
selama beberapa minggu di rawat di rumah sakit, keadaan Arinda berangsur membaik. Hatinya yang terluka dan sedih atas kehilangan bayi di kandungnya berangsur pulih dengan semangat dan dukungan Daniel, sahabat juga keluarga Arsenio. Maya dan Cantika senantiasa bergantian menjaga juga menghibur Arinda agar bisa kembali ceria seperti biasanya.
Sikap Arinda menjadi dingin terhadap Daniel, itu terlihat saat Daniel berusaha untuk berbicara dengannya. Dia memilih untuk menghindari suaminya dengan berbagai macam alasan.
Arinda lebih memilih tidur bersama Davira meninggalkan Daniel sendirian di kamar. Daniel tahu jika saat ini Arinda masih membutuhkan waktu untuk bisa menerima semua kenyataan.
Dia juga memilih tinggal untuk sementara di kediaman Arsenio demi keselamatan Arinda dan bisa menghibur Aileen yang merasa sedih karena terus memikirkan keadaan oma Ayu.
Sudah hampir satu setengah bulan oma Ayu tidak di ketahui rimbanya, segala upaya dan penyelidikan terus menerus di lakukan Michael, Darren dan Daniel. Ansel dan sahabat Daniel yang lainnya juga ikut membantu menyelidiki dan memata-matai Marcus, Lutfi dan Vivi.
Daniel tahu jika Vivi juga orang suruhan Marcus, dia menyakini hal itu saat mendengar suara Marcus di alat Spy listener. Sebelum alat spy listener itu rusak, Daniel sempat mendengar rencana Marcus yang ingin mengambil alih Arebeon.
Marcus mengetahui alat spy yang di pasang Daniel, dia mengambil alat itu dan menghancurkannya. Dia lalu menyuruh anak buahnya untuk memotong sedikit rambut oma Ayu dan memasukkannya ke dalam kotak yang juga berisi alat spy yang sudah hancur. Marcus juga memasukkan rekaman MD di dalam kotak itu lalu mengirimkannya pada Daniel.
Kurir itu mengantar kotak itu ke Arebeon dan menyerahkannya pada resepsionis. Ansel yang baru saja datang ke kantor langsung dihampiri oleh resepsionis.
“tuan Ansel” panggil resepsionis.
“ada apa?” tanya Ansel datar.
“ini, tadi ada kurir datang mengantarkan ini untuk tuan Daniel” resepsionis menyerahkan kotak pada Ansel.
“apakah sudah di cek apa isinya?” Tanya Ansel.
“sudah tuan, pihak keamanan sudah memastikan jika benda di dalamnya tidak berbahaya” Jelas resepsionis kembali.
“baiklah” Ansel membawa kotak itu bersamanya.
Di saat bersamaan manajer departemen tempat Jani bekerja ikut masuk ke dalam lift yang sama dengan Ansel. Darinya Ansel mengetahui jika Jeni sudah hampir satu bulan tidak pernah menampakkan dirinya di Arebeon, manajer itu juga memberi tahu jika Jeni cuti beberapa hari untuk pulang kampung halamannya. Manajer itu juga sudah berkali-kali menghubungi Jeni namun tidak pernah tersambung.
Ansel merasa ada yang mencurigakan segera menghubungi pihak HRD untuk mengetahui di manakan alamat Jeni tinggal. Setelah mendapatkan alamat apartemen milik Jeni, Ansel segera menghubungi Arvin untuk membantunya.
Tuuut....tuuut.....tuuut....
“halo bro, apa ada perkembangan?” Arvin langsung mengangkat telepon dari Ansel.
“temani aku ke alamat yang sudah aku share padamu, aku tunggu kamu Arebeon sekarang” Ansel langsung memutuskan teleponnya secara sepihak.
__ADS_1
“dasar beruang kutub, teman kagak ada Akhlak main matiin gitu aja” Arvin mengomel seperti emak-emak berdaster saat Ansel memutuskan teleponnya secara sepihak. Di bacanya alamat yang baru di share oleh Ansel.
Pintu ruangan Daniel di ketuk oleh Ansel, setelah mendapat izin masuk dari Daniel Ansel membuka pintu dengan membawa kotak yang di berikan kurir.
“ tuan muda” Sapa Ansel dengan hormat.
“hmm” Daniel yang fokus ke layar laptop hanya menjawab dengan berguman.
“tikus itu sudah hampir sebulan ini tidak menampakkan batang hidungnya. Saat saya menanyakan pada pihak managernya beliau memberitahu jika tikus itu mengambil cuti yang beberapa hari saja. Pihak manager sudah berusaha menghubungi tikus itu, namun tikus itu seperti menghilang begitu saja” jelas Ansel.
“apakah kamu sudah memanggil Arvin?” Daniel menatap Ansel.
“saya sudah menghubunginya, dan kami berencana akan ke alamat apartemen milik si tikus itu” Jelas Ansel.
“baiklah, kabari aku jika ada perkembangan” Daniel kembali menatap layar laptop miliknya.
“baik Tuan muda, dan ini tuan muda untuk anda (meletakkan kotak yang baru di trimanya di atas meja kerja Daniel) tadi kurir mengirimnya. Kotak ini sudah di cek dan tidak di temukan benda berbahaya apa pun” Jelas Ansel. Daniel menatap kotak di atas mejanya, tangannya lalu meraih dan mulai membuka kotak itu.
Matanya menatap nanar apa isi dari kotak itu, Ansel pun ikut terkejut melihat isinya. Daniel meraih rekaman MD di dalam kotak itu dan mulai memutar isi rekamannya.
Daniel menggenggam erat alat perekam itu, hatinya sangat sakit saat mendengar rintihan oma Ayu yang terdengar sangar ke sakitan.
“tuan muda....” Ansel sangat tahu dengan kondisi Daniel saat ini. Dia merasa seperti boneka yang di kendalikan.
“segera siapkan rencana proyek HJJ dan keseluruhan Saham Arebeon” perintah Daniel dengan kilatan api kemarahan di matanya.
“Tuan Muda, apa anda yakin?” Tanya Ansel sekali lagi.
“kita tidak bisa menunda lagi, kita laksanakan rencana yang sudah kita persiapkan. Setelah itu segera pergi ke apartemen tikus itu, periksa semuanya laporkan segera padaku” Daniel sudah tidak bisa mengambil resiko, dia tidak bisa bermain-main dengan kondisi oma Ayu.
“Baiklah tuan” Ansel segera melaksanakan perintah Daniel. Ia dan sekretaris Daniel segera menyiapkan semua yang berhubungan dengan proyek juga saham kepemilikan Arebeon.
Setelahnya Ansel langsung bergegas menuju mobil Arvin yang sudah menunggu di pelataran Arebeon. Arvin mengendarai mobilnya menuju apartemen milik Jeni, bersama beberapa anak buah Arvin.
Mereka berdua tidak merasa heran saat melihat apartemen Jeni yang tergolong sangat mewah. Mereka langsung menuju apartemen Jeni yang terkunci. Dengan alat canggih milik Yuda, Arvin dan yang lainnya masuk ke dalam Apartemen dan mulai menyelidiki.
Daniel kembali ke kediaman lebih awal, dia melihat suasana yang sepi di rumah.
__ADS_1
“kemana yang lain?” tanya Daniel pada Maid yang menyambutnya. Dia melangkahkan kakinya menuju ruang tamu di ikuti maid yang membawakan tas kerja miliknya.
“nyonya Aileen sedang ke rumah sakit dengan nona Davira di antar oleh Tuan Michael. Tuan Darren dan nona Amanda sedang ke kota SY, nona Arinda baru saja kembali dan sedang berada di kamar tuan muda Daniel” jelas maid membuat langkah Daniel terhenti saat akan memasuki ruang kerjanya.
“Arin suda pulang?” Tanya Daniel sekali lagi.
“sudah tuan,”
Tanpa pikir panjang lagi, Daniel segera melangkahkan kakinya menuju kamarnya di lantai dua. Dengan hati-hati dia membuka pintu kamarnya menatap Arinda yang merebahkan tubuhnya di tempat tidur king size milik Daniel.
Posisi Arinda yang memunggungi pintu kamar, membuatnya tidak mengetahui kedatangan suaminya. Daniel melangkah mendekati Arinda yang ternyata sedang tertidur, wajah cantiknya terlihat begitu damai dan menentramkan.
Daniel melepaskan jas miliknya meletakkannya di kursi meja rias. Dengan perlahan-lahan dia menaiki tempat tidur dan berbaring tepat di belakang Arinda.
Wajahnya di letakkannya di atas bantal yang sama dengan milik Arinda, tangannya dengan hati-hati memeluk tubuh istri yang sudah sangat di rindukannya.
Arinda merasakan kehangatan di punggungnya dan merasa berat di pinggang rampingnya. Perlahan-lahan di membuka matanya, mendapati dirinya tengah di peluk oleh suami yang juga sangat di rinduinya.
*************
Dear reader 🙏🏻🙏🏻🙏🏻
maap author up hanya satu episode saja karena kondisi fisik Baby author masih kurang fit 🤒🤒🤒
secepatnya author akan up lagi tiap hari, mohon bersabar menunggu kelanjutannya...🤗🤗🤗🤗
tetap terus dukung Author😊😊😊
dengan cara like, vote dan tipnya.....ya.... plisss🙏🏻🙏🏻🙏🏻
jangan lupa juga kasih rate dan commetnya yang positif agar Author semakin semangat💪🏻💪🏻💪🏻 buat nulisnya...✍️✍️✍️
( Π_Π )
makasih..... tetap semangat 🤗🤗🤗🤗
❤️❤️❤️❤️❤️ all...
__ADS_1