau ke ruangan Dr. Sean” kata Cantika yang langsung di mengerti oleh Maya.


“tika kita susulin mereka,” ajak Maya yang langsung menarik tangan Cantika.


“loh...loh... kok semuanya pada pergi gini” Aileen semakin bingung, oma Ayu hanya tersenyum membuat Aileen semakin bingung.


“ma... kok mama tersenyum?” Tanya Aileen.


“ mama senang, sekarang Darren dan Daniel sedang melaksanakan tugasnya sebagai kakak. mama berdoa mereka mmbuat keputusan yang baik untuk Vira” oma Ayu tersenyum membuat Aileen mengerti dengan apa yang di maksudnya.


Sean dan pasiennya terheran-heran saat mendengar keributan di luar ruangannya.


“ tuan-tuan maaf saat ini Dokter Sean masih memeriksa pasien” cegah Perawat menghalangi Daniel cs untuk masuk ke ruangan Sean.


Darren dan Daniel menerobos masuk tanpa memedulikan perkataan perawat, mereka langsung masuk ke ruangan Sean membuat pasien ketakutan.


“IKUT” Daniel segera menyeret Sean yang kebingungan melihat tingkah teman-temannya.


“bentar, ini ada apaan. Kenapa kalian terlihat kesal gini” Sean berhenti sejenak menahan tarikan Daniel.


“udeh, nggak usah banyak ngemeng lu, ayo ikut” Arvin membantu Daniel menyeret Sean menuju lift, namun Sean bersikeras tidak mau ikut.


Darren dan Ansel mengangkat kaki Sean, sedangkan Daniel dan Arvin mengangkat tubuh Sean melangkahkan kaki mereka menuju lift.


“woi apa-apaan ni, turunin gua” Teriak Sean kebingungan, Darren cs tidak menggubris perkataan Sean. Arvin menekan tombol menuju lantai teratas tepatnya ke atap gedung rumah sakit Arsen Medical.


Michael dan yang lainnya sampai di ruang Sean yang terlihat berantakan dengan pasien dan perawat yang terlihat ketakutan.


“Sean di mana?” tanya Michael pada perawat,

__ADS_1


“dok...dokter Sean di bawa sama cowok-cowok ganteng masuk ke dalam lift. Mereka terlihat sangat kesal dan marah, Entah kesalahan apa yang sudah di lakukan dokter Sean” pasien yang berada di samping perawat membantu menjelaskan pada Michael dan lainnya.


“dad...” Davira cemas dan takut terjadi sesuatu dengan Sean. Michael menenangkan Davira dengan merangkul pundaknya,


“tenang sayang, dad yakin kakak-kakakmu ingin berbicara hal penting dengan Sean” Hibur Michael.


Arinda terlihat cemas berjalan cepat menuju lift yang pada monitor kecilnya sedang bergerak ke lantai atas.


“dad, sepertinya mereka ke lantai atas” Arinda memberitahu Michael, Davira semakin terlihat cemas dan ketakutan.


Arinda langsung menekan tombol lift, setelah lift terbuka mereka bergegas masuk ke dalam lift. Cantika ikut menenangkan Davira agar tidak panik, dalam hati Davira berdoa demi keselamatan Sean dari amukan kedua kakaknya.


Darren cs menjatuhkan Sean begitu saja saat mereka telah sampai di atap rumah sakit. Sean meringis kesakitan di area bokongnya yang menyentuh kasar lantai atap,


“woii pelan-pelan napa? Sebenarnya kaliaan pada kenapa sih?” Tanya Sean yang masih kebingungan dengan sikap sahabat-sahabatnya.


Daniel dan Darren menatap tajam juga menusuk ke arah Sean, Arvin juga Anse lebih memilih duduk di kursi yang tersedia di atap rumah sakit yang di buat seperti taman di sana.


Sean berdiri sambil membersihkan kotoran yang menempel di celana kerjanya, dia menatap Daniel yang masih memandangnya dengan tatapan dingin.


“ sebenarnya kalian semua pada kenapa sih? Bukannya ngomong baik-baik, malah nyulik gua buat datang ke sini” omel Sean belum mengerti dengan situasi yang di hadapinya. Darren berdiri di hadapan Sean menatap lekat ke arah matanya.


“ Se, bagaimana sebenarnya perasaan lu ke Davira?” tanya Darren to the point membuat Sean terkejut. Dia berusaha untuk menutupi perasaannya yang baru-baru ini di sadarinya, perasaan yang sama dengan Darren ke Amanda dan Daniel ke Arinda.


Sean terdiam, dia tidak mampu memberi tahu bagaimana perasaannya untuk Davira pada Daniel cs.


*************


secepatnya author akan up lagi tiap hari, mohon bersabar menunggu kelanjutannya...🤗🤗🤗🤗


tetap terus dukung Author😊😊😊


dengan cara like, vote dan tipnya.....ya.... plisss🙏🏻🙏🏻🙏🏻


jangan lupa juga kasih rate dan commetnya yang positif agar Author semakin semangat💪🏻💪🏻💪🏻 buat nulisnya...✍️✍️✍️


( Π_Π )


makasih..... tetap semangat 🤗🤗🤗🤗


❤️❤️❤️❤️❤️ all...

__ADS_1


__ADS_2