
Timbul ide cermelang di pemikiran Maya, dia langsung berbisik di telinga Davira dan Cantika untuk mengikuti Aileen.
“guys ada yang mau akika obrolin ama lu pada, kita ikut tante Aileen dulu yuk” kata Maya melirik ke arah Arinda tengah mengobrol dengan oma Ayu.
Amanda ikut penasaran dengan obrolan maya, Davira dan Cantika ikut gabung dengan mereka.
“lagi pada ngomong apaan sih?” tanya Amanda penasaran.
“ssssttt kalo mau tau yuk capcus” kata Maya langsung mengajak Amanda.
“Tante, Akika bantu cariin ya” kata maya
“Nggak usah May, tante...” Aileen menatap Davira yang mengode dirinya untuk mengikuti kemauan Maya.
“Maksud tante bagus juga kalo banyak orang yang ikut nyari” kata Aileen.
“ kalo begitu Arinda juga ikut bantu cariin ya mommy” kata Arinda yang hendak bangkit dari tempat duduknya.
“JANGAN...”
maya, cantika, davira dan Aileen kompak berbicara sehingga Arinda kembali duduk di tempatnya tadi. Amanda sedikit terkejut mendengar suara mereka yang kompak menghentikan Arinda.
“ Nggak usah ngegas juga kali May!!” kata Arinda terkejut saat mereka semua menghentikan Arinda mengikuti mereka.
“Maksud akika, lu di sini aja nemenin oma. Oma kan masih kangen ama lu” kata Maya beralasan.
“ iya sayang, yang bantuin mommy juga banyak kok” kata Aileen segera melangkahkan kakinya ke ruang kerja Daniel. Di ikuti Davira, Cantika, Amanda dan Maya.
“Apa harus sebanyak itu hanya untuk mencari secarik kertas? Mencurigakan” kata Arinda pada diri sendiri.
Oma Ayu hanya tersenyum melihat Arinda menatap curiga pada mereka. Darren, tuan Handoko dan Michael tampak serius berbicara sambil memainkan catur.
Di ruang kerja Daniel, Aileen, maya, Cantika, Davira dan Amanda sedang duduk di sofa ruangan itu.
“May, katanya lu ada yang mau di obrolin” Tanya Cantika penasaran.
“ iya kak maya, jangan bikin Vira tambah kepo nih” kata Davira tidak sabaran.
“Iya bentaran napa sih, gini sebenarnya tu akika pengen Arin nyadar ama perasaannya. Dengan terus mendekatnya mereka gitu” kata Maya.
“ jadi sebenarnya kak Arin juga punya perasaan yang sama dengan kak Dan?” tanya Davira.
“Akika sih kurang yakin, tapi dari gelagat tu pere sastra kayaknya si ada gitu” kata Maya.
“ trus, rencana nya mau gimana may?” tanya Cantika.
“hmmmmm....” maya diam memikirkan sesuatu begitu lama.
Begitu juga Cantika, Amanda, Davira dan Aileen, mereka berpikir bagaimana cara mendekatkan Arinda dengan Daniel.
“Gi mana kalo, candle ligth Dinner romantis?” Ide Amanda.
__ADS_1
“ Boleh juga tuh, tapi gimana buat mereka bisa pergi ke acara makan malamnya? Arin kan orangnya curigaan” kata Cantika.
“kak Dan juga sibuk akhir-akhir ini, gimana kita mau bikin mereka bersama,” tanya Davira.
“Bentar mommy akan coba tanya Ansel, apa besok ada meeting ato acara” kata Aileen yang akan menelepon Ansel.
“Kata Ansel, besok nggak Ada meeting dan hanya ada undangan dinner dari tuan Sakamoto, client dari Jepang” kata Cantika membaca pesan wa dari Ansel.
Davira, Aileen dan Amanda tertegun saat Cantika tahu dengan jadwal Ansel. Senyum dan kerlingan nakal dari Maya membuat Davira mengerti kalo ada sesuatu antara Cantika dan Ansel.
“mom, sepertinya akan ada yang menyusul kak Darren dan kak Daniel” kata Davira sambil tersenyum.
Cantika tersadar dan mengerti dengan apa yang dikatakan Davira,
“Itu...ini..itu” Cantika gugup dan tidak bisa berkata apa-apa.
“ udah lu jujur aja tika, kalo lu juga udah kecantol ama Asprinya my Idola” kata Maya.
Aileen langsung tersenyum senang saat mengetahui jika Ansel juga sudah memiliki tambatan hati.
“Cieee...sebentar lagi bakalan nambah dong menantu mommy” goda Davira membuat pipi cantika merona merah.
“udah dong Vira, aku jadi malu nih” kata Cantika.
“udah udah Vira jangan gangguin calon menantu mommy” kata Aileen tersenyum senang.
Cantika semakin malu saat Aileen ikut-ikutan menggodanya.
“benar mommy, undangan tuan Sakamoto alasan yang bisa buat mereka bertemu” kata Amanda.
“ jadi besok kita akan mengatur candle light dinner buat kak Daniel dan Kak Arin. Tapi kita juga perlu armada bantuan buat memuluskan rencana kita ini mom” kata Davira.
“tenang Vira, kan ada Ansel, Arvin dan Sean. Mereka pasti mau bantu” kata Aileen.
“Kalo gitu, Vira akan telepon kak Arvin dan kak Sean buat jelasin rencana kita ini” kata Davira.
Cantika ikut membantu dengan menelepon Ansel untuk meminta pendapat agar rencana mereka berhasil.
“ o ya tan, memo ukuran baju buat my idola mana tan?” tanya Maya.
“ya ampun, tante hampir lupa. Sebentar ya Maya, tante cariin dulu” Aileen lalu memeriksa setiap kertas yang ada di meja ruang kerja Daniel. Tapi tetap saja dia tidak menemukannya,
“Maya sepertinya kamu harus mengukur ulang Daniel, soalnya ukuran bajunya sama sekali nggak ketemu” kata Aileen.
“ya udah tan biar ntar akika, Cantika dan Arin mampir ke Arebeon Corp. Tuan Daniel masih di kantorkan Tika?” Tanya Maya.
“Tadi Ansel bilang masih banyak pekerjaan, mungkin mereka akan lembur malam ini” kata Cantika.
“kalo gitu kita permisi dulu ya tan, sekalian kami akan ke Arebeon corp. Dulu buat ngukur bajunya tuan Daniel” pamit Cantika.
Aileen dan yang lainnya keluar dari ruang kerja Daniel menuju ke ruang keluarga, oma Ayu dan Maira tampak begitu senang saat berbicara dengan Arinda di taman belakang sambil menikmati teh sore.
__ADS_1
“ Ma” sapa Aileen menghampiri Arinda dan Oma Ayu.
“ oma kami pamit dulu, karena hari sudah begitu sore. Ada beberapa pekerjaan yang harus kami selesaikan hari ini” pamit Cantika.
“Baiklah, terima kasih ya kalian sudah mau datang ke mansion kami” kata oma Ayu.
"sama-sama oma, kami juga berterima kasih karena sudah menjamu kami dengan makanan siang di sini" kata Cantika.
“ oma, Arin pamit dulu ya” Arinda tersenyum manis pada oma Ayu lalu memeluknya, setelah melepaskan pelukannya Arinda menghampiri Aileen untuk pamit.
“Baiklah mommy, davira, nona Amanda dan nyonya Maira, Arin pamit dulu” kata Arinda, Aileen langsung memeluk Arinda
“Iya sayang, kamu hati-hati ya” kata Aileen melepaskan pelukannya.
Setelah berpamitan mereka bertiga menuju mobil Cantika yang terparkir di halaman Mansion Arsenio.
“kita ke Arebeon Corp dulu ya Cin” kata Maya yang duduk di belakang kemudi.
“Oke” kata Cantika yang duduk di samping kemudi.
“Loh kok kita ke Arebeon dulu mbak?” kata Arinda sambil melihat beberapa file konsep pernikahan Darren dan Amanda.
“akika mau ngukur my idola dulu. Catatan ukuran tuan Daniel tadi nggak ketemu” kata Maya.
“oooo” Arinda ber o ria.
It's been a long day without you, my friend
And I'll tell you all about it when I see you again (I'll see you again)
We've come a long way (yeah, we came a long way) from where we began
(You know what we started
Oh, I'll tell you all about it when I see you again (I'll tell you)
When I see you
Terdengar notifikasi panggilan masuk di ponsel Arinda, di layar ponselnya tertulis nama Danu salah satu teamnya.
************
tetap terus dukung Author
dengan cara like, vote dan tipnya.....😊😊😊
jangan lupa juga kasih rate nya ya.... plisss
🙏🏻🙏🏻🙏🏻
( Π_Π )
__ADS_1
makasih..... tetap semangat 🤗🤗🤗🤗