Terjebak Cinta CEO Dingin

Terjebak Cinta CEO Dingin
Ep. 217


__ADS_3

Area 21+


************


“lelah?” Tanya Daniel, wajahnya memancarkan kebahagiaan yang tiada tara berhasil membuat istrinya kalah telak. Arinda hanya menganggukkan kepalanya menjawab pertanyaan dari suaminya,


“sayang kamu mau minum susu?” tanya Daniel membelai punggung mulus itu sesekali mengecupnya, dia tahu jika saat ini istrinya butuh energi setelah olah raga malam yang mereka lakukan. Arinda kembali menganggukkan kepalanya, dia merasa sangat lelah hingga tidak mampu bersuara.


“aku ambilkan sebentar ya” Daniel mengecup lembut pipi samping kanan Arinda, mengambil boxernya yang tergeletak di lantai dan memakainya. Daniel menatap jam weker di nakas samping tempat tidur menunjukkan pukul dua belas malam dini hari.


Hampir dua jam dia menggempur Arinda, senyuman nackal tersungging di wajah tampannya. Dia sangat senang Arinda yang berinisiatif terlebih dahulu, Daniel melangkahkan kakinya ke dapur. Sebelum menuju dapur dia ke ruang santai untuk mengambil ponselnya yang di lempar begitu saja di atas sofa.


Dia melangkahkan kakinya menuju dapur sambil melihat posel miliknya. Daniel menelepon nomor kontak Arvin,


“assalamualaikum bro” terdengar suara Arvin yang berat khas orang baru bangun tidur.


“waalaikum salam, bagaimana Vivi?” tanya Daniel to the point.


“tenang bro, gua udah nyuruh Zico buat ngawasin tu cewe dua puluh empat jam dan akan gua lapor setiap pergerakannya” Arvin berusaha menahan kantuknya, matanya setengah terbuka menatap jam di dinding kamarnya.


Daniel segera mematikan teleponnya setelah mendapat jawaban Arvin. Mata Arvin membuka sempurna saat telepon di putus begitu saja,


“dasar temen kagak punya akhlak, gua baru mau masuk alam mimpi. Lu udah gangguin guaaaa” Arvin berteriak kesal, dia melempar ponselnya secara sembarangan di samping tempat tidurnya. Dia marah karena tidurnya di ganggu oleh Daniel, yang membuatnya semakin kesal dan marah Daniel hanya berbicara singkat, padat, jelas.


Daniel kembali mengontak Sean yang juga sedang memasuki alam mimpi. Di dalam mimpi Sean sedang berduaan dengan Davira, dia terlihat akan mencium bibir Davira.


Namun, terhenti saat dia tersentak bangun karena getaran ponsel yang berisik di meja samping ranjangnya. Sean memaksa membuka mata menatap layar ponsel dengan nama Daniel di sana,


“Assalamualaikum kak” tanpa sadar Sean memanggil Daniel kakak membuatnya kembali kesal.


“kamu masih Calon, belum menjadi adik iparku” bentakan Daniel membuat Sean yang setengah terjaga kini, menjadi terbangun. Tanpa di sadarinya, dia langsung duduk bersimpuh seperti anak kecil yang siap kena omelan dari emak-emak berdaster.


“ so sorry Dan, refleks. Itung-itung belajar manggil kakak ke lu biar terbiasa”


“ jangan pernah manggil aku seperti itu”


“Iya iya... Ada apa lu telepon gua?”

__ADS_1


“Besok laporan tes darah dan cairan suntikan itu kamu antar ke Arebeon” Daniel mengambil susu cair dalam kulkas dan panci ukuran kecil untuk menghangatkan susu cair.


“Oke Dan” Daniel segera mematikan sambungan teleponnya setelah mendengar jawaban Sean. Dia hanya bisa menghela nafas dengan sikap dingin Daniel padanya.


“Untungnya lu kakak ipar, kalo kagak alamat gua kirim lu nemuin malaikat maut. Gangguin gua lagi mimpi enak-enak ama Davira, tau aja ni si raja iblis kalo gua lagi ketemuan ama adeknya di mimpi” gerutu Sean mengingat nasib tragis mimpinya yang terganggu. Dia kemudian melanjutkan tidurnya yang sempat terganggu oleh Daniel.


***


Arinda merasakan panggilan alam, mencoba bangkit dari ranjangnya. Selimut di pasangkan erat agar tidak turun hingga memperlihatkan perbukitan indah, dia meraih piama dressnya yang tergeletak di lantai lalu memakainya. Bisa milik king kobra mengalir keluar hingga ke kaki mulus itu.


Ya ampun banyak banget.... Nyesal juga gangguin tuan muda beruang kutub ini. Mana badan rasanya pada remuk....oh... Pinggang gue.... Arinda menggerutu dalam hati berjalan perlahan-lahan menahan goyah kakinya. Dia mengambil tisu di meja rias untuk membersihkan bisa king kobra yang sedari tadi mengalir.


Arinda berjalan sedikit menyeret menuju kamar mandi dan menuntaskan panggilan alamnya. Daniel masuk ke dalam kamarnya membawa segelas susu hangat untuk Arinda, dia melihat ranjang yang kosong dan mendengar suara air di dalam kamar mandi.


“Sayang... Ini susunya” Daniel mengetuk pintu kamar mandi dengan sebelah tangan memegang susu hangat.


Arinda menyelesaikan urusannya, dia sempat berkaca di kaca kamar mandi. Alangkah terkejutnya dia melihat tanda yang di beri suaminya hampir di sekujur tubuhnya. Arinda hanya bisa menghela nafas panjang, ini juga akibat kesalahannya yang tidak mendengar peringatan Daniel.


Dia pun keluar dari kamar mandi, mendapati Daniel yang duduk di sofa kamar mereka dengan tangan memegang ponsel. Arinda melihat susu hangat di meja tepat di hadapan Daniel, dia lalu melangkah ke meja itu dan sedikit membungkuk mengambil susu buatan suaminya.


Sekilas Daniel dapat melihat dua perbukitan di balik dress piama yang di pakai Arinda. Dia tahu jika saat ini, di balik dress itu Arinda tidak memakai apa-apa.


“sayang... Apa kamu masih merasa lelah?” tanya Daniel yang tidak memalingkan wajahnya dari ponsel.


“ hmm....” Arinda menatap suaminya, susu di dalam gelas itu sudah habis.


“apa kamu masih merasa letih?” tanya Daniel kembali, meletakkan ponselnya di meja dekat sofa yang mereka duduki. Sebelah tangannya merangkul pundak istrinya, menatap Arinda dengan senyuman menambah ketampanannya saat itu.


“Sudah tidak sayang, ada apa?” tanya Arinda.


“Aku ingin minum susu” kata Daniel membuat Arinda menatapnya.


“Kamu mau susu, tunggu sebentar akan aku buatkan?” Arinda akan beranjak pergi namun di tahan Daniel.


“Susu di kulkas sudah habis, yang kamu minum tadi adalah susu terakhir”


“Sayang, kenapa kamu tidak mengatakan padaku? Jika kamu katakan tentunya aku tidak akan menghabiskan susu itu” Arinda menyesal sudah menghabis kan susu yang di buat Daniel.

__ADS_1


“Aku tidak mau susu yang itu, tapi aku mau susu ini sekarang” tanpa memberi kesempatan Daniel kembali mengangkat tubuh Arinda hingga duduk di pangkuannya.


“Sayaaaaang, aku sudah nggak sanggup lagi” protes Arinda yang kini sadar dengan maksud Daniel.


“tenang saja sayang, kamu akan menikmatinya” Daniel pun melakukan menarik dress piama ke atas hingga pemandangan indah itu terpampang di hadapannya.


“Kamu sangat cantik sayang” Daniel memuji Arinda dan melaksanakan aksinya. Dia memulai tanpa mendengar Arinda yang ingin protes, bibir manis itu di pagut lembut oleh Daniel membuat Arinda kalang kabut.


Terlebih tangan Daniel yang sudah mulai aktif dan memulai olah raga malam itu untuk ronde kedua. Untuk ke sekian kalinya Arinda menyesali keberanian dan ke usilannya, Daniel membuatnya terus terbuai kenikmatan tiada tara.


Hingga pergulatan itu terjadi, membuat Arinda untuk ke sekian kalinya mencapai puncak kenikmatan yang tidak terhingga. King kobra memuntahkan bisanya kembali dengan kapasitas yang sama banyaknya dengan ronde sebelumnya.


Daniel menepati janjinya membuat Arinda tidak mampu bangkit ataupun turun dari ranjang mereka, tubuhnya terasa sangat lelah begitu pun matanya yang sudah terasa sangat berat.


Daniel memeluk tubuh Arinda dari belakang yang memunggunginya, sebelah tangannya membelai lembut perut datar Arinda,


Sayang... Semoga secepatnya di sini tumbuh benih yang kelak akan membuat mu kembali menjadi seorang ibu, Daniel menatap Arinda yang sudah terlelap dan sedikit bergerak mengubah posisinya menjadi telentang.


Dia tersenyum menatap istrinya yang sudah terlelap dan masuk ke dalam dunia mimpi. Daniel membuka sedikit selimut di bagian perut dan mengecup perut datar istrinya.


“selamat tidur my baby” Daniel kembali mencium perut datar itu dan ikut berbaring di samping istrinya. Menarik Arinda ke dalam pelukannya sambil mengecup kening dengan lembut lalu menyusul istrinya tidur memasuki dunia mimpi.


*************


secepatnya author akan usahakan up tiap hari, mohon bersabar menunggu kelanjutannya...🤗🤗🤗🤗


sambil menunggu up, bolehlah mampir ke karya author judulnya "Cinta Sabrina"



tetap terus dukung Author😊😊😊


dengan cara like, vote dan tipnya.....ya.... plisss🙏🏻🙏🏻🙏🏻


jangan lupa juga kasih rate dan commetnya yang positif agar Author semakin semangat💪🏻💪🏻💪🏻 buat nulisnya...✍️✍️✍️


( Π_Π )

__ADS_1


makasih..... tetap semangat 🤗🤗🤗🤗


❤️❤️❤️❤️❤️ all...


__ADS_2