Terjebak Cinta CEO Dingin

Terjebak Cinta CEO Dingin
Ep. 41


__ADS_3

“Rasain lu, tadi berani buat nyerang Arin, nah giliran di laporin takutnya setengah mati. Makanya jangan coba buat jadi penjahat" nyinyiran Maya pada Sinta.


“May...udahlah. Nggak usah di bahas lagi” kata Arinda menenangkan Maya yang kesal dengan ulah Sinta begitu berbahaya.


“maaf mbak, masalah ini tetap akan kami bawa ke jalur hukum. Karena anda sudah melakukan penganiayaan” tegas security.


“Pak saya mohon jangan laporkan saya pak” sinta langsung mendekati Arinda dan bersimpuh di depannya.


“Sinta, kamu ngapain. Ayo berdiri sekarang” pinta Arinda membantu Sinta untuk berdiri.


“Rin...gue mohon. Tolong jangan laporin gue ke polisi, gue akui gue iri liat keberhasilan lu. Banyak klien dan teman-teman yang suka ama kerja lu bikin gue makin iri dan dengki ama lu. Maafin gue Rin, jangan laporin gue ke polisi, keluarga gue bisa malu Rin. Pliss tolongin gue Rin” sinta memohon pada Arinda.


Arinda dilema dengan situasi itu, dia merasa kasihan dengan Sinta tapi tindakan Sinta sudah sangat berbahaya dan dia harus di hukum atas perbuatannya.


“Udah pak bawa aja tu mak lampir, biar dia kapok dan nggak akan nyelakain orang lagi” kata Maya kesal


Salah seorang security meraih tangan Sinta untuk membantunya berdiri, lalu menyeretnya untuk di bawa ke pihak yang berwajib.


Arinda merasa sangat kasihan pada Sinta, dia juga tidak tega membuat keluarga Sinta malu akan perbuatan Sinta.


“Pak tunggu” arinda meminta Security untuk menunggu sebentar.


“Pak, masalah ini di selesaikan secara kekeluargaan saja” pinta Arinda.


“Whaaaaat....OMG ARINDA, Lu tu ya!!! Nyawa lu tadi dalam bahaya dan sekarang lu minta masalah ini di selesaikan secara kekeluargaan. Lu tu terlalu baik atau be** sih Rin. Nggak habis pikir akika” ceramah Maya pada Arinda


“hussh...udah may Tenang dulu ya, tarik nafas lalu buang...maksud gue buat nyabut laporan itu biar masalah ini nggak berlarut-larut may. Lu nggak kasihan ama keluarga Sinta yang bakalan malu kalau anaknya masuk penjara. Ya secara dia bisa aja di bebasin ma keluarganya, tapi perbuatan dia bakal di ketahui ama orang banyak bisa malu banget keluarganya” jelas Arinda


“Tapi Rin...emang ada jaminan tu mak lampir nggak akan buat masalah lagi ma lu?” Tanya maya.


“Tenang aja May, gue yakin dia udah jera. Sekarang lebih baik lu bilang ma security buat bebasin tu Sinta oke” pinta Arinda.


“Nyerah deh akika ma sikap lu yang baik ini, terpaksa akika nurutin mau lu” dengus Maya yang sangat kesal dengan sifat Arinda yang terlalu baik.


Arinda hanya tersenyum melihat Maya yang kesal dengan sikapnya.


“Setelah masalah ini kelar, akika akan antar lu ke rumah sakit oke”


“Iya mak” kata Arinda masih memegangi lukanya.


***

__ADS_1


Selesai menunaikan shalat jum’at, Daniel meminta Ansel untuk menyuruh Sakti mengantar mereka ke rumah sakit Arsen Medical tempat kerja Sean. Sementara Daniel menemui pengurus mesjid untuk memberi santunan dalam rangka ulang tahun perusahaan yang sebentar lagi.


Setelah urusannya selesai, Daniel menaiki mobilnya dan menuju Arsen medical.


Mobil Daniel terparkir di halaman loby rumah sakit, seperti biasa seorang bodyguard membukakan pintu untuknya.


Daniel melangkah masuk ke dalam rumah sakit di iringi Ansel yang selalu mengikutinya. Sepanjang Daniel dan Ansel melangkah, seluruh mata tertuju pada mereka. Terutama kaum hawa, dari pasien yang mengantri di loby rumah sakit, perawat hingga dokter perempuan terus memperhatikan kedua sosok yang melangkah menuju ruangan Dr. Sean.


“Gila tampannya”


“ternyata lebih tampan aslinya dari pada di tv sama majalah”


Kata-kata itu terus terlontar dari mulut para kaum hawa yang mengagumi sosok Daniel Arsenio.


Ansel dan Daniel sudah berada di depan ruang kerja Sean, perawat yang bertugas di depan ruang kerja Dr. Sean segera memberitahu Sean melalui telepon.


“Silahkan tuan Daniel, Dr. Sean sudah menunggu anda di dalam” kata perawat mempersilahkan Daniel dan Ansel masuk.


“Hai bro, tumben pria paling sibuk mampir ke gubuk reot gue. Tidak biasanya seorang Daniel mau mampir kemari” kata Sean.


“Gue mau lu periksa gue sekarang”


“Lu sakit? Bagian mana yang terasa sakit?” tanya Sean.


Ansel duduk di depan meja dokter, memperhatikan wajah Daniel yang sama sekali tidak menunjukkan rasa sakit.


Tuan muda sakit apa? Dari tadi aku sudah bersamanya, tapi dia sama sekali tidak mengeluh apapun guman Ansel dalam hati.


Sean selesai memeriksa Daniel lalu dia duduk di bangkunya. Daniel duduk di sebelah Ansel,


“jadi gimana Se?” tanya Daniel penasaran.


“ sejauh pemeriksaan yang gue lakuin, nggak ada gejala penyakit apapun. Lu itu sehat wal afiat” jelas Sean.


“Apa lu udah periksa gue betul-betul?” tanya Daniel kembali.


“Pastinya Dan, kalo lu nggak percaya kita periksa aja darah lu ke lab”


“Kapan gue bisa tahu hasilnya?”


“Untuk pemilik rumah sakit dalam waktu setengah jam udah kelar lagi. Bentar gue akan nyuruh perawat buat ambil darah lu”

__ADS_1


Sean memanggil perawat untuk mengambil sampel darah Daniel, lalu membawanya ke laboratorium untuk di periksa.


Setengah jam telah berlalu, perawat membawa hasil laporan Daniel dalam amplop.


“Makasih suster” ucap sean saat menerima amplop yang di serahkan oleh perawat.


Sean membaca hasil laporan lab dengan teliti,


“Dan, dari laporan hasil lab. Semuanya menunjukka kalo lu dalam keadaan baik-baik aja. Emang lu ngerasa sakit dimana sih?” tanya sean yang penasaran.


“Dari kemaren, jantung gue berdebar dengan cepat saat gadis itu ada di depan gue. Nggak hanya itu, setiap kali menyebut namanya aja jantung gue berdetak sangat keras” jelas Daniel membuat Sean dan Ansel melongo.


“Jadi maksud lu, jantung lu berdetak cepat saat ada gadis itu?” Tanya sean lagi.


“Benar, apa jantung gue bermasalah” tanya Daniel lagi.


“Hahahahahaha....” tawa sean dan Ansel pun pecah membuat Daniel bingung menatap mereka.


“Apakah menurut lu hal ini pantas untuk di tertawakan?” kata Daniel dingin.


“Sorry...sorry Dan...bukan maksud gue untuk ketawain lu. Tapi...” sean kembali tersenyum.


“Tapi apa” tanya Daniel dingin


“tapi hal yang lu rasakan itu adalah hal yang wajar bagi pria yang sedang jatuh cinta” jelas Sean.


“siapa yang lu maksud sedang jatuh cinta?” tanya Daniel menatap tajam sean.


“ Sorry bro, apa yang lu rasakan emang hal lumrah bagi orang yang jatuh cinta. Emang siapa gadis itu, hingga namanya aja udah bikin jantung lu berdebar kencang” tanya Sean lagi.


Daniel hanya diam tidak menjawab pertanyaan Sean,


Tidak mungkin...Sean pasti salah, tidak mungkin aku akan jatuh cinta pada Arinda...guman Daniel dalam hati menyebut nama Arinda membuat debaran jantungnya semakin kencang. Daniel memegang dadanya, hal itu tidak luput dari penglihatan Sean dan Ansel.


*************


terus dukung Author


dengan cara like, vote dan tipnya.....😊😊😊


( Π_Π )

__ADS_1


makasih..... 🤗🤗🤗🤗


__ADS_2