Terjebak Cinta CEO Dingin

Terjebak Cinta CEO Dingin
Ep. 284


__ADS_3

“ada apa ini? Huuk... huuuk ” teriak Arinda panik.


“tenang... nona...” mendadak satu persatu bodyguard Arinda tumbang. Begitu juga Arinda merasa sangat pening hingga pandangannya kabur, semua yang berada dalam lift itu jatuh tersungkur tidak sadarkan diri.


Pintu lift terbuka, beberapa orang dengan masker khusus masuk ke dalam lift. Mereka Mengangkat tubuh Arinda dengan hati-hati, salah seorang dari mereka menyuntikkan cairan pada body guard itu lalu pergi meninggalkan mereka begitu saja di dalam lift.


Para pria bermasker itu menyembunyikan Arinda dalam troli kain kotor yang di bawa seorang perempuan yang menyamar sebagai petugas kebersihan. Arinda di selimuti dengan kain bersih lalu di atasnya mereka menutupi Arinda dengan kain kotor. Mata mereka terus mengawasi keadaan di sekeliling mereka.


Para pria bermasker khusu itu segera melepaskan masker yang menutupi wajah mereka. Mereka kembali membaur dan melanjutkan tugas mereka agar tidak di curigai. Perempuan yang bertugas membawa trolley, Dengan sedikit kesusahan perempuan itu mendorong trolley menuju lift barang di mana mobil kawanan mereka menunggu di basement hotel.


Pintu lift terbuka, perempuan itu segera mendorong trolley menuju mobil temannya.


“tunggu” terdengar suara dari arah belakang perempuan itu, matanya hampir keluar saat melihat seseorang yang menghentikannya yang tidak lain adalah petugas polisi.


Langkahnya langsung terhenti dan bibirnya tersungging senyuman canggung pada petugas itu.


“i...i ... iya pak” tanyanya gugup.


“ini, kain anda tadi jatuh di sana” ujar polisi menyerahkan selembar sarung bantal kotor.


“oo iya, terima kasih banyak pak” ujar perempuan itu, tangannya segera meraih sarung bantal kotor itu. Polisi itu terus menatap petugas hotel perempuan itu,


Dia terlihat sangat gugup guman petugas polisi itu. Perempuan itu segera akan melangkah pergi mendorong trolley itu, sekilas petugas polisi itu melihat seorang perempuan yang tidak sadarkan diri dalam trolley.


“tunggu sebentar” teriak polisi itu, namun perempuan itu sama sekali tidak mengindahkan. Dia mendorong trolley kain kotor itu dengan terburu-buru, polisi itu mengejar namun langkahnya terhenti saat ada seorang pria bermasker menyenggol lalu berlalu membantu perempuan itu.


Petugas polisi itu mendadak jatuh tersungkur, dia merasakan sakit di perutnya. Baju dinasnya tampak basah di bagian perut dengan sebuah pisau belati besar tertancap di sana. Dia melihat ke arah perempuan dan pria yang mendorong trolley itu, tampak mereka mengangkat tubuh seorang wanita dengan sangat hati-hati.


Dengan samar-samar petugas polisi itu melihat dan mengenali perempuan yang di bawa oleh pria bermasker dan perempuan petugas hotel itu. Dia meraih walkie talkie yang terpasang di pinggangnya, sebelah tangannya menekan luka dengan pisau belati tertancap di sana.


BUGHHH....


Terdengar pukulan sangat keras, petugas polisi itu tumbang seketika. Salah satu teman dari orang yang membawa Arinda memukulkan sebuah balok ke tengkuk petugas polisi itu dan membuatnya tidak sadarkan diri. Mereka segera pergi meninggalkan lokasi pesta acara pernikahan Sean dan Davira.


beberapa di antara mereka masih tinggal sementara untuk memantau keadaan, setelah merasa cukup aman dan acara selesai mereka segera pergi dari hotel itu.


Sementara itu, acara pesta pernikahan Davira dan Sean sudah selesai. Semua tamu sudah kembali, menyisakan Daniel dan sahabat-sahabatnya yang masih mengobrol.


Mendadak salah satu body guard Daniel menghampiri mereka dengan wajah panik,


“tuan muda” sapa body guard itu, Daniel menatap heran ke arahnya begitu juga yang lainnya.


“ada apa?”


Beberapa polisi ikut masuk ke dalam ball room dengan wajah serius.


“tuan muda, petugas polisi menemukan keempat body guard nona Arinda dalam keadaan meninggal di lift, dan salah satu petugas mereka terluka cukup parah. Saat ini sudah di bawa ke rumah sakit, kami sudah mengecek CCTV tapi semua sistem mendadak rusak” lapor body guard Daniel.

__ADS_1


Semuanya terkejut mendengar laporan itu,


“ Arinda.... bagaimana dengan Arin?” tanya Daniel cemas.


“nona Arinda.... kami tidak menemukan nona Arinda di antara jenazah. Kemungkinan terbesar nona Arinda masih hidup” jelas petugas polisi.


Daniel pun memastikan keberadaan Arinda dalam hatinya dia berharap jika Arinda sudah ada di kamar bersama oma Ayu, dia meraih ponsel miliknya menghubungi oma Ayu. Terdengar nada sambung di ponsel miliknya,


“ halo oma, apa Arin ada di sana?” tanya Daniel langsung.


“ Arin... Arin tidak ada di sini sayang” ujar Oma Ayu sontak membuat tubuh Daniel kehilangan tenaga.


Arvin segera meminta Yuda untuk ke ruang sistem CCTV untuk memeriksa kerusakan.


Oma Ayu heran menatap ponselnya yang di putuskan sepihak oleh Daniel, perasaannya terasa tidak enak seketika saat Daniel menanyakan keberadaan Arinda padanya. Amanda dan Darren yang duduk di samping oma Ayu menjadi penasaran.


“kenapa oma?” tanya Darren,


“Daniel menelepon oma menanyakan apakah Arin ada di sini, perasaan oma jadi tidak enak” Oma Ayu tampak sangat cemas,


“tenang oma, jangan cemas dan panik. Darren akan ke bawah menanyakan apa yang sebenarnya terjadi. Semuanya pasti baik-baik saja, mungkin saja Arin ada di kamar Cantika atau istrinya Arvin” kata Darren menenangkan Oma Ayu, dia akan beranjak pergi tertahan langkahnya saat Aileen dan Michael baru saja masuk ke kamar Oma Ayu.


“sayang kamu mau ke mana?” tanya Aileen pada Darren.


“Darren mau menemui Daniel mom, ada yang ingin Darren tanyakan” Darren menatap ke arah Michael dengan memberi kode. Dia tidak ingin Aileen dan Oma Ayu panik atau cemas.


Setelah menutup pintu, Darren memerintahkan beberapa body guard untuk berjaga di depan pintu kamar president's suit room. Mereka berdua melangkah dengan terburu-buru menuju ke lift,


“ ada apa sebenarnya Darren?” tanya Michael, mereka berdua berada dalam lift saat ini.


“Darren juga tidak tahu pasti dad, tadi Dan menghubungi Oma menanyakan apakah Arin bersama kami atau tidak. Lalu oma menjawab kalau Arin tidak bersama kami, mendadak sambungan telepon dari Daniel terputus begitu saja” ujar Darren.


Michael mengerti jika sesuatu telah terjadi, pintu lift terbuka mereka berdua bergegas menuju ballroom di mana Daniel dan yang lainnya berkumpul.


“Dan” panggil Michael saat melihat Daniel keluar dari ball room menuju ke ruang CCTV hotel milik mereka.


Daniel berhenti sejenak, lalu melangkah kembali dengan terburu-buru di ikuti beberapa polisi dan sahabat Daniel lainnya. Michael dan Darren ikut bergabung bersama mereka menuju ruang CCTV, Darren bertanya pada Ansel apa yang sebenarnya telah terjadi.


Ansel menjelaskan kabar yang baru saja mereka dapatkan, Michael dan Darren terkejut juga khawatir dengan keberadaan Arinda yang belum diketahui.


Yuda sedang memperbaiki sistem CCTV yang rusak, dengan ke ahliannya dalam beberapa menit sistem CCTV dapat di perbaiki.


“beres bang” ujar yuda,


“ putar rekaman saat Arinda masuk ke dalam lift dan periksa seluruh CCTV di setiap lantai hingga basement” ujar Arvin. Daniel dan yang lainnya masuk ke dalam ruang CCTV di mana Arvin, Yuda dan beberapa teknisi IT lainnya sedang bekerja.


CCTV yang sempat rusak ternyata masih sempat merekam apa yang terjadi di dalam lift itu. Daniel juga semua orang yang ada di sana melihat Arinda dan body guardnya tidak sadarkan diri terkena asap yang sengaja di lepas dalam lift itu.

__ADS_1


Tangan Daniel terkepal erat, dia sangat marah saat melihat seseorang yang memakai masker khusus menyuntikkan sesuatu ke body guard Arinda. Rekaman CCTV itu mendadak menghitam dan tidak menampilkan apa pun lagi.


Yuda juga memutar rekaman CCTV di basement, di mana saat salah satu dari kawanan yang membawa Arinda menganiaya polisi yang memergoki mereka. Rekaman CCTV itu kembali menampilkan layar hitam dan tidak memutarkan apa pun.


perasaan Daniel menjadi tidak karuan, dia terlihat begitu khawatir dengan keselamatan istri dan baby mereka.


“Yuda, aktifkan ini” ujar Daniel menyerahkan ponselnya pada Yuda untuk mengaktifkan sistem alat lacak.


Flashbak on...


Sewaktu akan bersiap-siap berangkat ke lokasi pesta, Arinda yang tengah bersiap-siap di peluk oleh Daniel dari belakang.


“sayang... kita akan terlambat nanti” ujar Arinda manja membalikkan tubuh menatap suaminya. Daniel tersenyum membelai wajah cantik istrinya yang di poles make up natural.


“ aku ingin memberikan sesuatu pada mu” ujar Daniel menyerahkan sebuah kotak beludru berwarna biru tua.


“Apa ini?” tanya Arinda penasaran, dia langsung membuka kotak itu. Matanya termenung melihat benda yang ada dalam kotak itu, dia melihat ke arah Daniel.


“aku tahu kamu menjual kalung ini sewaktu kamu pergi meninggalkan rumah, lalu aku kembali membeli kalung ini” ujar Daniel menatap kalung berlian merah yang dulu sempat di hadiahinya untuk Arinda.


Jari jemari Arinda membelai kalung berlian itu, ada rasa penyesalan di hatinya saat pergi meninggalkan suaminya tanpa mendengar penjelasan.


“maafkan aku sayang” ujar Arinda, dia akan memeluk Daniel namun terhenti saat perutnya yang membesar menabrak perut sixs pack milik Daniel. Seketika mereka tertawa bersama, Daniel lalu mengambil kalung itu memasangkan ke leher jenjang Arinda.


“Aku mencintaimu dan selamanya hanya kamu pemilik cinta di hati ini” ujar Daniel sambil mengecup lembut kening Arinda.


Flashback off...


*************


dear para Reader yang paling baik hati dan rajin menabung...


maaf pada semua reader🙏🏻


🙏🏻🙏🏻, terlambat up secepatnya author akan up lagi dan akan di usahakan up tiap hari, mohon bersabar menunggu kelanjutannya... 🤗🤗🤗🤗


tetap terus dukung Author 😊😊😊


dengan cara like, vote dan tipnya.....ya.... plisss🙏🏻🙏🏻🙏🏻


jangan lupa juga kasih rate dan comment nya yang positif agar Author semakin semangat💪🏻💪🏻💪🏻 buat menulisnya...✍️✍️✍️


( Π_Π )


makasih..... tetap semangat 🤗🤗🤗🤗


❤️❤️❤️❤️❤️ for all...

__ADS_1


__ADS_2